<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3075870752630020009</id><updated>2012-01-26T03:48:55.944+07:00</updated><title type='text'>Ploong.yo</title><subtitle type='html'>Blog yag baik dan bijak</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ploongyo-ploong.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3075870752630020009/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ploongyo-ploong.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>PloonG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17515884368215485300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>33</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3075870752630020009.post-574023936225274529</id><published>2008-02-08T22:23:00.001+07:00</published><updated>2008-02-08T23:18:27.486+07:00</updated><title type='text'>Tan Malaka</title><content type='html'>I. KE ZAMAN KOMUNISME&lt;br /&gt;Tiap-tiap pergaulan hidup di muka bumi ini, baik di Asia atau Eropa, baik dulu ataupun sekarang, terdiri oleh klassen atau kasta, yakni kasta tinggi, rendah. dan tengah.&lt;br /&gt; Menurut pikiran KARL MARX, maka timbulnya kasta tadi, yaitu disebabkan oleh perkakas mengadakan hasil, seperti cangkul, pahat dan mesin. Adanya kasta tadi pada sesuatu pergaulan hidup, menyebabkan, maka politik, Agama dan adat, dalam pergaulan hidup itu bersifat kekastaan atau bertinggi berendah. Ringkasnya perkara mengadakan hasil, menimbulkan kasta, dan kasta itu menimbulkan paham politik, agama dan adat yang semuanya bersifat kekastaan. Oleh sebab itu kata Marx lagi, semua sejarah dari semua bangsa, ialah pertandingan antara kasta rendah dan tinggi, antara yang terhisap dan yang menghisap, antara yang terhimpit dan yang menghimpit. Demikianlah pada Zaman Feodalisme atau Zaman Bangsawan, Kaum Hartawan yang terhimpit itu bertanding dengan kaum Bangsawan dan Raja yang menghimpitnya. Di Eropa pada tahun 1789 Kaum Hartawan di Prancis bisa mengalahkan Kaum Bangsawan dan mendirikan Peraturan Kemodalan seperti macam sekarang.&lt;br /&gt;Dalam hal itu pertandingan belum lagi berhenti. Karena pada Zaman Kemodalan sekarang, pertentangan kasta makin tajam, ialah antara Kaum Buruh yang terbanyak dan tertindas itu dengan Kaum Hartawan, yang terkecil, tetapi terkaya dan terkuasa itu. &lt;br /&gt;Berhubung dengan lebar dan dalamnya pertandingan dalam Zaman Kemodalan ini, maka kelak Kaum Buruh, kalau menang ia tidak saja akan memerdekakan dirinya sendiri, seperti dulu Kaum Hartawan, melainkan akan memerdekakan seluruh pergaulan hidup dan sekalian manusia. Dan oleh sebab Kaum Hartawan di seluruh dunia bersatu, maka haruslah pula Kaum Buruh seluruh dunia bersatu, buat manghancurkan musuhnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;1. Watak Zaman-Bangsawan &lt;br /&gt;Pada Zaman-Bangsawan, maka perkakas di sawah dan ladang, hanyalah cangkul atau bajak. Di tempat pertukangan, pahat atau ketam yang semuanya diangkat dengan tangan. Hasil sawah, pertukangan dan pertenunan, cuma buat keperluan masing-masing orang atau masing-masing famili saja. Kalau ada berlebih dari keperluan itu, barulah dijual, supaya bisa membeli kain, cangkul atau bajak. Jadi perniagaan baru mulai timbul.&lt;br /&gt;Ringkasnya pada Zaman-Bangsawan perkakas kecil, hasil sedikit dan buat keperluan masing-masing famili saja. Sisa keperluan satu-satu famili juga sedikit, sebab itu perniagaan masih lemah. &lt;br /&gt;Beberapa tani, tukang dan saudagar pada Zaman Bangsawan berkumpullah mendirikan desa atau kota. Buat menjaga keamanan dalam desa tadi dan mempertahankan desa tadi pada musuh, maka mereka mendirikan Pemerintah Desa. Anggota biasanya terdiri dari orang yang tua, yang pandai, cerdik, berani dan mendapat kepercayaan dari orang banyak. Pangkat memerintah negeri akhirnya jadi turun menurun dari bapak ke anak. Sekarang penduduk desa sudah mulai terbagi atas kasta: Tani, Tukang, Saudagar dan kasta-memerintah, yaitu Bangsawan. Apabila desa tadi banyak berperang-perangan, maka makin besar kuasanya Kaum Bangsawan dan makin dalam kebangsawanan. Kemudian dua desa atau beberapa desa mulai mangadakan perserikatan buat mempertahankan diri kepada serangan dari luar. Urusan negeri dan peperangan sekarang jatuh di tangan seorang Bangsawan yang tetinggi, yang sekarang berpangkat Raja dan berkuasa lebih dari Bangsawan yang sudah-sudah. Makin banyak peperangan dan kemenangannya Raja itu, makin besar kekuasaannya turun menurun.&lt;br /&gt;Negeri bertambah besar, kekuasaan makin tertumpuk kepada Raja dan Bangsawan, kekayaan makin tertumpuk kepada Kaum Hartawan serta kaum Buruh dan Tani makin terhisap dan tertindas. &lt;br /&gt;Supaya Buruh dan Tani yang terbanyak itu, takluk saja kepada Kaum Raja dan Bangsawan, maka harus diadakan Agama, Didikan dan Adat yang bersifat kekastaan atau kebudakan. &lt;br /&gt;Gereja atau mesjid jatuh di tangan Kaum Bangsawan juga, anaknya Rakyat diajar jongkok dan menyembah, sedangkan anaknya Raja serta Bangsawan diajar memukul, memaki dan menerjang.&lt;br /&gt;Demikianlah wataknya Zaman-Bangsawan itu di India, di Jawa atau Tiongkok dan Jepang.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;2. Watak Zaman Hartawan &lt;br /&gt;Kira-kira 200 tahun yang lalu, kaum Hartawan di Eropa makin bertambah kaya. Pertukangan, dan pertenunan yang dulu kecil-kecil, dan buat keperluan masing-masing famili saja, sekarang sudah terkumpul pada satu pabrik. yang memakai beratus-ratus kuli. Perniagaan sudah jauh melewati batas desa atau negeri. Bank sudah meminjamkan kepada atau menerima uang simpanan dari seluruh penduduk negeri. &lt;br /&gt;Tetapi, walaupun kekayaan Kaum-Hartawan sangat maju, kekuasaannya masih tinggal seperti dulu. Raja dan Bangsawan masih bisa ambil pajak sehekendak hatinya. Kemerdekaan Kaum-Hartawan buat mengirim barang dari satu negeri ke negeri lain sangat terhambat, karena barang-barangnya acap kali dipajaki oleh Bangsawan atau Raja. Juga Kaum Pendeta, yakni keturunan Bangsawan tak kecil keganasannya.&lt;br /&gt;Buat merdeka mendirikan pabrik dan kirim mengirim barang, maka Kaum Hartawan mesti merdeka dalam urusan politik-Negeri.&lt;br /&gt;Dengan pertolongan Tani dan Buruh, maka Kaum Hartawan pada tahun 1789 bisa menghancurkan semua kekuasaan Kaum Bangsawan dan Raja Prancis. Sekarang urusan ekonomi, dan politik luar serta dalam negeri sama sekali jatuh di bawah tangan Kaum Hartawan dan Wakilnya.&lt;br /&gt;Sekarang Modal bisa tumbuh dan menjalar kiri kanan dengan leluasa. Dalam satu pabrik tidak seratus atau dua ratus, melainkan sudah sampai 30 ribu orang kuli kerja (Inggris, Jerman dan Amerika). Hasilnya dalam satu jam saja sudah beribu-ribu pikul. Mengangkutnya hasil tidak lagi dengan bahu, kerbau atau kuda, melainkan dengan kereta atau kapal yang cepatnya seperti petir. Dengan kelingking saja satu sekerup dibuka, mesin yang kuatnya sejuta kuda berputar dengan sendirinya saja. Kirim mengirim dan pesan memesan barang ke empat penjuru alam dijalankan dengan kawat atau radio. Dari Asia dan Afrika tiap-tiap hari diangkut barang-barang yang mesti dikerjakan dalam pabrik di Eropa, dan dari Eropa atau Amerika tiap-tiap jam berjalan kapal yang mengangkut barang-barang pabrik ke Asia dan Afrika. Ringkasnya mesin kerja dengan kuat dan cepat, Kuli terkumpul pada satu pabrik saja sampai beribu-ribu, pekerjaan teratur dari satu administrasi-pabrik dan dikerjakan bersama-sama, sedangkan perniagaan sudah internasional.&lt;br /&gt;Tetapi seperti pada Zaman-Bangsawan ada pertentangan antara Kaum Bangsawan dan Kaum Hartawan, begitulah juga pada Zaman Hartawan atau Kemodalan ada pertentangan antara Kaum Hartawan dan Kaum Buruh serta Tani. Seperti Zaman­Bangsawan mengandung Benih-Hartawan yang kelak akan menghancurkan Kaum-Bangsawan sendiri, demikianlah pula Zaman-Hartawan kita ini mengandung Benih Buruh yang kelak akan menghancurkan Kaum Hartawan. &lt;br /&gt;Keyakinan ini kita Kaum Komunis tidak diperoleh dari limau-purut atau ujung jari, seperti tukang-tukang ramal, tetapi kita peroleh dari bukti yang nyata.&lt;br /&gt;Pertentangan-pertentangan yang nyata dan tak bisa didamaikan pada Zaman-Kapitalisme atau Hartawan, ialah:&lt;br /&gt;            I.       Hak-Milik. Pada Zaman-Hartawan, seperti juga pada Zaman-Bangsawan maka perkakas mengadakan hasil itu berpisah dari orang yang mengadakan hasil, yakni Kaum-Buruh. Sebab perkakas itu bukan kepunyaan Kaum-Buruh, melainkan satu atau dua orang Hartawan, maka hasil yang diadakan oleh Kaum-Buruh tidaklah kepunyaan Kaum-Buruh sendiri, melainkan kepunyaan yang memiliki perkakas, seperti: tanah, pabrik, kereta, kapal dan lain-lainnya. Kaum Hartawan tak bekerja, tetapi ia memiliki hasil. Kaum Buruh membanting tulang, tetapi tak memiliki hasil yang diadakannya sendiri. Sebabnya, maka dunia sampai terbalik begitu, ialah karena hak-Milik, yang pada semua negeri Bangsawan diaku sah oleh Wet (Bahasa Belanda untuk hukum - catatan editor) dan agama, sekarang dalam Zaman-Hartawan menjadi racun. Dengan alasan hak Milik itu, modal kecil menjadi besar, perusahaan kecil terpukul oleh yang besar dan tani kecil terpukul oleh tani besar, sehingga tukang-tukang kecil dan tani­tani tidak lagi berpunya apa-apa. Kaum yang tidak berpunya ini, terpaksa menjual tenaganya pada Kaum Hartawan dengan harga seberapanya saja, asal bisa menolak bahaya lapar dan mati. Jadi sebab hak Milik tadi pergaulan hidup terbagi dua: l. Kaum Hartawan Sang tersedikit orangnya, tetapi memiliki Perkakas dan Hasil, dan 2. Kaum Buruh, yang terbanyak orangnya, yang sungguhpun mengadakan hasil tak memiliki hasil itu, karena ia orang upahan saja.&lt;br /&gt;        II.       Anarkisme. Sungguhpun dalam satu pabrik ada teratur banyak dan caranya mengadakan basil, tetapi satu pabrik berpukul-pukulan dengan yang lain. Kalau satu negeri mempunyai misalnya 100 pabrik kain, maka tiap-tiap pabrik ada mengatur dan menentukan banyak hasil yang mau diadakan, buat masing-masingnya, tetapi yang 100 pabrik tadi tidak mengatur banyak hasil buat seluruh negeri, melainkan masing-masing mengadakan hasil buat memukul yang lain. Makin banyak hasil dapat makin murah harganya barang, sehingga lawannya terpukul dan jatuh. Kalau hasil tiba-tiba menjadi terlampau banyak, harga terlampau murah, dan pabrik tertutup, seperti teh, getah dan minyak di Indonesia baru-baru ini. Walaupun Rakyat perlu memakai hasil itu, tetapi yang punya tidak akan membagikan pada Rakyat, malah lebih suka membuang hasil itu, seperti Kapitalis-Gandum di Amerika pada tahun 1922. Jadi hasil yang diadakan oleh 100 pabrik tadi bukanlah buat negeri dan penduduknya, melainkan buat perniagaan dan pukul-memukul dalam perniagaan. Demikianlah Kaum Hartawan mengadakan hasil tidak rasional, yakni menurut keperluan orang banyak, melainkan anarkistis, yakni sesukanya saja, buat mencari untung.&lt;br /&gt;     III.       Mesin. Buat pukul-memukul dalam perniagaan atau concurrensi, Kaum Hartawan memakai mesin baru. Dengan jalan begitu hasil dengan cepat menjadi berlipat ganda, sehingga harganya barang itu bisa murah sekali. Tuan pabrik yang masih memakai mesin tua, tidak bisa menghasilkan begitu banyak dan begitu cepat. Harga barangnya tinggal mahal, dan akhirnya ia jatuh. Tetapi mesin baru tadi mengurangkan tangan yang mengangkatnya, karena mesin itu bisa dijalankan dengan uap atau listrik saja. Berhubung dengan memakai mesin baru, beribu-ribu buruh dilepas, karena melimpah. Tiap-tiap negeri di Zaman Hartawan penuh dengan limpahan Buruh, yakni buruh yang dilemparkan dan tidak bisa dapat kerja. Limpahan Buruh ini, selalu bertambah-tambah, karena mesin baru tiba-tiba menaikkan hasil, dan tiba-tiba naiknya hasil tiba-tiba pula mendatangkan krisis yakni jatuh harga barang. Kalau krisis datang beribu, berjuta buruh dilepas. Ringkasnya Zaman-Hartawan penuh mempunyai perkakas (mesin), dan penuh mempunyai hasil, tetapi sebaliknya berjuta manusia tanpa pekerjaan dan hidup dalam kelaparan. Nyatalah sudah Kaum Hartawan tidak bisa mengurus keperluan Rakyat.&lt;br /&gt;      IV.       Kasta. Pada Zaman-Hartawan satu kongsi perniagaan bisa maju dengan dua jalan: pertama dengan memukul, kedua dengan berkawan. Kalau satu kongsi mempunyai modal yang besar, tentu ia dengan sementara menurunkan harga barangnya, bisa menjatuhkan musuhnya. Tetapi kalau mereka sama-sama kuat, maka ia mencoba berserikat. Dengan perserikatan mereka mudah menaikan harga barang dengan sekehendak hatinya, karena tak ada persaingan lagi. Yang kerugian tentulah Rakyat juga, yang terpaksa membayar. Dengan jalan berserikat itu dua atau tiga maatschappy (perusahaan) menjadi sindikat. Sindikat ini kurang teratur lagi, karena masih banyak kepala yang mengurus, ialah kepala-kepala dari maatschappy (perusahaan) yang berserikat. Supaya urusan lekas, maka kepala yang banyak tadi ditukar jadi satu, sehingga perniagaan bertambah kuat, urusan rapi dan lekas, karena urusan ge-centraliseerd yakni mempunyai satu kepala saja. Inilah namanya trust. Trust ini bisa berserikat lagi dengan trust lain, seperti trust besi dengan trust arang, sehingga harga arang dan besi boleh dibikin sekehendak yang punya trust. Di Jerman umpamanya Stinnes tidak mempunyai satu, melainkan bermacam-macam trust, seperti arang, besi, kertas, kereta, kapal, Banken, kayu, dan sebagainya. Jadi pertama harga grondstof atau barang asli, yang perlu dikerjakan di pabrik bisa rendah sesuka Stinnes saja. Sebaliknya fabriekswaren atau barang pabrik boleh dia naikkan sesuka hatinya, karena pabrik, kereta, kapal dan surat kabar buat advertensi sama sekali jatuh ditangannya. Jadi semua kongsi, maatschappy (perusahaan) dan Sindikat jatuh di bawah combinatie-trust-Stinnes. Semua urusan ekonomi di Jerman hampir tergenggam di tangan satu manusia saja. Juga Bank dari kongsi kecil menjadi Sindikat, Sindikat menjadi trust dan Trust-Combinaties. Jadi semua urusan Bank jatuh di bawah kekuasaan satu manusia pula (Stinnes). Bank pada tiap-tiap negeri memberi pinjaman pada industri. Supaya ia dapat untung tetap, maka ia adakan kontrol pada industri tadi. Akhirnya industri jatuh di bawah kekuasaan Bank. Bank memberi pinjam uang pada negeri, sebab itu menteri pada suatu negeri kemodalan harus cocok dengan Direktur Bank. Begitulah semua menteri di Amerika mesti tunduk pada Bankir Morgan, Jerman pada Stinnes, Prancis pada lauchuer dan sebagainya. Bank pada suatu negeri acap memberi pinjaman uang kepada negeri lain. Supaya bunga terus diterima, Menteri luar harus menjaga keperluan itu, dan kalau perlu haruslah negeri luar itu dijadikan jajahan. Dengan jalan begitu barang jajahan bisa tetap masuk (kopi, gula, kapas, dll.) orang jajahan tetap beli barang pabrik (kain, mesin, dll.) dan bayar hutang. Nyatalah sudah, bahwa kemajuan kapitalisme mengumpulkan kekuasaan pada satu dua orang. Seorang Bankir menguasai industri negeri, pemerintah negeri dan koloni. Kaum modal pada sesuatu negeri semakin hari semakin bertambah kaya dan bertambah sedikit, kaum buruh bertambah banyak dan bertambah miskin. Pertentangan Hartawan dan Buruh bertambah tajam, sehingga puteran kasta yakni revolusi sosial tak bisa dihindarkan. Salah satu Hartawan atau Buruh mesti hancur. &lt;br /&gt;          V.       Imperialisme. Anarkisme dalam hal mengadakan menyebabkan Kaum-Hartawan dalam sesuatu negeri satu dengan lainnya berpukul-pukulan dan hancur- menghancurkan. Walaupun mereka terhadap kepada negeri lain ada bersatu, tetapi anarkisme tadi juga menyebabkan beberapa negeri di atas dunia ini satu sama lainnya berpukul pukulan dan hancur-menghancurkan pula. Tiadalah satu negeri mengadakan hasil buat keperluan seluruh dunia, melainan buat perniagaan dan persaingan. Satu negeri yang perlu memakai barang jajahan buat pabriknya seperti kapas, getah, dan sebagainya mau sendiri saja memiliki barang asli atau grondstof itu. Ia sendiri saja mau memiliki negeri jajahan itu sebagai pasar barang pabriknya (besi, mesin, kain-kain, kertas dll.) dan ia sendiri saja mau meminjamkan uang pada jajahan itu, supaya ia sendiri saja pula mendapat bunga yang tetap. Berhubung dengan keperluan industri dan perniagaannya, maka ia sendiri pula mau menggenggam politik negeri jajahan itu. Politik imperialisme ini menyebabkan yang satu negeri berdengki-dengkian dan bermusuh-musuhan dengan negeri yang lain Hal ini menaikkan persiapan peperangan pada tiap-tiap negeri imperialisme dan akhirnya mengadakan peperangan dunia. Demikianlah peperangan dunia yang baru ini, yang memakan jiwa 10.000.000 manusia dan beribu juta harta disebabkan oleh pertentangan antara imperialisme Inggris dan Jerman. Sesudah Jerman kalah, maka timbul lagi sekarang pertentangan antara imperialisme yakni Inggris dan Prancis di Eropa dan lebih tajam lagi Jepang dan Amerika di Asia Timur. Nyatalah sudah, bahwa imperialisme tak bisa dibunuh selama kapitalisme dan anarkisme dalam hal mengadakan hasil masih tetap. Sebab itu peperangan dunia pada tiap-tiap waktu masih mengancam kita.&lt;br /&gt;Kelima penyakit kemodalan yang kita sebutkan diatas ini tiadalah bisa sembuh, karena sudah terbawa oleh diri kemodalan sendiri. Penyakit itu lah yang menyebab­kan Kaum Hartawan bertambah penakut dan bertambah sedikit orangnya dan sebaliknya penyakit itu lah yang menyebabkan Kaum Buruh bertambah miskin, tetapi bertambah rajin kerja (sebab terpaksa) bertambah tertindas, tetapi bertambah revolusioner dan bertambah banyak orangnya. Krisis ekonomi dan politik bertambah dekat, artinya ini cuma revolusi sosial atau putaran-kasta sajalah yang bisa mengobati krisis itu, dan menghindarkan bala yang bisa menimpa seluruh manusia diatas dunia ini:&lt;br /&gt;"Kaum Hartawan yang malas dan sedikit itu haruslah turun, serta Kaum Buruh yang terbanyak dan mengadakan hasil itu, harus memiliki hasil itu dan membagikan hasil itu buat kastanya sendiri dan sekalian orang yang kerja. Ringkasnya Kaum Buruh harus merebut kekuasaan ekonomi dan politik dunia". &lt;br /&gt;3. Zaman Diktatur Proletar&lt;br /&gt;Kaum Agama mengambarkan surga persis seperti kehendak nafsunya sendiri. Begitu juga Kaum Utopis, seperti Thomas More, Saint Simon, Fourier dan Robert Owen menggambarkan masyarakat yang sempurna di dunia ini persis seperti nafsunya masing-masing. &lt;br /&gt;Kita Kaum Komunis tidak mengambil gambaran Komunisme itu dari nafsu seorang tukang mimpi atau ahli nujum saja. Kita tidak disuruh Karl Marx buat menghapalkan saja sifat-sifat Komunisme dan terus tinggal mendoa saja supaya Surga Dunia itu datang. Melainkan kita mendapat keterangan yang jelas dari Marx, bahwa kemajuan Feodalisme di dunia ini membawa kemajuan Kapitalisme, dan kemajuan Kapitalisme sekarang ini membawa kemajuan Komunisme. Sebagaimana Kaum Bangsawan sudah terpukul oleh Kaum Hartawan, begitu juga kelak Kaum Hartawan akan dikalahkan oleh Buruh. Kalahnya itu bukanlah pula oleh sebab-sebab yang mistik atau gaib­gaib melainkan atas sebab-sebab yang nyata, yang bisa dilihat dan dirasa. &lt;br /&gt;Tidaklah pula datangnya Komunisme itu tiba-tiba saja, seperti surga akan terkembang sesudah hari kiamat, tetapi berangsur-angsur, yakni seperti Zaman Kemodalan sendiri yang dulu datangnya juga berangsur-angsur. Dimana pertentangan sangat dalam, seperti di Rusia, maka putaran kasta Buruh dengan Hartawan itu akan disertai dengan banjir darah. Dimana pertentangan itu, selalu dikurang-kurangi, karena Kaum hartawan selalu kasih konsesi atau kemunduran, seperti bisa terjadi di Inggris, maka putaran kasta tadi, boleh jadi tidak berapa menuntut jiwa. Tetapi buat seluruh dunia putaran-kasta itu tiada akan terjadi dengan damai, seperti juga putaran kasta Bangsawan dengan Hartawan dulunya tiadalah terjadi dengan damai.&lt;br /&gt;Tingkat yang mula-mula mesti kita tempuh di atas Zaman-Kemodalan ini ialah Dictaturnya-Proletar. Bukanlah pada satu negeri saja seperti Rusia, tetapi buat di seluruh dunia. Pada tingkat Diktator-Proletar ini, semua Perkakas Hasil, seperti Pabrik Tambang, Tanah, Kereta, Kapal, Gudang-Gudang dll. dimiliki oleh Kaum-Buruh dan diserahkan pada negaranya Kaum Buruh. Semua urusan buat mengadakan hasil, jatuh di bawah pimpinan Kaum-Buruh sendiri, yang di jalankan oleh Wakil-Wakil yang dipilih oleh Kaum Buruh itu tidak lagi ditetapkan buat perniagaan dan mencari untung saja, tetapi terutama buat keperluan Rakyat. Anarkisme dalam hal mengadakan hasil akan hilang dan berganti dengan rasionalisme, yakni mengadakan hasil menurut keperluan Rakyat. Kaum buruh berhenti menjadi orang upahan yang dibayar sebagaimana suka si Kapitalis saja, karena Buruh sekarang sudah memiliki perkakas hasil yang diadakannya sendiri. Sepadan dengan itu Kasta-Buruh, sebagai Kasta upahan atau budak hilang dan berganti dengan Kasta Pekerja yang campur mengurus pekerjaannya dan memiliki hasil yang dikerjakannya. Oleh karena sekarang mengadakan hasil tidak lagi dengan sesukanya seorang Kapitalis buat perniagaan saja, maka hasil tak akan melimpah lagi, sehingga bisa mendatangkan krisis atau mesti menimbulkan politik merebut jajahan buat pasarnya barang limpahan itu. Jadi politik imperialisme akan hilang dan berganti dengan tukar-menukar barang, seperti barang Eropa dengan Afrika atau Asia, satu negeri dengan yang lain. Berhubung dengan hilangnya politik imperialisme, maka akan hilang pula militarisme dan hilang pula peperangan dunia buat merebut jajahan dan pasar.&lt;br /&gt;Supaya Kaum Buruh aman dan sentosa memiliki perusahaan dan semua hasilnya perusahaan, maka haruslah ia merebut politik-negeri. Kaum-Hartawan dan budaknya dari Kasta Tengah atau Kaum Sosial-Demokrat haruslah diusir dari pemerintahan negeri. Kalau tidak begitu ia akan memogoki (saboteeren) semua peraturan yang baik buat Kaum-Buruh dan menunggu waktu yang baik, dimana ia bisa memakai laskar, armada, justisi, polisi dan bui buat menindas peraturan ekonomi kaum buruh, seperti yang kita rancangkan diatas. Bersama dengan Pemerintah-negeri, haruslah dengan sekejap Laskar, Armada, Justisi, Polisi dan Didikan dijadikan merah. Artinya itu, semua anggota ini, haruslah jatuh di bawah kekuasaan Kaum-Buruh dan seberapa bisa diisi dengan Kasta Kaum Buruh sendiri.&lt;br /&gt;Dengan Pemerintah Merah, Tentara Merah, Polisi Merah, dan Didikan Merah, maka Kaum Buruh bisa menjaga peraturan mengadakan hasil dan haknya atas hasil itu, terhadap kepada musuh baik di dalam atau pun di luar negeri, yang tak putus akan mencoba merebut kembali kekuasaannya yang hilang itu.&lt;br /&gt;Apabila sesudah bertahun-tahun Kaum Hartawan sama sekali hancur, seperti dulu juga Kaum Bangsawan sama sekali hancur, maka barulah lambat laum anggota-anggota Ekonomi Merah, Politik Merah, Didikan Merah dan Justisi Merah berhenti menjadi perkakas penginjak Kemodalan dan Kaum Hartawan, dan menjadi perkakas buat mendatangkan Komunisme. Pada Zaman Komunisme, kasta akan hilang, tindasan dan isapan akan hilang, kekayaan, kepintaran, pengetahuan, kesenian, dan literatur akan menjadi miliknya orang bersama.&lt;br /&gt;Jadi Komunisme itu bukanlah ilmu batin, yang datangnya sesudah habis dibakar kemenyan sepikul, melainkan suatu peraturan buat pergaulan hidup yang sudah terkandung sendiri oleh pergaulan hidup yang sekarang ini. Lekas datangnya itu bergantung sebagian besar dari cakap dan kuatnya Kaum-Buruh Dunia, mendatangkan Diktatur Proletar, yakni memerahkan peraturan ekonomi dan politiknya Kaum Hartawan yang ada sekarang.&lt;br /&gt;4. Taktik&lt;br /&gt;Pada Zaman-Feodalisme, maka Taktik buat mendatangkan pemerintah baru itu, yakni dengan ramal dan kemenyan. Seorang guru atau Kiyai, tahu membaca dalam buku atau di ujung jarinya, kapan Ratu Adil atau Imam Madhi akan datang. Dengan jimat dan kemenyan, maka Kaum Revolusioner-feodal bisa mengalahkan musuh. Psikologi atau semangat semacam ini lahir dari keadaan cara mengadakan hasil juga. Pada Zaman-Feodalisme itu mengadakan hasil terutama dengan cangkul. Kalau tanahpun subur, si Tani rajin mencangkul, tetapi hujan tak turun-turun tentu padi tak dapat. Apa itu hujan, buat si Tani, yang belum pernah dengar Natuurkunde atau ilmu-alam adalah perkara kasih atau bencinya Tuhan. Dia bergantung kepada Tuhan itu, dan cara mendapatkan hujan tidak lain dari membakar kemenyan. Bukanlah seperti buruh-pabrik, yang sama sekali tak tergantung pada alam, malah memakai alam itu uap dan elektris kapan ia suka dan berapa ia suka. Sebab itu si Tani pasif atau penerima dan si Buruh aktif atau jalan. Sifat itu terbawa-bawa dan juga buat mendatangkan pemerintah baru, tak lain akal buat si Tani melainkan nujjum, jimat dan kemenyan.&lt;br /&gt;Di antara Kaum-Buruh industri adalah tiga taktik yang terutama dimajukan: Anarkisme, Reformisme dan Revolusioner.&lt;br /&gt;Taktik Anarkisme lahirnya pada pertengahan Abad yang lalu. Kaum Anarkis, percaya, bahwa kalau tiap-tiap pembesar Kaum-Hartawan di bom, diracun atau ditikam, maka mereka akan takut memerintah. Si Penindas akan hilang, dan Komunisme akan datang sendirinya saja. Jadi mereka tidak memakai tingkat Diktatur Proletar seperti kaum Komunis, dan.tidak memperdulikan organisasi massa-aksi atau aksi ramai-ramai yang teratur. Bahwa semuanya itu mimpi tak perlu dibentangkan disini. Kaum Hartawan dengan polisi, justisi dan tentaranya adalah sangat teratur dan mempunyai disiplin yang sangat keras. Dan kalau satu pembesar terbunuh, maka seribu lagi gantinya. Sebab itu, kalau Kaum-Buruh tak berkelahi teratur dan mempunyai disiplin yang keras ia mesti kalah. Anarkisme belum pernah menang. Cuma pada waktu Bakunin masih ada, disana sini di negeri yang achterlyk atau mundur kapitalismenya seperti di Selatan Jerman, di Balkan ia bisa bikin huru hara. Tetapi di negeri yang sudah maju kapitalismenya pada masa itu (tahun 1850) seperti Inggris, Bakuninisme sama sekali tak bisa dijalankan. Di Rusia sendiri pada tahun 1917 dan sekarang di Jerman Anarkisme sama sekali tak berarti. Sebab kaum anarkis tak mau mengakui aturan dan disiplin itu, maka ia tak bisa membikin perserikatan, malah mudah berpecah-pecahan, dan bertengkar-tengkaran. Sebab ia mengukur kemarahan Rakyat yang tertindas itu kepada yang menindas bukan dengan alasan ekonomi, melainkan dengan kemarahannya personal, maka ia mudah kena provokasi, dan terdorong, sehingga ia terisolasi dari orang banyak, dan akhirnya kalah.&lt;br /&gt;Taktik Kaum Sindikalis, yang juga beralaskan Anarckisme yang terutama berpengaruh di sebelah Selatan Eropa dan Amerika Selatan pun tak bisa mencukupi kekuatan buat memerangi kemodalan zaman sekarang. Kaum Syndicalist itu anti-parlemen dan anti-politik. Sebab itu Kaum Syndicalist tak mau mengirim wakil ke parlemennya kaum Hartawan. Sebaliknya ia menyangka, bahwa Serikat Buruh itulah yang tertinggi. Sudahlah tentu dasar anti-politik dan anti-parlemen itu salah sekali. Dengan sikap begitu, Kaum-Buruh tak tahu akan politiknya Kaum-hartawan, sedangkan politik dan ekonomi itu bersanak sudara. Politik tidak lain dari gecon­centreerde ekonomi, artinya itu, politik ialah pusatnya urusan ekonomi. Apabila Kaum-Buruh akan menyia‑nyiakan politik, yakni pusatnya ekonomi kaum Hartawan itu, mereka akan mudah terjerat kaki dan lehernya.&lt;br /&gt;Taktik Kaum Sosial Demokrat tak perlu kita uraikan di sini dengan panjang lebar. Mereka itu percaya bahwa Modal dan Tenaga (Arbeid) tak bertentangan. Begitu juga Hartawan dan Buruh bisa sama-sama jalan. Sebab itu Kaum Sosial Demokrat memasuki Parlemennya Kaum Hartawan. Mereka percaya, bahwa kalau kelak dengan jalam damai mereka bisa mengadakan wakil lebih banyak dari Hartawan, maka Hartawan akan kalah suara dan akan mundur saja. Sesudahnya itu perusahaan ekonomi boleh dijatuhkan ke tangan Buruh. Berhubungan dengan itu, maka Kaum Sosial Demokrat anti-revolusioner dan aksinya ialah merebut bangku Parlemen saja. Sepadan dengan keyakinan ini, maka Kaum Sosial Demokrat, dimana-mana sudah menjadi Kaum Penghianat. Pembunuhan jiwa Buruh yang 10.000.000 dalam peperangan besar baru lalu, ialah terjadi dengan bantuan Sosial Demokrat, yang selalu bantu Begrooting Kaum Hartawan dimana-mana. Di sekalian jajahan, Sosial Demokrat membantu politiknya Kaum Imperialist buat menindas bangsa Timur. Di Jerman, Ebert, Noske dan Scheidemann sudah merasakan, bahwa Parlemen itu tak mudah dijadikan anggota Kaum Buruh. Dimana dulu, Sosial Demokrat mendapat Meerderheid atau Suara Kelebihan dalam Ryksdag (Parlemen), sekarang mereka jadi boneka saja, dan pemerintah sama sekali jatuh di tangan Fasis. Oleh karena Sosial Demokrat pada tahun 1918-1923 tidak memerahkan Justisi, Kementerian, Laskar dan Polisi, maka anggota-anggota ini dengan rahasia mengumpulkan kekuatannya di bawah selimutnya Sosial-Demokrat. Oleh karena kaum reaksi Jerman sekarang di bawah Presiden Jendral bisa sembelih semua Sosial Demokrat, yang dulu tuannya itu.&lt;br /&gt;Taktik Merah, atau taktik revolusioner tidak saja di Rusia sudah menjatuhkan kemodalan, dan bisa mempertahankan Soviet sudah lebih dari 8 tahun, tetapi dimana-mana di dunia, Eropa Barat, Amerika, Tiongkok, Jepang, India dan Indonesia sedang membingungkan yang berkuasa. Taktik merah tidak bersarang di jimat atau kemenyan, melainkan berurat pada keadaan hidupnya Rakyat yang tertindas. Kita tidak anti-parlemen seperti Kaum Syndicalist, tetapi tidak pula parlemener seperti si Pengkhianat Sosial Demokrat. Kita masuki Parlemen, buat membuka topengnya Kaum Hartawan dan Sosial Demokrat, tetapi sama sekali tiada mengharapkan hasilnya yang konkrit atau nyata dari aksi di Parlemen itu. Kita tahu, bahwa sebagian besar dari Buruh masih mengikut Sosial Demokrat dan percaya pada Parlementarisme. Sebab itu kita masuki Parlemen itu buat memecahkan dari dalam. Dalam pada itu kita lebih pentingkan mengatur kekuatan Buruh, Tani dan sekalian Rakyat yang tertindas di luar Parlemen. Semuanya aksi dan pertarungannya Buruh, Tani dan penduduk kota, baik ekonomi ataupun politik mesti kita campuri. Bukan buat menipu mereka dan memperdamaikan dengan Hartawan seperti laku Sosial Demokrat, melainkan buat membantu mendorong, dan kalau bisa menghancurkan Hartawan dan budak­budaknya. Menurut kekuatan kita dan Rakyat yang percaya pada kita, maka kalau bisa semua aksi ekonomi kita besarkan jadi mogok umum, kalau perlu ditambah dengan boikot dan demonstrasi. Dari mogok umum, boikot dan demonstrasi yang dilakukan di seluruh negeri itulah bisa lahir pemberontakan buat merebut politik negeri dan mendirikan Diktatornya Proletar.&lt;br /&gt;5. Rusia&lt;br /&gt;Seperti Pemberontakan Hartawan kepada Bangsawan di buka oleh Hartawan Prancis pada tahun 1789, begitulah Pemberontakan Buruh kepada Hartawan dimulai oleh Buruh Rusia kepada Hartawan disana. Seperti Revolusi 1789 di Perancis didahului oleh revolusi kecil di Inggris pada tahun 1650 (Cromwell), begitu pula diktatur proletar di Rusia tidak sama sekali baru, karena sudah didahului oleh Komune Paris pada tahun 1870, pada percobaan 1870 Karl Marx, dan Lenin banyak mendapat pelajaran buat menyempurnakan diktaturnya Proletar.&lt;br /&gt;Pada Revolusi Prancis kita bisa mempelajari, bahwa kemenangan Kaum Hartawan yang masih revolusioner itu turun naik. Republik-Hartawan yang didirikan pada tahun 1789 cuma bisa berdiri 5 tahun saja. Kemudian datang Napoleon yang akhirnya jadi Kaisar dan sesudahnya Napoleon jatuh maka berturut turut Raja keturunan Lodewyk XVI, (yang dipancung kepalanya oleh kaum pada revolusioner) bisa kembali memerintah. Barulah pada tahun 1849, maka Republik Hartawan bisa kembali lagi, yang walaupun sementara disambung oleh Napoleon III, sampai sekarang bisa terus berdiri. Jadi tidak kurang dari 60 tahun Prancis berkelahi dengan kalah menang buat demokrasi dan Parlemenarisme cara kemodalan. Dalam waktu Prancis berjuang dengan Bangsawan itu, maka berturut-turut negeri menjatuhkan Raja dan Bangsawannya seperti Belanda dan dimana-mana kekuasaan Bangsawan dan Raja di potong-potong seperti Jerman, Italia, Spanyol, dll. Ringkasnya berpuluh tahun Hartawan di seluruh dunia mesti berperang dengan kalah dan menang baru bisa menghancurkan Raja dan Bangsawannya sama sekali. &lt;br /&gt;Ini pengajaran yang dalam artinya buat kita. Dunia Hartawan yang berpuluh-puluh kali lebih kukuh dari dunia Bangsawan tentulah takkan bisa kita hancurkan dalam satu hari. &lt;br /&gt;Kita tahu, bahwa reaksi di seluruh dunia sekarang bertambah hebat. Karena kaum Sosial Demokrat pada tahun 1917-1923 berkhianat, maka Revolusi Rusia tak diikuti oleh negeri lain-lain. Kaum Reaksi di belakang baju Sosial Demokrat, yang dikemukakan di Jerman buat melindungi Kaum Hartawan bisa bernapas kembali dan mengumpulkan semua senjatanya, yang pada tahun 1918-1923 hampir sama sekali hilang dari tangannya. Sekarang di Jerman Kaum Reaksi sudah mengancam dengan pemerintah Fasis, yakni diktaturnya Kaum Hartawan. Kaum Hartawan tidak akan memakai Parlemen lagi melainkan tangan besi, seperti Mussolini di Italia. Hartawan akan lemparkan demokrasi, dan atur ekonomi dengan memaksa kaum buruh kerja, dengan gaji sedikit, dan waktu yang lama, dan menghancurkan semua pergerakan revolusioner, dengan jalan kasar. Begitu juga di Prancis, dimana ekonomi kusut, Fasis sudah siap. Di Inggris, dimana pada 2 atau 3 bulan lagi disangka akan datang frisis sekarang Fasis sudah mengasah-asah pedang kiri kanan dan mengumpulkan uang dan senjata. Di Amerika, dimana Kaum Komunis mulai maju, Klu Klux Klan, sudah jadi Fasis, dan selalu sedia akan menghancurkan pergerakan merah. Tentulah Fasis dapat sokongan dari Kaum Hartawan baik lahir ataupun batin.&lt;br /&gt;Tetapi makin gelap jalan di muka, makin terang buat kita suluh yang di belakang. Sejarah menyaksikan kita, bahwa pertandingan kasta itu, bukanlah permainan, melainkan suatu kemestian pergaulan hidup dan suatu kewajiban sebagai manusia. Kalau musuh kita mengasah-asah pedang, maka jawab kita lain tidak hanyalah menegapkan barisan dan mempertajam senjata lahir dan batin. Pekerjaan yang sudah dimulai oleh Rusia dengan korban beribu-ribu jiwa, tiadalah boleh kita khianati dengan kelembekan atau dengan meninggalkan dasar yang sudah kita peluk.&lt;br /&gt;Walaupun di kiri kanan ada reaksi, kita mesti terus menyusun tentara yang ada di negeri kita. Kalau kawan kita pada waktu yang di muka ini, baik di Rusia ataupun Eropa Barat dan Amerika dapat serangan, maka kita harus tidak mundur malah merebut kemenangan pada barisan yang kita duduki, yakni: di muka Rakyat Indonesia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3075870752630020009-574023936225274529?l=ploongyo-ploong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ploongyo-ploong.blogspot.com/feeds/574023936225274529/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3075870752630020009&amp;postID=574023936225274529' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3075870752630020009/posts/default/574023936225274529'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3075870752630020009/posts/default/574023936225274529'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ploongyo-ploong.blogspot.com/2008/02/tan-malaka.html' title='Tan Malaka'/><author><name>PloonG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17515884368215485300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3075870752630020009.post-8630914775909593310</id><published>2008-02-08T12:27:00.000+07:00</published><updated>2008-02-08T12:42:34.827+07:00</updated><title type='text'>Dilema RUU Pemilu</title><content type='html'>hai orang-orang baik &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Regulasi pemilu dalam segala aspeknya kini menggelinding bak bola salju. Ia terus direproduksi oleh media massa dan menjadi isu yang semakin menggelembung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat pun kini sedang menanti penggodokan Rancangan Undang-undang (RUU Pemilu). Salah satu poin pembahasan yang kini masih alot, di antaranya adalah daerah pilihan dan pola penghitungan sisa suara terkait dengan parliamentary threshold (PT).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait hal itu, tanpa pemahaman yang benar dari masyarakat, niscaya UU Pemilu nanti akan bias, tidak akuntabel dan semakin membingungkan. Akhirnya, partisipasi masyarakat dalam pemilu yang lanngsung, umum bebas dan rahasia (luber) serta jujur dan adil (jurdil) akan terciderai oleh kebingungan dan ketidaktahuan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Electoral Threshold dan Parliamentary Threshold&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Electoral Threshold (ET) adalah ambang batas diperbolehkan atau tidaknya partai politik (parpol) yang pernah mengikuti pemilu sebelumnya untuk menjadi kontestan pemilu berikutnya. Sistem ini merupakan cara mengetahui kepercayaan publik (public trust) melalui instrumen pemilu. Pemberlakuan ET bagi parpol yang pernah ikut pemilu sebelumnya telah diatur dalam UU, yang kisarannya 3 persen dari seluruh jumlah suara yang sah. Jika tidak memenuhi kuota tersebut, maka partai tersebut tidak boleh ikut pemilu berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ET menjadi salah satu mekanisme demokrasi yang lebih adil. Jika ada partai peserta pemilu sebelumnya tidak dapat ikut dalam pemilu selanjutnya, itu wajar, karena partai tertentu tidak mempunyai dukungan yang signifikan di masyarakat sesuai dengan standar ET. Bagaimana jika partai yang terkena ET ingin mengikuti pemilu mendatang? Mekanisme tersebut diatur dalam UU, yaitu koalisi antarpartai yang terkena ET, sehingga memenuhi kuota ambang batas 3 persen sebagai standar ET. Hal itu bisa dilakukan dengan pintu ganda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pintu pertama, memilih salah satu partai yang tergabung dalam koalisi. Bila ada dua partai atau lebih berkoalisi untuk memenuhi prasarat batasan minimal ET, maka bisa dilakukan dengan memilih salah satu nama partai saja. Suara partai lainnya dimasukkan ke satu partai tersebut. Pintu kedua, menggabungkan nama partai. Misalnya dua partai atau lebih berkoalisi untuk memenuhi standar ET, maka mereka menggabungkan kombinasi nama dua partai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain ET, Parliamentary Threshold (PT) kini masih menjadi polemik dan perbincangan publik yang menghangat. PT adalah ambang batas anggota partai politik yang akan duduk di parlemen. Artinya, ia menjadi pembatasan jumlah kursi minimal yang harus dimiliki partai politik untuk mendelegasikan calon legislatifnya. Standar nominal PT kini sedang diusulkan antara 2-3 persen. Jika disetujui 3 persen, maka standar minimal PT berjumlah 17 kursi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam mekanisme seperti ini, partai yang lolos ET bisa jadi tidak lolos dalam PT. Sehingga, meski ia bisa mengikuti pemilu berikutnya, namun tidak punya kursi di DPR. Dengan kata lain, dari mekanisme PT, akan ada banyak kursi hangus jika dalam proses penghitungan suara, sebuah partai tidak mendapat jumlah kursi minimal tersebut di atas. Hal itu sekaligus mengurai problem akut alotnya kesepakatan di dalam tim perumus RUU pemilu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa dipetakan, partai menengah dan partai kecil akan sangat waspada karena merekalah yang akan dirugikan. Maka, merekalah yang berposisi kontra. Sebaliknya partai-partai besar merasa diuntungkan, karena mereka akan semakin survive karena akan menerima hibah (pelimpahan) dari kursi hangus yang ada. Merekalah yang setuju dengan konsep ini. Itulah gambaran sederhana kenapa hingga kini RUU Pemilu masih sangat alot, baik di tingkat lobi maupun dalam pembahasan di tingkat panitia kerja (panja) dantimperumus (timus).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari aspek politis di atas, pemberlakuan PT dalam sistem sistem perolehan kursi mempunyai signifikansi penting dalam menata iklim demokrasi di Indonesia. Setidaknya ada tiga hal penting, yaitu: Pertama, munculnya simple multy party system (sistem multi partai sederhana).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsekuensi dari tidak terwakilinya partai-partai di parlemen karena tidak memenuhi standar PT, hanya memunculkan beberapa nama partai saja. Kemungkinan hanya ada sekitar tujuh partai yang akan eksis di DPR RI. Hal itu jika mekanisme penghitungan sisa suaranya dibawa ke tingkat provinsi. Kedua, terciptanya hubungan yang jelas antara pemerintah dan parlemen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mekanisme seperti ini, parlemen akan membelah menjadi dua kutub. Kutub yang satu menjadi pendukung pemerintah dan kutub lainnya akan menjai oposisi. Keseimbangan dua kutub inilah yang akan semakin mengefektifkan kinerja berimbang dan sinergi, baik antara parlemen dengan pemerintah, maupun di parlemen sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, konsistensi mengemban amanat UUD 1945. Hal itu dilihat dari konsistensi memperkokoh sistem pemerintahan presidensiil sesuai dengan UUD. Jika saja tidak ada PT, maka dengan banyaknya wakil partai yang duduk di parlemen, pemerintah sangat sulit mengontrol kebijakan mereka. Bahkan akan terjadi pembiakan kekuasaan yang justru bermuara dari parlemen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kata lain, meski secara de jure sistemnya presidensil, namun de facto yang beropreasi adalah parlementer. Namun demikian, ada banyak problem subtansial yang perlu dibahas lebih jauh, yaitu mengenai pola penghitungan sisa suara, karena hal itu berhubungan langsung dengan ET maupun PT. Lebih jauh, hal itu juga terkait erat dengan problem mendasar tentang proporsionalitas sistem pemilu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mekanisme PT, tidak ada keraguan PKB pun merupakan parpol nasional, meski basis-basis dukungannya terkonsentrase pada beberapa wilayah. Syaratnya, bagaimana sistem yang lain seperti penghitungan sisa suara juga diatur secara jelas. Maka, dalam menganalisis sistem pemilu, kita mesti tidak mengurainya secara parsial, karena satu dan lainnya terkait langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita buktikan hal itu pada pemilu 2009 sebagai the real election (pemilihan yang sesungguhnya). Di atas segalanya, kita berharap agar RUU pemilu anggota DPD, DPR dan DPRD akan segera terselesaikan dengan baik dan mengandung amanat demokrasi demi kepentingan rakyat. Wallahu a'lam. (*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr Ali Masykur Musa&lt;br /&gt;Wakil Ketua Umum DPP PKB dan Panja RUU Pemilu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3075870752630020009-8630914775909593310?l=ploongyo-ploong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ploongyo-ploong.blogspot.com/feeds/8630914775909593310/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3075870752630020009&amp;postID=8630914775909593310' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3075870752630020009/posts/default/8630914775909593310'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3075870752630020009/posts/default/8630914775909593310'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ploongyo-ploong.blogspot.com/2008/02/dilema-ruu-pemilu.html' title='Dilema RUU Pemilu'/><author><name>PloonG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17515884368215485300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3075870752630020009.post-5018464095756236275</id><published>2008-02-07T00:17:00.000+07:00</published><updated>2008-02-07T00:33:04.871+07:00</updated><title type='text'>bacus</title><content type='html'>hai orang-orang baik&lt;br /&gt;Indeks Peraturan &amp; Perundangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Undang-undang No. 22 Thn 2007 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum &lt;br /&gt;Undang-undang No. 10 Thn 2006 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang No. 1 tahun 2006 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-undang No. 12 tahun 2003 tentang Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD dan DPRD Menjadi Undang-undang &lt;br /&gt;Undang-undang No. 8 Thn 2005 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang No. 3 tahun 2005 Tentang Perubahan Atas Undang-undang No. 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah Menjadi Undang-undang &lt;br /&gt;Undang-undang No. 33 Thn 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah &lt;br /&gt;Undang-undang No. 32 Thn 2004 tentang Pemerintahan Daerah &lt;br /&gt;Undang-undang No. 23 Thn 2003 tentang Pemilihan Umum Presiden Dan Wakil Presiden &lt;br /&gt;Undang-undang No. 22 Thn 2003 tentang Susunan dan Kedudukan MPR, DPR, DPD dan DPRD &lt;br /&gt;Undang-undang No. 12 Thn 2003 tentang Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD dan DPRD &lt;br /&gt;Undang-undang No. 31 Thn 2002 tentang Partai Politik &lt;br /&gt;Keputusan KPU No. 105 tentang Partai Politik Peserta Pemilu &lt;br /&gt;Peraturan Pemerintah No. 51 tahun 2001 tentang Bantuan Keuangan Kepada Partai Politik UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA&lt;br /&gt;NOMOR 22 TAHUN 2007&lt;br /&gt;TENTANG&lt;br /&gt;PENYELENGGARA PEMILIHAN UMUM&lt;br /&gt;DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA&lt;br /&gt;PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,&lt;br /&gt;Menimbang : a. bahwa pemilihan umum secara langsung oleh rakyat&lt;br /&gt;merupakan sarana perwujudan kedaulatan rakyat&lt;br /&gt;guna menghasilkan pemerintahan negara yang&lt;br /&gt;demokratis berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang&lt;br /&gt;Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;&lt;br /&gt;b. bahwa penyelenggaraan pemilihan umum secara&lt;br /&gt;langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil hanya&lt;br /&gt;dapat terwujud apabila dilaksanakan oleh&lt;br /&gt;penyelenggara pemilihan umum yang mempunyai&lt;br /&gt;integritas, profesionalitas, dan akuntabilitas;&lt;br /&gt;c. bahwa berdasarkan penyelenggaraan pemilihan umum&lt;br /&gt;sebelumnya, diperlukan penyempurnaan terhadap&lt;br /&gt;ketentuan peraturan perundang-undangan yang&lt;br /&gt;mengatur penyelenggara pemilihan umum;&lt;br /&gt;d. bahwa penyempurnaan terhadap ketentuan peraturan&lt;br /&gt;perundang-undangan yang mengatur penyelenggara&lt;br /&gt;pemilihan umum dimaksudkan untuk lebih&lt;br /&gt;meningkatkan fungsi perencanaan, pelaksanaan,&lt;br /&gt;pengawasan, dan evaluasi;&lt;br /&gt;e. bahwa diperlukan satu undang-undang yang mengatur&lt;br /&gt;penyelenggara pemilihan umum;&lt;br /&gt;f. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana&lt;br /&gt;dimaksud dalam huruf a, huruf b, huruf c, huruf d,&lt;br /&gt;dan huruf e perlu membentuk Undang-Undang tentang&lt;br /&gt;Penyelenggara Pemilihan Umum;&lt;br /&gt;Mengingat: . . .&lt;br /&gt;- 2 -&lt;br /&gt;Mengingat : 1. Pasal 1 ayat (2), Pasal 6A, Pasal 18 ayat (3) dan ayat (4),&lt;br /&gt;Pasal 20, Pasal 21, dan Pasal 22 E Undang-Undang&lt;br /&gt;Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;&lt;br /&gt;2. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2003 tentang&lt;br /&gt;Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat,&lt;br /&gt;Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan&lt;br /&gt;Rakyat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia&lt;br /&gt;Tahun 2003 Nomor 37, Tambahan Lembaran Negara&lt;br /&gt;Republik Indonesia Nomor 4277) sebagaimana telah&lt;br /&gt;diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 10&lt;br /&gt;Tahun 2006 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah&lt;br /&gt;Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2006 tentang&lt;br /&gt;Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 12 Tahun&lt;br /&gt;2003 tentang Pemilihan Umum Anggota Dewan&lt;br /&gt;Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan&lt;br /&gt;Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Menjadi Undang-&lt;br /&gt;Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun&lt;br /&gt;2006 Nomor 60, Tambahan Lembaran Negara Republik&lt;br /&gt;Indonesia Nomor 4631);&lt;br /&gt;3. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2003 tentang&lt;br /&gt;Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden (Lembaran&lt;br /&gt;Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 93,&lt;br /&gt;Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor&lt;br /&gt;4311);&lt;br /&gt;4. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang&lt;br /&gt;Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah dengan&lt;br /&gt;Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2005 tentang Penetapan&lt;br /&gt;Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor&lt;br /&gt;3 Tahun 2005 tentang Perubahan Atas Undang-Undang&lt;br /&gt;Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah&lt;br /&gt;Menjadi Undang-Undang (Lembaran Negara Republik&lt;br /&gt;Indonesia Tahun 2005 Nomor 108, Tambahan Lembaran&lt;br /&gt;Negara Republik Indonesia Nomor 4548);&lt;br /&gt;Dengan Persetujuan Bersama&lt;br /&gt;DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA&lt;br /&gt;dan&lt;br /&gt;PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA&lt;br /&gt;MEMUTUSKAN:&lt;br /&gt;Menetapkan: . . .&lt;br /&gt;- 3 -&lt;br /&gt;Menetapkan : UNDANG-UNDANG TENTANG PENYELENGGARA&lt;br /&gt;PEMILIHAN UMUM.&lt;br /&gt;BAB I&lt;br /&gt;KETENTUAN UMUM&lt;br /&gt;Pasal 1&lt;br /&gt;Dalam Undang-Undang ini yang dimaksud dengan:&lt;br /&gt;1. Pemilihan Umum, selanjutnya disebut Pemilu,&lt;br /&gt;adalah sarana pelaksanaan kedaulatan rakyat yang&lt;br /&gt;diselenggarakan secara langsung, umum, bebas,&lt;br /&gt;rahasia, jujur, dan adil dalam Negara Kesatuan&lt;br /&gt;Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan&lt;br /&gt;Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia&lt;br /&gt;Tahun 1945.&lt;br /&gt;2. Pemilu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan&lt;br /&gt;Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat&lt;br /&gt;Daerah adalah Pemilu untuk memilih anggota Dewan&lt;br /&gt;Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah,&lt;br /&gt;Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi, dan&lt;br /&gt;Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota&lt;br /&gt;dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia&lt;br /&gt;berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar&lt;br /&gt;Negara Republik Indonesia Tahun 1945.&lt;br /&gt;3. Pemilu Presiden dan Wakil Presiden adalah Pemilu&lt;br /&gt;untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden dalam&lt;br /&gt;Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan&lt;br /&gt;Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara&lt;br /&gt;Republik Indonesia Tahun 1945.&lt;br /&gt;4. Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah&lt;br /&gt;adalah Pemilu untuk memilih kepala daerah dan&lt;br /&gt;wakil kepala daerah secara langsung dalam Negara&lt;br /&gt;Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila&lt;br /&gt;dan Undang-Undang Dasar Negara Republik&lt;br /&gt;Indonesia Tahun 1945.&lt;br /&gt;5. Penyelenggara Pemilihan Umum adalah lembaga yang&lt;br /&gt;menyelenggarakan Pemilu untuk memilih anggota&lt;br /&gt;Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah,&lt;br /&gt;Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dan Presiden dan&lt;br /&gt;Wakil . . .&lt;br /&gt;- 4 -&lt;br /&gt;Wakil Presiden, serta kepala daerah dan wakil kepala&lt;br /&gt;daerah secara langsung oleh rakyat.&lt;br /&gt;6. Komisi Pemilihan Umum, selanjutnya disebut KPU,&lt;br /&gt;adalah lembaga Penyelenggara Pemilu yang bersifat&lt;br /&gt;nasional, tetap, dan mandiri.&lt;br /&gt;7. Komisi Pemilihan Umum Provinsi dan Komisi&lt;br /&gt;Pemilihan Umum Kabupaten/Kota, selanjutnya&lt;br /&gt;disebut KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota,&lt;br /&gt;adalah Penyelenggara Pemilu di provinsi dan&lt;br /&gt;kabupaten/kota.&lt;br /&gt;8. Panitia Pemilihan Kecamatan, selanjutnya disebut&lt;br /&gt;PPK, adalah panitia yang dibentuk oleh KPU&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota untuk menyelenggarakan Pemilu di&lt;br /&gt;tingkat kecamatan atau nama lain.&lt;br /&gt;9. Panitia Pemungutan Suara, selanjutnya disebut PPS,&lt;br /&gt;adalah panitia yang dibentuk oleh KPU&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota untuk menyelenggarakan Pemilu di&lt;br /&gt;tingkat desa atau nama lain/kelurahan.&lt;br /&gt;10. Panitia Pemilihan Luar Negeri, selanjutnya disebut&lt;br /&gt;PPLN, adalah panitia yang dibentuk oleh KPU untuk&lt;br /&gt;menyelenggarakan Pemilu di luar negeri.&lt;br /&gt;11. Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara,&lt;br /&gt;selanjutnya disebut KPPS, adalah kelompok yang&lt;br /&gt;dibentuk oleh PPS untuk menyelenggarakan&lt;br /&gt;pemungutan suara di tempat pemungutan suara.&lt;br /&gt;12. Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara Luar&lt;br /&gt;Negeri, selanjutnya disebut KPPSLN, adalah&lt;br /&gt;kelompok yang dibentuk oleh PPLN untuk&lt;br /&gt;menyelenggarakan pemungutan suara di tempat&lt;br /&gt;pemungutan suara luar negeri.&lt;br /&gt;13. Tempat Pemungutan Suara, selanjutnya disebut TPS,&lt;br /&gt;adalah tempat dilaksanakannya pemungutan suara.&lt;br /&gt;14. Tempat Pemungutan Suara Luar Negeri, selanjutnya&lt;br /&gt;disebut TPSLN, adalah tempat dilaksanakannya&lt;br /&gt;pemungutan suara di luar negeri.&lt;br /&gt;15. Badan . . .&lt;br /&gt;- 5 -&lt;br /&gt;15. Badan Pengawas Pemilu, selanjutnya disebut&lt;br /&gt;Bawaslu, adalah badan yang bertugas mengawasi&lt;br /&gt;penyelenggaraan Pemilu di seluruh wilayah Negara&lt;br /&gt;Kesatuan Republik Indonesia.&lt;br /&gt;16. Panitia Pengawas Pemilu Provinsi dan Panitia&lt;br /&gt;Pengawas Pemilu Kabupaten/Kota, selanjutnya&lt;br /&gt;disebut Panwaslu Provinsi dan Panwaslu&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota, adalah Panitia yang dibentuk oleh&lt;br /&gt;Bawaslu untuk mengawasi penyelenggaraan Pemilu&lt;br /&gt;di wilayah provinsi dan kabupaten/kota.&lt;br /&gt;17. Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan, selanjutnya&lt;br /&gt;disebut Panwaslu Kecamatan, adalah panitia yang&lt;br /&gt;dibentuk oleh Panwaslu Kabupaten/Kota untuk&lt;br /&gt;mengawasi penyelenggaraan Pemilu di wilayah&lt;br /&gt;kecamatan atau nama lain.&lt;br /&gt;18. Pengawas Pemilu Lapangan adalah petugas yang&lt;br /&gt;dibentuk oleh Panwaslu Kecamatan untuk&lt;br /&gt;mengawasi penyelenggaraan Pemilu di desa atau&lt;br /&gt;nama lain/kelurahan.&lt;br /&gt;19. Pengawas Pemilu Luar Negeri adalah petugas yang&lt;br /&gt;dibentuk oleh Bawaslu untuk mengawasi&lt;br /&gt;penyelenggaraan Pemilu di luar negeri.&lt;br /&gt;20. Dewan Kehormatan adalah alat kelengkapan KPU,&lt;br /&gt;KPU Provinsi, dan Bawaslu yang dibentuk untuk&lt;br /&gt;menangani pelanggaran kode etik Penyelenggara&lt;br /&gt;Pemilu.&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;ASAS PENYELENGGARA PEMILU&lt;br /&gt;Pasal 2&lt;br /&gt;Penyelenggara Pemilu berpedoman kepada asas:&lt;br /&gt;a. mandiri;&lt;br /&gt;b. jujur;&lt;br /&gt;c. adil;&lt;br /&gt;d. kepastian . . .&lt;br /&gt;- 6 -&lt;br /&gt;d. kepastian hukum;&lt;br /&gt;e. tertib penyelenggara Pemilu;&lt;br /&gt;f. kepentingan umum;&lt;br /&gt;g. keterbukaan;&lt;br /&gt;h. proporsionalitas;&lt;br /&gt;i. profesionalitas;&lt;br /&gt;j. akuntabilitas;&lt;br /&gt;k. efisiensi; dan&lt;br /&gt;l. efektivitas.&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;KOMISI PEMILIHAN UMUM&lt;br /&gt;Bagian Kesatu&lt;br /&gt;Umum&lt;br /&gt;Pasal 3&lt;br /&gt;(1) Wilayah kerja KPU meliputi seluruh wilayah Negara&lt;br /&gt;Kesatuan Republik Indonesia.&lt;br /&gt;(2) KPU menjalankan tugasnya secara&lt;br /&gt;berkesinambungan.&lt;br /&gt;(3) Dalam menyelenggarakan Pemilu, KPU bebas dari&lt;br /&gt;pengaruh pihak mana pun berkaitan dengan&lt;br /&gt;pelaksanaan tugas dan wewenangnya.&lt;br /&gt;Bagian Kedua&lt;br /&gt;Kedudukan, Susunan, dan Keanggotaan&lt;br /&gt;Pasal 4&lt;br /&gt;(1) KPU berkedudukan di ibu kota negara Republik&lt;br /&gt;Indonesia.&lt;br /&gt;(2) KPU Provinsi berkedudukan di ibu kota provinsi.&lt;br /&gt;(3) KPU . . .&lt;br /&gt;- 7 -&lt;br /&gt;(3) KPU Kabupaten/Kota berkedudukan di ibu kota&lt;br /&gt;kabupaten/kota.&lt;br /&gt;Pasal 5&lt;br /&gt;(1) KPU, KPU Provinsi, dan KPU Kabupaten/Kota&lt;br /&gt;bersifat hierarkis.&lt;br /&gt;(2) KPU, KPU Provinsi, dan KPU Kabupaten/Kota&lt;br /&gt;sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bersifat tetap.&lt;br /&gt;(3) Dalam menjalankan tugasnya, KPU dibantu oleh&lt;br /&gt;Sekretariat Jenderal; KPU Provinsi dan KPU&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota masing-masing dibantu oleh&lt;br /&gt;sekretariat.&lt;br /&gt;(4) Tata kerja KPU, KPU Provinsi, dan KPU&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota sebagaimana dimaksud pada ayat&lt;br /&gt;(1) diatur lebih lanjut oleh KPU.&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;Pasal 6&lt;br /&gt;(1) Jumlah anggota:&lt;br /&gt;a. KPU sebanyak 7 (tujuh) orang;&lt;br /&gt;b. KPU Provinsi sebanyak 5 (lima) orang; dan&lt;br /&gt;c. KPU Kabupaten/Kota sebanyak 5 (lima) orang.&lt;br /&gt;(2) Keanggotaan KPU, KPU Provinsi, dan KPU&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota terdiri atas seorang ketua&lt;br /&gt;merangkap anggota dan anggota.&lt;br /&gt;(3) Ketua KPU, KPU Provinsi, dan KPU Kabupaten/Kota&lt;br /&gt;dipilih dari dan oleh anggota.&lt;br /&gt;(4) Setiap anggota KPU, KPU Provinsi, dan KPU&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota mempunyai hak suara yang sama.&lt;br /&gt;(5) Komposisi keanggotaan KPU, KPU Provinsi, dan KPU&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota memperhatikan keterwakilan&lt;br /&gt;perempuan sekurang-kurangnya 30% (tiga puluh&lt;br /&gt;perseratus).&lt;br /&gt;(6) Masa keanggotaan KPU, KPU Provinsi, dan KPU&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota 5 (lima) tahun terhitung sejak&lt;br /&gt;pengucapan sumpah/janji.&lt;br /&gt;(7) Sebelum . . .&lt;br /&gt;- 8 -&lt;br /&gt;(7) Sebelum berakhirnya masa keanggotaan KPU, KPU&lt;br /&gt;Provinsi, dan KPU Kabupaten/Kota sebagaimana&lt;br /&gt;dimaksud pada ayat (6), calon anggota KPU, KPU&lt;br /&gt;Provinsi, dan KPU Kabupaten/Kota yang baru harus&lt;br /&gt;sudah diajukan dengan memperhatikan ketentuan&lt;br /&gt;dalam Undang-Undang ini.&lt;br /&gt;Pasal 7&lt;br /&gt;(1) Ketua KPU, KPU Provinsi, dan KPU Kabupaten/Kota&lt;br /&gt;mempunyai tugas:&lt;br /&gt;a. memimpin rapat pleno dan seluruh kegiatan&lt;br /&gt;KPU, KPU Provinsi, dan KPU Kabupaten/Kota;&lt;br /&gt;b. bertindak untuk dan atas nama KPU, KPU&lt;br /&gt;Provinsi, dan KPU Kabupaten/Kota ke luar dan&lt;br /&gt;ke dalam;&lt;br /&gt;c. memberikan keterangan resmi tentang kebijakan&lt;br /&gt;dan kegiatan KPU, KPU Provinsi, dan KPU&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota; dan&lt;br /&gt;d. menandatangani seluruh peraturan dan&lt;br /&gt;keputusan KPU, KPU Provinsi, dan KPU&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota.&lt;br /&gt;(2) Dalam melaksanakan tugasnya, Ketua KPU, KPU&lt;br /&gt;Provinsi, dan KPU Kabupaten/Kota bertanggung&lt;br /&gt;jawab kepada rapat pleno.&lt;br /&gt;Bagian Ketiga&lt;br /&gt;Tugas, Wewenang, dan Kewajiban&lt;br /&gt;Paragraf 1&lt;br /&gt;Komisi Pemilihan Umum&lt;br /&gt;Pasal 8&lt;br /&gt;(1) Tugas dan wewenang KPU dalam penyelenggaraan&lt;br /&gt;Pemilu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan&lt;br /&gt;Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat&lt;br /&gt;Daerah meliputi:&lt;br /&gt;a. merencanakan program dan anggaran serta&lt;br /&gt;menetapkan jadwal;&lt;br /&gt;b. menyusun . . .&lt;br /&gt;- 9 -&lt;br /&gt;b. menyusun dan menetapkan tata kerja KPU, KPU&lt;br /&gt;Provinsi, KPU Kabupaten/Kota, PPK, PPS, KPPS,&lt;br /&gt;PPLN, dan KPPSLN;&lt;br /&gt;c. menyusun dan menetapkan pedoman yang&lt;br /&gt;bersifat teknis untuk tiap-tiap tahapan&lt;br /&gt;berdasarkan peraturan perundang-undangan;&lt;br /&gt;d. mengoordinasikan, menyelenggarakan, dan&lt;br /&gt;mengendalikan semua tahapan;&lt;br /&gt;e. memutakhirkan data pemilih berdasarkan data&lt;br /&gt;kependudukan dan menetapkannya sebagai&lt;br /&gt;daftar pemilih;&lt;br /&gt;f. menerima daftar pemilih dari KPU Provinsi;&lt;br /&gt;g. menetapkan peserta Pemilu;&lt;br /&gt;h. menetapkan dan mengumumkan hasil&lt;br /&gt;rekapitulasi penghitungan suara tingkat nasional&lt;br /&gt;berdasarkan hasil rekapitulasi penghitungan&lt;br /&gt;suara di KPU Provinsi untuk Pemilu Anggota&lt;br /&gt;Dewan Perwakilan Rakyat dan hasil rekapitulasi&lt;br /&gt;penghitungan suara di tiap-tiap KPU Provinsi&lt;br /&gt;untuk Pemilu Anggota Dewan Perwakilan Daerah&lt;br /&gt;dengan membuat berita acara penghitungan&lt;br /&gt;suara dan sertifikat hasil penghitungan suara;&lt;br /&gt;i. membuat berita acara penghitungan suara serta&lt;br /&gt;membuat sertifikat penghitungan suara dan&lt;br /&gt;wajib menyerahkannya kepada saksi peserta&lt;br /&gt;Pemilu dan Bawaslu;&lt;br /&gt;j. menerbitkan Keputusan KPU untuk&lt;br /&gt;mengesahkan hasil Pemilu dan&lt;br /&gt;mengumumkannya;&lt;br /&gt;k. menetapkan dan mengumumkan perolehan&lt;br /&gt;jumlah kursi anggota Dewan Perwakilan Rakyat,&lt;br /&gt;Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi, dan&lt;br /&gt;Dewan Perwakilan Rakyat Daerah&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota untuk setiap partai politik&lt;br /&gt;peserta Pemilu anggota Dewan Perwakilan&lt;br /&gt;Rakyat, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah;&lt;br /&gt;l. mengumumkan calon anggota Dewan Perwakilan&lt;br /&gt;Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah terpilih&lt;br /&gt;dan membuat berita acaranya;&lt;br /&gt;m. menetapkan . . .&lt;br /&gt;- 10 -&lt;br /&gt;m. menetapkan standar serta kebutuhan pengadaan&lt;br /&gt;dan pendistribusian perlengkapan;&lt;br /&gt;n. memeriksa pengaduan dan/atau laporan adanya&lt;br /&gt;pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh&lt;br /&gt;anggota KPU, KPU Provinsi, PPLN, dan KPPSLN;&lt;br /&gt;o. menindaklanjuti dengan segera temuan dan&lt;br /&gt;laporan yang disampaikan oleh Bawaslu;&lt;br /&gt;p. menonaktifkan sementara dan/atau mengenakan&lt;br /&gt;sanksi administratif kepada anggota KPU, KPU&lt;br /&gt;Provinsi, PPLN, dan KPPSLN, Sekretaris Jenderal&lt;br /&gt;KPU, dan pegawai Sekretariat Jenderal KPU yang&lt;br /&gt;terbukti melakukan tindakan yang&lt;br /&gt;mengakibatkan terganggunya tahapan&lt;br /&gt;penyelenggaraan Pemilu yang sedang&lt;br /&gt;berlangsung berdasarkan rekomendasi Bawaslu&lt;br /&gt;dan ketentuan peraturan perundang-undangan;&lt;br /&gt;q. melaksanakan sosialisasi penyelenggaraan&lt;br /&gt;Pemilu dan/atau yang berkaitan dengan tugas&lt;br /&gt;dan wewenang KPU kepada masyarakat;&lt;br /&gt;r. menetapkan kantor akuntan publik untuk&lt;br /&gt;mengaudit dana kampanye dan mengumumkan&lt;br /&gt;laporan sumbangan dana kampanye;&lt;br /&gt;s. melakukan evaluasi dan membuat laporan setiap&lt;br /&gt;tahapan penyelenggaraan Pemilu; dan&lt;br /&gt;t. melaksanakan tugas dan wewenang lain yang&lt;br /&gt;diberikan oleh undang-undang.&lt;br /&gt;(2) Tugas dan wewenang KPU dalam penyelenggaraan&lt;br /&gt;Pemilu Presiden dan Wakil Presiden meliputi:&lt;br /&gt;a. merencanakan program dan anggaran serta&lt;br /&gt;menetapkan jadwal;&lt;br /&gt;b. menyusun dan menetapkan tata kerja KPU, KPU&lt;br /&gt;Provinsi, KPU Kabupaten/Kota, PPK, PPS, KPPS,&lt;br /&gt;PPLN, dan KPPSLN;&lt;br /&gt;c. menyusun dan menetapkan pedoman yang&lt;br /&gt;bersifat teknis untuk tiap-tiap tahapan&lt;br /&gt;berdasarkan peraturan perundang-undangan;&lt;br /&gt;d. mengoordinasikan . . .&lt;br /&gt;- 11 -&lt;br /&gt;d. mengoordinasikan, menyelenggarakan, dan&lt;br /&gt;mengendalikan semua tahapan;&lt;br /&gt;e. memutakhirkan data pemilih berdasarkan data&lt;br /&gt;kependudukan dan menetapkannya sebagai&lt;br /&gt;daftar pemilih;&lt;br /&gt;f. menerima daftar pemilih dari KPU Provinsi;&lt;br /&gt;g. menetapkan pasangan calon presiden dan calon&lt;br /&gt;wakil presiden yang telah memenuhi persyaratan;&lt;br /&gt;h. menetapkan dan mengumumkan hasil&lt;br /&gt;rekapitulasi penghitungan suara berdasarkan&lt;br /&gt;hasil rekapitulasi penghitungan suara di KPU&lt;br /&gt;Provinsi dengan membuat berita acara&lt;br /&gt;penghitungan suara dan sertifikat hasil&lt;br /&gt;penghitungan suara;&lt;br /&gt;i. membuat berita acara penghitungan suara serta&lt;br /&gt;membuat sertifikat penghitungan suara dan&lt;br /&gt;wajib menyerahkannya kepada saksi peserta&lt;br /&gt;Pemilu dan Bawaslu;&lt;br /&gt;j. menerbitkan Keputusan KPU untuk&lt;br /&gt;mengesahkan hasil Pemilu dan&lt;br /&gt;mengumumkannya;&lt;br /&gt;k. mengumumkan pasangan calon presiden dan&lt;br /&gt;wakil presiden terpilih dan membuat berita&lt;br /&gt;acaranya;&lt;br /&gt;l. menetapkan standar serta kebutuhan pengadaan&lt;br /&gt;dan pendistribusian perlengkapan;&lt;br /&gt;m. memeriksa pengaduan dan/atau laporan adanya&lt;br /&gt;pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh&lt;br /&gt;anggota KPU, KPU Provinsi, PPLN, dan KPPSLN;&lt;br /&gt;n. menindaklanjuti dengan segera temuan dan&lt;br /&gt;laporan yang disampaikan oleh Bawaslu;&lt;br /&gt;o. menonaktifkan sementara dan/atau mengenakan&lt;br /&gt;sanksi administratif kepada anggota KPU, KPU&lt;br /&gt;Provinsi, PPLN, KPPSLN, Sekretaris Jenderal&lt;br /&gt;KPU, dan pegawai Sekretariat Jenderal KPU yang&lt;br /&gt;terbukti melakukan tindakan yang&lt;br /&gt;mengakibatkan terganggunya tahapan&lt;br /&gt;penyelenggaraan Pemilu yang sedang&lt;br /&gt;berlangsung . . .&lt;br /&gt;- 12 -&lt;br /&gt;berlangsung berdasarkan rekomendasi Bawaslu&lt;br /&gt;dan ketentuan peraturan perundang-undangan;&lt;br /&gt;p. melaksanakan sosialisasi penyelenggaraan&lt;br /&gt;Pemilu dan/atau yang berkaitan dengan tugas&lt;br /&gt;dan wewenang KPU kepada masyarakat;&lt;br /&gt;q. menetapkan kantor akuntan publik untuk&lt;br /&gt;mengaudit dana kampanye dan mengumumkan&lt;br /&gt;laporan sumbangan dana kampanye;&lt;br /&gt;r. melakukan evaluasi dan membuat laporan setiap&lt;br /&gt;tahapan penyelenggaraan Pemilu; dan&lt;br /&gt;s. melaksanakan tugas dan wewenang lain yang&lt;br /&gt;diberikan oleh undang-undang.&lt;br /&gt;(3) Tugas dan wewenang KPU dalam penyelenggaraan&lt;br /&gt;Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah&lt;br /&gt;meliputi:&lt;br /&gt;a. menyusun dan menetapkan pedoman tata cara&lt;br /&gt;penyelenggaraan sesuai dengan tahapan yang&lt;br /&gt;diatur dalam peraturan perundang-undangan;&lt;br /&gt;b. mengoordinasikan dan memantau tahapan;&lt;br /&gt;c. melakukan evaluasi tahunan penyelenggaraan&lt;br /&gt;Pemilu;&lt;br /&gt;d. menerima laporan hasil Pemilu dari KPU Provinsi&lt;br /&gt;dan KPU Kabupaten/Kota;&lt;br /&gt;e. menonaktifkan sementara dan/atau mengenakan&lt;br /&gt;sanksi administratif kepada anggota KPU Provinsi&lt;br /&gt;yang terbukti melakukan tindakan yang&lt;br /&gt;mengakibatkan terganggunya tahapan&lt;br /&gt;penyelenggaran Pemilu yang sedang berlangsung&lt;br /&gt;berdasarkan rekomendasi Bawaslu dan&lt;br /&gt;ketentuan peraturan perundang-undangan; dan&lt;br /&gt;f. melaksanakan tugas dan wewenang lain yang&lt;br /&gt;diberikan oleh undang-undang.&lt;br /&gt;(4) KPU dalam Pemilu Anggota Dewan Perwakilan&lt;br /&gt;Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan&lt;br /&gt;Perwakilan Rakyat Daerah, Pemilu Presiden dan&lt;br /&gt;Wakil Presiden, dan Pemilu Kepala Daerah dan&lt;br /&gt;Wakil Kepala Daerah berkewajiban:&lt;br /&gt;a. melaksanakan . . .&lt;br /&gt;- 13 -&lt;br /&gt;a. melaksanakan semua tahapan penyelenggaraan&lt;br /&gt;Pemilu secara tepat waktu;&lt;br /&gt;b. memperlakukan peserta Pemilu dan pasangan&lt;br /&gt;calon secara adil dan setara;&lt;br /&gt;c. menyampaikan semua informasi&lt;br /&gt;penyelenggaraan Pemilu kepada masyarakat;&lt;br /&gt;d. melaporkan pertanggungjawaban penggunaan&lt;br /&gt;anggaran sesuai dengan peraturan perundangundangan;&lt;br /&gt;e. memelihara arsip dan dokumen Pemilu serta&lt;br /&gt;mengelola barang inventaris KPU berdasarkan&lt;br /&gt;peraturan perundang-undangan;&lt;br /&gt;f. menyampaikan laporan periodik mengenai&lt;br /&gt;tahapan penyelenggaraan Pemilu kepada&lt;br /&gt;Presiden dan Dewan Perwakilan Rakyat serta&lt;br /&gt;menyampaikan tembusannya kepada Bawaslu;&lt;br /&gt;g. membuat berita acara pada setiap rapat pleno&lt;br /&gt;KPU dan ditandatangani oleh ketua dan anggota&lt;br /&gt;KPU;&lt;br /&gt;h. menyampaikan laporan penyelenggaraan Pemilu&lt;br /&gt;kepada Presiden dan Dewan Perwakilan Rakyat&lt;br /&gt;serta menyampaikan tembusannya kepada&lt;br /&gt;Bawaslu paling lambat 30 (tiga puluh) hari&lt;br /&gt;setelah pengucapan sumpah/janji pejabat; dan&lt;br /&gt;i. melaksanakan kewajiban lain yang diberikan oleh&lt;br /&gt;peraturan perundang-undangan.&lt;br /&gt;Paragraf 2&lt;br /&gt;KPU Provinsi&lt;br /&gt;Pasal 9&lt;br /&gt;(1) Tugas dan wewenang KPU Provinsi dalam&lt;br /&gt;penyelenggaraan Pemilu Anggota Dewan Perwakilan&lt;br /&gt;Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan&lt;br /&gt;Perwakilan Rakyat Daerah meliputi:&lt;br /&gt;a. menjabarkan program dan melaksanakan&lt;br /&gt;anggaran serta menetapkan jadwal di provinsi;&lt;br /&gt;b. melaksanakan . . .&lt;br /&gt;- 14 -&lt;br /&gt;b. melaksanakan semua tahapan penyelenggaraan&lt;br /&gt;di provinsi berdasarkan peraturan perundangundangan;&lt;br /&gt;c. mengoordinasikan, menyelenggarakan, dan&lt;br /&gt;mengendalikan tahapan penyelenggaraan oleh&lt;br /&gt;KPU Kabupaten/Kota;&lt;br /&gt;d. memutakhirkan data pemilih berdasarkan data&lt;br /&gt;kependudukan dan menetapkannya sebagai&lt;br /&gt;daftar pemilih;&lt;br /&gt;e. menerima daftar pemilih dari KPU&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota dan menyampaikannya kepada&lt;br /&gt;KPU;&lt;br /&gt;f. menetapkan dan mengumumkan hasil&lt;br /&gt;rekapitulasi penghitungan suara Pemilu Anggota&lt;br /&gt;Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi&lt;br /&gt;berdasarkan hasil rekapitulasi di KPU&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota dengan membuat berita acara&lt;br /&gt;penghitungan suara dan sertifikat hasil&lt;br /&gt;penghitungan suara;&lt;br /&gt;g. melakukan rekapitulasi hasil penghitungan suara&lt;br /&gt;Pemilu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan&lt;br /&gt;Anggota Dewan Perwakilan Daerah di provinsi&lt;br /&gt;yang bersangkutan dan mengumumkannya&lt;br /&gt;berdasarkan berita acara hasil rekapitulasi&lt;br /&gt;penghitungan suara di KPU Kabupaten/Kota;&lt;br /&gt;h. membuat berita acara penghitungan suara serta&lt;br /&gt;membuat sertifikat penghitungan suara dan&lt;br /&gt;wajib menyerahkannya kepada saksi peserta&lt;br /&gt;Pemilu, Panwaslu Provinsi, dan KPU;&lt;br /&gt;i. menerbitkan Keputusan KPU Provinsi untuk&lt;br /&gt;mengesahkan hasil Pemilu Anggota Dewan&lt;br /&gt;Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi dan&lt;br /&gt;mengumumkannya;&lt;br /&gt;j. mengumumkan calon anggota Dewan Perwakilan&lt;br /&gt;Rakyat Daerah Provinsi terpilih sesuai dengan&lt;br /&gt;alokasi jumlah kursi setiap daerah pemilihan di&lt;br /&gt;provinsi yang bersangkutan dan membuat berita&lt;br /&gt;acaranya;&lt;br /&gt;k. memeriksa . . .&lt;br /&gt;- 15 -&lt;br /&gt;k. memeriksa pengaduan dan/atau laporan adanya&lt;br /&gt;pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh KPU&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota;&lt;br /&gt;l. menindaklanjuti dengan segera temuan dan&lt;br /&gt;laporan yang disampaikan oleh Panwaslu&lt;br /&gt;Provinsi;&lt;br /&gt;m. menonaktifkan sementara dan/atau mengenakan&lt;br /&gt;sanksi administratif kepada anggota KPU&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota, sekretaris KPU Provinsi, dan&lt;br /&gt;pegawai sekretariat KPU Provinsi yang terbukti&lt;br /&gt;melakukan tindakan yang mengakibatkan&lt;br /&gt;terganggunya tahapan penyelenggaraan Pemilu&lt;br /&gt;yang sedang berlangsung berdasarkan&lt;br /&gt;rekomendasi Panwaslu Provinsi dan ketentuan&lt;br /&gt;peraturan perundang-undangan;&lt;br /&gt;n. menyelenggarakan sosialisasi penyelenggaraan&lt;br /&gt;Pemilu dan/atau yang berkaitan dengan tugas&lt;br /&gt;dan wewenang KPU Provinsi kepada masyarakat;&lt;br /&gt;o. melakukan evaluasi dan membuat laporan setiap&lt;br /&gt;tahapan penyelenggaraan Pemilu; dan&lt;br /&gt;p. melaksanakan tugas dan wewenang lain yang&lt;br /&gt;diberikan oleh KPU dan/atau undang-undang.&lt;br /&gt;(2) Tugas dan wewenang KPU Provinsi dalam&lt;br /&gt;penyelenggaraan Pemilu Presiden dan Wakil&lt;br /&gt;Presiden meliputi:&lt;br /&gt;a. menjabarkan program dan melaksanakan&lt;br /&gt;anggaran serta menetapkan jadwal di provinsi;&lt;br /&gt;b. melaksanakan semua tahapan penyelenggaraan&lt;br /&gt;di provinsi berdasarkan peraturan perundangundangan;&lt;br /&gt;c. mengoordinasikan, menyelenggarakan, dan&lt;br /&gt;mengendalikan tahapan penyelenggaraan oleh&lt;br /&gt;KPU Kabupaten/Kota;&lt;br /&gt;d. memutakhirkan data pemilih berdasarkan data&lt;br /&gt;kependudukan dan menetapkannya sebagai&lt;br /&gt;daftar pemilih;&lt;br /&gt;e. menerima daftar pemilih dari KPU&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota dan menyampaikannya kepada&lt;br /&gt;KPU;&lt;br /&gt;f. melakukan . . .&lt;br /&gt;- 16 -&lt;br /&gt;f. melakukan rekapitulasi hasil penghitungan suara&lt;br /&gt;Pemilu Presiden dan Wakil Presiden di provinsi&lt;br /&gt;yang bersangkutan dan mengumumkannya&lt;br /&gt;berdasarkan hasil rekapitulasi penghitungan&lt;br /&gt;suara di KPU Kabupaten/Kota dengan membuat&lt;br /&gt;berita acara penghitungan suara dan sertifikat&lt;br /&gt;hasil penghitungan suara;&lt;br /&gt;g. membuat berita acara penghitungan suara serta&lt;br /&gt;membuat sertifikat hasil penghitungan suara dan&lt;br /&gt;wajib menyerahkannya kepada saksi peserta&lt;br /&gt;Pemilu, Panwaslu Provinsi, dan KPU;&lt;br /&gt;h. memeriksa pengaduan dan/atau laporan adanya&lt;br /&gt;pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh KPU&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota;&lt;br /&gt;i. menindaklanjuti dengan segera temuan dan&lt;br /&gt;laporan yang disampaikan oleh Panwaslu&lt;br /&gt;Provinsi;&lt;br /&gt;j. menonaktifkan sementara dan/atau mengenakan&lt;br /&gt;sanksi administratif kepada anggota KPU&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota, sekretaris KPU Provinsi, dan&lt;br /&gt;pegawai sekretariat KPU Provinsi yang terbukti&lt;br /&gt;melakukan tindakan yang mengakibatkan&lt;br /&gt;terganggunya tahapan penyelenggaraan Pemilu&lt;br /&gt;yang sedang berlangsung berdasarkan&lt;br /&gt;rekomendasi Panwaslu Provinsi dan ketentuan&lt;br /&gt;peraturan perundang-undangan;&lt;br /&gt;k. melaksanakan sosialisasi penyelenggaraan&lt;br /&gt;Pemilu dan/atau yang berkaitan dengan tugas&lt;br /&gt;dan wewenang KPU Provinsi kepada masyarakat;&lt;br /&gt;l. melakukan evaluasi dan membuat laporan setiap&lt;br /&gt;tahapan penyelenggaraan Pemilu; dan&lt;br /&gt;m. melaksanakan tugas dan wewenang lain yang&lt;br /&gt;diberikan oleh KPU dan/atau undang-undang.&lt;br /&gt;(3) Tugas dan wewenang KPU Provinsi dalam&lt;br /&gt;penyelenggaraan Pemilu Kepala Daerah dan Wakil&lt;br /&gt;Kepala Daerah meliputi:&lt;br /&gt;a. merencanakan program, anggaran, dan jadwal&lt;br /&gt;Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah&lt;br /&gt;Provinsi;&lt;br /&gt;b. menyusun . . .&lt;br /&gt;- 17 -&lt;br /&gt;b. menyusun dan menetapkan tata kerja KPU&lt;br /&gt;Provinsi, KPU Kabupaten/Kota, PPK, PPS, dan&lt;br /&gt;KPPS dalam Pemilu Kepala Daerah dan Wakil&lt;br /&gt;Kepala Daerah Provinsi dengan memperhatikan&lt;br /&gt;pedoman dari KPU;&lt;br /&gt;c. menyusun dan menetapkan pedoman yang&lt;br /&gt;bersifat teknis untuk tiap-tiap tahapan&lt;br /&gt;penyelenggaraan Pemilu Kepala Daerah dan&lt;br /&gt;Wakil Kepala Daerah Provinsi berdasarkan&lt;br /&gt;peraturan perundang-undangan;&lt;br /&gt;d. mengoordinasikan, menyelenggarakan, dan&lt;br /&gt;mengendalikan semua tahapan penyelenggaraan&lt;br /&gt;Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah&lt;br /&gt;Provinsi berdasarkan peraturan perundangundangan&lt;br /&gt;dengan memperhatikan pedoman dari&lt;br /&gt;KPU;&lt;br /&gt;e. memutakhirkan data pemilih berdasarkan data&lt;br /&gt;kependudukan dan menetapkannya sebagai&lt;br /&gt;daftar pemilih;&lt;br /&gt;f. menerima daftar pemilih dari KPU&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota dalam penyelenggaraan Pemilu&lt;br /&gt;Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Provinsi;&lt;br /&gt;g. menetapkan pasangan calon kepala daerah dan&lt;br /&gt;wakil kepala daerah provinsi yang telah&lt;br /&gt;memenuhi persyaratan;&lt;br /&gt;h. menetapkan dan mengumumkan hasil&lt;br /&gt;rekapitulasi penghitungan suara Pemilu Kepala&lt;br /&gt;Daerah dan Wakil Kepala Daerah Provinsi&lt;br /&gt;berdasarkan hasil rekapitulasi penghitungan&lt;br /&gt;suara di KPU Kabupaten/Kota dalam wilayah&lt;br /&gt;provinsi yang bersangkutan dengan membuat&lt;br /&gt;berita acara penghitungan suara dan sertifikat&lt;br /&gt;hasil penghitungan suara;&lt;br /&gt;i. membuat berita acara penghitungan suara serta&lt;br /&gt;membuat sertifikat hasil penghitungan suara dan&lt;br /&gt;wajib menyerahkannya kepada saksi peserta&lt;br /&gt;Pemilu, Panwaslu Provinsi, dan KPU;&lt;br /&gt;j. menetapkan . . .&lt;br /&gt;- 18 -&lt;br /&gt;j. menetapkan dan mengumumkan hasil Pemilu&lt;br /&gt;Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Provinsi&lt;br /&gt;berdasarkan hasil rekapitulasi penghitungan&lt;br /&gt;suara Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala&lt;br /&gt;Daerah Provinsi dari seluruh KPU&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota dalam wilayah provinsi yang&lt;br /&gt;bersangkutan dengan membuat berita acara&lt;br /&gt;penghitungan suara dan sertifikat hasil&lt;br /&gt;penghitungan suara;&lt;br /&gt;k. menerbitkan keputusan KPU Provinsi untuk&lt;br /&gt;mengesahkan hasil Pemilu Kepala Daerah dan&lt;br /&gt;Wakil Kepala Daerah Provinsi dan&lt;br /&gt;mengumumkannya;&lt;br /&gt;l. mengumumkan pasangan calon kepala daerah&lt;br /&gt;dan wakil kepala daerah provinsi terpilih dan&lt;br /&gt;membuat berita acaranya;&lt;br /&gt;m. melaporkan hasil Pemilu Kepala Daerah dan&lt;br /&gt;Wakil Kepala Daerah Provinsi kepada KPU;&lt;br /&gt;n. memeriksa pengaduan dan/atau laporan adanya&lt;br /&gt;pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh KPU&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota;&lt;br /&gt;o. menindaklanjuti dengan segera temuan dan&lt;br /&gt;laporan yang disampaikan oleh Panwaslu&lt;br /&gt;Provinsi;&lt;br /&gt;p. menonaktifkan sementara dan/atau mengenakan&lt;br /&gt;sanksi administratif kepada anggota KPU&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota, sekretaris KPU Provinsi, dan&lt;br /&gt;pegawai sekretariat KPU Provinsi yang terbukti&lt;br /&gt;melakukan tindakan yang mengakibatkan&lt;br /&gt;terganggunya tahapan penyelenggaraan Pemilu&lt;br /&gt;yang sedang berlangsung berdasarkan&lt;br /&gt;rekomendasi Panwaslu Provinsi dan ketentuan&lt;br /&gt;peraturan perundang-undangan;&lt;br /&gt;q. melaksanakan sosialisasi penyelenggaraan&lt;br /&gt;Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah&lt;br /&gt;Provinsi dan/atau yang berkaitan dengan tugas&lt;br /&gt;dan wewenang KPU Provinsi kepada masyarakat;&lt;br /&gt;r. melaksanakan pedoman yang ditetapkan oleh&lt;br /&gt;KPU;&lt;br /&gt;s. memberikan . . .&lt;br /&gt;- 19 -&lt;br /&gt;s. memberikan pedoman terhadap penetapan&lt;br /&gt;organisasi dan tata cara penyelenggaraan Pemilu&lt;br /&gt;Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota sesuai dengan tahapan yang&lt;br /&gt;diatur dalam peraturan perundang-undangan;&lt;br /&gt;t. melakukan evaluasi dan membuat laporan&lt;br /&gt;penyelenggaraan Pemilu Kepala Daerah dan&lt;br /&gt;Wakil Kepala Daerah Provinsi;&lt;br /&gt;u. menyampaikan laporan mengenai hasil Pemilu&lt;br /&gt;Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Provinsi&lt;br /&gt;kepada Dewan Perwakilan Rakyat, Presiden,&lt;br /&gt;gubernur, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah&lt;br /&gt;Provinsi; dan&lt;br /&gt;v. melaksanakan tugas dan wewenang lain yang&lt;br /&gt;diberikan oleh KPU dan/atau undang-undang.&lt;br /&gt;(4) KPU Provinsi dalam Pemilu Anggota Dewan&lt;br /&gt;Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan&lt;br /&gt;Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Pemilu Presiden&lt;br /&gt;dan Wakil Presiden, dan Pemilu Kepala Daerah dan&lt;br /&gt;Wakil Kepala Daerah berkewajiban:&lt;br /&gt;a. melaksanakan semua tahapan penyelenggaraan&lt;br /&gt;Pemilu dengan tepat waktu;&lt;br /&gt;b. memperlakukan peserta Pemilu dan pasangan&lt;br /&gt;calon secara adil dan setara;&lt;br /&gt;c. menyampaikan semua informasi&lt;br /&gt;penyelenggaraan Pemilu kepada masyarakat;&lt;br /&gt;d. melaporkan pertanggungjawaban penggunaan&lt;br /&gt;anggaran sesuai dengan peraturan perundangundangan;&lt;br /&gt;e. menyampaikan laporan pertanggungjawaban&lt;br /&gt;semua kegiatan penyelenggaraan Pemilu kepada&lt;br /&gt;KPU;&lt;br /&gt;f. memelihara arsip dan dokumen Pemilu serta&lt;br /&gt;mengelola barang inventaris KPU Provinsi&lt;br /&gt;berdasarkan peraturan perundang-undangan;&lt;br /&gt;g. menyampaikan laporan periodik mengenai&lt;br /&gt;tahapan penyelenggaraan Pemilu kepada KPU&lt;br /&gt;dan menyampaikan tembusannya kepada&lt;br /&gt;Bawaslu;&lt;br /&gt;h. membuat . . .&lt;br /&gt;- 20 -&lt;br /&gt;h. membuat berita acara pada setiap rapat pleno&lt;br /&gt;KPU Provinsi dan ditandatangani oleh ketua dan&lt;br /&gt;anggota KPU Provinsi;&lt;br /&gt;i. melaksanakan kewajiban lain yang diberikan oleh&lt;br /&gt;KPU; dan&lt;br /&gt;j. melaksanakan kewajiban lain yang diberikan oleh&lt;br /&gt;peraturan perundang-undangan.&lt;br /&gt;Paragraf 3&lt;br /&gt;KPU Kabupaten/Kota&lt;br /&gt;Pasal 10&lt;br /&gt;(1) Tugas dan wewenang KPU Kabupaten/Kota dalam&lt;br /&gt;penyelenggaraan Pemilu Anggota Dewan Perwakilan&lt;br /&gt;Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan&lt;br /&gt;Perwakilan Rakyat Daerah meliputi:&lt;br /&gt;a. menjabarkan program dan melaksanakan&lt;br /&gt;anggaran serta menetapkan jadwal di&lt;br /&gt;kabupaten/kota;&lt;br /&gt;b. melaksanakan semua tahapan penyelenggaraan&lt;br /&gt;di kabupaten/kota berdasarkan peraturan&lt;br /&gt;perundang-undangan;&lt;br /&gt;c. membentuk PPK, PPS, dan KPPS dalam wilayah&lt;br /&gt;kerjanya;&lt;br /&gt;d. mengoordinasikan dan mengendalikan tahapan&lt;br /&gt;penyelenggaraan oleh PPK, PPS, dan KPPS dalam&lt;br /&gt;wilayah kerjanya;&lt;br /&gt;e. memutakhirkan data pemilih berdasarkan data&lt;br /&gt;kependudukan dan menetapkan data pemilih&lt;br /&gt;sebagai daftar pemilih;&lt;br /&gt;f. menyampaikan daftar pemilih kepada KPU&lt;br /&gt;Provinsi;&lt;br /&gt;g. menetapkan dan mengumumkan hasil&lt;br /&gt;rekapitulasi penghitungan suara Pemilu Anggota&lt;br /&gt;Dewan Perwakilan Rakyat Daerah&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota berdasarkan hasil rekapitulasi&lt;br /&gt;penghitungan suara di PPK dengan membuat&lt;br /&gt;berita . . .&lt;br /&gt;- 21 -&lt;br /&gt;berita acara rekapitulasi suara dan sertifikat&lt;br /&gt;rekapitulasi suara;&lt;br /&gt;h. melakukan dan mengumumkan rekapitulasi hasil&lt;br /&gt;penghitungan suara Pemilu Anggota Dewan&lt;br /&gt;Perwakilan Rakyat, Anggota Dewan Perwakilan&lt;br /&gt;Daerah, dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat&lt;br /&gt;Daerah Provinsi di kabupaten/kota yang&lt;br /&gt;bersangkutan berdasarkan berita acara hasil&lt;br /&gt;rekapitulasi penghitungan suara di PPK;&lt;br /&gt;i. membuat berita acara penghitungan suara serta&lt;br /&gt;membuat sertifikat penghitungan suara dan&lt;br /&gt;wajib menyerahkannya kepada saksi peserta&lt;br /&gt;Pemilu, Panwaslu Kabupaten/Kota, dan KPU&lt;br /&gt;Provinsi;&lt;br /&gt;j. menerbitkan keputusan KPU Kabupaten/Kota&lt;br /&gt;untuk mengesahkan hasil Pemilu Anggota Dewan&lt;br /&gt;Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota dan&lt;br /&gt;mengumumkannya;&lt;br /&gt;k. mengumumkan calon anggota Dewan Perwakilan&lt;br /&gt;Rakyat Daerah Kabupaten/Kota terpilih sesuai&lt;br /&gt;dengan alokasi jumlah kursi setiap daerah&lt;br /&gt;pemilihan di kabupaten/kota yang bersangkutan&lt;br /&gt;dan membuat berita acaranya;&lt;br /&gt;l. memeriksa pengaduan dan/atau laporan adanya&lt;br /&gt;pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh PPK,&lt;br /&gt;PPS, dan KPPS;&lt;br /&gt;m. menindaklanjuti dengan segera temuan dan&lt;br /&gt;laporan yang disampaikan oleh Panwaslu&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota;&lt;br /&gt;n. menonaktifkan sementara dan/atau mengenakan&lt;br /&gt;sanksi administratif kepada anggota PPK, PPS,&lt;br /&gt;sekretaris KPU Kabupaten/Kota, dan pegawai&lt;br /&gt;sekretariat KPU Kabupaten/Kota yang terbukti&lt;br /&gt;melakukan tindakan yang mengakibatkan&lt;br /&gt;terganggunya tahapan penyelenggaraan Pemilu&lt;br /&gt;yang sedang berlangsung berdasarkan&lt;br /&gt;rekomendasi Panwaslu Kabupaten/Kota dan&lt;br /&gt;ketentuan peraturan perundang-undangan;&lt;br /&gt;o. menyelenggarakan sosialisasi penyelenggaraan&lt;br /&gt;Pemilu dan/atau yang berkaitan dengan tugas&lt;br /&gt;dan . . .&lt;br /&gt;- 22 -&lt;br /&gt;dan wewenang KPU Kabupaten/Kota kepada&lt;br /&gt;masyarakat;&lt;br /&gt;p. melakukan evaluasi dan membuat laporan setiap&lt;br /&gt;tahapan penyelenggaraan Pemilu; dan&lt;br /&gt;q. melaksanakan tugas dan wewenang lain yang&lt;br /&gt;diberikan oleh KPU, KPU Provinsi, dan/atau&lt;br /&gt;undang-undang.&lt;br /&gt;(2) Tugas dan wewenang KPU Kabupaten/Kota dalam&lt;br /&gt;penyelenggaraan Pemilu Presiden dan Wakil&lt;br /&gt;Presiden meliputi:&lt;br /&gt;a. menjabarkan program dan melaksanakan&lt;br /&gt;anggaran serta menetapkan jadwal di&lt;br /&gt;kabupaten/kota;&lt;br /&gt;b. melaksanakan semua tahapan penyelenggaraan&lt;br /&gt;di kabupaten/kota berdasarkan peraturan&lt;br /&gt;perundang-undangan;&lt;br /&gt;c. membentuk PPK, PPS, dan KPPS dalam wilayah&lt;br /&gt;kerjanya;&lt;br /&gt;d. mengoordinasikan dan mengendalikan tahapan&lt;br /&gt;penyelenggaraan oleh PPK, PPS, dan KPPS dalam&lt;br /&gt;wilayah kerjanya;&lt;br /&gt;e. memutakhirkan data pemilih berdasarkan data&lt;br /&gt;kependudukan dan menetapkan data pemilih&lt;br /&gt;sebagai daftar pemilih;&lt;br /&gt;f. menyampaikan daftar pemilih kepada KPU&lt;br /&gt;Provinsi;&lt;br /&gt;g. melakukan rekapitulasi hasil penghitungan suara&lt;br /&gt;Pemilu Presiden dan Wakil Presiden di&lt;br /&gt;kabupaten/kota yang bersangkutan berdasarkan&lt;br /&gt;hasil rekapitulasi penghitungan suara di PPK&lt;br /&gt;dengan membuat berita acara penghitungan&lt;br /&gt;suara dan sertifikat hasil penghitungan suara;&lt;br /&gt;h. membuat berita acara penghitungan suara serta&lt;br /&gt;membuat sertifikat penghitungan suara dan&lt;br /&gt;wajib menyerahkannya kepada saksi peserta&lt;br /&gt;Pemilu, Panwaslu Kabupaten/Kota, dan KPU&lt;br /&gt;Provinsi;&lt;br /&gt;i. memeriksa . . .&lt;br /&gt;- 23 -&lt;br /&gt;i. memeriksa pengaduan dan/atau laporan adanya&lt;br /&gt;pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh PPK,&lt;br /&gt;PPS, dan KPPS;&lt;br /&gt;j. menindaklanjuti dengan segera temuan dan&lt;br /&gt;laporan yang disampaikan oleh Panwaslu&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota;&lt;br /&gt;k. menonaktifkan sementara dan/atau mengenakan&lt;br /&gt;sanksi administratif kepada anggota PPK, PPS,&lt;br /&gt;sekretaris KPU Kabupaten/Kota, dan pegawai&lt;br /&gt;sekretariat KPU Kabupaten/Kota yang terbukti&lt;br /&gt;melakukan tindakan yang mengakibatkan&lt;br /&gt;terganggunya tahapan penyelenggaraan Pemilu&lt;br /&gt;yang sedang berlangsung berdasarkan&lt;br /&gt;rekomendasi Panwaslu Kabupaten/Kota dan&lt;br /&gt;ketentuan peraturan perundang-undangan;&lt;br /&gt;l. melaksanakan sosialisasi penyelenggaraan&lt;br /&gt;Pemilu dan/atau yang berkaitan dengan tugas&lt;br /&gt;dan wewenang KPU Kabupaten/Kota kepada&lt;br /&gt;masyarakat;&lt;br /&gt;m. melakukan evaluasi dan membuat laporan setiap&lt;br /&gt;tahapan penyelenggaraan Pemilu; dan&lt;br /&gt;n. melaksanakan tugas dan wewenang lain yang&lt;br /&gt;diberikan oleh KPU, KPU Provinsi, dan/atau&lt;br /&gt;undang-undang.&lt;br /&gt;(3) Tugas dan wewenang KPU Kabupaten/Kota dalam&lt;br /&gt;penyelenggaraan Pemilu Kepala Daerah dan Wakil&lt;br /&gt;Kepala Daerah meliputi:&lt;br /&gt;a. merencanakan program, anggaran, dan jadwal&lt;br /&gt;Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota;&lt;br /&gt;b. menyusun dan menetapkan tata kerja KPU&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota, PPK, PPS, dan KPPS dalam&lt;br /&gt;Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota dengan memperhatikan&lt;br /&gt;pedoman dari KPU dan/atau KPU Provinsi;&lt;br /&gt;c. menyusun dan menetapkan pedoman yang&lt;br /&gt;bersifat teknis untuk tiap-tiap tahapan&lt;br /&gt;penyelenggaraan Pemilu Kepala Daerah dan&lt;br /&gt;Wakil Kepala Daerah Kabupaten/Kota&lt;br /&gt;berdasarkan peraturan perundang-undangan;&lt;br /&gt;d. membentuk . . .&lt;br /&gt;- 24 -&lt;br /&gt;d. membentuk PPK, PPS, dan KPPS dalam Pemilu&lt;br /&gt;Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Provinsi&lt;br /&gt;serta Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala&lt;br /&gt;Daerah Kabupaten/Kota dalam wilayah kerjanya;&lt;br /&gt;e. mengoordinasikan, menyelenggarakan, dan&lt;br /&gt;mengendalikan semua tahapan penyelenggaraan&lt;br /&gt;Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota berdasarkan peraturan&lt;br /&gt;perundang-undangan dengan memperhatikan&lt;br /&gt;pedoman dari KPU dan/atau KPU Provinsi;&lt;br /&gt;f. memutakhirkan data pemilih berdasarkan data&lt;br /&gt;kependudukan dan menetapkan data pemilih&lt;br /&gt;sebagai daftar pemilih;&lt;br /&gt;g. menerima daftar pemilih dari PPK dalam&lt;br /&gt;penyelenggaraan Pemilu Kepala Daerah dan&lt;br /&gt;Wakil Kepala Daerah Kabupaten/Kota;&lt;br /&gt;h. menerima daftar pemilih dari PPK dalam&lt;br /&gt;penyelenggaraan Pemilu Kepala Daerah dan&lt;br /&gt;Wakil Kepala Daerah Provinsi dan&lt;br /&gt;menyampaikannya kepada KPU Provinsi;&lt;br /&gt;i. menetapkan pasangan calon kepala daerah dan&lt;br /&gt;wakil kepala daerah kabupaten/kota yang telah&lt;br /&gt;memenuhi persyaratan;&lt;br /&gt;j. menetapkan dan mengumumkan hasil&lt;br /&gt;rekapitulasi penghitungan suara Pemilu Kepala&lt;br /&gt;Daerah dan Wakil Kepala Daerah&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota berdasarkan rekapitulasi hasil&lt;br /&gt;penghitungan suara dari seluruh PPK di wilayah&lt;br /&gt;kabupaten/kota yang bersangkutan dengan&lt;br /&gt;membuat berita acara penghitungan suara dan&lt;br /&gt;sertifikat hasil penghitungan suara;&lt;br /&gt;k. membuat berita acara penghitungan suara serta&lt;br /&gt;membuat sertifikat penghitungan suara dan&lt;br /&gt;wajib menyerahkannya kepada saksi peserta&lt;br /&gt;Pemilu, Panwaslu Kabupaten/Kota, dan KPU&lt;br /&gt;Provinsi;&lt;br /&gt;l. menerbitkan keputusan KPU Kabupaten/Kota&lt;br /&gt;untuk mengesahkan hasil Pemilu Kepala Daerah&lt;br /&gt;dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten/Kota dan&lt;br /&gt;mengumumkannya;&lt;br /&gt;m. mengumumkan . . .&lt;br /&gt;- 25 -&lt;br /&gt;m. mengumumkan pasangan calon kepala daerah&lt;br /&gt;dan wakil kepala daerah kabupaten/kota terpilih&lt;br /&gt;dan membuat berita acaranya;&lt;br /&gt;n. melaporkan hasil Pemilu Kepala Daerah dan&lt;br /&gt;Wakil Kepala Daerah Kabupaten/Kota kepada&lt;br /&gt;KPU melalui KPU Provinsi;&lt;br /&gt;o. memeriksa pengaduan dan/atau laporan adanya&lt;br /&gt;pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh PPK,&lt;br /&gt;PPS, dan KPPS;&lt;br /&gt;p. menindaklanjuti dengan segera temuan dan&lt;br /&gt;laporan yang disampaikan oleh Panwaslu&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota;&lt;br /&gt;q. menonaktifkan sementara dan/atau mengenakan&lt;br /&gt;sanksi administratif kepada anggota PPK, PPS,&lt;br /&gt;sekretaris KPU Kabupaten/Kota, dan pegawai&lt;br /&gt;sekretariat KPU Kabupaten/Kota yang terbukti&lt;br /&gt;melakukan tindakan yang mengakibatkan&lt;br /&gt;terganggunya tahapan penyelenggaraan Pemilu&lt;br /&gt;yang sedang berlangsung berdasarkan&lt;br /&gt;rekomendasi Panwaslu Kabupaten/Kota dan&lt;br /&gt;ketentuan peraturan perundang-undangan;&lt;br /&gt;r. melaksanakan sosialisasi penyelenggaraan&lt;br /&gt;Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah&lt;br /&gt;dan/atau yang berkaitan dengan tugas KPU&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota kepada masyarakat;&lt;br /&gt;s. melaksanakan tugas dan wewenang yang&lt;br /&gt;berkaitan dengan Pemilu Kepala Daerah dan&lt;br /&gt;Wakil Kepala Daerah Provinsi berdasarkan&lt;br /&gt;peraturan perundang-undangan dan pedoman&lt;br /&gt;KPU dan/atau KPU Provinsi;&lt;br /&gt;t. melakukan evaluasi dan membuat laporan&lt;br /&gt;penyelenggaraan Pemilu Kepala Daerah dan&lt;br /&gt;Wakil Kepala Daerah Kabupaten/Kota;&lt;br /&gt;u. menyampaikan hasil Pemilu Kepala Daerah dan&lt;br /&gt;Wakil Kepala Daerah Kabupaten/Kota kepada&lt;br /&gt;Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi,&lt;br /&gt;Menteri Dalam Negeri, bupati/walikota, dan&lt;br /&gt;Dewan Perwakilan Rakyat Daerah&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota; dan&lt;br /&gt;v. melaksanakan . . .&lt;br /&gt;- 26 -&lt;br /&gt;v. melaksanakan tugas dan wewenang lain yang&lt;br /&gt;diberikan oleh KPU, KPU Provinsi dan/atau&lt;br /&gt;undang-undang.&lt;br /&gt;(4) KPU Kabupaten/Kota dalam Pemilu Anggota Dewan&lt;br /&gt;Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan&lt;br /&gt;Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Pemilu Presiden&lt;br /&gt;dan Wakil Presiden, dan Pemilu Kepala Daerah dan&lt;br /&gt;Wakil Kepala Daerah berkewajiban:&lt;br /&gt;a. melaksanakan semua tahapan penyelenggaraan&lt;br /&gt;Pemilu dengan tepat waktu;&lt;br /&gt;b. memperlakukan peserta Pemilu dan pasangan&lt;br /&gt;calon secara adil dan setara;&lt;br /&gt;c. menyampaikan semua informasi&lt;br /&gt;penyelenggaraan Pemilu kepada masyarakat;&lt;br /&gt;d. melaporkan pertanggungjawaban penggunaan&lt;br /&gt;anggaran sesuai dengan peraturan perundangundangan;&lt;br /&gt;e. menyampaikan laporan pertanggungjawaban&lt;br /&gt;semua kegiatan penyelenggaraan Pemilu kepada&lt;br /&gt;KPU melalui KPU Provinsi;&lt;br /&gt;f. memelihara arsip dan dokumen Pemilu serta&lt;br /&gt;mengelola barang inventaris KPU&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota berdasarkan peraturan&lt;br /&gt;perundang-undangan;&lt;br /&gt;g. menyampaikan laporan periodik mengenai&lt;br /&gt;tahapan penyelenggaraan Pemilu kepada KPU&lt;br /&gt;dan KPU Provinsi serta menyampaikan&lt;br /&gt;tembusannya kepada Bawaslu;&lt;br /&gt;h. membuat berita acara pada setiap rapat pleno&lt;br /&gt;KPU Kabupaten/Kota dan ditandatangani oleh&lt;br /&gt;ketua dan anggota KPU Kabupaten/Kota;&lt;br /&gt;i. melaksanakan kewajiban lain yang diberikan oleh&lt;br /&gt;KPU dan KPU Provinsi; dan&lt;br /&gt;j. melaksanakan kewajiban lain yang diberikan oleh&lt;br /&gt;peraturan perundang-undangan.&lt;br /&gt;Bagian Keempat . . .&lt;br /&gt;- 27 -&lt;br /&gt;Bagian Keempat&lt;br /&gt;Persyaratan&lt;br /&gt;Pasal 11&lt;br /&gt;Syarat untuk menjadi calon anggota KPU, KPU Provinsi,&lt;br /&gt;atau KPU Kabupaten/Kota adalah:&lt;br /&gt;a. warga negara Indonesia;&lt;br /&gt;b. pada saat pendaftaran berusia paling rendah 35 (tiga&lt;br /&gt;puluh lima) tahun untuk calon anggota KPU atau&lt;br /&gt;pernah menjadi anggota KPU dan berusia paling&lt;br /&gt;rendah 30 (tiga puluh) tahun untuk calon anggota&lt;br /&gt;KPU Provinsi atau KPU Kabupaten/Kota atau pernah&lt;br /&gt;menjadi anggota KPU Provinsi atau KPU&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota;&lt;br /&gt;c. setia kepada Pancasila sebagai dasar negara, Undang-&lt;br /&gt;Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun&lt;br /&gt;1945, dan cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945;&lt;br /&gt;d. mempunyai integritas, pribadi yang kuat, jujur, dan&lt;br /&gt;adil;&lt;br /&gt;e. memiliki pengetahuan dan keahlian di bidang tertentu&lt;br /&gt;yang berkaitan dengan penyelenggaraan Pemilu atau&lt;br /&gt;memiliki pengalaman sebagai penyelenggara Pemilu;&lt;br /&gt;f. berpendidikan paling rendah S-1 untuk calon anggota&lt;br /&gt;KPU dan KPU Provinsi dan paling rendah SLTA atau&lt;br /&gt;sederajat untuk calon anggota KPU Kabupaten/Kota;&lt;br /&gt;g. berdomisili di wilayah Republik Indonesia untuk&lt;br /&gt;anggota KPU, di wilayah provinsi yang bersangkutan&lt;br /&gt;untuk anggota KPU Provinsi, atau di wilayah&lt;br /&gt;kabupaten/kota yang bersangkutan untuk anggota&lt;br /&gt;KPU Kabupaten/Kota yang dibuktikan dengan kartu&lt;br /&gt;tanda penduduk;&lt;br /&gt;h. sehat jasmani dan rohani berdasarkan hasil&lt;br /&gt;pemeriksaan kesehatan menyeluruh dari rumah&lt;br /&gt;sakit;&lt;br /&gt;i. tidak pernah menjadi anggota partai politik yang&lt;br /&gt;dinyatakan dalam surat pernyataan yang sah atau&lt;br /&gt;sekurang-kurangnya dalam jangka waktu 5 (lima)&lt;br /&gt;tahun tidak lagi menjadi anggota partai politik yang&lt;br /&gt;dibuktikan . . .&lt;br /&gt;- 28 -&lt;br /&gt;dibuktikan dengan surat keterangan dari pengurus&lt;br /&gt;partai politik yang bersangkutan;&lt;br /&gt;j. tidak pernah dipidana penjara berdasarkan putusan&lt;br /&gt;pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum&lt;br /&gt;tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam&lt;br /&gt;dengan pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih;&lt;br /&gt;k. tidak sedang menduduki jabatan politik, jabatan&lt;br /&gt;struktural, dan jabatan fungsional dalam jabatan&lt;br /&gt;negeri;&lt;br /&gt;l. bersedia bekerja penuh waktu; dan&lt;br /&gt;m. bersedia tidak menduduki jabatan di pemerintahan&lt;br /&gt;dan badan usaha milik negara (BUMN)/badan usaha&lt;br /&gt;milik daerah (BUMD) selama masa keanggotaan.&lt;br /&gt;Bagian Kelima&lt;br /&gt;Pengangkatan dan Pemberhentian&lt;br /&gt;Paragraf 1&lt;br /&gt;KPU&lt;br /&gt;Pasal 12&lt;br /&gt;(1) Presiden membentuk Tim Seleksi calon anggota&lt;br /&gt;KPU.&lt;br /&gt;(2) Tim Seleksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1)&lt;br /&gt;membantu Presiden untuk menetapkan calon&lt;br /&gt;anggota KPU yang akan diajukan kepada Dewan&lt;br /&gt;Perwakilan Rakyat.&lt;br /&gt;(3) Tim Seleksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1)&lt;br /&gt;berjumlah 5 (lima) orang anggota yang berasal dari&lt;br /&gt;unsur akademisi, profesional, dan masyarakat yang&lt;br /&gt;memiliki integritas dan tidak menjadi anggota partai&lt;br /&gt;politik dalam kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir.&lt;br /&gt;(4) Anggota Tim Seleksi sebagaimana dimaksud pada&lt;br /&gt;ayat (3) berpendidikan paling rendah S-1 dan&lt;br /&gt;berusia paling rendah 35 (tiga puluh lima) tahun.&lt;br /&gt;(5) Anggota Tim Seleksi dilarang mencalonkan diri&lt;br /&gt;sebagai calon anggota KPU.&lt;br /&gt;(6) Komposisi . . .&lt;br /&gt;- 29 -&lt;br /&gt;(6) Komposisi Tim Seleksi terdiri atas seorang ketua&lt;br /&gt;merangkap anggota, seorang sekretaris merangkap&lt;br /&gt;anggota, dan anggota.&lt;br /&gt;(7) Pembentukan Tim Seleksi sebagaimana dimaksud&lt;br /&gt;pada ayat (1) ditetapkan dengan Keputusan Presiden&lt;br /&gt;dalam waktu paling lama 15 (lima belas) hari kerja&lt;br /&gt;terhitung sejak 5 (lima) bulan sebelum berakhirnya&lt;br /&gt;keanggotaan KPU.&lt;br /&gt;Pasal 13&lt;br /&gt;(1) Tim Seleksi melaksanakan tugasnya secara terbuka&lt;br /&gt;dengan melibatkan partisipasi masyarakat.&lt;br /&gt;(2) Dalam melaksanakan tugasnya, Tim Seleksi dapat&lt;br /&gt;dibantu oleh atau berkoordinasi dengan lembaga&lt;br /&gt;yang memiliki kompetensi pada bidang yang&lt;br /&gt;diperlukan.&lt;br /&gt;(3) Untuk memilih calon anggota KPU, Tim Seleksi&lt;br /&gt;melakukan tahapan kegiatan:&lt;br /&gt;a. mengumumkan pendaftaran calon anggota KPU&lt;br /&gt;sekurang-kurangnya pada 5 (lima) media massa&lt;br /&gt;cetak harian nasional selama 1 (satu) hari dan&lt;br /&gt;5 (lima) media massa elektronik nasional selama&lt;br /&gt;3 (tiga) hari berturut-turut;&lt;br /&gt;b. menerima pendaftaran dalam waktu paling&lt;br /&gt;lambat 7 (tujuh) hari kerja terhitung sejak&lt;br /&gt;pengumuman terakhir;&lt;br /&gt;c. melakukan penelitian administrasi bakal calon&lt;br /&gt;anggota KPU dalam waktu paling lambat 5 (lima)&lt;br /&gt;hari kerja;&lt;br /&gt;d. mengumumkan hasil penelitian administrasi&lt;br /&gt;bakal calon anggota KPU dalam waktu paling&lt;br /&gt;lambat 3 (tiga) hari kerja;&lt;br /&gt;e. melakukan seleksi tertulis dalam waktu paling&lt;br /&gt;lambat 5 (lima) hari kerja terhitung sejak&lt;br /&gt;pengumuman hasil penelitian sebagaimana&lt;br /&gt;dimaksud pada huruf d;&lt;br /&gt;f. mengumumkan nama daftar bakal calon anggota&lt;br /&gt;KPU yang lulus seleksi tertulis sekurangkurangnya&lt;br /&gt;. . .&lt;br /&gt;- 30 -&lt;br /&gt;kurangnya pada 5 (lima) media massa cetak&lt;br /&gt;harian nasional selama 1 (satu) hari dan 5 (lima)&lt;br /&gt;media massa elektronik nasional selama 3 (tiga)&lt;br /&gt;hari berturut-turut untuk mendapatkan&lt;br /&gt;masukan dan tanggapan masyarakat dalam&lt;br /&gt;waktu paling lambat 10 (sepuluh) hari kerja;&lt;br /&gt;g. melakukan wawancara dengan bakal calon&lt;br /&gt;anggota KPU, termasuk mengklarifikasi&lt;br /&gt;tanggapan dan masukan masyarakat dalam&lt;br /&gt;waktu paling lambat 10 (sepuluh) hari kerja; dan&lt;br /&gt;h. menyampaikan 21 (dua puluh satu) nama bakal&lt;br /&gt;calon anggota KPU kepada Presiden paling&lt;br /&gt;lambat 2 (dua) hari kerja terhitung sejak Tim&lt;br /&gt;Seleksi memutuskan nama bakal calon.&lt;br /&gt;Pasal 14&lt;br /&gt;(1) Presiden menetapkan 21 (dua puluh satu) nama&lt;br /&gt;calon atau 3 (tiga) kali jumlah anggota KPU untuk&lt;br /&gt;selanjutnya diajukan kepada Dewan Perwakilan&lt;br /&gt;Rakyat.&lt;br /&gt;(2) Penyampaian nama calon yang sudah ditetapkan&lt;br /&gt;sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disusun&lt;br /&gt;berdasarkan abjad disertai salinan berkas&lt;br /&gt;administrasi tiap-tiap bakal calon anggota KPU&lt;br /&gt;paling lambat 5 (lima) hari kerja terhitung sejak&lt;br /&gt;Presiden menerima nama bakal calon anggota KPU&lt;br /&gt;dari Tim Seleksi.&lt;br /&gt;Pasal 15&lt;br /&gt;(1) Proses pemilihan anggota KPU di Dewan Perwakilan&lt;br /&gt;Rakyat dilakukan dalam waktu paling lambat 20&lt;br /&gt;(dua puluh) hari kerja terhitung sejak diterimanya&lt;br /&gt;berkas calon anggota KPU dari Presiden.&lt;br /&gt;(2) Dewan Perwakilan Rakyat memilih dan menyusun&lt;br /&gt;urutan peringkat dari 21 (dua puluh satu) nama&lt;br /&gt;calon anggota KPU berdasarkan hasil uji kelayakan&lt;br /&gt;dan kepatutan sesuai dengan mekanisme yang&lt;br /&gt;berlaku.&lt;br /&gt;(3) Dewan . . .&lt;br /&gt;- 31 -&lt;br /&gt;(3) Dewan Perwakilan Rakyat menetapkan 7 (tujuh)&lt;br /&gt;peringkat teratas dari 21 (dua puluh satu) nama&lt;br /&gt;calon anggota KPU sebagaimana dimaksud pada&lt;br /&gt;ayat (1) sebagai anggota KPU terpilih.&lt;br /&gt;(4) Dewan Perwakilan Rakyat menyampaikan nama&lt;br /&gt;anggota KPU terpilih sebagaimana dimaksud pada&lt;br /&gt;ayat (3) kepada Presiden dalam waktu paling lambat&lt;br /&gt;2 (dua) hari kerja terhitung sejak calon anggota KPU&lt;br /&gt;ditetapkan.&lt;br /&gt;Pasal 16&lt;br /&gt;(1) Anggota KPU terpilih sebagaimana dimaksud dalam&lt;br /&gt;Pasal 15 ayat (3) disampaikan kepada Presiden&lt;br /&gt;untuk disahkan.&lt;br /&gt;(2) Pengesahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)&lt;br /&gt;ditetapkan dengan Keputusan Presiden paling&lt;br /&gt;lambat 5 (lima) hari kerja terhitung sejak&lt;br /&gt;diterimanya 7 (tujuh) nama yang ditetapkan Dewan&lt;br /&gt;Perwakilan Rakyat.&lt;br /&gt;Paragraf 2&lt;br /&gt;KPU Provinsi&lt;br /&gt;Pasal 17&lt;br /&gt;(1) KPU membentuk Tim Seleksi calon anggota KPU&lt;br /&gt;Provinsi pada setiap provinsi.&lt;br /&gt;(2) Tim Seleksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1)&lt;br /&gt;berjumlah 5 (lima) orang anggota yang berasal dari&lt;br /&gt;unsur akademisi, profesional, dan masyarakat yang&lt;br /&gt;memiliki integritas dan tidak menjadi anggota&lt;br /&gt;partai politik dalam kurun waktu 5 (lima) tahun&lt;br /&gt;terakhir.&lt;br /&gt;(3) Keanggotaan Tim Seleksi sebagaimana dimaksud&lt;br /&gt;pada ayat (2) terdiri atas 1 (satu) orang anggota&lt;br /&gt;yang diajukan oleh gubernur, 2 (dua) orang anggota&lt;br /&gt;yang diajukan oleh Dewan Perwakilan Rakyat&lt;br /&gt;Daerah Provinsi, dan 2 (dua) orang anggota yang&lt;br /&gt;diajukan oleh KPU.&lt;br /&gt;(4) Anggota . . .&lt;br /&gt;- 32 -&lt;br /&gt;(4) Anggota Tim Seleksi sebagaimana dimaksud pada&lt;br /&gt;ayat (2) berpendidikan paling rendah S-1 dan&lt;br /&gt;berusia paling rendah 30 (tiga puluh) tahun.&lt;br /&gt;(5) Anggota Tim Seleksi dilarang mencalonkan diri&lt;br /&gt;sebagai calon anggota KPU Provinsi.&lt;br /&gt;(6) Tim Seleksi terdiri atas seorang ketua merangkap&lt;br /&gt;anggota, seorang sekretaris merangkap anggota, dan&lt;br /&gt;anggota.&lt;br /&gt;(7) Pembentukan Tim Seleksi sebagaimana dimaksud&lt;br /&gt;pada ayat (1) ditetapkan dengan Keputusan KPU&lt;br /&gt;dalam waktu paling lama 15 (lima belas) hari kerja&lt;br /&gt;terhitung sejak 5 (lima) bulan sebelum berakhirnya&lt;br /&gt;keanggotaan KPU Provinsi.&lt;br /&gt;Pasal 18&lt;br /&gt;(1) KPU memberitahukan secara tertulis kepada&lt;br /&gt;gubernur dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah&lt;br /&gt;Provinsi mengenai pembentukan Tim Seleksi calon&lt;br /&gt;anggota KPU Provinsi sebagaimana dimaksud dalam&lt;br /&gt;Pasal 17 ayat (1).&lt;br /&gt;(2) Penetapan calon anggota Tim Seleksi oleh gubernur&lt;br /&gt;dilakukan dengan memperhatikan ketentuan dalam&lt;br /&gt;Pasal 17 ayat (2), ayat (3), dan ayat (4) paling lambat&lt;br /&gt;15 (lima belas) hari kerja terhitung sejak&lt;br /&gt;diterimanya surat pemberitahuan dari KPU.&lt;br /&gt;(3) Penetapan calon anggota Tim Seleksi oleh Dewan&lt;br /&gt;Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi dilakukan&lt;br /&gt;melalui rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat&lt;br /&gt;Daerah Provinsi dengan memperhatikan ketentuan&lt;br /&gt;Pasal 17 ayat (2), ayat (3), dan ayat (4) paling lambat&lt;br /&gt;15 (lima belas) hari kerja terhitung sejak&lt;br /&gt;diterimanya surat pemberitahuan dari KPU.&lt;br /&gt;(4) Penetapan calon anggota Tim Seleksi oleh KPU&lt;br /&gt;dilakukan melalui rapat pleno KPU dengan&lt;br /&gt;memperhatikan ketentuan Pasal 17 ayat (2), ayat (3),&lt;br /&gt;dan ayat (4).&lt;br /&gt;(5) Apabila dalam jangka waktu 15 (lima belas) hari&lt;br /&gt;kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat&lt;br /&gt;(3) gubernur dan/atau Dewan Perwakilan Rakyat&lt;br /&gt;Daerah . . .&lt;br /&gt;- 33 -&lt;br /&gt;Daerah Provinsi belum mengajukan nama anggota&lt;br /&gt;Tim Seleksi, KPU berwenang menetapkan nama&lt;br /&gt;untuk mengisi dan melengkapi keanggotaan Tim&lt;br /&gt;Seleksi.&lt;br /&gt;(6) Penetapan calon anggota Tim Seleksi oleh KPU&lt;br /&gt;sebagaimana dimaksud pada ayat (5) dilakukan&lt;br /&gt;melalui rapat pleno KPU.&lt;br /&gt;(7) Proses pemilihan dan penetapan anggota Tim&lt;br /&gt;Seleksi oleh KPU, gubernur, dan Dewan Perwakilan&lt;br /&gt;Rakyat Daerah Provinsi sebagaimana dimaksud&lt;br /&gt;pada ayat (2), ayat (3), ayat (4), dan ayat (5)&lt;br /&gt;dilakukan secara terbuka.&lt;br /&gt;Pasal 19&lt;br /&gt;(1) Tim Seleksi melaksanakan tugasnya secara terbuka&lt;br /&gt;dengan melibatkan partisipasi masyarakat.&lt;br /&gt;(2) Dalam melaksanakan tugasnya, Tim Seleksi dapat&lt;br /&gt;dibantu oleh atau berkoordinasi dengan lembaga&lt;br /&gt;yang memiliki kompetensi pada bidang yang&lt;br /&gt;diperlukan.&lt;br /&gt;(3) Untuk memilih calon anggota KPU Provinsi, Tim&lt;br /&gt;Seleksi melakukan tahapan kegiatan:&lt;br /&gt;a. mengumumkan pendaftaran calon anggota KPU&lt;br /&gt;Provinsi sekurang-kurangnya pada 2 (dua) media&lt;br /&gt;massa cetak harian lokal untuk 1 (satu) kali&lt;br /&gt;terbit dan 1 (satu) media massa elektronik lokal&lt;br /&gt;selama 3 (tiga) hari berturut-turut;&lt;br /&gt;b. menerima pendaftaran dalam waktu paling&lt;br /&gt;lambat 7 (tujuh) hari kerja terhitung sejak&lt;br /&gt;pengumuman terakhir;&lt;br /&gt;c. melakukan penelitian administrasi bakal calon&lt;br /&gt;anggota KPU Provinsi dalam waktu paling lambat&lt;br /&gt;5 (lima) hari kerja;&lt;br /&gt;d. mengumumkan hasil penelitian administrasi&lt;br /&gt;bakal calon anggota KPU Provinsi dalam waktu&lt;br /&gt;paling lambat 3 (tiga) hari kerja;&lt;br /&gt;e. melakukan seleksi tertulis dalam waktu paling&lt;br /&gt;lambat 5 (lima) hari kerja terhitung sejak&lt;br /&gt;pengumuman . . .&lt;br /&gt;- 34 -&lt;br /&gt;pengumuman hasil penelitian sebagaimana&lt;br /&gt;dimaksud pada huruf d;&lt;br /&gt;f. mengumumkan nama daftar bakal calon anggota&lt;br /&gt;KPU Provinsi yang lulus seleksi tertulis&lt;br /&gt;sekurang-kurangnya pada 2 (dua) media massa&lt;br /&gt;cetak harian lokal selama 1 (satu) hari dan 1&lt;br /&gt;(satu) media massa elektronik lokal selama 3&lt;br /&gt;(tiga) hari berturut-turut untuk mendapatkan&lt;br /&gt;masukan dan tanggapan dari masyarakat dalam&lt;br /&gt;waktu paling lambat 7 (tujuh) hari kerja; dan&lt;br /&gt;g. melakukan wawancara dengan bakal calon&lt;br /&gt;anggota KPU Provinsi, termasuk mengklarifikasi&lt;br /&gt;tanggapan dan masukan dari masyarakat dalam&lt;br /&gt;waktu paling lambat 5 (lima) hari kerja.&lt;br /&gt;Pasal 20&lt;br /&gt;(1) Tim Seleksi mengajukan 10 (sepuluh) nama calon&lt;br /&gt;anggota KPU Provinsi hasil seleksi kepada KPU.&lt;br /&gt;(2) Pengajuan nama calon sebagaimana dimaksud pada&lt;br /&gt;ayat (1) disusun berdasarkan abjad disertai salinan&lt;br /&gt;berkas administrasi tiap-tiap bakal calon anggota&lt;br /&gt;KPU Provinsi dalam waktu paling lambat 3 (tiga) hari&lt;br /&gt;kerja terhitung sejak Tim Seleksi memutuskan 10&lt;br /&gt;(sepuluh) nama calon anggota KPU Provinsi.&lt;br /&gt;Pasal 21&lt;br /&gt;(1) KPU melakukan uji kelayakan dan kepatutan&lt;br /&gt;terhadap calon anggota KPU Provinsi sebagaimana&lt;br /&gt;dimaksud dalam Pasal 20.&lt;br /&gt;(2) KPU menyusun peringkat nama calon anggota KPU&lt;br /&gt;Provinsi berdasarkan hasil uji kelayakan dan&lt;br /&gt;kepatutan sebagaimana dimaksud pada ayat (1).&lt;br /&gt;(3) KPU menetapkan 5 (lima) peringkat teratas dari 10&lt;br /&gt;(sepuluh) nama calon anggota KPU Provinsi&lt;br /&gt;sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sebagai&lt;br /&gt;anggota KPU Provinsi terpilih.&lt;br /&gt;(4) Anggota . . .&lt;br /&gt;- 35 -&lt;br /&gt;(4) Anggota KPU Provinsi terpilih sebagaimana&lt;br /&gt;dimaksud pada ayat (3) ditetapkan dengan&lt;br /&gt;Keputusan KPU.&lt;br /&gt;(5) Proses pemilihan dan penetapan anggota KPU&lt;br /&gt;Provinsi dilakukan oleh KPU dalam waktu paling&lt;br /&gt;lama 60 (enam puluh) hari kerja.&lt;br /&gt;Paragraf 3&lt;br /&gt;KPU Kabupaten/Kota&lt;br /&gt;Pasal 22&lt;br /&gt;(1) KPU Provinsi membentuk Tim Seleksi calon anggota&lt;br /&gt;KPU Kabupaten/Kota pada setiap kabupaten/kota.&lt;br /&gt;(2) Tim Seleksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1)&lt;br /&gt;berjumlah 5 (lima) orang anggota yang berasal dari&lt;br /&gt;unsur akademisi, profesional, dan masyarakat yang&lt;br /&gt;memiliki integritas dan tidak menjadi anggota partai&lt;br /&gt;politik dalam kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir.&lt;br /&gt;(3) Keanggotaan Tim Seleksi sebagaimana dimaksud&lt;br /&gt;pada ayat (2) terdiri atas 1 (satu) orang anggota yang&lt;br /&gt;diajukan oleh bupati/walikota, 2 (dua) orang&lt;br /&gt;anggota yang diajukan oleh Dewan Perwakilan&lt;br /&gt;Rakyat Daerah Kabupaten/Kota, dan 2 (dua) orang&lt;br /&gt;anggota yang diajukan oleh KPU Provinsi.&lt;br /&gt;(4) Anggota Tim Seleksi sebagaimana dimaksud pada&lt;br /&gt;ayat (2) berpendidikan paling rendah S-1 dan&lt;br /&gt;berusia paling rendah 30 (tiga puluh) tahun.&lt;br /&gt;(5) Anggota Tim Seleksi dilarang mencalonkan diri&lt;br /&gt;sebagai calon anggota KPU Kabupaten/Kota.&lt;br /&gt;(6) Tim Seleksi terdiri atas seorang ketua merangkap&lt;br /&gt;anggota, seorang sekretaris merangkap anggota, dan&lt;br /&gt;anggota.&lt;br /&gt;(7) Pembentukan Tim Seleksi sebagaimana dimaksud&lt;br /&gt;pada ayat (1) ditetapkan dengan Keputusan KPU&lt;br /&gt;Provinsi dalam waktu paling lama 15 (lima belas)&lt;br /&gt;hari kerja terhitung sejak 5 (lima) bulan sebelum&lt;br /&gt;berakhirnya keanggotaan KPU Kabupaten/Kota.&lt;br /&gt;Pasal 23 . . .&lt;br /&gt;- 36 -&lt;br /&gt;Pasal 23&lt;br /&gt;(1) KPU Provinsi memberitahukan secara tertulis&lt;br /&gt;kepada bupati/walikota dan Dewan Perwakilan&lt;br /&gt;Rakyat Daerah Kabupaten/Kota mengenai&lt;br /&gt;pembentukan Tim Seleksi calon anggota KPU&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota sebagaimana dimaksud dalam&lt;br /&gt;Pasal 22 ayat (1).&lt;br /&gt;(2) Penetapan calon anggota Tim Seleksi oleh&lt;br /&gt;bupati/walikota dilakukan dengan memperhatikan&lt;br /&gt;ketentuan dalam Pasal 22 ayat (2), ayat (3), dan ayat&lt;br /&gt;(4) dalam waktu paling lambat 15 (lima belas) hari&lt;br /&gt;kerja terhitung sejak diterimanya surat&lt;br /&gt;pemberitahuan dari KPU Provinsi.&lt;br /&gt;(3) Penetapan calon anggota Tim Seleksi oleh Dewan&lt;br /&gt;Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota&lt;br /&gt;dilakukan melalui rapat paripurna Dewan&lt;br /&gt;Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota dengan&lt;br /&gt;memperhatikan ketentuan Pasal 22 ayat (2), ayat (3),&lt;br /&gt;dan ayat (4) dalam waktu paling lambat 15 (lima&lt;br /&gt;belas) hari kerja terhitung sejak diterimanya surat&lt;br /&gt;pemberitahuan dari KPU Provinsi.&lt;br /&gt;(4) Penetapan calon anggota Tim Seleksi oleh KPU&lt;br /&gt;Provinsi dilakukan melalui rapat pleno KPU Provinsi&lt;br /&gt;dengan memperhatikan ketentuan Pasal 22 ayat (2),&lt;br /&gt;ayat (3), dan ayat (4).&lt;br /&gt;(5) Apabila dalam jangka waktu 15 (lima belas) hari&lt;br /&gt;kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat&lt;br /&gt;(3) bupati/walikota dan/atau Dewan Perwakilan&lt;br /&gt;Rakyat Daerah Kabupaten/Kota belum mengajukan&lt;br /&gt;nama anggota Tim Seleksi, KPU Provinsi berwenang&lt;br /&gt;menetapkan nama untuk mengisi dan melengkapi&lt;br /&gt;keanggotaan Tim Seleksi.&lt;br /&gt;(6) Penetapan calon anggota Tim Seleksi oleh KPU&lt;br /&gt;Provinsi sebagaimana dimaksud pada ayat (5)&lt;br /&gt;dilakukan melalui rapat pleno KPU Provinsi.&lt;br /&gt;(7) Proses pemilihan dan penetapan anggota Tim&lt;br /&gt;Seleksi oleh KPU Provinsi, bupati/walikota, dan&lt;br /&gt;Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota&lt;br /&gt;sebagaimana dimaksud pada ayat (2), ayat (3), ayat&lt;br /&gt;(4), dan ayat (5) dilakukan secara terbuka.&lt;br /&gt;Pasal 24 . . .&lt;br /&gt;- 37 -&lt;br /&gt;Pasal 24&lt;br /&gt;(1) Tim Seleksi melaksanakan tugasnya secara terbuka&lt;br /&gt;dengan melibatkan partisipasi masyarakat.&lt;br /&gt;(2) Dalam melaksanakan tugasnya, Tim Seleksi dapat&lt;br /&gt;dibantu oleh atau berkoordinasi dengan lembaga&lt;br /&gt;yang memiliki kompetensi pada bidang yang&lt;br /&gt;diperlukan.&lt;br /&gt;(3) Untuk memilih calon anggota KPU Kabupaten/Kota,&lt;br /&gt;Tim Seleksi melakukan tahapan kegiatan:&lt;br /&gt;a. mengumumkan pendaftaran calon anggota KPU&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota dalam kurun waktu 3 (tiga) hari&lt;br /&gt;melalui 2 (dua) media massa cetak harian lokal&lt;br /&gt;untuk 1 (satu) kali terbit dan 1 (satu) media&lt;br /&gt;massa elektronik lokal selama 3 (tiga) hari&lt;br /&gt;berturut-turut;&lt;br /&gt;b. menerima pendaftaran dalam waktu paling&lt;br /&gt;lambat 7 (tujuh) hari kerja terhitung sejak&lt;br /&gt;pengumuman terakhir;&lt;br /&gt;c. melakukan penelitian administrasi bakal calon&lt;br /&gt;anggota KPU Kabupaten/Kota dalam waktu&lt;br /&gt;paling lambat 5 (lima) hari kerja;&lt;br /&gt;d. mengumumkan hasil penelitian administrasi&lt;br /&gt;bakal calon anggota KPU Kabupaten/Kota dalam&lt;br /&gt;waktu paling lambat 3 (tiga) hari kerja;&lt;br /&gt;e. melakukan seleksi tertulis dalam waktu paling&lt;br /&gt;lambat 5 (lima) hari kerja terhitung sejak&lt;br /&gt;pengumuman hasil penelitian sebagaimana&lt;br /&gt;dimaksud pada huruf d;&lt;br /&gt;f. mengumumkan nama daftar bakal calon anggota&lt;br /&gt;KPU Kabupaten/Kota yang lulus seleksi tertulis&lt;br /&gt;pada 2 (dua) media massa cetak harian lokal&lt;br /&gt;selama 1 (satu) hari dan media massa elektronik&lt;br /&gt;lokal selama 3 (tiga) hari berturut-turut untuk&lt;br /&gt;mendapatkan masukan dan tanggapan dari&lt;br /&gt;masyarakat dalam waktu paling lambat 7 (tujuh)&lt;br /&gt;hari kerja; dan&lt;br /&gt;g. melakukan wawancara dengan bakal calon&lt;br /&gt;anggota KPU Kabupaten/Kota, termasuk&lt;br /&gt;mengklarifikasi tanggapan dan masukan dari&lt;br /&gt;masyarakat . . .&lt;br /&gt;- 38 -&lt;br /&gt;masyarakat dalam waktu paling lambat 5 (lima)&lt;br /&gt;hari kerja.&lt;br /&gt;Pasal 25&lt;br /&gt;(1) Tim Seleksi mengajukan 10 (sepuluh) nama calon&lt;br /&gt;anggota KPU Kabupaten/Kota hasil seleksi kepada&lt;br /&gt;KPU Provinsi.&lt;br /&gt;(2) Pengajuan nama calon sebagaimana dimaksud pada&lt;br /&gt;ayat (1) disusun berdasarkan abjad disertai salinan&lt;br /&gt;berkas administrasi tiap-tiap bakal calon anggota&lt;br /&gt;KPU Kabupaten/Kota dalam waktu paling lambat&lt;br /&gt;3 (tiga) hari kerja terhitung sejak Tim Seleksi&lt;br /&gt;memutuskan 10 (sepuluh) nama calon anggota KPU&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota.&lt;br /&gt;Pasal 26&lt;br /&gt;(1) KPU Provinsi melakukan uji kelayakan dan&lt;br /&gt;kepatutan terhadap calon anggota KPU&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota sebagaimana dimaksud dalam&lt;br /&gt;Pasal 25.&lt;br /&gt;(2) KPU Provinsi menyusun peringkat calon anggota&lt;br /&gt;KPU Kabupaten/Kota berdasarkan hasil uji&lt;br /&gt;kelayakan dan kepatutan sebagaimana dimaksud&lt;br /&gt;pada ayat (1).&lt;br /&gt;(3) KPU Provinsi menetapkan 5 (lima) peringkat teratas&lt;br /&gt;dari 10 (sepuluh) nama calon sebagai anggota KPU&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota.&lt;br /&gt;(4) Anggota KPU Kabupaten/Kota terpilih sebagaimana&lt;br /&gt;dimaksud pada ayat (3) ditetapkan dengan&lt;br /&gt;keputusan KPU Provinsi.&lt;br /&gt;(5) Proses pemilihan dan penetapan anggota KPU&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota di KPU Provinsi dilakukan dalam&lt;br /&gt;waktu paling lama 30 (tiga puluh) hari kerja.&lt;br /&gt;Pasal 27&lt;br /&gt;(1) Pelantikan anggota KPU dilakukan oleh Presiden.&lt;br /&gt;(2) Pelantikan . . .&lt;br /&gt;- 39 -&lt;br /&gt;(2) Pelantikan anggota KPU Provinsi dilakukan oleh&lt;br /&gt;KPU dan pelantikan anggota KPU Kabupaten/Kota&lt;br /&gt;dilakukan oleh KPU Provinsi.&lt;br /&gt;Paragraf 4&lt;br /&gt;Sumpah/Janji&lt;br /&gt;Pasal 28&lt;br /&gt;(1) Sebelum menjalankan tugas, anggota KPU, KPU&lt;br /&gt;Provinsi, dan KPU Kabupaten/Kota mengucapkan&lt;br /&gt;sumpah/janji.&lt;br /&gt;(2) Sumpah/janji anggota KPU, KPU Provinsi, KPU&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota sebagai berikut:&lt;br /&gt;“Demi Allah (Tuhan), saya bersumpah/berjanji:&lt;br /&gt;Bahwa saya akan memenuhi tugas dan kewajiban&lt;br /&gt;saya sebagai anggota KPU/KPU Provinsi/KPU&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota dengan sebaik-baiknya sesuai&lt;br /&gt;dengan peraturan perundang-undangan dengan&lt;br /&gt;berpedoman pada Pancasila dan Undang-Undang&lt;br /&gt;Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.&lt;br /&gt;Bahwa saya dalam menjalankan tugas dan&lt;br /&gt;wewenang akan bekerja dengan sungguh-sungguh,&lt;br /&gt;jujur, adil, dan cermat demi suksesnya Pemilu&lt;br /&gt;Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan&lt;br /&gt;Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat&lt;br /&gt;Daerah/Pemilu Presiden dan Wakil Presiden/Pemilu&lt;br /&gt;Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, tegaknya&lt;br /&gt;demokrasi dan keadilan, serta mengutamakan&lt;br /&gt;kepentingan Negara Kesatuan Republik Indonesia&lt;br /&gt;daripada kepentingan pribadi atau golongan.”&lt;br /&gt;Paragraf 5&lt;br /&gt;Pemberhentian&lt;br /&gt;Pasal 29&lt;br /&gt;(1) Anggota KPU, KPU Provinsi, dan KPU&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota berhenti antarwaktu karena:&lt;br /&gt;a. meninggal dunia;&lt;br /&gt;b. mengundurkan diri; atau&lt;br /&gt;c. diberhentikan . . .&lt;br /&gt;- 40 -&lt;br /&gt;c. diberhentikan.&lt;br /&gt;(2) Diberhentikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)&lt;br /&gt;huruf c apabila:&lt;br /&gt;a. tidak lagi memenuhi syarat sebagai anggota KPU,&lt;br /&gt;KPU Provinsi, dan KPU Kabupaten/Kota;&lt;br /&gt;b. melanggar sumpah/janji jabatan dan/atau kode&lt;br /&gt;etik;&lt;br /&gt;c. tidak dapat melaksanakan tugas secara&lt;br /&gt;berkelanjutan secara berturut-turut selama&lt;br /&gt;3 (tiga) bulan atau berhalangan tetap.&lt;br /&gt;d. dijatuhi pidana penjara berdasarkan putusan&lt;br /&gt;pengadilan yang telah memperoleh kekuatan&lt;br /&gt;hukum tetap karena melakukan tindak pidana&lt;br /&gt;yang diancam dengan pidana penjara 5 (lima)&lt;br /&gt;tahun atau lebih;&lt;br /&gt;e. dijatuhi pidana berdasarkan putusan pengadilan&lt;br /&gt;yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap&lt;br /&gt;karena melakukan tindak pidana Pemilu.&lt;br /&gt;f. tidak menghadiri rapat pleno yang menjadi tugas&lt;br /&gt;dan kewajibannya selama 3 (tiga) kali berturutturut&lt;br /&gt;tanpa alasan yang jelas; atau&lt;br /&gt;g. melakukan perbuatan yang terbukti menghambat&lt;br /&gt;KPU, KPU Provinsi, dan KPU Kabupaten/Kota&lt;br /&gt;dalam mengambil keputusan dan penetapan&lt;br /&gt;sebagaimana ketentuan peraturan perundangundangan.&lt;br /&gt;(3) Pemberhentian anggota yang telah memenuhi&lt;br /&gt;ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan&lt;br /&gt;ayat (2) dilakukan dengan ketentuan:&lt;br /&gt;a. anggota KPU oleh Presiden;&lt;br /&gt;b. anggota KPU Provinsi oleh KPU; dan&lt;br /&gt;c. anggota KPU Kabupaten/Kota oleh KPU Provinsi.&lt;br /&gt;(4) Penggantian anggota KPU, KPU Provinsi, atau KPU&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota yang berhenti sebagaimana&lt;br /&gt;dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan&lt;br /&gt;ketentuan:&lt;br /&gt;a. anggota . . .&lt;br /&gt;- 41 -&lt;br /&gt;a. anggota KPU digantikan oleh calon anggota KPU&lt;br /&gt;urutan peringkat berikutnya dari hasil pemilihan&lt;br /&gt;yang dilakukan oleh Dewan Perwakilan Rakyat;&lt;br /&gt;b. anggota KPU Provinsi digantikan oleh calon&lt;br /&gt;anggota KPU Provinsi urutan peringkat&lt;br /&gt;berikutnya dari hasil pemilihan yang dilakukan&lt;br /&gt;oleh KPU; dan&lt;br /&gt;c. anggota KPU Kabupaten/Kota digantikan oleh&lt;br /&gt;calon anggota KPU Kabupaten/Kota urutan&lt;br /&gt;peringkat berikutnya dari hasil pemilihan yang&lt;br /&gt;dilakukan oleh KPU Provinsi.&lt;br /&gt;Pasal 30&lt;br /&gt;(1) Pemberhentian anggota KPU, KPU Provinsi, dan KPU&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota yang telah memenuhi ketentuan&lt;br /&gt;sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 ayat (2)&lt;br /&gt;huruf a, huruf b, huruf c, huruf f, dan huruf g&lt;br /&gt;didahului dengan verifikasi oleh Dewan Kehormatan&lt;br /&gt;atas rekomendasi Bawaslu atau pengaduan&lt;br /&gt;masyarakat dengan identitas yang jelas.&lt;br /&gt;(2) Dalam proses pemberhentian sebagaimana&lt;br /&gt;dimaksud pada ayat (1), anggota KPU, KPU Provinsi,&lt;br /&gt;dan KPU Kabupaten/Kota harus diberi kesempatan&lt;br /&gt;untuk membela diri di hadapan Dewan Kehormatan.&lt;br /&gt;(3) Dalam hal rapat pleno KPU memutuskan&lt;br /&gt;pemberhentian anggota sebagaimana dimaksud&lt;br /&gt;pada ayat (1) sesuai dengan rekomendasi Dewan&lt;br /&gt;Kehormatan, anggota yang bersangkutan&lt;br /&gt;diberhentikan sementara sebagai anggota KPU, KPU&lt;br /&gt;Provinsi, atau KPU Kabupaten/Kota sampai dengan&lt;br /&gt;diterbitkannya keputusan pemberhentian.&lt;br /&gt;(4) Tata cara pengaduan sebagaimana dimaksud pada&lt;br /&gt;ayat (1), pembelaan sebagaimana dimaksud pada&lt;br /&gt;ayat (2), dan pengambilan keputusan dalam&lt;br /&gt;pembuatan rekomendasi sebagaimana dimaksud&lt;br /&gt;pada ayat (3) oleh Dewan Kehormatan diatur lebih&lt;br /&gt;lanjut dengan Peraturan KPU.&lt;br /&gt;(5) Peraturan KPU sebagaimana dimaksud pada ayat (4)&lt;br /&gt;harus dibentuk paling lambat 6 (enam) bulan&lt;br /&gt;terhitung sejak anggota KPU dilantik.&lt;br /&gt;Pasal 31 . . .&lt;br /&gt;- 42 -&lt;br /&gt;Pasal 31&lt;br /&gt;(1) Anggota KPU, KPU Provinsi, dan KPU&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota diberhentikan sementara karena:&lt;br /&gt;a. menjadi terdakwa dalam perkara tindak pidana&lt;br /&gt;yang diancam dengan pidana penjara 5 (lima)&lt;br /&gt;tahun atau lebih;&lt;br /&gt;b. menjadi terdakwa dalam perkara tindak pidana&lt;br /&gt;Pemilu; atau&lt;br /&gt;c. memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud&lt;br /&gt;dalam Pasal 30 ayat (3).&lt;br /&gt;(2) Dalam hal anggota KPU, KPU Provinsi, atau KPU&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota dinyatakan terbukti bersalah&lt;br /&gt;karena melakukan tindak pidana sebagaimana&lt;br /&gt;dimaksud pada ayat (1) huruf a dan huruf b&lt;br /&gt;berdasarkan putusan pengadilan yang telah&lt;br /&gt;memperoleh kekuatan hukum tetap, anggota yang&lt;br /&gt;bersangkutan diberhentikan sebagai anggota KPU,&lt;br /&gt;KPU Provinsi, atau KPU Kabupaten/Kota.&lt;br /&gt;(3) Dalam hal anggota KPU, KPU Provinsi, atau KPU&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota dinyatakan tidak terbukti&lt;br /&gt;melakukan tindak pidana sebagaimana dimaksud&lt;br /&gt;pada ayat (1) huruf a dan huruf b berdasarkan&lt;br /&gt;putusan pengadilan yang telah memperoleh&lt;br /&gt;kekuatan hukum tetap, anggota yang bersangkutan&lt;br /&gt;harus diaktifkan kembali.&lt;br /&gt;(4) Dalam hal surat keputusan pengaktifan kembali&lt;br /&gt;sebagaimana dimaksud pada ayat (3) tidak&lt;br /&gt;diterbitkan dalam waktu paling lama 30 (tiga puluh)&lt;br /&gt;hari, dengan sendirinya anggota KPU, KPU Provinsi,&lt;br /&gt;atau KPU Kabupaten/Kota dinyatakan aktif kembali.&lt;br /&gt;(5) Dalam hal anggota KPU, KPU Provinsi, atau KPU&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota yang dinyatakan tidak terbukti&lt;br /&gt;bersalah sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dan&lt;br /&gt;ayat (4), dilakukan rehabilitasi nama anggota KPU,&lt;br /&gt;KPU Provinsi, atau KPU Kabupaten/Kota yang&lt;br /&gt;bersangkutan.&lt;br /&gt;(6) Pemberhentian sementara sebagaimana dimaksud&lt;br /&gt;pada ayat (1) huruf c paling lama 60 (enam puluh)&lt;br /&gt;hari kerja dan dapat diperpanjang paling lama&lt;br /&gt;30 (tiga puluh) hari kerja.&lt;br /&gt;(7) Dalam . . .&lt;br /&gt;- 43 -&lt;br /&gt;(7) Dalam hal perpanjangan waktu sebagaimana&lt;br /&gt;dimaksud pada ayat (8) telah berakhir dan tanpa&lt;br /&gt;pemberhentian tetap, yang bersangkutan&lt;br /&gt;dinyatakan dengan Undang-Undang ini aktif&lt;br /&gt;kembali.&lt;br /&gt;Bagian Keenam&lt;br /&gt;Mekanisme Pengambilan Keputusan&lt;br /&gt;Pasal 32&lt;br /&gt;Pengambilan keputusan KPU, KPU Provinsi, dan KPU&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota dilakukan dalam rapat pleno.&lt;br /&gt;Pasal 33&lt;br /&gt;(1) Jenis rapat pleno sebagaimana dimaksud dalam&lt;br /&gt;Pasal 32 adalah:&lt;br /&gt;a. rapat pleno tertutup; dan&lt;br /&gt;b. rapat pleno terbuka.&lt;br /&gt;(2) Penetapan hasil Pemilu dan rekapitulasi&lt;br /&gt;penghitungan suara dilakukan oleh KPU, KPU&lt;br /&gt;Provinsi, dan KPU Kabupaten/Kota dalam rapat&lt;br /&gt;pleno terbuka.&lt;br /&gt;Pasal 34&lt;br /&gt;(1) Rapat pleno KPU sah apabila dihadiri oleh sekurangkurangnya&lt;br /&gt;5 (lima) orang anggota KPU yang&lt;br /&gt;dibuktikan dengan daftar hadir.&lt;br /&gt;(2) Keputusan rapat pleno KPU sah apabila disetujui&lt;br /&gt;oleh sekurang-kurangnya 4 (empat) orang anggota&lt;br /&gt;KPU yang hadir.&lt;br /&gt;(3) Dalam hal tidak tercapai persetujuan sebagaimana&lt;br /&gt;dimaksud pada ayat (2), keputusan rapat pleno KPU&lt;br /&gt;diambil berdasarkan suara terbanyak.&lt;br /&gt;Pasal 35 . . .&lt;br /&gt;- 44 -&lt;br /&gt;Pasal 35&lt;br /&gt;(1) Rapat pleno KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota&lt;br /&gt;sah apabila dihadiri oleh sekurang-kurangnya&lt;br /&gt;4 (empat) orang anggota KPU Provinsi dan KPU&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota yang dibuktikan dengan daftar&lt;br /&gt;hadir.&lt;br /&gt;(2) Keputusan rapat pleno KPU Provinsi dan KPU&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota sah apabila disetujui oleh&lt;br /&gt;sekurang-kurangnya 3 (tiga) orang anggota KPU&lt;br /&gt;Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota yang hadir.&lt;br /&gt;(3) Dalam hal tidak tercapai persetujuan sebagaimana&lt;br /&gt;dimaksud pada ayat (2), keputusan rapat pleno KPU&lt;br /&gt;Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota diambil&lt;br /&gt;berdasarkan suara terbanyak.&lt;br /&gt;Pasal 36&lt;br /&gt;(1) Dalam hal tidak tercapai kuorum, khusus rapat&lt;br /&gt;pleno KPU, KPU Provinsi, dan KPU Kabupaten/Kota&lt;br /&gt;untuk menetapkan hasil Pemilu ditunda selama&lt;br /&gt;3 (tiga) jam.&lt;br /&gt;(2) Dalam hal rapat pleno telah ditunda sebagaimana&lt;br /&gt;dimaksud pada ayat (1) dan tetap tidak tercapai&lt;br /&gt;kuorum, rapat pleno dilanjutkan tanpa&lt;br /&gt;memperhatikan kuorum.&lt;br /&gt;(3) Khusus rapat pleno KPU, KPU Provinsi, dan KPU&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota untuk menetapkan hasil Pemilu&lt;br /&gt;tidak dilakukan pemungutan suara.&lt;br /&gt;Pasal 37&lt;br /&gt;(1) Undangan dan agenda rapat pleno KPU, KPU&lt;br /&gt;Provinsi, dan KPU Kabupaten/Kota disampaikan&lt;br /&gt;paling lambat 3 (tiga) hari sebelumnya.&lt;br /&gt;(2) Rapat pleno dipimpin oleh Ketua KPU, Ketua KPU&lt;br /&gt;Provinsi, dan Ketua KPU Kabupaten/Kota.&lt;br /&gt;(3) Apabila ketua berhalangan, rapat pleno KPU, KPU&lt;br /&gt;Provinsi, dan KPU Kabupaten/Kota dipimpin oleh&lt;br /&gt;salah satu anggota yang dipilih secara aklamasi.&lt;br /&gt;(4) Sekretaris . . .&lt;br /&gt;- 45 -&lt;br /&gt;(4) Sekretaris Jenderal KPU, sekretaris KPU Provinsi,&lt;br /&gt;dan sekretaris KPU Kabupaten/Kota wajib&lt;br /&gt;memberikan dukungan teknis dan administratif&lt;br /&gt;dalam rapat pleno.&lt;br /&gt;Pasal 38&lt;br /&gt;(1) Ketua wajib menandatangani penetapan hasil&lt;br /&gt;Pemilu yang diputuskan dalam rapat pleno dalam&lt;br /&gt;waktu paling lama 3 (tiga) hari.&lt;br /&gt;(2) Dalam hal penetapan hasil Pemilu tidak&lt;br /&gt;ditandatangani ketua dalam waktu 3 (tiga) hari&lt;br /&gt;sebagaimana dimaksud pada ayat (1) salah satu&lt;br /&gt;anggota menandatangani penetapan hasil Pemilu.&lt;br /&gt;(3) Dalam hal tidak ada anggota KPU, KPU Provinsi, dan&lt;br /&gt;KPU Kabupaten/Kota menandatangani penetapan&lt;br /&gt;hasil Pemilu, dengan sendirinya hasil Pemilu&lt;br /&gt;dinyatakan sah dan berlaku.&lt;br /&gt;Bagian Ketujuh&lt;br /&gt;Pertanggungjawaban&lt;br /&gt;Pasal 39&lt;br /&gt;(1) Dalam menjalankan tugasnya, KPU:&lt;br /&gt;a. dalam hal keuangan bertanggung jawab sesuai&lt;br /&gt;dengan peraturan perundang-undangan;&lt;br /&gt;b. dalam hal penyelenggaraan seluruh tahapan&lt;br /&gt;Pemilu dan tugas lainnya memberikan laporan&lt;br /&gt;kepada Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden.&lt;br /&gt;(2) Laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)&lt;br /&gt;disampaikan secara periodik dalam setiap tahapan&lt;br /&gt;penyelenggaraan Pemilu sesuai dengan peraturan&lt;br /&gt;perundang-undangan.&lt;br /&gt;(3) Laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf&lt;br /&gt;b ditembuskan kepada Bawaslu.&lt;br /&gt;Pasal 40 . . .&lt;br /&gt;- 46 -&lt;br /&gt;Pasal 40&lt;br /&gt;(1) Dalam menjalankan tugasnya, KPU Provinsi&lt;br /&gt;bertanggung jawab kepada KPU.&lt;br /&gt;(2) KPU Provinsi menyampaikan laporan kinerja dan&lt;br /&gt;penyelenggaraan Pemilu secara periodik kepada&lt;br /&gt;KPU.&lt;br /&gt;(3) KPU Provinsi menyampaikan laporan kegiatan setiap&lt;br /&gt;tahapan penyelenggaraan Pemilu Kepala Daerah dan&lt;br /&gt;Wakil Kepala Daerah Provinsi kepada gubernur dan&lt;br /&gt;Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi.&lt;br /&gt;Pasal 41&lt;br /&gt;(1) Dalam menjalankan tugasnya, KPU Kabupaten/Kota&lt;br /&gt;bertanggung jawab kepada KPU Provinsi.&lt;br /&gt;(2) KPU Kabupaten/Kota menyampaikan laporan&lt;br /&gt;kinerja dan penyelenggaraan Pemilu secara periodik&lt;br /&gt;kepada KPU Provinsi.&lt;br /&gt;(3) KPU Kabupaten/Kota menyampaikan laporan&lt;br /&gt;kegiatan setiap tahapan penyelenggaraan Pemilu&lt;br /&gt;Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota kepada bupati/walikota dan&lt;br /&gt;Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota.&lt;br /&gt;Bagian Kedelapan&lt;br /&gt;Panitia Pemilihan&lt;br /&gt;Paragraf 1&lt;br /&gt;PPK&lt;br /&gt;Pasal 42&lt;br /&gt;(1) Untuk menyelenggarakan Pemilu di tingkat&lt;br /&gt;kecamatan, dibentuk PPK.&lt;br /&gt;(2) PPK berkedudukan di ibu kota kecamatan.&lt;br /&gt;(3) PPK dibentuk oleh KPU Kabupaten/Kota paling&lt;br /&gt;lambat 6 (enam) bulan sebelum penyelenggaraan&lt;br /&gt;Pemilu dan dibubarkan paling lambat 2 (dua) bulan&lt;br /&gt;setelah pemungutan suara.&lt;br /&gt;(4) Dalam . . .&lt;br /&gt;- 47 -&lt;br /&gt;(4) Dalam hal terjadi penghitungan dan pemungutan&lt;br /&gt;suara ulang, Pemilu susulan, dan Pemilu lanjutan,&lt;br /&gt;masa kerja PPK diperpanjang dan PPK dibubarkan&lt;br /&gt;paling lambat 2 (dua) bulan setelah pemungutan&lt;br /&gt;suara.&lt;br /&gt;Pasal 43&lt;br /&gt;(1) Anggota PPK sebanyak 5 (lima) orang berasal dari&lt;br /&gt;tokoh masyarakat yang memenuhi syarat&lt;br /&gt;berdasarkan Undang-Undang ini.&lt;br /&gt;(2) Anggota PPK diangkat dan diberhentikan oleh KPU&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota.&lt;br /&gt;(3) Komposisi keanggotaan PPK memperhatikan&lt;br /&gt;keterwakilan perempuan sekurang-kurangnya 30%&lt;br /&gt;(tiga puluh perseratus).&lt;br /&gt;(4) Dalam menjalankan tugasnya, PPK dibantu oleh&lt;br /&gt;sekretariat yang dipimpin oleh sekretaris dari&lt;br /&gt;pegawai negeri sipil yang memenuhi persyaratan.&lt;br /&gt;(5) PPK melalui KPU Kabupaten/Kota mengusulkan 3&lt;br /&gt;(tiga) nama calon sekretaris PPK kepada&lt;br /&gt;bupati/walikota untuk selanjutnya dipilih dan&lt;br /&gt;ditetapkan 1 (satu) nama sebagai sekretaris PPK&lt;br /&gt;dengan keputusan bupati/walikota.&lt;br /&gt;Pasal 44&lt;br /&gt;Tugas, wewenang, dan kewajiban PPK meliputi:&lt;br /&gt;a. membantu KPU, KPU Provinsi, dan KPU&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota dalam melakukan pemutakhiran&lt;br /&gt;data pemilih, daftar pemilih sementara, dan daftar&lt;br /&gt;pemilih tetap;&lt;br /&gt;b. membantu KPU Kabupaten/Kota dalam&lt;br /&gt;menyelenggarakan Pemilu;&lt;br /&gt;c. melaksanakan semua tahapan penyelenggaraan&lt;br /&gt;Pemilu di tingkat kecamatan yang telah ditetapkan&lt;br /&gt;oleh KPU, KPU Provinsi, dan KPU Kabupaten/Kota;&lt;br /&gt;d. menerima dan menyampaikan daftar pemilih kepada&lt;br /&gt;KPU Kabupaten/Kota;&lt;br /&gt;e. mengumpulkan . . .&lt;br /&gt;- 48 -&lt;br /&gt;e. mengumpulkan hasil penghitungan suara dari&lt;br /&gt;seluruh TPS di wilayah kerjanya;&lt;br /&gt;f. melakukan rekapitulasi hasil penghitungan suara&lt;br /&gt;sebagaimana dimaksud pada huruf e dalam rapat&lt;br /&gt;yang harus dihadiri oleh saksi peserta Pemilu;&lt;br /&gt;g. mengumumkan hasil rekapitulasi sebagaimana&lt;br /&gt;dimaksud pada huruf f;&lt;br /&gt;h. menyerahkan hasil rekapitulasi suara sebagaimana&lt;br /&gt;dimaksud pada huruf f kepada seluruh peserta&lt;br /&gt;Pemilu;&lt;br /&gt;i. membuat berita acara penghitungan suara serta&lt;br /&gt;membuat sertifikat penghitungan suara dan wajib&lt;br /&gt;menyerahkannya kepada saksi peserta Pemilu,&lt;br /&gt;Panwaslu Kecamatan, dan KPU Kabupaten/Kota;&lt;br /&gt;j. menindaklanjuti dengan segera temuan dan laporan&lt;br /&gt;yang disampaikan oleh Panwaslu Kecamatan;&lt;br /&gt;k. melakukan evaluasi dan membuat laporan setiap&lt;br /&gt;tahapan penyelenggaraan Pemilu di wilayah kerjanya;&lt;br /&gt;l. melaksanakan sosialisasi penyelenggaraan Pemilu&lt;br /&gt;dan/atau yang berkaitan dengan tugas dan wewenang&lt;br /&gt;PPK kepada masyarakat;&lt;br /&gt;m. melaksanakan tugas, wewenang, dan kewajiban lain&lt;br /&gt;yang diberikan oleh KPU, KPU Provinsi, KPU&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota sesuai dengan peraturan perundangundangan;&lt;br /&gt;n. melaksanakan tugas, wewenang, dan kewajiban lain&lt;br /&gt;yang diberikan oleh undang-undang.&lt;br /&gt;Paragraf 2&lt;br /&gt;PPS&lt;br /&gt;Pasal 45&lt;br /&gt;(1) Untuk menyelenggarakan Pemilu di desa/kelurahan,&lt;br /&gt;dibentuk PPS.&lt;br /&gt;(2) PPS berkedudukan di desa/kelurahan.&lt;br /&gt;(3) PPS dibentuk oleh KPU Kabupaten/Kota paling&lt;br /&gt;lambat 6 (enam) bulan sebelum penyelenggaraan&lt;br /&gt;Pemilu . . .&lt;br /&gt;- 49 -&lt;br /&gt;Pemilu dan dibubarkan paling lambat 2 (dua) bulan&lt;br /&gt;setelah hari pemungutan suara.&lt;br /&gt;(4) Dalam hal terjadi penghitungan dan pemungutan&lt;br /&gt;suara ulang, Pemilu susulan, dan Pemilu lanjutan,&lt;br /&gt;masa kerja PPS diperpanjang dan PPS dibubarkan&lt;br /&gt;paling lambat 2 (dua) bulan setelah pemungutan&lt;br /&gt;suara dimaksud.&lt;br /&gt;Pasal 46&lt;br /&gt;(1) Anggota PPS sebanyak 3 (tiga) orang berasal dari&lt;br /&gt;tokoh masyarakat yang memenuhi syarat&lt;br /&gt;berdasarkan Undang-Undang ini.&lt;br /&gt;(2) Anggota PPS diangkat oleh KPU Kabupaten/Kota&lt;br /&gt;atas usul bersama kepala desa/kelurahan dan&lt;br /&gt;badan permusyawaratan desa/dewan kelurahan.&lt;br /&gt;Pasal 47&lt;br /&gt;Tugas, wewenang, dan kewajiban PPS meliputi:&lt;br /&gt;a. membantu KPU, KPU Provinsi, KPU Kabupaten/Kota,&lt;br /&gt;dan PPK dalam melakukan pemutakhiran data&lt;br /&gt;pemilih, daftar pemilih sementara, daftar pemilih hasil&lt;br /&gt;perbaikan, dan daftar pemilih tetap;&lt;br /&gt;b. membentuk KPPS;&lt;br /&gt;c. mengangkat petugas pemutakhiran data pemilih;&lt;br /&gt;d. mengumumkan daftar pemilih;&lt;br /&gt;e. menerima masukan dari masyarakat tentang daftar&lt;br /&gt;pemilih sementara;&lt;br /&gt;f. melakukan perbaikan dan mengumumkan hasil&lt;br /&gt;perbaikan daftar pemilih sementara;&lt;br /&gt;g. menetapkan hasil perbaikan daftar pemilih sementara&lt;br /&gt;sebagaimana dimaksud pada huruf f untuk menjadi&lt;br /&gt;daftar pemilih tetap;&lt;br /&gt;h. mengumumkan daftar pemilih tetap sebagaimana&lt;br /&gt;dimaksud pada huruf g dan melaporkan kepada KPU&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota melalui PPK;&lt;br /&gt;i. menyampaikan daftar pemilih kepada PPK;&lt;br /&gt;j. melaksanakan . . .&lt;br /&gt;- 50 -&lt;br /&gt;j. melaksanakan semua tahapan penyelenggaraan&lt;br /&gt;Pemilu di tingkat desa/kelurahan yang telah&lt;br /&gt;ditetapkan oleh KPU, KPU Provinsi, KPU&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota, dan PPK;&lt;br /&gt;k. mengumumkan hasil penghitungan suara dari&lt;br /&gt;seluruh TPS di wilayah kerjanya;&lt;br /&gt;l. menjaga dan mengamankan keutuhan kotak suara&lt;br /&gt;setelah penghitungan suara dan setelah kotak suara&lt;br /&gt;disegel;&lt;br /&gt;m. meneruskan kotak suara dari setiap TPS kepada PPK&lt;br /&gt;pada hari yang sama setelah terkumpulnya kotak&lt;br /&gt;suara dari setiap TPS dan tidak memiliki kewenangan&lt;br /&gt;membuka kotak suara yang sudah disegel oleh KPPS;&lt;br /&gt;n. menindaklanjuti dengan segera temuan dan laporan&lt;br /&gt;yang disampaikan oleh Pengawas Pemilu Lapangan;&lt;br /&gt;o. melakukan evaluasi dan membuat laporan setiap&lt;br /&gt;tahapan penyelenggaraan Pemilu di wilayah kerjanya;&lt;br /&gt;p. melaksanakan sosialisasi penyelenggaraan Pemilu&lt;br /&gt;dan/atau yang berkaitan dengan tugas dan wewenang&lt;br /&gt;PPS kepada masyarakat;&lt;br /&gt;q. membantu PPK dalam menyelenggarakan Pemilu,&lt;br /&gt;kecuali dalam hal penghitungan suara;&lt;br /&gt;r. melaksanakan tugas, wewenang, dan kewajiban lain&lt;br /&gt;yang diberikan oleh KPU, KPU Provinsi, KPU&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota, dan PPK sesuai dengan peraturan&lt;br /&gt;perundang-undangan; dan&lt;br /&gt;s. melaksanakan tugas, wewenang, dan kewajiban lain&lt;br /&gt;yang diberikan oleh undang-undang.&lt;br /&gt;Paragraf 3&lt;br /&gt;KPPS&lt;br /&gt;Pasal 48&lt;br /&gt;(1) Anggota KPPS sebanyak 7 (tujuh) orang berasal dari&lt;br /&gt;anggota masyarakat di sekitar TPS yang memenuhi&lt;br /&gt;syarat berdasarkan Undang-Undang ini.&lt;br /&gt;(2) Anggota KPPS diangkat dan diberhentikan oleh PPS&lt;br /&gt;atas nama ketua KPU Kabupaten/Kota.&lt;br /&gt;(3) Pengangkatan . . .&lt;br /&gt;- 51 -&lt;br /&gt;(3) Pengangkatan dan pemberhentian anggota KPPS&lt;br /&gt;wajib dilaporkan kepada KPU Kabupaten/Kota.&lt;br /&gt;(4) Susunan keanggotaan KPPS terdiri atas seorang&lt;br /&gt;ketua merangkap anggota dan anggota.&lt;br /&gt;Pasal 49&lt;br /&gt;Tugas, wewenang, dan kewajiban KPPS meliputi:&lt;br /&gt;a. mengumumkan dan menempelkan daftar pemilih&lt;br /&gt;tetap di TPS;&lt;br /&gt;b. menyerahkan daftar pemilih tetap kepada saksi&lt;br /&gt;peserta Pemilu yang hadir dan Pengawas Pemilu&lt;br /&gt;Lapangan;&lt;br /&gt;c. melaksanakan pemungutan dan penghitungan suara&lt;br /&gt;di TPS;&lt;br /&gt;d. mengumumkan hasil penghitungan suara di TPS;&lt;br /&gt;e. menindaklanjuti dengan segera temuan dan laporan&lt;br /&gt;yang disampaikan oleh saksi, Pengawas Pemilu&lt;br /&gt;Lapangan, peserta Pemilu, dan masyarakat pada hari&lt;br /&gt;pemungutan suara;&lt;br /&gt;f. menjaga dan mengamankan keutuhan kotak suara&lt;br /&gt;setelah penghitungan suara dan setelah kotak suara&lt;br /&gt;disegel;&lt;br /&gt;g. membuat berita acara pemungutan dan penghitungan&lt;br /&gt;suara serta membuat sertifikat penghitungan suara&lt;br /&gt;dan wajib menyerahkannya kepada saksi peserta&lt;br /&gt;Pemilu, Pengawas Pemilu Lapangan, dan PPK melalui&lt;br /&gt;PPS;&lt;br /&gt;h. menyerahkan hasil penghitungan suara kepada PPS&lt;br /&gt;dan Pengawas Pemilu Lapangan;&lt;br /&gt;i. menyerahkan kotak suara tersegel yang berisi surat&lt;br /&gt;suara dan sertifikat hasil penghitungan suara kepada&lt;br /&gt;PPK melalui PPS pada hari yang sama;&lt;br /&gt;j. melaksanakan tugas, wewenang, dan kewajiban lain&lt;br /&gt;yang diberikan oleh KPU, KPU Provinsi, KPU&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota, PPK, dan PPS sesuai dengan&lt;br /&gt;peraturan perundang-undangan; dan&lt;br /&gt;k. melaksanakan . . .&lt;br /&gt;- 52 -&lt;br /&gt;k. melaksanakan tugas, wewenang, dan kewajiban lain&lt;br /&gt;yang diberikan oleh undang-undang.&lt;br /&gt;Paragraf 4&lt;br /&gt;PPLN&lt;br /&gt;Pasal 50&lt;br /&gt;(1) PPLN berkedudukan di kantor perwakilan Republik&lt;br /&gt;Indonesia.&lt;br /&gt;(2) Anggota PPLN berjumlah paling sedikit 3 (tiga) orang&lt;br /&gt;dan paling banyak 7 (tujuh) orang yang berasal dari&lt;br /&gt;wakil masyarakat Indonesia.&lt;br /&gt;(3) Anggota PPLN diangkat dan diberhentikan oleh KPU&lt;br /&gt;atas usul Kepala Perwakilan Republik Indonesia&lt;br /&gt;sesuai dengan wilayah kerjanya.&lt;br /&gt;(4) Susunan keanggotaan PPLN terdiri atas seorang&lt;br /&gt;ketua merangkap anggota dan anggota.&lt;br /&gt;Pasal 51&lt;br /&gt;Tugas, wewenang, dan kewajiban PPLN meliputi:&lt;br /&gt;a. membantu KPU dalam melakukan pemutakhiran&lt;br /&gt;data pemilih, daftar pemilih sementara, daftar pemilih&lt;br /&gt;hasil perbaikan, dan daftar pemilih tetap;&lt;br /&gt;b. membentuk KPPSLN;&lt;br /&gt;c. mengumumkan daftar pemilih sementara, melakukan&lt;br /&gt;perbaikan data pemilih atas dasar masukan dari&lt;br /&gt;masyarakat Indonesia di luar negeri, mengumumkan&lt;br /&gt;daftar pemilih hasil perbaikan, serta menetapkan&lt;br /&gt;daftar pemilih tetap;&lt;br /&gt;d. menyampaikan daftar pemilih warga negara Republik&lt;br /&gt;Indonesia kepada KPU;&lt;br /&gt;e. melaksanakan tahapan penyelenggaraan Pemilu yang&lt;br /&gt;telah ditetapkan oleh KPU;&lt;br /&gt;f. melakukan rekapitulasi hasil penghitungan suara&lt;br /&gt;dari seluruh TPSLN dalam wilayah kerjanya;&lt;br /&gt;g. mengumumkan hasil penghitungan suara dari&lt;br /&gt;seluruh TPSLN di wilayah kerjanya;&lt;br /&gt;h. menyerahkan . . .&lt;br /&gt;- 53 -&lt;br /&gt;h. menyerahkan berita acara dan sertifikat hasil&lt;br /&gt;penghitungan suara kepada KPU;&lt;br /&gt;i. menjaga dan mengamankan keutuhan kotak suara;&lt;br /&gt;j. melakukan evaluasi dan membuat laporan setiap&lt;br /&gt;tahapan penyelenggaraan Pemilu di wilayah kerjanya;&lt;br /&gt;k. melaksanakan sosialisasi penyelenggaraan Pemilu&lt;br /&gt;dan/atau yang berkaitan dengan tugas dan wewenang&lt;br /&gt;PPLN kepada masyarakat Indonesia di luar negeri;&lt;br /&gt;l. melaksanakan tugas, wewenang, dan kewajiban lain&lt;br /&gt;yang diberikan oleh KPU sesuai dengan peraturan&lt;br /&gt;perundang-undangan; dan&lt;br /&gt;m. melaksanakan tugas, wewenang, dan kewajiban lain&lt;br /&gt;yang diberikan oleh undang-undang.&lt;br /&gt;Paragraf 5&lt;br /&gt;KPPSLN&lt;br /&gt;Pasal 52&lt;br /&gt;(1) Anggota KPPSLN paling sedikit 3 (tiga) orang dan&lt;br /&gt;paling banyak 7 (tujuh) orang yang memenuhi&lt;br /&gt;syarat berdasarkan Undang-Undang ini.&lt;br /&gt;(2) Anggota KPPSLN diangkat dan diberhentikan oleh&lt;br /&gt;ketua PPLN atas nama ketua KPU.&lt;br /&gt;(3) Pengangkatan dan pemberhentian anggota KPPSLN&lt;br /&gt;wajib dilaporkan kepada KPU.&lt;br /&gt;(4) Susunan keanggotaan KPPSLN terdiri atas seorang&lt;br /&gt;ketua merangkap anggota dan anggota.&lt;br /&gt;Pasal 53&lt;br /&gt;Tugas, wewenang, dan kewajiban KPPSLN meliputi:&lt;br /&gt;a. mengumumkan daftar pemilih tetap di TPSLN;&lt;br /&gt;b. menyerahkan daftar pemilih tetap kepada saksi&lt;br /&gt;peserta Pemilu yang hadir dan Pengawas Pemilu Luar&lt;br /&gt;Negeri;&lt;br /&gt;c. melaksanakan pemungutan dan penghitungan suara&lt;br /&gt;di TPSLN;&lt;br /&gt;d. mengumumkan . . .&lt;br /&gt;- 54 -&lt;br /&gt;d. mengumumkan hasil penghitungan suara di TPSLN;&lt;br /&gt;e. menindaklanjuti dengan segera temuan dan laporan&lt;br /&gt;yang disampaikan oleh saksi, Pengawas Pemilu Luar&lt;br /&gt;Negeri, peserta Pemilu, dan masyarakat pada hari&lt;br /&gt;pemungutan suara;&lt;br /&gt;f. mengamankan kotak suara setelah penghitungan&lt;br /&gt;suara;&lt;br /&gt;g. membuat berita acara pemungutan dan penghitungan&lt;br /&gt;suara serta membuat sertifikat penghitungan suara&lt;br /&gt;dan wajib menyerahkannya kepada saksi peserta&lt;br /&gt;Pemilu yang hadir dan Pengawas Pemilu Luar Negeri;&lt;br /&gt;h. menyerahkan hasil penghitungan suara dan sertifikat&lt;br /&gt;hasil penghitungan suara kepada PPLN;&lt;br /&gt;i. melaksanakan tugas, wewenang, dan kewajiban lain&lt;br /&gt;yang diberikan oleh KPU; dan&lt;br /&gt;j. melaksanakan tugas, wewenang, dan kewajiban lain&lt;br /&gt;yang diberikan oleh undang-undang.&lt;br /&gt;Pasal 54&lt;br /&gt;Uraian tugas dan tata kerja PPK, PPS, PPLN, KPPS, dan&lt;br /&gt;KPPSLN lebih lanjut ditetapkan oleh KPU.&lt;br /&gt;Paragraf 6&lt;br /&gt;Persyaratan&lt;br /&gt;Pasal 55&lt;br /&gt;Syarat untuk menjadi anggota PPK, PPS, KPPS, PPLN,&lt;br /&gt;dan KPPSLN meliputi:&lt;br /&gt;a. warga negara Indonesia;&lt;br /&gt;b. berusia paling rendah 25 (dua puluh lima) tahun;&lt;br /&gt;c. setia kepada Pancasila sebagai dasar negara, Undang-&lt;br /&gt;Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun&lt;br /&gt;1945, dan cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945;&lt;br /&gt;d. mempunyai integritas, pribadi yang kuat, jujur, dan&lt;br /&gt;adil;&lt;br /&gt;e. tidak . . .&lt;br /&gt;- 55 -&lt;br /&gt;e. tidak menjadi anggota partai politik yang dinyatakan&lt;br /&gt;dengan surat pernyataan yang sah atau sekurangkurangnya&lt;br /&gt;dalam jangka waktu 5 (lima) tahun tidak&lt;br /&gt;lagi menjadi anggota partai politik yang dibuktikan&lt;br /&gt;dengan surat keterangan dari pengurus partai politik&lt;br /&gt;yang bersangkutan;&lt;br /&gt;f. berdomisili dalam wilayah kerja PPK, PPS, KPPS,&lt;br /&gt;PPLN, dan KPPSLN;&lt;br /&gt;g. sehat jasmani dan rohani;&lt;br /&gt;h. dapat membaca dan menulis dalam bahasa Indonesia;&lt;br /&gt;dan&lt;br /&gt;i. tidak pernah dipidana penjara berdasarkan putusan&lt;br /&gt;pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum&lt;br /&gt;tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam&lt;br /&gt;dengan pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih.&lt;br /&gt;Paragraf 7&lt;br /&gt;Sumpah/Janji&lt;br /&gt;Pasal 56&lt;br /&gt;(1) Sebelum menjalankan tugas, anggota PPK, PPS,&lt;br /&gt;KPPS, PPLN, KPPSLN, mengucapkan sumpah/janji.&lt;br /&gt;(2) Sumpah/janji anggota PPK, PPS, KPPS, PPLN,&lt;br /&gt;KPPSLN sebagai berikut:&lt;br /&gt;“Demi Allah (Tuhan), saya bersumpah/berjanji:&lt;br /&gt;Bahwa saya akan memenuhi tugas dan kewajiban&lt;br /&gt;saya sebagai anggota&lt;br /&gt;PPK/PPS/KPPS/PPLN/KPPSLN dengan sebaikbaiknya&lt;br /&gt;sesuai dengan peraturan perundangundangan&lt;br /&gt;dengan berpedoman pada Pancasila dan&lt;br /&gt;Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia&lt;br /&gt;Tahun 1945.&lt;br /&gt;Bahwa saya dalam menjalankan tugas dan&lt;br /&gt;wewenang akan bekerja dengan sungguh-sungguh,&lt;br /&gt;jujur, adil, dan cermat demi suksesnya Pemilu&lt;br /&gt;Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan&lt;br /&gt;Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat&lt;br /&gt;Daerah/Pemilu Presiden dan Wakil Presiden/Pemilu&lt;br /&gt;Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, tegaknya&lt;br /&gt;demokrasi . . .&lt;br /&gt;- 56 -&lt;br /&gt;demokrasi dan keadilan, serta mengutamakan&lt;br /&gt;kepentingan Negara Kesatuan Republik Indonesia&lt;br /&gt;daripada kepentingan pribadi atau golongan.”&lt;br /&gt;Bagian Kesembilan&lt;br /&gt;Kesekretariatan&lt;br /&gt;Paragraf 1&lt;br /&gt;Susunan&lt;br /&gt;Pasal 57&lt;br /&gt;(1) Sekretariat Jenderal KPU dipimpin oleh seorang&lt;br /&gt;Sekretaris Jenderal dan dibantu oleh seorang Wakil&lt;br /&gt;Sekretaris Jenderal.&lt;br /&gt;(2) Sekretaris Jenderal dan Wakil Sekretaris Jenderal&lt;br /&gt;KPU adalah pegawai negeri sipil yang memenuhi&lt;br /&gt;persyaratan.&lt;br /&gt;(3) Calon Sekretaris Jenderal dan Wakil Sekretaris&lt;br /&gt;Jenderal diusulkan oleh KPU masing-masing&lt;br /&gt;sebanyak 3 (tiga) orang kepada Presiden.&lt;br /&gt;(4) Dalam pengusulan calon Sekretaris Jenderal dan&lt;br /&gt;Wakil Sekretaris Jenderal sebagaimana dimaksud&lt;br /&gt;pada ayat (3), KPU harus terlebih dahulu&lt;br /&gt;berkonsultasi dengan Pemerintah.&lt;br /&gt;(5) Calon Sekretaris Jenderal dan Wakil Sekretaris&lt;br /&gt;Jenderal sebagaimana dimaksud pada ayat (3)&lt;br /&gt;masing-masing dipilih satu orang dan ditetapkan&lt;br /&gt;dengan keputusan Presiden.&lt;br /&gt;(6) Sekretaris Jenderal KPU bertanggung jawab kepada&lt;br /&gt;KPU.&lt;br /&gt;(7) Pegawai Sekretariat Jenderal adalah pegawai negeri&lt;br /&gt;sipil dan tenaga profesional lain yang diperlukan.&lt;br /&gt;(8) Sekretaris Jenderal dapat mengangkat pakar/ahli&lt;br /&gt;sesuai dengan kebutuhan atas persetujuan KPU.&lt;br /&gt;(9) Pakar/ahli sebagaimana dimaksud pada ayat (8)&lt;br /&gt;berada di bawah koordinasi Sekretaris Jenderal&lt;br /&gt;KPU.&lt;br /&gt;Pasal 58 . . .&lt;br /&gt;- 57 -&lt;br /&gt;Pasal 58&lt;br /&gt;(1) Sekretariat KPU Provinsi dipimpin oleh seorang&lt;br /&gt;sekretaris.&lt;br /&gt;(2) Sekretaris KPU Provinsi adalah pegawai negeri sipil&lt;br /&gt;yang memenuhi persyaratan.&lt;br /&gt;(3) Calon sekretaris KPU Provinsi diusulkan oleh KPU&lt;br /&gt;Provinsi sebanyak 3 (tiga) orang kepada gubernur.&lt;br /&gt;(4) Dalam pengusulan calon sekretaris KPU Provinsi&lt;br /&gt;sebagaimana dimaksud pada ayat (2), KPU Provinsi&lt;br /&gt;harus terlebih dahulu berkonsultasi dengan&lt;br /&gt;gubernur.&lt;br /&gt;(5) Calon sekretaris KPU Provinsi sebagaimana&lt;br /&gt;dimaksud pada ayat (3) dipilih 1 (satu) orang dan&lt;br /&gt;ditetapkan oleh gubernur.&lt;br /&gt;(6) Sekretaris KPU Provinsi bertanggung jawab kepada&lt;br /&gt;KPU Provinsi.&lt;br /&gt;(7) Pegawai sekretariat adalah pegawai negeri sipil dan&lt;br /&gt;tenaga profesional lain yang diperlukan.&lt;br /&gt;Pasal 59&lt;br /&gt;(1) Sekretariat KPU Kabupaten/Kota dipimpin oleh&lt;br /&gt;seorang sekretaris.&lt;br /&gt;(2) Sekretaris KPU Kabupaten/Kota adalah pegawai&lt;br /&gt;negeri sipil yang memenuhi persyaratan.&lt;br /&gt;(3) Calon sekretaris KPU Kabupaten/Kota diusulkan&lt;br /&gt;oleh KPU Kabupaten/Kota sebanyak 3 (tiga) orang&lt;br /&gt;kepada bupati/walikota.&lt;br /&gt;(4) Pengusulan calon sekretaris KPU Kabupaten/Kota&lt;br /&gt;sebagaimana dimaksud pada ayat (3) KPU&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota harus terlebih dahulu&lt;br /&gt;berkonsultasi dengan bupati/walikota.&lt;br /&gt;(5) Calon sekretaris KPU Kabupaten/Kota sebagaimana&lt;br /&gt;dimaksud pada ayat (3) dipilih 1 (satu) orang dan&lt;br /&gt;ditetapkan oleh bupati/walikota.&lt;br /&gt;(6) Sekretaris KPU Kabupaten/Kota bertanggung jawab&lt;br /&gt;kepada KPU Kabupaten/Kota.&lt;br /&gt;(7) Pegawai . . .&lt;br /&gt;- 58 -&lt;br /&gt;(7) Pegawai sekretariat adalah pegawai negeri sipil dan&lt;br /&gt;tenaga profesional lain yang diperlukan.&lt;br /&gt;Pasal 60&lt;br /&gt;(1) Sekretariat Jenderal KPU terdiri atas paling banyak&lt;br /&gt;7 (tujuh) biro; biro terdiri atas paling banyak&lt;br /&gt;4 (empat) bagian dan setiap bagian terdiri atas&lt;br /&gt;paling banyak 3 (tiga) subbagian.&lt;br /&gt;(2) Sekretariat KPU Provinsi terdiri atas paling banyak&lt;br /&gt;3 (tiga) bagian dan setiap bagian terdiri atas 2 (dua)&lt;br /&gt;subbagian.&lt;br /&gt;(3) Sekretariat KPU Kabupaten/Kota paling banyak&lt;br /&gt;terdiri atas 4 (empat) subbagian.&lt;br /&gt;(4) Jumlah pegawai sekretariat KPU Kabupaten/Kota&lt;br /&gt;ditetapkan lebih lanjut dengan keputusan KPU&lt;br /&gt;dengan mempertimbangkan beban kerja, proporsi&lt;br /&gt;jumlah penduduk, kondisi geografis, dan luas&lt;br /&gt;wilayah.&lt;br /&gt;Pasal 61&lt;br /&gt;Eselonisasi jabatan struktural Sekretaris Jenderal KPU,&lt;br /&gt;Wakil Sekretaris Jenderal KPU, sekretaris KPU Provinsi,&lt;br /&gt;dan sekretaris KPU Kabupaten/Kota sebagai berikut:&lt;br /&gt;a. Sekretaris Jenderal KPU adalah jabatan struktural&lt;br /&gt;eselon Ia.&lt;br /&gt;b. Wakil Sekretaris Jenderal KPU adalah jabatan&lt;br /&gt;struktural eselon Ib.&lt;br /&gt;c. Sekretaris KPU Provinsi adalah jabatan struktural&lt;br /&gt;eselon IIa.&lt;br /&gt;d. Sekretaris KPU Kabupaten/Kota adalah jabatan&lt;br /&gt;struktural eselon IIIa.&lt;br /&gt;Pasal 62&lt;br /&gt;Di lingkungan Sekretariat Jenderal KPU, sekretariat KPU&lt;br /&gt;Provinsi, dan sekretariat KPU Kabupaten/Kota dapat&lt;br /&gt;ditetapkan jabatan fungsional tertentu yang jumlah dan&lt;br /&gt;jenisnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan.&lt;br /&gt;Pasal 63 . . .&lt;br /&gt;- 59 -&lt;br /&gt;Pasal 63&lt;br /&gt;Struktur organisasi Sekretariat Jenderal KPU, sekretariat&lt;br /&gt;KPU Provinsi, dan sekretariat KPU Kabupaten/Kota&lt;br /&gt;ditetapkan dengan peraturan KPU setelah berkonsultasi&lt;br /&gt;dengan menteri yang bertanggung jawab di bidang&lt;br /&gt;pendayagunaan aparatur negara dan sesuai dengan&lt;br /&gt;peraturan perundang-undangan.&lt;br /&gt;Pasal 64&lt;br /&gt;Susunan organisasi dan tata kerja Sekretariat Jenderal&lt;br /&gt;KPU, sekretariat KPU Provinsi, dan sekretariat KPU&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota ditetapkan dengan peraturan KPU.&lt;br /&gt;Pasal 65&lt;br /&gt;Pengisian jabatan dalam struktur organisasi Sekretariat&lt;br /&gt;Jenderal KPU, sekretariat KPU Provinsi, dan sekretariat&lt;br /&gt;KPU Kabupaten/Kota ditetapkan dengan keputusan&lt;br /&gt;KPU.&lt;br /&gt;Paragraf 2&lt;br /&gt;Tugas dan Wewenang&lt;br /&gt;Pasal 66&lt;br /&gt;Sekretariat Jenderal KPU, sekretariat KPU Provinsi, dan&lt;br /&gt;sekretariat KPU Kabupaten/Kota masing-masing&lt;br /&gt;melayani KPU, KPU Provinsi, dan KPU Kabupaten/Kota.&lt;br /&gt;Pasal 67&lt;br /&gt;(1) Sekretariat Jenderal KPU bertugas:&lt;br /&gt;a. membantu penyusunan program dan anggaran&lt;br /&gt;Pemilu;&lt;br /&gt;b. memberikan dukungan teknis administratif;&lt;br /&gt;c. membantu pelaksanaan tugas KPU dalam&lt;br /&gt;menyelenggarakan Pemilu;&lt;br /&gt;d. membantu perumusan dan penyusunan&lt;br /&gt;rancangan peraturan dan keputusan KPU;&lt;br /&gt;e. memberikan . . .&lt;br /&gt;- 60 -&lt;br /&gt;e. memberikan bantuan hukum dan memfasilitasi&lt;br /&gt;penyelesaian sengketa Pemilu;&lt;br /&gt;f. membantu penyusunan laporan penyelenggaraan&lt;br /&gt;kegiatan dan pertanggungjawaban KPU; dan&lt;br /&gt;g. membantu pelaksanaan tugas-tugas lain sesuai&lt;br /&gt;dengan peraturan perundang-undangan.&lt;br /&gt;(2) Sekretariat Jenderal KPU berwenang:&lt;br /&gt;a. mengadakan dan mendistribusikan perlengkapan&lt;br /&gt;penyelenggaraan Pemilu berdasarkan norma,&lt;br /&gt;standar, prosedur, dan kebutuhan yang&lt;br /&gt;ditetapkan oleh KPU;&lt;br /&gt;b. mengadakan perlengkapan penyelenggaraan&lt;br /&gt;Pemilu sebagaimana dimaksud pada huruf a&lt;br /&gt;sesuai dengan peraturan perundang-undangan;&lt;br /&gt;c. mengangkat tenaga pakar/ahli berdasarkan&lt;br /&gt;kebutuhan atas persetujuan KPU; dan&lt;br /&gt;d. memberikan layanan administrasi,&lt;br /&gt;ketatausahaan, dan kepegawaian sesuai dengan&lt;br /&gt;peraturan perundang-undangan.&lt;br /&gt;(3) Sekretariat Jenderal KPU berkewajiban:&lt;br /&gt;a. menyusun laporan pertanggungjawaban&lt;br /&gt;keuangan;&lt;br /&gt;b. memelihara arsip dan dokumen Pemilu; dan&lt;br /&gt;c. mengelola barang inventaris KPU.&lt;br /&gt;(4) Sekretariat Jenderal KPU bertanggung jawab dalam&lt;br /&gt;hal administrasi keuangan serta pengadaan barang&lt;br /&gt;dan jasa berdasarkan peraturan perundangundangan.&lt;br /&gt;Pasal 68&lt;br /&gt;(1) Sekretariat KPU Provinsi bertugas:&lt;br /&gt;a. membantu penyusunan program dan anggaran&lt;br /&gt;Pemilu;&lt;br /&gt;b. memberikan dukungan teknis administratif;&lt;br /&gt;c. membantu pelaksanaan tugas KPU Provinsi&lt;br /&gt;dalam menyelenggarakan Pemilu;&lt;br /&gt;d. membantu . . .&lt;br /&gt;- 61 -&lt;br /&gt;d. membantu pendistribusian perlengkapan&lt;br /&gt;penyelenggaraan Pemilu Anggota Dewan&lt;br /&gt;Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah,&lt;br /&gt;dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah serta&lt;br /&gt;Pemilu Presiden dan Wakil Presiden;&lt;br /&gt;e. membantu perumusan dan penyusunan&lt;br /&gt;rancangan keputusan KPU Provinsi;&lt;br /&gt;f. memfasilitasi penyelesaian masalah dan sengketa&lt;br /&gt;Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah&lt;br /&gt;Provinsi;&lt;br /&gt;g. membantu penyusunan laporan penyelenggaraan&lt;br /&gt;kegiatan dan pertanggungjawaban KPU Provinsi;&lt;br /&gt;dan&lt;br /&gt;h. membantu pelaksanaan tugas-tugas lainnya&lt;br /&gt;sesuai dengan peraturan perundang-undangan.&lt;br /&gt;(2) Sekretariat KPU Provinsi berwenang:&lt;br /&gt;a. mengadakan dan mendistribusikan perlengkapan&lt;br /&gt;penyelenggaraan Pemilu Kepala Daerah dan&lt;br /&gt;Wakil Kepala Daerah Provinsi berdasarkan&lt;br /&gt;norma, standar, prosedur, dan kebutuhan yang&lt;br /&gt;ditetapkan oleh KPU;&lt;br /&gt;b. mengadakan perlengkapan penyelenggaraan&lt;br /&gt;Pemilu sebagaimana dimaksud pada huruf a&lt;br /&gt;sesuai dengan peraturan perundang-undangan;&lt;br /&gt;dan&lt;br /&gt;c. memberikan layanan administrasi,&lt;br /&gt;ketatausahaan, dan kepegawaian sesuai dengan&lt;br /&gt;peraturan perundang-undangan.&lt;br /&gt;(3) Sekretariat KPU Provinsi berkewajiban:&lt;br /&gt;a. menyusun laporan pertanggungjawaban&lt;br /&gt;keuangan;&lt;br /&gt;b. memelihara arsip dan dokumen Pemilu; dan&lt;br /&gt;c. mengelola barang inventaris KPU Provinsi.&lt;br /&gt;(4) Sekretariat KPU Provinsi bertanggung jawab dalam&lt;br /&gt;hal administrasi keuangan serta pengadaan barang&lt;br /&gt;dan jasa berdasarkan peraturan perundangundangan.&lt;br /&gt;Pasal 69 . . .&lt;br /&gt;- 62 -&lt;br /&gt;Pasal 69&lt;br /&gt;(1) Sekretariat KPU Kabupaten/Kota bertugas:&lt;br /&gt;a. membantu penyusunan program dan anggaran&lt;br /&gt;Pemilu;&lt;br /&gt;b. memberikan dukungan teknis administratif;&lt;br /&gt;c. membantu pelaksanaan tugas KPU&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota dalam menyelenggarakan&lt;br /&gt;Pemilu;&lt;br /&gt;d. membantu pendistribusian perlengkapan&lt;br /&gt;penyelenggaraan Pemilu Anggota Dewan&lt;br /&gt;Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah,&lt;br /&gt;dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Pemilu&lt;br /&gt;Presiden dan Wakil Presiden, serta Pemilu Kepala&lt;br /&gt;Daerah dan Wakil Kepala Daerah Provinsi;&lt;br /&gt;e. membantu perumusan dan penyusunan&lt;br /&gt;rancangan keputusan KPU Kabupaten/Kota;&lt;br /&gt;f. memfasilitasi penyelesaian masalah dan sengketa&lt;br /&gt;Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota;&lt;br /&gt;g. membantu penyusunan laporan penyelenggaraan&lt;br /&gt;kegiatan dan pertanggungjawaban KPU&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota; dan&lt;br /&gt;h. membantu pelaksanaan tugas-tugas lainnya&lt;br /&gt;sesuai dengan peraturan perundang-undangan.&lt;br /&gt;(2) Sekretariat KPU Kabupaten/Kota berwenang:&lt;br /&gt;a. mengadakan dan mendistribusikan perlengkapan&lt;br /&gt;penyelenggaraan Pemilu Kepala Daerah dan&lt;br /&gt;Wakil Kepala Daerah Kabupaten/Kota&lt;br /&gt;berdasarkan norma, standar, prosedur, dan&lt;br /&gt;kebutuhan yang ditetapkan oleh KPU;&lt;br /&gt;b. mengadakan perlengkapan penyelenggaraan&lt;br /&gt;Pemilu sebagaimana dimaksud pada huruf a&lt;br /&gt;sesuai dengan peraturan perundang-undangan;&lt;br /&gt;dan&lt;br /&gt;c. memberikan layanan administrasi,&lt;br /&gt;ketatausahaan, dan kepegawaian sesuai dengan&lt;br /&gt;peraturan perundang-undangan.&lt;br /&gt;(3) Sekretariat . . .&lt;br /&gt;- 63 -&lt;br /&gt;(3) Sekretariat KPU Kabupaten/Kota berkewajiban:&lt;br /&gt;a. menyusun laporan pertanggungjawaban&lt;br /&gt;keuangan;&lt;br /&gt;b. memelihara arsip dan dokumen Pemilu; dan&lt;br /&gt;c. mengelola barang inventaris KPU&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota.&lt;br /&gt;(4) Sekretariat KPU Kabupaten/Kota bertanggung jawab&lt;br /&gt;dalam hal administrasi keuangan serta pengadaan&lt;br /&gt;barang dan jasa berdasarkan peraturan perundangundangan.&lt;br /&gt;BAB IV&lt;br /&gt;PENGAWAS PEMILU&lt;br /&gt;Bagian Kesatu&lt;br /&gt;Umum&lt;br /&gt;Pasal 70&lt;br /&gt;(1) Pengawasan penyelenggaraan Pemilu dilakukan oleh&lt;br /&gt;Bawaslu, Panwaslu Provinsi, Panwaslu&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota, Panwaslu Kecamatan, Pengawas&lt;br /&gt;Pemilu Lapangan, dan Pengawas Pemilu Luar&lt;br /&gt;Negeri.&lt;br /&gt;(2) Bawaslu sebagaimana dimaksud pada ayat (1)&lt;br /&gt;bersifat tetap.&lt;br /&gt;(3) Panwaslu Provinsi, Panwaslu Kabupaten/Kota,&lt;br /&gt;Panwaslu Kecamatan, Pengawas Pemilu Lapangan,&lt;br /&gt;dan Pengawas Pemilu Luar Negeri sebagaimana&lt;br /&gt;dimaksud pada ayat (1) bersifat ad hoc.&lt;br /&gt;Pasal 71&lt;br /&gt;Panwaslu Provinsi, Panwaslu Kabupaten/Kota, Panwaslu&lt;br /&gt;Kecamatan, Pengawas Pemilu Lapangan, dan Pengawas&lt;br /&gt;Pemilu Luar Negeri dibentuk paling lambat 1 (satu) bulan&lt;br /&gt;sebelum tahapan pertama penyelenggaraan Pemilu&lt;br /&gt;dimulai dan berakhir paling lambat 2 (dua) bulan setelah&lt;br /&gt;seluruh tahapan penyelenggaraan Pemilu selesai.&lt;br /&gt;Bagian Kedua . . .&lt;br /&gt;- 64 -&lt;br /&gt;Bagian Kedua&lt;br /&gt;Kedudukan, Susunan, dan Keanggotaan&lt;br /&gt;Pasal 72&lt;br /&gt;(1) Bawaslu berkedudukan di ibu kota negara.&lt;br /&gt;(2) Panwaslu Provinsi berkedudukan di ibu kota&lt;br /&gt;provinsi.&lt;br /&gt;(3) Panwaslu Kabupaten/Kota berkedudukan di ibu&lt;br /&gt;kota kabupaten/kota.&lt;br /&gt;(4) Panwaslu Kecamatan berkedudukan di ibu kota&lt;br /&gt;kecamatan.&lt;br /&gt;(5) Pengawas Pemilu Lapangan berkedudukan di&lt;br /&gt;desa/kelurahan.&lt;br /&gt;(6) Pengawas Pemilu Luar Negeri berkedudukan di&lt;br /&gt;kantor perwakilan Republik Indonesia.&lt;br /&gt;Pasal 73&lt;br /&gt;(1) Keanggotaan Bawaslu terdiri atas kalangan&lt;br /&gt;profesional yang mempunyai kemampuan dalam&lt;br /&gt;melakukan pengawasan dan tidak menjadi anggota&lt;br /&gt;partai politik.&lt;br /&gt;(2) Jumlah anggota:&lt;br /&gt;a. Bawaslu sebanyak 5 (lima) orang;&lt;br /&gt;b. Panwaslu Provinsi sebanyak 3 (tiga) orang;&lt;br /&gt;c. Panwaslu Kabupaten/Kota sebanyak 3 (tiga)&lt;br /&gt;orang;&lt;br /&gt;d. Panwaslu Kecamatan sebanyak 3 (tiga) orang.&lt;br /&gt;(3) Jumlah anggota Pengawas Pemilu Lapangan di&lt;br /&gt;setiap desa/kelurahan sebanyak 1 (satu) orang.&lt;br /&gt;(4) Bawaslu, Panwaslu Provinsi, Panwaslu&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota, dan Panwaslu Kecamatan terdiri&lt;br /&gt;atas seorang ketua merangkap anggota dan anggota.&lt;br /&gt;(5) Ketua Bawaslu dipilih dari dan oleh anggota&lt;br /&gt;Bawaslu.&lt;br /&gt;(6) Ketua . . .&lt;br /&gt;- 65 -&lt;br /&gt;(6) Ketua Panwaslu Provinsi, ketua Panwaslu&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota, dan ketua Panwaslu Kecamatan&lt;br /&gt;dipilih dari dan oleh anggota.&lt;br /&gt;(7) Setiap anggota Bawaslu, Panwaslu Provinsi,&lt;br /&gt;Panwaslu Kabupaten/Kota, dan Panwaslu&lt;br /&gt;Kecamatan mempunyai hak suara yang sama.&lt;br /&gt;(8) Komposisi keanggotaan Bawaslu, Panwaslu Provinsi,&lt;br /&gt;dan Panwaslu Kabupaten/Kota memperhatikan&lt;br /&gt;keterwakilan perempuan sekurang-kurangnya&lt;br /&gt;30% (tiga puluh perseratus).&lt;br /&gt;(9) Masa keanggotaan Bawaslu adalah 5 (lima) tahun&lt;br /&gt;terhitung sejak pengucapan sumpah/janji.&lt;br /&gt;Bagian Ketiga&lt;br /&gt;Tugas, Wewenang, dan Kewajiban&lt;br /&gt;Paragraf 1&lt;br /&gt;Badan Pengawas Pemilu&lt;br /&gt;Pasal 74&lt;br /&gt;(1) Tugas dan wewenang Bawaslu adalah:&lt;br /&gt;a. mengawasi tahapan penyelenggaraan Pemilu&lt;br /&gt;yang meliputi:&lt;br /&gt;1. pemutakhiran data pemilih berdasarkan data&lt;br /&gt;kependudukan dan penetapan daftar pemilih&lt;br /&gt;sementara dan daftar pemilih tetap;&lt;br /&gt;2. penetapan peserta Pemilu;&lt;br /&gt;3. pencalonan yang berkaitan dengan&lt;br /&gt;persyaratan dan tata cara pencalonan&lt;br /&gt;anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan&lt;br /&gt;Perwakilan Daerah, Dewan Perwakilan&lt;br /&gt;Rakyat Daerah, pasangan calon Presiden dan&lt;br /&gt;wakil Presiden, dan pasangan calon kepala&lt;br /&gt;daerah dan wakil kepala daerah;&lt;br /&gt;4. proses penetapan calon anggota Dewan&lt;br /&gt;Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan&lt;br /&gt;Daerah, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah,&lt;br /&gt;pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden,&lt;br /&gt;serta . . .&lt;br /&gt;- 66 -&lt;br /&gt;serta pasangan calon kepala daerah dan&lt;br /&gt;wakil kepala daerah;&lt;br /&gt;5. pelaksanaan kampanye;&lt;br /&gt;6. perlengkapan Pemilu dan pendistribusiannya;&lt;br /&gt;7. pelaksanaan pemungutan suara dan&lt;br /&gt;penghitungan suara hasil Pemilu di TPS;&lt;br /&gt;8. pergerakan surat suara, berita acara&lt;br /&gt;penghitungan suara, dan sertifikat hasil&lt;br /&gt;penghitungan suara dari tingkat TPS sampai&lt;br /&gt;ke PPK;&lt;br /&gt;9. proses rekapitulasi suara di PPK, KPU&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota, KPU Provinsi, dan KPU;&lt;br /&gt;10. pelaksanaan penghitungan dan pemungutan&lt;br /&gt;suara ulang, Pemilu lanjutan, dan Pemilu&lt;br /&gt;susulan;&lt;br /&gt;11. proses penetapan hasil Pemilu.&lt;br /&gt;b. menerima laporan dugaan pelanggaran terhadap&lt;br /&gt;pelaksanaan peraturan perundang-undangan&lt;br /&gt;mengenai Pemilu;&lt;br /&gt;c. menyampaikan temuan dan laporan kepada KPU&lt;br /&gt;untuk ditindaklanjuti;&lt;br /&gt;d. meneruskan temuan dan laporan yang bukan&lt;br /&gt;menjadi kewenangannya kepada instansi yang&lt;br /&gt;berwenang;&lt;br /&gt;e. menetapkan standar pengawasan tahapan&lt;br /&gt;penyelenggaraan Pemilu sebagai pedoman kerja&lt;br /&gt;bagi pengawas Pemilu di setiap tingkatan;&lt;br /&gt;f. mengawasi pelaksanaan penetapan daerah&lt;br /&gt;pemilihan dan jumlah kursi pada setiap daerah&lt;br /&gt;pemilihan berdasarkan peraturan perundangundangan;&lt;br /&gt;g. mengawasi pelaksanaan tindak lanjut&lt;br /&gt;rekomendasi pengenaan sanksi kepada anggota&lt;br /&gt;KPU, KPU Provinsi, KPU Kabupaten/Kota,&lt;br /&gt;Sekretaris Jenderal KPU, pegawai Sekretariat&lt;br /&gt;Jenderal KPU, sekretaris KPU Provinsi, pegawai&lt;br /&gt;sekretariat KPU Provinsi, sekretaris KPU&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota, dan pegawai sekretariat KPU&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota . . .&lt;br /&gt;- 67 -&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota yang terbukti melakukan&lt;br /&gt;tindakan yang mengakibatkan terganggunya&lt;br /&gt;tahapan penyelenggaraan Pemilu yang sedang&lt;br /&gt;berlangsung;&lt;br /&gt;h. mengawasi pelaksanaan sosialisasi&lt;br /&gt;penyelenggaraan Pemilu; dan&lt;br /&gt;i. melaksanakan tugas dan wewenang lain yang&lt;br /&gt;ditetapkan oleh undang-undang.&lt;br /&gt;(2) Dalam pelaksanaan tugas sebagaimana dimaksud&lt;br /&gt;pada ayat (1), Bawaslu berwenang:&lt;br /&gt;a. memberikan rekomendasi kepada KPU untuk&lt;br /&gt;menonaktifkan sementara dan/atau mengenakan&lt;br /&gt;sanksi administratif atas pelanggaran&lt;br /&gt;sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf g;&lt;br /&gt;b. memberikan rekomendasi kepada yang&lt;br /&gt;berwenang atas temuan dan laporan terhadap&lt;br /&gt;tindakan yang mengandung unsur tindak pidana&lt;br /&gt;Pemilu.&lt;br /&gt;Pasal 75&lt;br /&gt;Bawaslu berkewajiban:&lt;br /&gt;a. bersikap tidak diskriminatif dalam menjalankan tugas&lt;br /&gt;dan wewenangnya;&lt;br /&gt;b. melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap&lt;br /&gt;pelaksanaan tugas Pengawas Pemilu pada semua&lt;br /&gt;tingkatan;&lt;br /&gt;c. menerima dan menindaklanjuti laporan yang&lt;br /&gt;berkaitan dengan dugaan adanya pelanggaran&lt;br /&gt;terhadap pelaksanaan peraturan perundangundangan&lt;br /&gt;mengenai Pemilu;&lt;br /&gt;d. menyampaikan laporan hasil pengawasan kepada&lt;br /&gt;Presiden, Dewan Perwakilan Rakyat, dan KPU sesuai&lt;br /&gt;dengan tahapan Pemilu secara periodik dan/atau&lt;br /&gt;berdasarkan kebutuhan; dan&lt;br /&gt;e. melaksanakan kewajiban lain yang diberikan oleh&lt;br /&gt;peraturan perundang-undangan.&lt;br /&gt;Paragraf 2 . . .&lt;br /&gt;- 68 -&lt;br /&gt;Paragraf 2&lt;br /&gt;Panwaslu Provinsi&lt;br /&gt;Pasal 76&lt;br /&gt;(1) Tugas dan wewenang Panwaslu Provinsi adalah:&lt;br /&gt;a. mengawasi tahapan penyelenggaraan Pemilu di&lt;br /&gt;wilayah provinsi yang meliputi:&lt;br /&gt;1. pemutakhiran data pemilih berdasarkan data&lt;br /&gt;kependudukan dan penetapan daftar pemilih&lt;br /&gt;sementara dan daftar pemilih tetap;&lt;br /&gt;2. pencalonan yang berkaitan dengan&lt;br /&gt;persyaratan dan tata cara pencalonan&lt;br /&gt;anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah&lt;br /&gt;Provinsi, dan pencalonan kepala daerah dan&lt;br /&gt;wakil kepala daerah provinsi;&lt;br /&gt;3. proses penetapan calon anggota Dewan&lt;br /&gt;Perwakilan Daerah, Dewan Perwakilan&lt;br /&gt;Rakyat Daerah Provinsi, dan pasangan calon&lt;br /&gt;kepala daerah dan wakil kepala daerah&lt;br /&gt;provinsi;&lt;br /&gt;4. penetapan pasangan calon kepala daerah dan&lt;br /&gt;wakil kepala daerah provinsi;&lt;br /&gt;5. pelaksanaan kampanye;&lt;br /&gt;6. perlengkapan Pemilu dan pendistribusiannya;&lt;br /&gt;7. pelaksanaan penghitungan dan pemungutan&lt;br /&gt;suara dan penghitungan suara hasil Pemilu;&lt;br /&gt;8. pengawasan seluruh proses penghitungan&lt;br /&gt;suara di wilayah kerjanya;&lt;br /&gt;9. proses rekapitulasi suara dari seluruh&lt;br /&gt;kabupaten/kota yang dilakukan oleh KPU&lt;br /&gt;Provinsi;&lt;br /&gt;10. pelaksanaan penghitungan dan pemungutan&lt;br /&gt;suara ulang, Pemilu lanjutan, dan Pemilu&lt;br /&gt;susulan;&lt;br /&gt;11. proses penetapan hasil Pemilu Anggota&lt;br /&gt;Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi&lt;br /&gt;dan Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala&lt;br /&gt;Daerah Provinsi;&lt;br /&gt;b. menerima . . .&lt;br /&gt;- 69 -&lt;br /&gt;b. menerima laporan dugaan pelanggaran terhadap&lt;br /&gt;pelaksanaan peraturan perundang-undangan&lt;br /&gt;mengenai Pemilu;&lt;br /&gt;c. menyampaikan temuan dan laporan kepada KPU&lt;br /&gt;Provinsi untuk ditindaklanjuti;&lt;br /&gt;d. meneruskan temuan dan laporan yang bukan&lt;br /&gt;menjadi kewenangannya kepada instansi yang&lt;br /&gt;berwenang;&lt;br /&gt;e. menyampaikan laporan kepada Bawaslu sebagai&lt;br /&gt;dasar untuk mengeluarkan rekomendasi Bawaslu&lt;br /&gt;yang berkaitan dengan adanya dugaan tindakan&lt;br /&gt;yang mengakibatkan terganggunya tahapan&lt;br /&gt;penyelenggaraan Pemilu oleh penyelenggara&lt;br /&gt;Pemilu di tingkat provinsi;&lt;br /&gt;f. mengawasi pelaksanaan tindak lanjut&lt;br /&gt;rekomendasi Bawaslu tentang pengenaan sanksi&lt;br /&gt;kepada anggota KPU Provinsi, sekretaris dan&lt;br /&gt;pegawai sekretariat KPU Provinsi yang terbukti&lt;br /&gt;melakukan tindakan yang mengakibatkan&lt;br /&gt;terganggunya tahapan penyelenggaraan Pemilu&lt;br /&gt;yang sedang berlangsung;&lt;br /&gt;g. mengawasi pelaksanaan sosialisasi&lt;br /&gt;penyelenggaraan Pemilu; dan&lt;br /&gt;h. melaksanakan tugas dan wewenang lain yang&lt;br /&gt;diberikan oleh undang-undang.&lt;br /&gt;(2) Dalam pelaksanaan tugas sebagaimana dimaksud&lt;br /&gt;pada ayat (1), Panwaslu Provinsi berwenang:&lt;br /&gt;a. memberikan rekomendasi kepada KPU untuk&lt;br /&gt;menonaktifkan sementara dan/atau mengenakan&lt;br /&gt;sanksi administratif atas pelanggaran&lt;br /&gt;sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf f;&lt;br /&gt;b. memberikan rekomendasi kepada yang&lt;br /&gt;berwenang atas temuan dan laporan terhadap&lt;br /&gt;tindakan yang mengandung unsur tindak pidana&lt;br /&gt;Pemilu.&lt;br /&gt;Pasal 77 . . .&lt;br /&gt;- 70 -&lt;br /&gt;Pasal 77&lt;br /&gt;Panwaslu Provinsi berkewajiban:&lt;br /&gt;a. bersikap tidak diskriminatif dalam menjalankan tugas&lt;br /&gt;dan wewenangnya;&lt;br /&gt;b. melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap&lt;br /&gt;pelaksanaan tugas pengawas Pemilu pada tingkatan&lt;br /&gt;di bawahnya;&lt;br /&gt;c. menerima dan menindaklanjuti laporan yang&lt;br /&gt;berkaitan dengan dugaan adanya pelanggaran&lt;br /&gt;terhadap pelaksanaan peraturan perundangundangan&lt;br /&gt;mengenai Pemilu;&lt;br /&gt;d. menyampaikan laporan hasil pengawasan kepada&lt;br /&gt;Bawaslu sesuai dengan tahapan Pemilu secara&lt;br /&gt;periodik dan/atau berdasarkan kebutuhan;&lt;br /&gt;e. menyampaikan temuan dan laporan kepada Bawaslu&lt;br /&gt;berkaitan dengan adanya dugaan pelanggaran yang&lt;br /&gt;dilakukan oleh KPU Provinsi yang mengakibatkan&lt;br /&gt;terganggunya penyelenggaraan tahapan Pemilu di&lt;br /&gt;tingkat provinsi; dan&lt;br /&gt;f. melaksanakan kewajiban lain yang diberikan oleh&lt;br /&gt;peraturan perundang-undangan.&lt;br /&gt;Paragraf 3&lt;br /&gt;Panwaslu Kabupaten/Kota&lt;br /&gt;Pasal 78&lt;br /&gt;(1) Tugas dan wewenang Panwaslu Kabupaten/Kota&lt;br /&gt;adalah:&lt;br /&gt;a. mengawasi tahapan penyelenggaraan Pemilu di&lt;br /&gt;wilayah kabupaten/kota yang meliputi:&lt;br /&gt;1. pemutakhiran data pemilih berdasarkan data&lt;br /&gt;kependudukan dan penetapan daftar pemilih&lt;br /&gt;sementara dan daftar pemilih tetap;&lt;br /&gt;2. pencalonan yang berkaitan dengan&lt;br /&gt;persyaratan dan tata cara pencalonan&lt;br /&gt;anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota dan pencalonan kepala&lt;br /&gt;daerah . . .&lt;br /&gt;- 71 -&lt;br /&gt;daerah dan wakil kepala daerah&lt;br /&gt;kabupaten/kota;&lt;br /&gt;3. proses penetapan calon anggota Dewan&lt;br /&gt;Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota&lt;br /&gt;dan pasangan calon kepala daerah dan wakil&lt;br /&gt;kepala daerah kabupaten/kota;&lt;br /&gt;4. penetapan pasangan calon kepala daerah dan&lt;br /&gt;wakil kepala daerah kabupaten/kota;&lt;br /&gt;5. pelaksanaan kampanye;&lt;br /&gt;6. perlengkapan Pemilu dan pendistribusiannya;&lt;br /&gt;7. pelaksanaan pemungutan suara dan&lt;br /&gt;penghitungan suara hasil Pemilu;&lt;br /&gt;8. mengendalikan pengawasan seluruh proses&lt;br /&gt;penghitungan suara;&lt;br /&gt;9. pergerakan surat suara dari tingkat TPS&lt;br /&gt;sampai ke PPK;&lt;br /&gt;10. proses rekapitulasi suara yang dilakukan&lt;br /&gt;oleh KPU Kabupaten/Kota dari seluruh&lt;br /&gt;kecamatan;&lt;br /&gt;11. pelaksanaan penghitungan dan pemungutan&lt;br /&gt;suara ulang, Pemilu lanjutan, dan Pemilu&lt;br /&gt;susulan; dan&lt;br /&gt;12. proses penetapan hasil Pemilu Anggota&lt;br /&gt;Dewan Perwakilan Rakyat Daerah&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota dan Pemilu Kepala Daerah&lt;br /&gt;dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten/Kota;&lt;br /&gt;b. menerima laporan dugaan pelanggaran terhadap&lt;br /&gt;pelaksanaan peraturan perundang-undangan&lt;br /&gt;mengenai Pemilu;&lt;br /&gt;c. menyelesaikan temuan dan laporan sengketa&lt;br /&gt;penyelenggaraan Pemilu yang tidak mengandung&lt;br /&gt;unsur tindak pidana;&lt;br /&gt;d. menyampaikan temuan dan laporan kepada KPU&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota untuk ditindaklanjuti;&lt;br /&gt;e. meneruskan temuan dan laporan yang bukan&lt;br /&gt;menjadi kewenangannya kepada instansi yang&lt;br /&gt;berwenang;&lt;br /&gt;f. menyampaikan . . .&lt;br /&gt;- 72 -&lt;br /&gt;f. menyampaikan laporan kepada Bawaslu sebagai&lt;br /&gt;dasar untuk mengeluarkan rekomendasi Bawaslu&lt;br /&gt;yang berkaitan dengan adanya dugaan tindakan&lt;br /&gt;yang mengakibatkan terganggunya tahapan&lt;br /&gt;penyelenggaraan Pemilu oleh penyelenggara&lt;br /&gt;Pemilu di tingkat kabupaten/kota;&lt;br /&gt;g. mengawasi pelaksanaan tindak lanjut&lt;br /&gt;rekomendasi Bawaslu tentang pengenaan sanksi&lt;br /&gt;kepada anggota KPU Kabupaten/Kota, sekretaris&lt;br /&gt;dan pegawai sekretariat KPU Kabupaten/Kota&lt;br /&gt;yang terbukti melakukan tindakan yang&lt;br /&gt;mengakibatkan terganggunya tahapan&lt;br /&gt;penyelenggaraan Pemilu yang sedang&lt;br /&gt;berlangsung;&lt;br /&gt;h. mengawasi pelaksanaan sosialisasi&lt;br /&gt;penyelenggaraan Pemilu; dan&lt;br /&gt;i. melaksanakan tugas dan wewenang lain yang&lt;br /&gt;diberikan oleh undang-undang.&lt;br /&gt;(2) Dalam pelaksanaan tugas sebagaimana dimaksud&lt;br /&gt;pada ayat (1), Panwaslu Kabupaten/Kota&lt;br /&gt;berwenang:&lt;br /&gt;a. memberikan rekomendasi kepada KPU untuk&lt;br /&gt;menonaktifkan sementara dan/atau mengenakan&lt;br /&gt;sanksi administratif atas pelanggaran&lt;br /&gt;sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf g;&lt;br /&gt;b. memberikan rekomendasi kepada yang&lt;br /&gt;berwenang atas temuan dan laporan terhadap&lt;br /&gt;tindakan yang mengandung unsur tindak pidana&lt;br /&gt;Pemilu.&lt;br /&gt;Pasal 79&lt;br /&gt;Panwaslu Kabupaten/Kota berkewajiban:&lt;br /&gt;a. bersikap tidak diskriminatif dalam menjalankan tugas&lt;br /&gt;dan wewenangnya;&lt;br /&gt;b. melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap&lt;br /&gt;pelaksanaan tugas Panwaslu pada tingkatan di&lt;br /&gt;bawahnya;&lt;br /&gt;c. menerima . . .&lt;br /&gt;- 73 -&lt;br /&gt;c. menerima dan menindaklanjuti laporan yang&lt;br /&gt;berkaitan dengan dugaan adanya pelanggaran&lt;br /&gt;terhadap pelaksanaan peraturan perundangundangan&lt;br /&gt;mengenai Pemilu;&lt;br /&gt;d. menyampaikan laporan hasil pengawasan kepada&lt;br /&gt;Panwaslu Provinsi sesuai dengan tahapan Pemilu&lt;br /&gt;secara periodik dan/atau berdasarkan kebutuhan;&lt;br /&gt;e. menyampaikan temuan dan laporan kepada Panwaslu&lt;br /&gt;Provinsi berkaitan dengan adanya dugaan&lt;br /&gt;pelanggaran yang dilakukan oleh KPU&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota yang mengakibatkan terganggunya&lt;br /&gt;penyelenggaraan tahapan Pemilu di tingkat&lt;br /&gt;kabupaten/kota; dan&lt;br /&gt;f. melaksanakan kewajiban lain yang diberikan oleh&lt;br /&gt;peraturan perundang-undangan.&lt;br /&gt;Paragraf 4&lt;br /&gt;Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan&lt;br /&gt;Pasal 80&lt;br /&gt;Tugas dan wewenang Panwaslu Kecamatan adalah:&lt;br /&gt;a. mengawasi tahapan penyelenggaraan Pemilu di&lt;br /&gt;wilayah kecamatan yang meliputi:&lt;br /&gt;1. pemutakhiran data pemilih berdasarkan data&lt;br /&gt;kependudukan dan penetapan daftar pemilih&lt;br /&gt;sementara dan daftar pemilih tetap;&lt;br /&gt;2. pelaksanaan kampanye;&lt;br /&gt;3. perlengkapan Pemilu dan pendistribusiannya;&lt;br /&gt;4. pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara&lt;br /&gt;hasil Pemilu;&lt;br /&gt;5. pergerakan surat suara dari TPS sampai ke PPK;&lt;br /&gt;6. proses rekapitulasi suara yang dilakukan oleh PPK&lt;br /&gt;dari seluruh TPS; dan&lt;br /&gt;7. pelaksanaan penghitungan dan pemungutan suara&lt;br /&gt;ulang, Pemilu lanjutan, dan Pemilu susulan;&lt;br /&gt;b. menerima . . .&lt;br /&gt;- 74 -&lt;br /&gt;b. menerima laporan dugaan pelanggaran terhadap&lt;br /&gt;tahapan penyelenggaraan Pemilu yang dilakukan oleh&lt;br /&gt;penyelenggara Pemilu sebagaimana dimaksud pada&lt;br /&gt;huruf a;&lt;br /&gt;c. menyampaikan temuan dan laporan kepada PPK&lt;br /&gt;untuk ditindaklanjuti;&lt;br /&gt;d. meneruskan temuan dan laporan yang bukan menjadi&lt;br /&gt;kewenangannya kepada instansi yang berwenang;&lt;br /&gt;e. mengawasi pelaksanaan sosialisasi penyelenggaraan&lt;br /&gt;Pemilu;&lt;br /&gt;f. memberikan rekomendasi kepada yang berwenang&lt;br /&gt;atas temuan dan laporan mengenai tindakan yang&lt;br /&gt;mengandung unsur tindak pidana Pemilu; dan&lt;br /&gt;g. melaksanakan tugas dan wewenang lain yang&lt;br /&gt;diberikan oleh undang-undang.&lt;br /&gt;Pasal 81&lt;br /&gt;Panwaslu Kecamatan berkewajiban:&lt;br /&gt;a. bersikap tidak diskriminatif dalam menjalankan tugas&lt;br /&gt;dan wewenangnya;&lt;br /&gt;b. menyampaikan laporan kepada Panwaslu&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota berkaitan dengan adanya dugaan&lt;br /&gt;tindakan yang mengakibatkan terganggunya tahapan&lt;br /&gt;penyelenggaraan Pemilu di tingkat kecamatan;&lt;br /&gt;c. menyampaikan laporan pengawasan atas tahapan&lt;br /&gt;penyelenggaraan Pemilu di wilayah kerjanya kepada&lt;br /&gt;Panwaslu Kabupaten/Kota;&lt;br /&gt;d. menyampaikan temuan dan laporan kepada Panwaslu&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota berkaitan dengan adanya dugaan&lt;br /&gt;pelanggaran yang dilakukan oleh PPK yang&lt;br /&gt;mengakibatkan terganggunya penyelenggaraan&lt;br /&gt;tahapan Pemilu di tingkat kecamatan; dan&lt;br /&gt;e. melaksanakan kewajiban lain yang diberikan oleh&lt;br /&gt;peraturan perundang-undangan.&lt;br /&gt;Paragraf 5 . . .&lt;br /&gt;- 75 -&lt;br /&gt;Paragraf 5&lt;br /&gt;Pengawas Pemilu Lapangan&lt;br /&gt;Pasal 82&lt;br /&gt;Tugas dan wewenang Pengawas Pemilu Lapangan&lt;br /&gt;adalah:&lt;br /&gt;a. mengawasi tahapan penyelenggaraan Pemilu di&lt;br /&gt;tingkat desa/kelurahan yang meliputi:&lt;br /&gt;1. pelaksanaan pemutakhiran data pemilih&lt;br /&gt;berdasarkan data kependudukan dan penetapan&lt;br /&gt;daftar pemilih sementara, daftar pemilih hasil&lt;br /&gt;perbaikan, dan daftar pemilih tetap;&lt;br /&gt;2. pelaksanaan kampanye;&lt;br /&gt;3. perlengkapan Pemilu dan pendistribusiannya;&lt;br /&gt;4. pelaksanaan pemungutan suara dan proses&lt;br /&gt;penghitungan suara di setiap TPS;&lt;br /&gt;5. pengumuman hasil penghitungan suara di setiap&lt;br /&gt;TPS;&lt;br /&gt;6. pengumuman hasil penghitungan suara dari TPS&lt;br /&gt;yang ditempelkan di sekretariat PPS;&lt;br /&gt;7. pergerakan surat suara dari TPS sampai ke PPK;&lt;br /&gt;dan&lt;br /&gt;8. pelaksanaan penghitungan dan pemungutan suara&lt;br /&gt;ulang, Pemilu lanjutan, dan Pemilu susulan.&lt;br /&gt;b. menerima laporan dugaan pelanggaran terhadap&lt;br /&gt;tahapan penyelenggaraan Pemilu yang dilakukan oleh&lt;br /&gt;penyelenggara Pemilu sebagaimana dimaksud pada&lt;br /&gt;huruf a;&lt;br /&gt;c. meneruskan temuan dan laporan dugaan pelanggaran&lt;br /&gt;terhadap tahapan penyelenggaraan Pemilu&lt;br /&gt;sebagaimana dimaksud pada huruf b kepada instansi&lt;br /&gt;yang berwenang;&lt;br /&gt;d. menyampaikan temuan dan laporan kepada PPS dan&lt;br /&gt;KPPS untuk ditindaklanjuti;&lt;br /&gt;e. memberikan rekomendasi kepada yang berwenang&lt;br /&gt;atas temuan dan laporan tentang adanya tindakan&lt;br /&gt;yang mengandung unsur tindak pidana Pemilu sesuai&lt;br /&gt;dengan peraturan perundang-undangan;&lt;br /&gt;f. mengawasi . . .&lt;br /&gt;- 76 -&lt;br /&gt;f. mengawasi pelaksanaan sosialisasi penyelenggaraan&lt;br /&gt;Pemilu; dan&lt;br /&gt;g. melaksanakan tugas dan wewenang lain yang&lt;br /&gt;diberikan oleh Panwaslu Kecamatan.&lt;br /&gt;Pasal 83&lt;br /&gt;Pengawas Pemilu Lapangan berkewajiban:&lt;br /&gt;a. bersikap tidak diskriminatif dalam menjalankan tugas&lt;br /&gt;dan wewenangnya;&lt;br /&gt;b. menyampaikan laporan kepada Panwaslu Kecamatan&lt;br /&gt;berkaitan dengan adanya dugaan tindakan yang&lt;br /&gt;mengakibatkan terganggunya tahapan&lt;br /&gt;penyelenggaraan Pemilu di tingkat desa/kelurahan;&lt;br /&gt;c. menyampaikan temuan dan laporan kepada Panwaslu&lt;br /&gt;Kecamatan berkaitan dengan adanya dugaan&lt;br /&gt;pelanggaran yang dilakukan oleh PPS dan KPPS yang&lt;br /&gt;mengakibatkan terganggunya penyelenggaraan&lt;br /&gt;tahapan Pemilu di tingkat desa/kelurahan;&lt;br /&gt;d. menyampaikan laporan pengawasan atas tahapan&lt;br /&gt;penyelenggaraan Pemilu di wilayah kerjanya kepada&lt;br /&gt;Panwaslu Kecamatan; dan&lt;br /&gt;e. melaksanakan kewajiban lain yang diberikan oleh&lt;br /&gt;Panwaslu Kecamatan.&lt;br /&gt;Paragraf 6&lt;br /&gt;Pengawas Pemilu Luar Negeri&lt;br /&gt;Pasal 84&lt;br /&gt;Tugas dan wewenang Pengawas Pemilu Luar Negeri&lt;br /&gt;adalah:&lt;br /&gt;a. mengawasi tahapan penyelenggaraan Pemilu di luar&lt;br /&gt;negeri yang meliputi:&lt;br /&gt;1. pemutakhiran data pemilih berdasarkan data&lt;br /&gt;kependudukan dan penetapan daftar pemilih&lt;br /&gt;sementara, hasil perbaikan daftar pemilih, dan&lt;br /&gt;daftar pemilih tetap;&lt;br /&gt;2. pelaksanaan kampanye;&lt;br /&gt;3. perlengkapan . . .&lt;br /&gt;- 77 -&lt;br /&gt;3. perlengkapan Pemilu dan pendistribusiannya;&lt;br /&gt;4. pelaksanaan pemungutan suara dan proses&lt;br /&gt;penghitungan suara di setiap TPSLN;&lt;br /&gt;5. proses rekapitulasi suara yang dilakukan oleh&lt;br /&gt;PPLN dari seluruh TPSLN;&lt;br /&gt;6. pengumuman hasil penghitungan suara di setiap&lt;br /&gt;TPSLN;&lt;br /&gt;7. pengumuman hasil penghitungan suara dari&lt;br /&gt;TPSLN yang ditempelkan di sekretariat PPLN;&lt;br /&gt;8. pergerakan surat suara dari TPSLN sampai ke&lt;br /&gt;PPLN; dan&lt;br /&gt;9. pelaksanaan penghitungan dan pemungutan suara&lt;br /&gt;ulang, Pemilu lanjutan, dan Pemilu susulan.&lt;br /&gt;b. menerima laporan dugaan pelanggaran terhadap&lt;br /&gt;tahapan penyelenggaraan Pemilu sebagaimana&lt;br /&gt;dimaksud pada huruf a;&lt;br /&gt;c. meneruskan temuan dan laporan dugaan pelanggaran&lt;br /&gt;terhadap tahapan penyelenggaraan Pemilu&lt;br /&gt;sebagaimana dimaksud pada huruf b kepada instansi&lt;br /&gt;yang berwenang;&lt;br /&gt;d. menyampaikan temuan dan laporan kepada PPLN dan&lt;br /&gt;KPPSLN untuk ditindaklanjuti;&lt;br /&gt;e. memberikan rekomendasi kepada yang berwenang&lt;br /&gt;atas temuan dan laporan tentang adanya tindakan&lt;br /&gt;yang mengandung unsur tindak pidana Pemilu sesuai&lt;br /&gt;dengan peraturan perundang-undangan;&lt;br /&gt;f. mengawasi pelaksanaan sosialisasi penyelenggaraan&lt;br /&gt;Pemilu; dan&lt;br /&gt;g. melaksanakan tugas dan wewenang lainnya yang&lt;br /&gt;diberikan oleh Bawaslu.&lt;br /&gt;Pasal 85&lt;br /&gt;Pengawas Pemilu Luar Negeri berkewajiban:&lt;br /&gt;a. bersikap tidak diskriminatif dalam menjalankan tugas&lt;br /&gt;dan wewenangnya;&lt;br /&gt;b. menyampaikan . . .&lt;br /&gt;- 78 -&lt;br /&gt;b. menyampaikan laporan kepada Bawaslu berkaitan&lt;br /&gt;dengan adanya dugaan tindakan yang mengakibatkan&lt;br /&gt;terganggunya tahapan penyelenggaraan Pemilu di&lt;br /&gt;luar negeri;&lt;br /&gt;c. menyampaikan temuan dan laporan kepada Bawaslu&lt;br /&gt;berkaitan dengan adanya dugaan pelanggaran yang&lt;br /&gt;dilakukan oleh PPLN dan KPPSLN yang&lt;br /&gt;mengakibatkan terganggunya penyelenggaraan&lt;br /&gt;tahapan Pemilu di luar negeri;&lt;br /&gt;d. menyampaikan laporan pengawasan atas tahapan&lt;br /&gt;penyelenggaraan Pemilu di wilayah kerjanya kepada&lt;br /&gt;Bawaslu; dan&lt;br /&gt;e. melaksanakan kewajiban lainnya yang diberikan oleh&lt;br /&gt;Bawaslu.&lt;br /&gt;Bagian Keempat&lt;br /&gt;Persyaratan&lt;br /&gt;Pasal 86&lt;br /&gt;Syarat untuk menjadi calon anggota Bawaslu, Panwaslu&lt;br /&gt;Provinsi, Panwaslu Kabupaten/Kota, dan Panwaslu&lt;br /&gt;Kecamatan, serta Pengawas Pemilu Lapangan adalah:&lt;br /&gt;a. warga negara Indonesia;&lt;br /&gt;b. berusia paling rendah 35 (tiga puluh lima) tahun;&lt;br /&gt;c. setia kepada Pancasila sebagai dasar negara, Undang-&lt;br /&gt;Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun&lt;br /&gt;1945, dan cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945;&lt;br /&gt;d. mempunyai integritas, pribadi yang kuat, jujur, dan&lt;br /&gt;adil;&lt;br /&gt;e. memiliki pengetahuan dan keahlian di bidang yang&lt;br /&gt;berkaitan dengan pengawasan;&lt;br /&gt;f. berpendidikan paling rendah S-1 untuk calon anggota&lt;br /&gt;Bawaslu, Panwaslu Provinsi, dan Panwaslu&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota dan berpendidikan paling rendah&lt;br /&gt;SLTA atau yang sederajat untuk anggota Panwaslu&lt;br /&gt;Kecamatan dan Pengawas Pemilu Lapangan;&lt;br /&gt;g. berdomisili di wilayah Republik Indonesia untuk&lt;br /&gt;anggota Bawaslu, di wilayah provinsi yang&lt;br /&gt;bersangkutan . . .&lt;br /&gt;- 79 -&lt;br /&gt;bersangkutan untuk anggota Panwaslu Provinsi, atau&lt;br /&gt;di wilayah kabupaten/kota yang bersangkutan untuk&lt;br /&gt;anggota Panwaslu Kabupaten/Kota yang dibuktikan&lt;br /&gt;dengan kartu tanda penduduk;&lt;br /&gt;h. sehat jasmani dan rohani berdasarkan hasil&lt;br /&gt;pemeriksaan kesehatan menyeluruh dari rumah&lt;br /&gt;sakit;&lt;br /&gt;i. tidak pernah menjadi anggota partai politik yang&lt;br /&gt;dinyatakan secara tertulis dalam surat pernyataan&lt;br /&gt;yang sah atau sekurang-kurangnya dalam jangka&lt;br /&gt;waktu 5 (lima) tahun tidak lagi menjadi anggota partai&lt;br /&gt;politik yang dibuktikan dengan surat keterangan dari&lt;br /&gt;pengurus partai politik yang bersangkutan;&lt;br /&gt;j. tidak pernah dipidana penjara berdasarkan putusan&lt;br /&gt;pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum&lt;br /&gt;tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam&lt;br /&gt;dengan pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih;&lt;br /&gt;k. tidak sedang menduduki jabatan politik, jabatan&lt;br /&gt;struktural, dan jabatan fungsional dalam jabatan&lt;br /&gt;negeri;&lt;br /&gt;l. bersedia bekerja penuh waktu; dan&lt;br /&gt;m. bersedia tidak menduduki jabatan di pemerintahan&lt;br /&gt;dan badan usaha milik negara (BUMN)/badan usaha&lt;br /&gt;milik daerah (BUMD) selama masa keanggotaan.&lt;br /&gt;Bagian Kelima&lt;br /&gt;Pengangkatan dan Pemberhentian&lt;br /&gt;Paragraf 1&lt;br /&gt;Bawaslu&lt;br /&gt;Pasal 87&lt;br /&gt;(1) KPU membentuk Tim Seleksi calon anggota&lt;br /&gt;Bawaslu.&lt;br /&gt;(2) Tim Seleksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1)&lt;br /&gt;membantu KPU untuk menetapkan calon anggota&lt;br /&gt;Bawaslu yang akan diajukan kepada Dewan&lt;br /&gt;Perwakilan Rakyat.&lt;br /&gt;(3) Tim . . .&lt;br /&gt;- 80 -&lt;br /&gt;(3) Tim Seleksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1)&lt;br /&gt;berjumlah 5 (lima) orang yang berasal dari unsur&lt;br /&gt;akademisi, profesional, dan masyarakat yang&lt;br /&gt;memiliki integritas dan tidak menjadi anggota partai&lt;br /&gt;politik dalam kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir.&lt;br /&gt;(4) Anggota Tim Seleksi sebagaimana dimaksud pada&lt;br /&gt;ayat (3) berpendidikan paling rendah S-1 dan&lt;br /&gt;berusia paling rendah 35 (tiga puluh lima) tahun.&lt;br /&gt;(5) Anggota Tim Seleksi dilarang mencalonkan diri&lt;br /&gt;sebagai calon anggota Bawaslu.&lt;br /&gt;(6) Komposisi Tim Seleksi terdiri atas seorang ketua&lt;br /&gt;merangkap anggota, seorang sekretaris merangkap&lt;br /&gt;anggota, dan anggota.&lt;br /&gt;(7) Pembentukan Tim Seleksi sebagaimana dimaksud&lt;br /&gt;pada ayat (1) ditetapkan dengan keputusan KPU&lt;br /&gt;dalam waktu paling lama 15 (lima belas) hari kerja&lt;br /&gt;terhitung 3 (tiga) bulan setelah terbentuknya KPU.&lt;br /&gt;Pasal 88&lt;br /&gt;(1) Tim Seleksi melaksanakan tugasnya secara terbuka&lt;br /&gt;dengan melibatkan partisipasi masyarakat.&lt;br /&gt;(2) Dalam melaksanakan tugasnya, Tim Seleksi dapat&lt;br /&gt;dibantu oleh atau berkoordinasi dengan lembaga&lt;br /&gt;yang memiliki kompetensi pada bidang yang&lt;br /&gt;diperlukan.&lt;br /&gt;(3) Untuk memilih calon anggota Bawaslu, Tim Seleksi&lt;br /&gt;melakukan tahapan kegiatan:&lt;br /&gt;a. mengumumkan pendaftaran calon anggota&lt;br /&gt;Bawaslu sekurang-kurangnya pada 5 (lima)&lt;br /&gt;media massa cetak harian nasional selama 1&lt;br /&gt;(satu) hari dan 5 (lima) media massa elektronik&lt;br /&gt;nasional selama 3 (tiga) hari berturut-turut;&lt;br /&gt;b. menerima pendaftaran dalam waktu paling&lt;br /&gt;lambat 7 (tujuh) hari kerja terhitung sejak&lt;br /&gt;pengumuman terakhir;&lt;br /&gt;c. melakukan penelitian administrasi bakal calon&lt;br /&gt;anggota Bawaslu dalam waktu paling lambat 5&lt;br /&gt;(lima) hari kerja;&lt;br /&gt;d. mengumumkan . . .&lt;br /&gt;- 81 -&lt;br /&gt;d. mengumumkan hasil penelitian administrasi&lt;br /&gt;bakal calon anggota Bawaslu dalam waktu paling&lt;br /&gt;lambat 3 (tiga) hari kerja;&lt;br /&gt;e. melakukan seleksi tertulis dalam waktu paling&lt;br /&gt;lambat 5 (lima) hari kerja terhitung sejak&lt;br /&gt;pengumuman hasil penelitian sebagaimana&lt;br /&gt;dimaksud pada huruf d;&lt;br /&gt;f. mengumumkan daftar nama bakal calon anggota&lt;br /&gt;Bawaslu yang lulus seleksi tertulis sekurangkurangnya&lt;br /&gt;pada 5 (lima) media massa cetak&lt;br /&gt;harian nasional selama 1 (satu) hari dan 5 (lima)&lt;br /&gt;media massa elektronik nasional selama 3 (tiga)&lt;br /&gt;hari berturut-turut untuk mendapatkan&lt;br /&gt;masukan dan tanggapan masyarakat dalam&lt;br /&gt;waktu paling lambat 10 (sepuluh) hari kerja;&lt;br /&gt;g. melakukan wawancara dengan bakal calon&lt;br /&gt;anggota Bawaslu, termasuk mengklarifikasi&lt;br /&gt;tanggapan dan masukan masyarakat dalam&lt;br /&gt;waktu paling lambat 10 (sepuluh) hari kerja; dan&lt;br /&gt;h. menyampaikan 15 (lima belas) nama bakal calon&lt;br /&gt;anggota Bawaslu kepada KPU paling lambat&lt;br /&gt;2 (dua) hari terhitung sejak Tim Seleksi&lt;br /&gt;memutuskan nama bakal calon.&lt;br /&gt;Pasal 89&lt;br /&gt;(1) KPU menetapkan 15 (lima belas) nama calon atau&lt;br /&gt;3 (tiga) kali jumlah anggota Bawaslu untuk&lt;br /&gt;selanjutnya diajukan kepada Dewan Perwakilan&lt;br /&gt;Rakyat.&lt;br /&gt;(2) Penyampaian nama calon yang sudah ditetapkan&lt;br /&gt;sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disusun&lt;br /&gt;berdasarkan abjad disertai salinan berkas&lt;br /&gt;administrasi tiap-tiap bakal calon anggota Bawaslu&lt;br /&gt;paling lambat 5 (lima) hari kerja terhitung sejak KPU&lt;br /&gt;menerima nama bakal calon anggota Bawaslu dari&lt;br /&gt;Tim Seleksi.&lt;br /&gt;Pasal 90 . . .&lt;br /&gt;- 82 -&lt;br /&gt;Pasal 90&lt;br /&gt;(1) Proses pemilihan anggota Bawaslu di Dewan&lt;br /&gt;Perwakilan Rakyat dilakukan dalam waktu paling&lt;br /&gt;lama 20 (dua puluh) hari kerja terhitung sejak&lt;br /&gt;diterimanya berkas calon anggota Bawaslu dari&lt;br /&gt;KPU.&lt;br /&gt;(2) Dewan Perwakilan Rakyat memilih dan menyusun&lt;br /&gt;urutan peringkat 15 (lima belas) nama calon anggota&lt;br /&gt;Bawaslu berdasarkan hasil uji kelayakan dan&lt;br /&gt;kepatutan sesuai dengan mekanisme yang berlaku.&lt;br /&gt;(3) Dewan Perwakilan Rakyat menetapkan 5 (lima)&lt;br /&gt;nama peringkat teratas dari 15 (lima belas) nama&lt;br /&gt;calon anggota Bawaslu sebagaimana dimaksud pada&lt;br /&gt;ayat (2) sebagai anggota Bawaslu terpilih.&lt;br /&gt;(4) Dewan Perwakilan Rakyat menyampaikan nama&lt;br /&gt;anggota Bawaslu terpilih sebagaimana dimaksud&lt;br /&gt;pada ayat (3) kepada Presiden dalam waktu paling&lt;br /&gt;lambat 2 (dua) hari kerja terhitung sejak calon&lt;br /&gt;anggota Bawaslu ditetapkan.&lt;br /&gt;Pasal 91&lt;br /&gt;(1) Anggota Bawaslu terpilih sebagaimana dimaksud&lt;br /&gt;dalam Pasal 90 ayat (3) disampaikan oleh Dewan&lt;br /&gt;Perwakilan Rakyat kepada Presiden untuk disahkan.&lt;br /&gt;(2) Pengesahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)&lt;br /&gt;ditetapkan dengan keputusan Presiden paling&lt;br /&gt;lambat 5 (lima) hari kerja terhitung sejak&lt;br /&gt;diterimanya 5 (lima) nama yang ditetapkan Dewan&lt;br /&gt;Perwakilan Rakyat.&lt;br /&gt;Pasal 92&lt;br /&gt;(1) Untuk mengawasi tahapan penyelenggaraan Pemilu&lt;br /&gt;Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan&lt;br /&gt;Perwakilan Daerah, Dewan Perwakilan Rakyat&lt;br /&gt;Daerah, serta Pemilu Presiden dan Wakil Presiden,&lt;br /&gt;dibentuk Panwaslu Provinsi, Panwaslu&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota, Panwaslu Kecamatan, Pengawas&lt;br /&gt;Pemilu Lapangan, dan Pengawas Pemilu Luar Negeri&lt;br /&gt;yang bertugas melakukan pengawasan terhadap&lt;br /&gt;tahapan . . .&lt;br /&gt;- 83 -&lt;br /&gt;tahapan-tahapan penyelenggaraan Pemilu di wilayah&lt;br /&gt;kerja masing-masing.&lt;br /&gt;(2) Untuk mengawasi penyelenggaraan Pemilu Kepala&lt;br /&gt;Daerah dan Wakil Kepala Daerah Provinsi, dibentuk&lt;br /&gt;Panwaslu Provinsi, Panwaslu Kabupaten/Kota, dan&lt;br /&gt;Panwaslu Kecamatan serta Pengawas Pemilu&lt;br /&gt;Lapangan yang bertugas melakukan pengawasan&lt;br /&gt;terhadap tahapan-tahapan penyelenggaraan Pemilu&lt;br /&gt;Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Provinsi di&lt;br /&gt;wilayah kerja masing-masing.&lt;br /&gt;(3) Untuk mengawasi penyelenggaraan Pemilu Kepala&lt;br /&gt;Daerah Kabupaten/Kota, dibentuk Panwaslu&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota dan Panwaslu Kecamatan, serta&lt;br /&gt;Pengawas Pemilu Lapangan yang bertugas&lt;br /&gt;melakukan pengawasan terhadap tahapan-tahapan&lt;br /&gt;penyelenggaraan Pemilu Kepala Daerah&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota di wilayah kerja masing-masing.&lt;br /&gt;Paragraf 2&lt;br /&gt;Panwaslu Provinsi&lt;br /&gt;Pasal 93&lt;br /&gt;Calon anggota Panwaslu Provinsi diusulkan oleh KPU&lt;br /&gt;Provinsi kepada Bawaslu sebanyak 6 (enam) orang untuk&lt;br /&gt;selanjutnya ditetapkan dengan keputusan Bawaslu&lt;br /&gt;sebanyak 3 (tiga) orang sebagai anggota Panwaslu&lt;br /&gt;Provinsi terpilih setelah melalui uji kelayakan dan&lt;br /&gt;kepatutan.&lt;br /&gt;Paragraf 3&lt;br /&gt;Panwaslu Kabupaten/Kota&lt;br /&gt;Pasal 94&lt;br /&gt;(1) Calon anggota Panwaslu Kabupaten/Kota untuk&lt;br /&gt;Pemilu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan&lt;br /&gt;Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat&lt;br /&gt;Daerah, Pemilu Presiden dan Wakil Presiden, serta&lt;br /&gt;Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah&lt;br /&gt;Provinsi diusulkan oleh KPU Kabupaten/Kota&lt;br /&gt;kepada Panwaslu Provinsi sebanyak 6 (enam) orang&lt;br /&gt;untuk . . .&lt;br /&gt;- 84 -&lt;br /&gt;untuk selanjutnya dipilih sebanyak 3 (tiga) orang&lt;br /&gt;sebagai anggota Panwaslu Kabupaten/Kota setelah&lt;br /&gt;melalui uji kelayakan dan kepatutan dan ditetapkan&lt;br /&gt;dengan keputusan Bawaslu.&lt;br /&gt;(2) Calon anggota Panwaslu Kabupaten/Kota untuk&lt;br /&gt;Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota diusulkan oleh KPU&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota kepada Bawaslu sebanyak 6 (enam)&lt;br /&gt;orang untuk selanjutnya dipilih sebanyak 3 (tiga)&lt;br /&gt;orang sebagai anggota Panwaslu Kabupaten/Kota&lt;br /&gt;setelah melalui uji kelayakan dan kepatutan dan&lt;br /&gt;ditetapkan dengan keputusan Bawaslu.&lt;br /&gt;Paragraf 4&lt;br /&gt;Panwaslu Kecamatan&lt;br /&gt;Pasal 95&lt;br /&gt;Calon anggota Panwaslu Kecamatan diusulkan oleh KPU&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota kepada Panwaslu Kabupaten/Kota&lt;br /&gt;sebanyak 6 (enam) orang untuk selanjutnya dipilih&lt;br /&gt;sebanyak 3 (tiga) orang sebagai anggota Panwaslu&lt;br /&gt;Kecamatan dan ditetapkan dengan keputusan Panwaslu&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota.&lt;br /&gt;Paragraf 5&lt;br /&gt;Pengawas Pemilu Lapangan&lt;br /&gt;Pasal 96&lt;br /&gt;Anggota Pengawas Pemilu Lapangan dipilih dan&lt;br /&gt;ditetapkan dengan keputusan Panwaslu Kecamatan.&lt;br /&gt;Paragraf 6&lt;br /&gt;Pengawas Pemilu Luar Negeri&lt;br /&gt;Pasal 97&lt;br /&gt;(1) Pengawas Pemilu Luar Negeri melakukan&lt;br /&gt;pengawasan terhadap penyelenggaraan Pemilu di&lt;br /&gt;luar negeri.&lt;br /&gt;(2) Pengawas . . .&lt;br /&gt;- 85 -&lt;br /&gt;(2) Pengawas Pemilu Luar Negeri sebagaimana&lt;br /&gt;dimaksud pada ayat (1) dapat dibentuk dan&lt;br /&gt;ditetapkan dengan keputusan Bawaslu atas usul&lt;br /&gt;kepala perwakilan Republik Indonesia.&lt;br /&gt;(3) Anggota Pengawas Pemilu Luar Negeri terdiri atas&lt;br /&gt;masyarakat Indonesia yang berdomisili di luar&lt;br /&gt;negeri.&lt;br /&gt;Paragraf 7&lt;br /&gt;Sumpah/Janji&lt;br /&gt;Pasal 98&lt;br /&gt;(1) Sebelum menjalankan tugas, anggota Bawaslu,&lt;br /&gt;Panwaslu Provinsi, Panwaslu Kabupaten/Kota,&lt;br /&gt;Panwaslu Kecamatan, Pengawas Pemilu Lapangan,&lt;br /&gt;dan Pengawas Pemilu Luar Negeri mengucapkan&lt;br /&gt;sumpah/janji.&lt;br /&gt;(2) Pengambilan sumpah/janji anggota Bawaslu&lt;br /&gt;dilakukan oleh Hakim Agung di kantor KPU.&lt;br /&gt;(3) Pengambilan sumpah/janji anggota Panwaslu&lt;br /&gt;Provinsi dilakukan oleh Bawaslu.&lt;br /&gt;(4) Pengambilan sumpah/janji anggota Panwaslu&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota dilakukan oleh Panwaslu Provinsi,&lt;br /&gt;kecuali pada penyelenggaraan Pemilu Kepala Daerah&lt;br /&gt;dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten/Kota&lt;br /&gt;pengambilan sumpah/janji dilakukan oleh Bawaslu.&lt;br /&gt;(5) Sumpah/janji anggota Bawaslu, Panwaslu Provinsi,&lt;br /&gt;Panwaslu Kabupaten/Kota, Panwaslu Kecamatan,&lt;br /&gt;Pengawas Pemilu Lapangan, dan Pengawas Pemilu&lt;br /&gt;Luar Negeri sebagai berikut:&lt;br /&gt;“Demi Allah (Tuhan) saya bersumpah/berjanji:&lt;br /&gt;Bahwa saya akan memenuhi tugas dan kewajiban&lt;br /&gt;saya sebagai anggota Bawaslu/Panwaslu&lt;br /&gt;Provinsi/Panwaslu Kabupaten/Kota/Panwaslu&lt;br /&gt;Kecamatan/ Pengawas Pemilu Lapangan/Pengawas&lt;br /&gt;Pemilu Luar Negeri dengan sebaik-baiknya sesuai&lt;br /&gt;dengan peraturan perundang-undangan dengan&lt;br /&gt;berpedoman kepada Pancasila dan Undang-Undang&lt;br /&gt;Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;&lt;br /&gt;Bahwa . . .&lt;br /&gt;- 86 -&lt;br /&gt;Bahwa saya dalam menjalankan tugas dan&lt;br /&gt;wewenang akan bekerja dengan sungguh-sungguh,&lt;br /&gt;jujur, adil, dan cermat demi suksesnya Pemilu&lt;br /&gt;Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan&lt;br /&gt;Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat&lt;br /&gt;Daerah/Pemilu Presiden dan Wakil Presiden/Pemilu&lt;br /&gt;Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, tegaknya&lt;br /&gt;demokrasi dan keadilan, serta mengutamakan&lt;br /&gt;kepentingan Negara Kesatuan Republik Indonesia&lt;br /&gt;daripada kepentingan pribadi atau golongan.”&lt;br /&gt;Paragraf 8&lt;br /&gt;Pemberhentian&lt;br /&gt;Pasal 99&lt;br /&gt;(1) Anggota Bawaslu, Panwaslu Provinsi, Panwaslu&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota, Panwaslu Kecamatan, Pengawas&lt;br /&gt;Pemilu Lapangan, dan Pengawas Pemilu Luar Negeri&lt;br /&gt;berhenti antarwaktu karena:&lt;br /&gt;a. meninggal dunia;&lt;br /&gt;b. mengundurkan diri; atau&lt;br /&gt;c. diberhentikan.&lt;br /&gt;(2) Diberhentikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)&lt;br /&gt;huruf c apabila:&lt;br /&gt;a. tidak lagi memenuhi syarat sebagai anggota&lt;br /&gt;Bawaslu, Panwaslu Provinsi, Panwaslu&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota, Panwaslu Kecamatan, dan&lt;br /&gt;Pengawas Pemilu Lapangan;&lt;br /&gt;b. melanggar sumpah/janji jabatan dan kode etik;&lt;br /&gt;c. tidak dapat melaksanakan tugas secara&lt;br /&gt;berkelanjutan atau berhalangan tetap secara&lt;br /&gt;berturut-turut selama 3 (tiga) bulan;&lt;br /&gt;d. dijatuhi pidana penjara berdasarkan putusan&lt;br /&gt;pengadilan yang telah memperoleh kekuatan&lt;br /&gt;hukum tetap karena melakukan tindak pidana&lt;br /&gt;yang diancam dengan pidana penjara 5 (lima)&lt;br /&gt;tahun atau lebih;&lt;br /&gt;e. dijatuhi . . .&lt;br /&gt;- 87 -&lt;br /&gt;e. dijatuhi pidana berdasarkan putusan pengadilan&lt;br /&gt;yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap&lt;br /&gt;karena melakukan tindak pidana Pemilu; atau&lt;br /&gt;f. tidak menghadiri rapat pleno yang menjadi tugas&lt;br /&gt;dan kewajibannya selama 3 (tiga) kali berturutturut&lt;br /&gt;tanpa alasan yang jelas.&lt;br /&gt;(3) Pemberhentian anggota yang telah memenuhi&lt;br /&gt;ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan&lt;br /&gt;ayat (2) dilakukan dengan ketentuan:&lt;br /&gt;a. anggota Bawaslu oleh Presiden;&lt;br /&gt;b. anggota Panwaslu Provinsi, Panwaslu&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota, Panwaslu Kecamatan,&lt;br /&gt;Pengawas Pemilu Lapangan, dan Pengawas&lt;br /&gt;Pemilu Luar Negeri oleh Bawaslu.&lt;br /&gt;(4) Penggantian anggota Bawaslu, Panwaslu Provinsi,&lt;br /&gt;Panwaslu Kabupaten/Kota, Panwaslu Kecamatan,&lt;br /&gt;Pengawas Pemilu Lapangan, dan Pengawas Pemilu&lt;br /&gt;Luar Negeri yang berhenti sebagaimana dimaksud&lt;br /&gt;pada ayat (1) dilakukan dengan ketentuan:&lt;br /&gt;a. anggota Bawaslu, digantikan oleh calon anggota&lt;br /&gt;Bawaslu urutan peringkat berikutnya dari hasil&lt;br /&gt;pemilihan yang dilakukan oleh Dewan Perwakilan&lt;br /&gt;Rakyat;&lt;br /&gt;b. anggota Panwaslu Provinsi, digantikan oleh calon&lt;br /&gt;anggota Panwaslu Provinsi urutan peringkat&lt;br /&gt;berikutnya dari hasil pemilihan yang dilakukan&lt;br /&gt;oleh Bawaslu;&lt;br /&gt;c. anggota Panwaslu Kabupaten/Kota, digantikan&lt;br /&gt;oleh calon anggota Panwaslu Kabupaten/Kota&lt;br /&gt;urutan peringkat berikutnya dari hasil pemilihan&lt;br /&gt;yang dilakukan oleh Panwaslu Provinsi;&lt;br /&gt;d. anggota Panwaslu Kecamatan digantikan oleh&lt;br /&gt;calon anggota Panwaslu Kecamatan yang telah&lt;br /&gt;diusulkan oleh KPU Kabupaten/Kota&lt;br /&gt;sebagaimana dimaksud dalam Pasal 95 dan&lt;br /&gt;ditetapkan oleh Panwaslu Kabupaten/Kota;&lt;br /&gt;e. anggota Pengawas Pemilu Lapangan dipilih dan&lt;br /&gt;ditetapkan oleh Panwaslu Kecamatan; dan&lt;br /&gt;f. anggota . . .&lt;br /&gt;- 88 -&lt;br /&gt;f. anggota Pengawas Pemilu Luar Negeri dipilih dan&lt;br /&gt;ditetapkan oleh Bawaslu atas usul kepala&lt;br /&gt;perwakilan Republik Indonesia.&lt;br /&gt;Pasal 100&lt;br /&gt;(1) Pemberhentian anggota Bawaslu, yang telah&lt;br /&gt;memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam&lt;br /&gt;Pasal 99 ayat (2) huruf a, huruf b, huruf c, dan&lt;br /&gt;huruf f didahului dengan verifikasi oleh Dewan&lt;br /&gt;Kehormatan atas pengaduan masyarakat dengan&lt;br /&gt;identitas yang jelas.&lt;br /&gt;(2) Dalam proses pemberhentian sebagaimana&lt;br /&gt;dimaksud pada ayat (1), anggota Bawaslu, harus&lt;br /&gt;diberi kesempatan untuk membela diri di hadapan&lt;br /&gt;Dewan Kehormatan.&lt;br /&gt;(3) Dalam hal rapat Bawaslu memutuskan&lt;br /&gt;pemberhentian anggota sebagaimana dimaksud&lt;br /&gt;pada ayat (1) sesuai dengan rekomendasi Dewan&lt;br /&gt;Kehormatan, anggota yang bersangkutan&lt;br /&gt;diberhentikan sementara sebagai anggota Bawaslu&lt;br /&gt;sampai dengan diterbitkannya keputusan&lt;br /&gt;pemberhentian.&lt;br /&gt;(4) Tata cara pengaduan sebagaimana dimaksud pada&lt;br /&gt;ayat (1), pembelaan sebagaimana dimaksud pada&lt;br /&gt;ayat (2), dan pengambilan keputusan dalam&lt;br /&gt;pembuatan rekomendasi sebagaimana dimaksud&lt;br /&gt;pada ayat (3) oleh Dewan Kehormatan diatur lebih&lt;br /&gt;lanjut dengan peraturan Bawaslu paling lambat&lt;br /&gt;6 (enam) bulan terhitung sejak Bawaslu&lt;br /&gt;mengucapkan sumpah/janji.&lt;br /&gt;Pasal 101&lt;br /&gt;(1) Pemberhentian, penonaktifan sementara, dan&lt;br /&gt;pengenaan sanksi administratif kepada anggota&lt;br /&gt;Panwaslu Provinsi, Panwaslu Kabupaten/Kota,&lt;br /&gt;Panwaslu Kecamatan, Pengawas Pemilu Lapangan,&lt;br /&gt;dan Pengawas Pemilu Luar Negeri dilakukan oleh&lt;br /&gt;Bawaslu.&lt;br /&gt;(2) Tata . . .&lt;br /&gt;- 89 -&lt;br /&gt;(2) Tata cara pemberhentian, penonaktifan sementara,&lt;br /&gt;dan pengenaan sanksi administratif sebagaimana&lt;br /&gt;dimaksud pada ayat (1) diatur lebih lanjut dengan&lt;br /&gt;peraturan Bawaslu.&lt;br /&gt;Pasal 102&lt;br /&gt;(1) Anggota Bawaslu diberhentikan sementara karena:&lt;br /&gt;a. menjadi terdakwa dalam perkara tindak pidana&lt;br /&gt;yang diancam dengan pidana penjara 5 (lima)&lt;br /&gt;tahun atau lebih;&lt;br /&gt;b. menjadi terdakwa dalam perkara tindak pidana&lt;br /&gt;Pemilu; atau&lt;br /&gt;c. memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud&lt;br /&gt;pada Pasal 100 ayat (3).&lt;br /&gt;(2) Dalam hal anggota Bawaslu dinyatakan terbukti&lt;br /&gt;bersalah karena melakukan tindak pidana&lt;br /&gt;sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dan&lt;br /&gt;huruf b berdasarkan putusan pengadilan yang telah&lt;br /&gt;memperoleh kekuatan hukum tetap, anggota yang&lt;br /&gt;bersangkutan diberhentikan sebagai anggota&lt;br /&gt;Bawaslu.&lt;br /&gt;(3) Dalam hal anggota Bawaslu dinyatakan tidak&lt;br /&gt;terbukti melakukan tindak pidana sebagaimana&lt;br /&gt;dimaksud pada ayat (1) huruf a dan huruf b&lt;br /&gt;berdasarkan putusan pengadilan yang telah&lt;br /&gt;memperoleh kekuatan hukum tetap, anggota yang&lt;br /&gt;bersangkutan harus diaktifkan kembali.&lt;br /&gt;(4) Dalam hal surat keputusan pengaktifan kembali&lt;br /&gt;sebagaimana dimaksud pada ayat (3) tidak&lt;br /&gt;diterbitkan dalam waktu paling lama 30 (tiga puluh)&lt;br /&gt;hari, dengan sendirinya anggota Bawaslu&lt;br /&gt;dinyatakan aktif kembali.&lt;br /&gt;(5) Dalam hal anggota Bawaslu yang dinyatakan tidak&lt;br /&gt;terbukti bersalah sebagaimana dimaksud pada&lt;br /&gt;ayat (3) dan ayat (4), dilakukan rehabilitasi nama&lt;br /&gt;anggota Bawaslu yang bersangkutan.&lt;br /&gt;(6) Pemberhentian sementara sebagaimana dimaksud&lt;br /&gt;pada ayat (1) huruf c paling lama 60 (enam puluh)&lt;br /&gt;hari . . .&lt;br /&gt;- 90 -&lt;br /&gt;hari kerja dan dapat diperpanjang paling lama&lt;br /&gt;30 (tiga puluh) hari kerja.&lt;br /&gt;(7) Dalam hal perpanjangan waktu sebagaimana&lt;br /&gt;dimaksud pada ayat (8) telah berakhir dan tanpa&lt;br /&gt;pemberhentian tetap, yang bersangkutan&lt;br /&gt;dinyatakan dengan Undang-Undang ini aktif&lt;br /&gt;kembali.&lt;br /&gt;Pasal 103&lt;br /&gt;Dalam menjalankan tugasnya, Bawaslu, Panwaslu&lt;br /&gt;Provinsi, Panwaslu Kabupaten/Kota, dan Panwaslu&lt;br /&gt;Kecamatan dibantu oleh sekretariat.&lt;br /&gt;Bagian Keenam&lt;br /&gt;Pengambilan Keputusan&lt;br /&gt;Pasal 104&lt;br /&gt;(1) Keputusan Bawaslu, Panwaslu Provinsi, dan&lt;br /&gt;Panwaslu Kabupaten/Kota yang berkaitan dengan&lt;br /&gt;penetapan dan pemberian rekomendasi masingmasing&lt;br /&gt;kepada KPU, KPU Provinsi, dan KPU&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota mengenai penonaktifan sementara&lt;br /&gt;dan/atau pengenaan sanksi administratif kepada&lt;br /&gt;anggota KPU, KPU Provinsi, atau KPU&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota dilakukan melalui rapat pleno.&lt;br /&gt;(2) Keputusan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)&lt;br /&gt;dilakukan melalui suara terbanyak.&lt;br /&gt;Bagian Ketujuh&lt;br /&gt;Pertanggungjawaban dan Pelaporan&lt;br /&gt;Pasal 105&lt;br /&gt;(1) Dalam menjalankan tugasnya, Bawaslu:&lt;br /&gt;a. dalam hal keuangan bertanggung jawab sesuai&lt;br /&gt;dengan peraturan perundang-undangan;&lt;br /&gt;b. dalam hal pengawasan seluruh tahapan&lt;br /&gt;penyelenggaraan Pemilu dan tugas lainnya&lt;br /&gt;memberikan . . .&lt;br /&gt;- 91 -&lt;br /&gt;memberikan laporan pengawasan kepada Dewan&lt;br /&gt;Perwakilan Rakyat dan Presiden.&lt;br /&gt;(2) Laporan pengawasan sebagaimana dimaksud pada&lt;br /&gt;ayat (1) huruf b disampaikan secara periodik untuk&lt;br /&gt;setiap tahapan penyelenggaraan Pemilu sesuai&lt;br /&gt;dengan peraturan perundang-undangan.&lt;br /&gt;(3) Laporan pengawasan sebagaimana dimaksud pada&lt;br /&gt;ayat (2) ditembuskan kepada KPU.&lt;br /&gt;Pasal 106&lt;br /&gt;(1) Dalam menjalankan tugasnya, Panwaslu Provinsi&lt;br /&gt;bertanggung jawab kepada Bawaslu.&lt;br /&gt;(2) Panwaslu Provinsi menyampaikan laporan kinerja&lt;br /&gt;dan pengawasan penyelenggaraan Pemilu secara&lt;br /&gt;periodik kepada Bawaslu.&lt;br /&gt;(3) Panwaslu Provinsi menyampaikan laporan kegiatan&lt;br /&gt;pengawasan setiap tahapan penyelenggaraan Pemilu&lt;br /&gt;Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Provinsi&lt;br /&gt;kepada gubernur dan Dewan Perwakilan Rakyat&lt;br /&gt;Daerah Provinsi.&lt;br /&gt;Pasal 107&lt;br /&gt;(1) Dalam menjalankan tugasnya, Panwaslu&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota bertanggung jawab kepada&lt;br /&gt;Bawaslu.&lt;br /&gt;(2) Panwaslu Kabupaten/Kota menyampaikan laporan&lt;br /&gt;kinerja dan pengawasan penyelengaraan Pemilu&lt;br /&gt;secara periodik kepada Bawaslu.&lt;br /&gt;(3) Panwaslu Kabupaten/Kota menyampaikan laporan&lt;br /&gt;kegiatan pengawasan setiap tahapan&lt;br /&gt;penyelenggaraan Pemilu Kepala Daerah dan Wakil&lt;br /&gt;Kepala Daerah Kabupaten/Kota kepada&lt;br /&gt;bupati/walikota dan Dewan Perwakilan Rakyat&lt;br /&gt;Daerah Kabupaten/Kota.&lt;br /&gt;Bagian Kedelapan . . .&lt;br /&gt;- 92 -&lt;br /&gt;Bagian Kedelapan&lt;br /&gt;Kesekretariatan&lt;br /&gt;Pasal 108&lt;br /&gt;(1) Sekretariat Bawaslu dipimpin oleh kepala&lt;br /&gt;sekretariat yang berasal dari pegawai negeri sipil&lt;br /&gt;yang memenuhi persyaratan.&lt;br /&gt;(2) Kepala Sekretariat Bawaslu adalah jabatan&lt;br /&gt;struktural eselon II.&lt;br /&gt;(3) Kepala Sekretariat Bawaslu bertanggung jawab&lt;br /&gt;kepada Bawaslu.&lt;br /&gt;(4) Kepala Sekretariat Bawaslu diangkat dan&lt;br /&gt;diberhentikan dengan keputusan Menteri Dalam&lt;br /&gt;Negeri atas usul Bawaslu.&lt;br /&gt;(5) Calon kepala Sekretariat Bawaslu diusulkan oleh&lt;br /&gt;Bawaslu sebanyak 3 (tiga) orang calon kepada&lt;br /&gt;Menteri Dalam Negeri untuk dipilih dan ditetapkan&lt;br /&gt;1 (satu) orang oleh Menteri Dalam Negeri sebagai&lt;br /&gt;Kepala Sekretariat Bawaslu.&lt;br /&gt;(6) Pegawai Sekretariat Bawaslu berasal dari pegawai&lt;br /&gt;negeri sipil dan tenaga profesional yang diperlukan.&lt;br /&gt;(7) Pola organisasi dan tata kerja Sekretariat Bawaslu&lt;br /&gt;sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan&lt;br /&gt;dengan Peraturan Presiden berdasarkan usulan&lt;br /&gt;Bawaslu.&lt;br /&gt;Pasal 109&lt;br /&gt;(1) Sekretariat Panwaslu Provinsi atau Panwaslu&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota masing-masing dipimpin oleh&lt;br /&gt;kepala sekretariat yang berasal dari pegawai negeri&lt;br /&gt;sipil yang memenuhi persyaratan.&lt;br /&gt;(2) Kepala sekretariat Panwaslu Provinsi bertanggung&lt;br /&gt;jawab kepada Panwaslu Provinsi dan kepala&lt;br /&gt;sekretariat Panwaslu Kabupaten/Kota bertanggung&lt;br /&gt;jawab kepada Panwaslu Kabupaten/Kota.&lt;br /&gt;(3) Kepala sekretariat dan pegawai sekretariat Panwaslu&lt;br /&gt;Provinsi diangkat dan diberhentikan oleh gubernur&lt;br /&gt;atas usul Panwaslu Provinsi.&lt;br /&gt;(4) Kepala . . .&lt;br /&gt;- 93 -&lt;br /&gt;(4) Kepala sekretariat dan pegawai sekretariat Panwaslu&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota dan Panwaslu Kecamatan diangkat&lt;br /&gt;dan diberhentikan oleh bupati/walikota atas usul&lt;br /&gt;Panwaslu Kabupaten/Kota.&lt;br /&gt;(5) Jumlah pegawai sekretariat Panwaslu&lt;br /&gt;Provinsi/Kabupaten/Kota/Kecamatan masingmasing&lt;br /&gt;paling banyak 5 (lima) orang.&lt;br /&gt;(6) Pegawai sekretariat Panwaslu&lt;br /&gt;Provinsi/Kabupaten/Kota/Kecamatan berasal dari&lt;br /&gt;pegawai negeri sipil dan tenaga profesional yang&lt;br /&gt;diperlukan.&lt;br /&gt;(7) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara&lt;br /&gt;pengusulan pengangkatan dan pemberhentian&lt;br /&gt;kepala sekretariat dan pegawai sekretariat Panwaslu&lt;br /&gt;dan tata kerja sekretariat Panwaslu sebagaimana&lt;br /&gt;dimaksud pada ayat (1), ayat (2), ayat (3), dan ayat&lt;br /&gt;(4) diatur dengan peraturan Bawaslu dengan&lt;br /&gt;berpedoman pada Peraturan Presiden.&lt;br /&gt;BAB V&lt;br /&gt;KODE ETIK DAN DEWAN KEHORMATAN&lt;br /&gt;Bagian Pertama&lt;br /&gt;Kode Etik&lt;br /&gt;Pasal 110&lt;br /&gt;(1) KPU dan Bawaslu secara bersama-sama menyusun&lt;br /&gt;dan menyetujui satu kode etik untuk menjaga&lt;br /&gt;kemandirian, integritas, dan kredibilitas anggota&lt;br /&gt;KPU, anggota KPU Provinsi, anggota KPU&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota, PPK, PPS, KPPS, PPLN, dan&lt;br /&gt;KPPSLN serta Bawaslu, Panwaslu Provinsi,&lt;br /&gt;Panwaslu Kabupaten/Kota, Panwaslu Kecamatan,&lt;br /&gt;Pengawas Pemilu Lapangan, dan Pengawas Pemilu&lt;br /&gt;Luar Negeri.&lt;br /&gt;(2) Dalam hal penyusunan kode etik sebagaimana&lt;br /&gt;dimaksud pada ayat (1) KPU dan Bawaslu dapat&lt;br /&gt;mengikutsertakan pihak lain.&lt;br /&gt;(3) Kode etik sebagaimana dimaksud pada ayat (1)&lt;br /&gt;bersifat mengikat serta wajib dipatuhi oleh anggota&lt;br /&gt;KPU . . .&lt;br /&gt;- 94 -&lt;br /&gt;KPU, anggota KPU Provinsi, anggota KPU&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota, PPK, PPS, KPPS, PPLN, dan&lt;br /&gt;KPPSLN serta Bawaslu, Panwaslu Provinsi,&lt;br /&gt;Panwaslu Kabupaten/Kota, Panwaslu Kecamatan,&lt;br /&gt;Pengawas Pemilu Lapangan, dan Pengawas Pemilu&lt;br /&gt;Luar Negeri.&lt;br /&gt;(4) Kode etik sebagaimana dimaksud pada ayat (1)&lt;br /&gt;ditetapkan lebih lanjut dengan peraturan KPU paling&lt;br /&gt;lambat 3 (tiga) bulan terhitung sejak Bawaslu&lt;br /&gt;terbentuk.&lt;br /&gt;Bagian Kedua&lt;br /&gt;Dewan Kehormatan&lt;br /&gt;Pasal 111&lt;br /&gt;(1) Untuk memeriksa pengaduan dan/atau laporan&lt;br /&gt;adanya dugaan pelanggaran kode etik yang&lt;br /&gt;dilakukan oleh anggota KPU dan anggota KPU&lt;br /&gt;Provinsi, dibentuk Dewan Kehormatan KPU yang&lt;br /&gt;bersifat ad hoc.&lt;br /&gt;(2) Pembentukan Dewan Kehormatan KPU sebagaimana&lt;br /&gt;dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan&lt;br /&gt;keputusan KPU.&lt;br /&gt;(3) Dewan Kehormatan KPU sebagaimana dimaksud&lt;br /&gt;pada ayat (1) berjumlah 5 (lima) orang yang terdiri&lt;br /&gt;atas 3 (tiga) orang anggota KPU dan 2 (dua) orang&lt;br /&gt;dari luar anggota KPU.&lt;br /&gt;(4) Dewan Kehormatan KPU terdiri atas seorang ketua&lt;br /&gt;merangkap anggota dan anggota.&lt;br /&gt;(5) Ketua Dewan Kehormatan KPU dipilih dari dan oleh&lt;br /&gt;anggota Dewan Kehormatan.&lt;br /&gt;(6) Ketua Dewan Kehormatan KPU tidak boleh&lt;br /&gt;dirangkap oleh Ketua KPU.&lt;br /&gt;(7) Berdasarkan hasil pemeriksaan sebagaimana&lt;br /&gt;dimaksud pada ayat (1), Dewan Kehormatan KPU&lt;br /&gt;menetapkan rekomendasi.&lt;br /&gt;(8) Rekomendasi sebagaimana dimaksud pada ayat (7)&lt;br /&gt;bersifat mengikat.&lt;br /&gt;(9) KPU . . .&lt;br /&gt;- 95 -&lt;br /&gt;(9) KPU wajib melaksanakan rekomendasi Dewan&lt;br /&gt;Kehormatan KPU.&lt;br /&gt;Pasal 112&lt;br /&gt;(1) Untuk memeriksa pengaduan dan/atau laporan&lt;br /&gt;adanya dugaan pelanggaran kode etik yang&lt;br /&gt;dilakukan oleh anggota KPU Kabupaten/Kota,&lt;br /&gt;dibentuk Dewan Kehormatan KPU Provinsi yang&lt;br /&gt;bersifat ad hoc.&lt;br /&gt;(2) Pembentukan Dewan Kehormatan KPU Provinsi&lt;br /&gt;sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan&lt;br /&gt;lebih lanjut dengan keputusan KPU Provinsi.&lt;br /&gt;(3) Dewan Kehormatan KPU Provinsi sebagaimana&lt;br /&gt;dimaksud pada ayat (1) berjumlah 3 (tiga) orang&lt;br /&gt;yang terdiri atas 2 (dua) orang anggota KPU Provinsi&lt;br /&gt;dan 1 (satu) orang dari luar anggota KPU Provinsi.&lt;br /&gt;(4) Dewan Kehormatan KPU Provinsi terdiri atas&lt;br /&gt;seorang ketua merangkap anggota dan anggota.&lt;br /&gt;(5) Ketua Dewan Kehormatan KPU Provinsi dipilih dari&lt;br /&gt;dan oleh anggota Dewan Kehormatan KPU Provinsi.&lt;br /&gt;(6) Ketua Dewan Kehormatan tidak boleh dirangkap&lt;br /&gt;oleh Ketua KPU Provinsi.&lt;br /&gt;(7) Berdasarkan hasil pemeriksaan sebagaimana&lt;br /&gt;dimaksud pada ayat (1), Dewan Kehormatan KPU&lt;br /&gt;Provinsi menetapkan rekomendasi.&lt;br /&gt;(8) Rekomendasi sebagaimana dimaksud pada ayat (7)&lt;br /&gt;bersifat mengikat.&lt;br /&gt;(9) KPU Provinsi wajib melaksanakan rekomendasi&lt;br /&gt;Dewan Kehormatan KPU Provinsi.&lt;br /&gt;Pasal 113&lt;br /&gt;(1) Untuk memeriksa pengaduan dan/atau laporan&lt;br /&gt;adanya pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh&lt;br /&gt;anggota Bawaslu, dibentuk Dewan Kehormatan&lt;br /&gt;Bawaslu yang bersifat ad hoc.&lt;br /&gt;(2) Pembentukan . . .&lt;br /&gt;- 96 -&lt;br /&gt;(2) Pembentukan Dewan Kehormatan Bawaslu&lt;br /&gt;sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan&lt;br /&gt;lebih lanjut dengan keputusan Bawaslu.&lt;br /&gt;(3) Dewan Kehormatan Bawaslu sebagaimana&lt;br /&gt;dimaksud pada ayat (1) berjumlah 5 (lima) orang&lt;br /&gt;yang terdiri atas 1 (satu) orang anggota dari KPU,&lt;br /&gt;2 (dua) orang anggota dari Bawaslu, dan 2 (dua)&lt;br /&gt;orang dari luar anggota KPU dan Bawaslu.&lt;br /&gt;(4) Dewan Kehormatan Bawaslu terdiri atas seorang&lt;br /&gt;ketua merangkap anggota dan anggota.&lt;br /&gt;(5) Ketua Dewan Kehormatan Bawaslu dipilih dari dan&lt;br /&gt;oleh anggota Dewan Kehormatan Bawaslu.&lt;br /&gt;(6) Ketua Dewan Kehormatan Bawaslu tidak boleh&lt;br /&gt;dirangkap oleh Ketua Bawaslu.&lt;br /&gt;(7) Berdasarkan hasil pemeriksaan sebagaimana&lt;br /&gt;dimaksud pada ayat (1), Dewan Kehormatan&lt;br /&gt;Bawaslu menetapkan rekomendasi.&lt;br /&gt;(8) Rekomendasi sebagaimana dimaksud pada ayat (7)&lt;br /&gt;bersifat mengikat.&lt;br /&gt;(9) Bawaslu wajib melaksanakan rekomendasi Dewan&lt;br /&gt;Kehormatan Bawaslu.&lt;br /&gt;BAB VI&lt;br /&gt;KEUANGAN&lt;br /&gt;Pasal 114&lt;br /&gt;(1) Anggaran belanja KPU, KPU Provinsi, KPU&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota, Bawaslu, Sekretariat Jenderal&lt;br /&gt;KPU, sekretariat KPU Provinsi, dan sekretariat KPU&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota serta Sekretariat Bawaslu&lt;br /&gt;bersumber dari APBN.&lt;br /&gt;(2) Pendanaan penyelenggaraan Pemilu Anggota Dewan&lt;br /&gt;Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan&lt;br /&gt;Dewan Perwakilan Rakyat Daerah serta Pemilu&lt;br /&gt;Presiden dan Wakil Presiden wajib dianggarkan&lt;br /&gt;dalam APBN.&lt;br /&gt;(3) Sekretaris Jenderal KPU mengoordinasikan&lt;br /&gt;pendanaan penyelenggaraan Pemilu sebagaimana&lt;br /&gt;dimaksud . . .&lt;br /&gt;- 97 -&lt;br /&gt;dimaksud pada ayat (2) yang dilaksanakan oleh&lt;br /&gt;KPU, KPU Provinsi, KPU Kabupaten/Kota, PPK, PPS,&lt;br /&gt;KPPS, PPLN, dan KPPSLN.&lt;br /&gt;(4) Kepala Sekretariat Bawaslu mengoordinasikan&lt;br /&gt;anggaran belanja Bawaslu, Panwaslu Provinsi,&lt;br /&gt;Panwaslu Kabupaten/Kota, Panwaslu Kecamatan,&lt;br /&gt;Pengawas Pemilu Lapangan, dan Pengawas Pemilu&lt;br /&gt;Luar Negeri.&lt;br /&gt;(5) Pendanaan penyelenggaraan Pemilu Kepala Daerah&lt;br /&gt;dan Wakil Kepala Daerah wajib dianggarkan dalam&lt;br /&gt;APBD.&lt;br /&gt;Pasal 115&lt;br /&gt;Anggaran penyelenggaraan Pemilu Anggota Dewan&lt;br /&gt;Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan&lt;br /&gt;Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Pemilu Presiden dan&lt;br /&gt;Wakil Presiden yang telah ditetapkan dalam Undang-&lt;br /&gt;Undang tentang APBN, serta Pemilu Kepala Daerah dan&lt;br /&gt;Wakil Kepala Daerah yang telah ditetapkan dalam&lt;br /&gt;Peraturan Daerah tentang APBD wajib dicairkan sesuai&lt;br /&gt;dengan tahapan penyelenggaraan Pemilu.&lt;br /&gt;Pasal 116&lt;br /&gt;Kedudukan keuangan anggota KPU, Bawaslu, KPU&lt;br /&gt;Provinsi, dan KPU Kabupaten/Kota, diatur dalam&lt;br /&gt;Peraturan Presiden.&lt;br /&gt;BAB VII&lt;br /&gt;PERATURAN DAN KEPUTUSAN PENYELENGGARA PEMILU&lt;br /&gt;Pasal 117&lt;br /&gt;(1) Untuk penyelenggaraan Pemilu, KPU membentuk&lt;br /&gt;peraturan KPU dan keputusan KPU.&lt;br /&gt;(2) Peraturan KPU sebagaimana dimaksud pada ayat (1)&lt;br /&gt;merupakan pelaksanaan peraturan perundangundangan.&lt;br /&gt;(3) Untuk penyelenggaraan Pemilu, KPU Provinsi dan&lt;br /&gt;KPU Kabupaten/Kota membentuk keputusan&lt;br /&gt;dengan . . .&lt;br /&gt;- 98 -&lt;br /&gt;dengan mengacu kepada pedoman yang ditetapkan&lt;br /&gt;oleh KPU.&lt;br /&gt;Pasal 118&lt;br /&gt;(1) Untuk pelaksanaan pengawasan Pemilu, Bawaslu&lt;br /&gt;membentuk peraturan Bawaslu dan keputusan&lt;br /&gt;Bawaslu.&lt;br /&gt;(2) Peraturan Bawaslu sebagaimana dimaksud pada&lt;br /&gt;ayat (1) merupakan pelaksanaan peraturan&lt;br /&gt;perundang-undangan.&lt;br /&gt;BAB VIII&lt;br /&gt;KETENTUAN LAIN-LAIN&lt;br /&gt;Pasal 119&lt;br /&gt;Ketentuan dalam Undang-Undang ini berlaku juga bagi&lt;br /&gt;penyelenggara Pemilu di provinsi yang bersifat khusus&lt;br /&gt;atau bersifat istimewa sepanjang tidak diatur lain dalam&lt;br /&gt;undang-undang tersendiri.&lt;br /&gt;Pasal 120&lt;br /&gt;Pembentukan Tim Seleksi untuk memilih calon anggota&lt;br /&gt;KPU Provinsi atau KPU Kabupaten/Kota di daerah&lt;br /&gt;otonom baru yang DPRD-nya belum terbentuk diatur&lt;br /&gt;lebih lanjut dengan peraturan KPU.&lt;br /&gt;Pasal 121&lt;br /&gt;Untuk melaksanakan tugas, wewenang, dan&lt;br /&gt;kewajibannya, KPU, KPU Provinsi, dan KPU&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota dapat bekerja sama dengan Pemerintah&lt;br /&gt;dan pemerintah daerah serta memperoleh bantuan dan&lt;br /&gt;fasilitas, baik dari Pemerintah maupun dari pemerintah&lt;br /&gt;daerah, sesuai dengan peraturan perundang-undangan.&lt;br /&gt;Pasal 122&lt;br /&gt;(1) Apabila terjadi hal-hal yang mengakibatkan KPU&lt;br /&gt;tidak dapat melaksanakan tahapan penyelenggaraan&lt;br /&gt;Pemilu sesuai dengan ketentuan undang-undang,&lt;br /&gt;tahapan . . .&lt;br /&gt;- 99 -&lt;br /&gt;tahapan penyelenggaraan Pemilu untuk sementara&lt;br /&gt;dilaksanakan oleh Sekretaris Jenderal KPU.&lt;br /&gt;(2) Dalam hal KPU tidak dapat menjalankan tugas&lt;br /&gt;sebagaimana dimaksud pada ayat (1), paling lambat&lt;br /&gt;30 (tiga puluh) hari Presiden dan Dewan Perwakilan&lt;br /&gt;Rakyat mengambil langkah agar KPU dapat&lt;br /&gt;melaksanakan tugasnya kembali.&lt;br /&gt;(3) Apabila terjadi hal-hal yang mengakibatkan KPU&lt;br /&gt;Provinsi atau KPU Kabupaten/Kota tidak dapat&lt;br /&gt;menjalankan tugasnya, tahapan penyelenggaraan&lt;br /&gt;Pemilu untuk sementara dilaksanakan oleh KPU&lt;br /&gt;setingkat di atasnya.&lt;br /&gt;Pasal 123&lt;br /&gt;(1) Apabila terjadi hal-hal yang mengakibatkan Bawaslu&lt;br /&gt;tidak dapat menjalankan tugasnya sesuai dengan&lt;br /&gt;ketentuan undang-undang, pengawasan tahapan&lt;br /&gt;penyelenggaraan Pemilu untuk sementara&lt;br /&gt;dilaksanakan oleh Kepala Sekretariat Bawaslu.&lt;br /&gt;(2) Dalam hal Bawaslu tidak dapat menjalankan tugas&lt;br /&gt;sebagaimana dimaksud pada ayat (1), paling lambat&lt;br /&gt;30 (tiga puluh) hari Presiden dan Dewan Perwakilan&lt;br /&gt;Rakyat segera mengambil langkah agar Bawaslu&lt;br /&gt;dapat melaksanakan tugasnya kembali.&lt;br /&gt;(3) Apabila terjadi hal-hal yang mengakibatkan&lt;br /&gt;Panwaslu Provinsi atau Panwaslu Kabupaten/Kota&lt;br /&gt;tidak dapat menjalankan tugasnya, tahapan&lt;br /&gt;pengawasan penyelenggaraan Pemilu untuk&lt;br /&gt;sementara dilaksanakan oleh Bawaslu atau&lt;br /&gt;Panwaslu setingkat di atasnya.&lt;br /&gt;BAB IX&lt;br /&gt;KETENTUAN PERALIHAN&lt;br /&gt;Pasal 124&lt;br /&gt;(1) Masa kerja anggota KPU yang diperpanjang&lt;br /&gt;berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2006&lt;br /&gt;tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti&lt;br /&gt;Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2006 tentang&lt;br /&gt;Perubahan . . .&lt;br /&gt;- 100 -&lt;br /&gt;Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 12&lt;br /&gt;Tahun 2003 tentang Pemilihan Umum Anggota&lt;br /&gt;Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan&lt;br /&gt;Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah&lt;br /&gt;berakhir sejak saat pengucapan sumpah/janji&lt;br /&gt;anggota KPU yang baru berdasarkan Undang-&lt;br /&gt;Undang ini.&lt;br /&gt;(2) Anggota KPU yang masa kerjanya diperpanjang&lt;br /&gt;sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menjalankan&lt;br /&gt;tugas, wewenang, dan kewajiban KPU sesuai dengan&lt;br /&gt;Undang-Undang ini.&lt;br /&gt;(3) Pada saat Undang-Undang ini diundangkan, segala&lt;br /&gt;kewajiban dengan pihak lain yang belum selesai&lt;br /&gt;dilaksanakan oleh KPU tetap berlangsung dan&lt;br /&gt;dinyatakan tetap berlaku menurut Undang-Undang&lt;br /&gt;ini.&lt;br /&gt;(4) Untuk pertama kali, pembentukan Tim Seleksi&lt;br /&gt;anggota KPU menurut Undang-Undang ini harus&lt;br /&gt;sudah dibentuk paling lambat 2 (dua) bulan setelah&lt;br /&gt;Undang-Undang ini diundangkan.&lt;br /&gt;Pasal 125&lt;br /&gt;(1) Keanggotaan KPU Provinsi berdasarkan Undang-&lt;br /&gt;Undang ini ditetapkan setelah berakhir masa&lt;br /&gt;keanggotaan KPU Provinsi sebagaimana dimaksud&lt;br /&gt;Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2003 tentang&lt;br /&gt;Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan&lt;br /&gt;Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan&lt;br /&gt;Perwakilan Rakyat Daerah serta KPUD Provinsi&lt;br /&gt;sebagaimana dimaksud Undang-Undang Nomor 32&lt;br /&gt;Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.&lt;br /&gt;(2) Dalam hal anggota KPUD Provinsi sebagaimana&lt;br /&gt;dimaksud pada ayat (1) berakhir masa tugasnya&lt;br /&gt;pada saat berlangsungnya penyelenggaraan&lt;br /&gt;pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah,&lt;br /&gt;pengisian keanggotaan KPU Provinsi berdasarkan&lt;br /&gt;Undang-Undang ini ditunda.&lt;br /&gt;(3) Anggota KPUD Provinsi sebagaimana dimaksud pada&lt;br /&gt;ayat (2) tetap menjalankan tugas sampai dengan&lt;br /&gt;dengan . . .&lt;br /&gt;- 101 -&lt;br /&gt;pengisian keanggotaan KPU Provinsi berdasarkan&lt;br /&gt;Undang-Undang ini.&lt;br /&gt;(4) Pengisian keanggotaan KPU Provinsi sebagaimana&lt;br /&gt;dimaksud pada ayat (2) paling lambat 4 (empat)&lt;br /&gt;bulan sejak pelantikan kepala daerah dan wakil&lt;br /&gt;kepala daerah terpilih.&lt;br /&gt;Pasal 126&lt;br /&gt;(1) Keanggotaan KPU Kabupaten/Kota berdasarkan&lt;br /&gt;Undang-Undang ini ditetapkan setelah berakhir&lt;br /&gt;masa keanggotaan KPU Kabupaten/Kota&lt;br /&gt;sebagaimana dimaksud Undang-Undang Nomor 12&lt;br /&gt;Tahun 2003 tentang Pemilihan Umum Anggota&lt;br /&gt;Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan&lt;br /&gt;Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah serta&lt;br /&gt;KPUD Kabupaten/Kota sebagaimana dimaksud&lt;br /&gt;Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang&lt;br /&gt;Pemerintahan Daerah.&lt;br /&gt;(2) Dalam hal anggota KPUD Kabupaten/Kota&lt;br /&gt;sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berakhir masa&lt;br /&gt;tugasnya pada saat berlangsungnya&lt;br /&gt;penyelenggaraan pemilihan kepala daerah dan wakil&lt;br /&gt;kepala daerah, pengisian keanggotaan KPU&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota berdasarkan Undang-Undang ini&lt;br /&gt;ditunda.&lt;br /&gt;(3) Anggota KPUD Kabupaten/Kota sebagaimana&lt;br /&gt;dimaksud pada ayat (2) tetap menjalankan tugas&lt;br /&gt;sampai dengan pengisian keanggotaan KPU&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota berdasarkan Undang-Undang ini.&lt;br /&gt;(4) Pengisian keanggotaan KPU Kabupaten/Kota&lt;br /&gt;sebagaimana dimaksud pada ayat (2) paling lambat&lt;br /&gt;4 (empat) bulan sejak pelantikan kepala daerah dan&lt;br /&gt;wakil kepala daerah terpilih.&lt;br /&gt;Pasal 127&lt;br /&gt;Dalam hal penyelenggaraan pemilihan kepala daerah dan&lt;br /&gt;wakil kepala daerah sedang berlangsung pada saat&lt;br /&gt;Undang-Undang ini diundangkan, KPUD Provinsi dan&lt;br /&gt;KPUD . . .&lt;br /&gt;- 102 -&lt;br /&gt;KPUD Kabupaten/Kota berpedoman kepada ketentuan&lt;br /&gt;peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang&lt;br /&gt;tata cara pemilihan kepala daerah dan wakil kepala&lt;br /&gt;daerah yang berlaku sebelum Undang-Undang ini&lt;br /&gt;diundangkan.&lt;br /&gt;Pasal 128&lt;br /&gt;Struktur organisasi dan tata kerja sekretariat KPU, KPU&lt;br /&gt;Provinsi, dan KPU Kabupaten/Kota disesuaikan dengan&lt;br /&gt;ketentuan Undang-Undang ini paling lambat 3 (tiga)&lt;br /&gt;bulan sejak pengisian keanggotaan KPU, KPU Provinsi,&lt;br /&gt;atau KPU Kabupaten/Kota.&lt;br /&gt;Pasal 129&lt;br /&gt;(1) Keanggotaan Bawaslu harus sudah terisi paling&lt;br /&gt;lambat 5 (lima) bulan setelah pengisian keanggotaan&lt;br /&gt;KPU berdasarkan Undang-Undang ini.&lt;br /&gt;(2) Dalam hal penyelenggaraan pemilihan kepala&lt;br /&gt;daerah dan wakil kepala daerah provinsi dan&lt;br /&gt;kabupaten/kota sedang berlangsung pada saat&lt;br /&gt;Undang-Undang ini diundangkan, panitia pengawas&lt;br /&gt;pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah&lt;br /&gt;tetap melaksanakan tugasnya.&lt;br /&gt;(3) Dalam hal penyelenggaraan pemilihan kepala&lt;br /&gt;daerah dan wakil kepada daerah yang akan&lt;br /&gt;berlangsung sebelum terbentuknya Bawaslu&lt;br /&gt;berdasarkan Undang-Undang ini, pembentukan&lt;br /&gt;pengawas pemilihan kepala daerah dan wakil kepala&lt;br /&gt;daerah berpedoman kepada peraturan perundangundangan&lt;br /&gt;yang berlaku sebelum Undang-Undang&lt;br /&gt;ini diundangkan.&lt;br /&gt;Pasal 130&lt;br /&gt;Pada saat Undang-Undang ini diundangkan, semua&lt;br /&gt;peraturan pelaksanaan yang mengatur penyelenggara&lt;br /&gt;Pemilu dan kode etik penyelenggara Pemilu dinyatakan&lt;br /&gt;tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan dan&lt;br /&gt;belum diganti berdasarkan Undang-Undang ini.&lt;br /&gt;BAB X . . .&lt;br /&gt;- 103 -&lt;br /&gt;BAB X&lt;br /&gt;KETENTUAN PENUTUP&lt;br /&gt;Pasal 131&lt;br /&gt;Pada saat Undang-Undang ini mulai berlaku, Undang-&lt;br /&gt;Undang Nomor 10 Tahun 2006 tentang Penetapan&lt;br /&gt;Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor&lt;br /&gt;1 Tahun 2006 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-&lt;br /&gt;Undang Nomor 12 Tahun 2003 tentang Pemilihan Umum&lt;br /&gt;Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan&lt;br /&gt;Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Menjadi&lt;br /&gt;Undang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia&lt;br /&gt;Tahun 2006 Nomor 60, Tambahan Lembaran Negara&lt;br /&gt;Republik Indonesia Nomor 4631) dicabut dan dinyatakan&lt;br /&gt;tidak berlaku.&lt;br /&gt;Pasal 132&lt;br /&gt;Pada saat Undang-Undang ini mulai berlaku, ketentuanketentuan&lt;br /&gt;dalam:&lt;br /&gt;a. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2003 tentang&lt;br /&gt;Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat,&lt;br /&gt;Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan&lt;br /&gt;Rakyat Daerah (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor&lt;br /&gt;37, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4277);&lt;br /&gt;b. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2003 tentang&lt;br /&gt;Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden&lt;br /&gt;(Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 93, Tambahan&lt;br /&gt;Lembaran Negara Nomor 4311); dan&lt;br /&gt;c. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang&lt;br /&gt;Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004&lt;br /&gt;Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Nomor&lt;br /&gt;4437);&lt;br /&gt;yang mengatur lembaga penyelenggara dan pengawas&lt;br /&gt;Pemilu sepanjang telah diatur dalam Undang-Undang ini&lt;br /&gt;dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.&lt;br /&gt;Pasal 133&lt;br /&gt;Undang-Undang ini mulai berlaku pada tanggal&lt;br /&gt;diundangkan.&lt;br /&gt;Agar . . .&lt;br /&gt;- 104 -&lt;br /&gt;Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan&lt;br /&gt;pengundangan Undang-Undang ini dengan&lt;br /&gt;penempatannya dalam Lembaran Negara Republik&lt;br /&gt;Indonesia.&lt;br /&gt;Disahkan di Jakarta&lt;br /&gt;pada tanggal 19 April 2007&lt;br /&gt;PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,&lt;br /&gt;ttd.&lt;br /&gt;DR. H. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO&lt;br /&gt;LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2007 NOMOR 59&lt;br /&gt;Diundangkan di Jakarta&lt;br /&gt;pada tanggal 19 April 2007&lt;br /&gt;MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA&lt;br /&gt;REPUBLIK INDONESIA,&lt;br /&gt;ttd.&lt;br /&gt;HAMID AWALUDIN&lt;br /&gt;Salinan sesuai dengan aslinya&lt;br /&gt;Deputi Menteri Sekretaris Negara&lt;br /&gt;Bidang Perundang-undangan,&lt;br /&gt;Muhammad Sapta Murti&lt;br /&gt;PENJELASAN&lt;br /&gt;ATAS&lt;br /&gt;RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA&lt;br /&gt;NOMOR 22 TAHUN 2007&lt;br /&gt;TENTANG&lt;br /&gt;PENYELENGGARA PEMILIHAN UMUM&lt;br /&gt;I. UMUM&lt;br /&gt;Pemilihan umum secara langsung oleh rakyat merupakan sarana&lt;br /&gt;perwujudan kedaulatan rakyat guna menghasilkan pemerintahan&lt;br /&gt;negara yang demokratis berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang&lt;br /&gt;Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Penyelenggaraan&lt;br /&gt;pemilihan umum secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan&lt;br /&gt;adil dapat terwujud apabila dilaksanakan oleh penyelenggara&lt;br /&gt;pemilihan umum yang mempunyai integritas, profesionalitas, dan&lt;br /&gt;akuntabilitas.&lt;br /&gt;Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945&lt;br /&gt;menyatakan bahwa pemilihan umum diselenggarakan oleh suatu&lt;br /&gt;komisi pemilihan umum yang bersifat nasional, tetap, dan mandiri.&lt;br /&gt;Amanat konstitusi tersebut untuk memenuhi tuntutan&lt;br /&gt;perkembangan kehidupan politik, dinamika masyarakat, dan&lt;br /&gt;perkembangan demokrasi yang sejalan dengan pertumbuhan&lt;br /&gt;kehidupan berbangsa dan bernegara. Di samping itu, wilayah negara&lt;br /&gt;Indonesia yang luas dengan jumlah penduduk yang besar dan&lt;br /&gt;menyebar di seluruh Nusantara serta memiliki kompleksitas nasional&lt;br /&gt;menuntut penyelenggara pemilihan umum yang profesional dan&lt;br /&gt;memiliki kredibilitas yang dapat dipertanggungjawabkan.&lt;br /&gt;Penyempurnaan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan&lt;br /&gt;yang mengatur penyelenggara pemilihan umum dimaksudkan untuk&lt;br /&gt;lebih meningkatkan fungsi perencanaan, pelaksanaan, pengawasan,&lt;br /&gt;dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum. Oleh karena itu,&lt;br /&gt;diperlukan satu undang-undang yang mengatur penyelenggara&lt;br /&gt;pemilihan umum.&lt;br /&gt;Dalam Undang-Undang ini diatur mengenai penyelenggara pemilihan&lt;br /&gt;umum yang dilaksanakan oleh suatu komisi pemilihan umum,&lt;br /&gt;selanjutnya disebut Komisi Pemilihan Umum (KPU), yang bersifat&lt;br /&gt;nasional, tetap, dan mandiri. Sifat nasional mencerminkan bahwa&lt;br /&gt;wilayah kerja dan tanggung jawab KPU sebagai penyelenggara&lt;br /&gt;pemilihan umum mencakup seluruh wilayah Negara Kesatuan&lt;br /&gt;Republik . . .&lt;br /&gt;- 2 -&lt;br /&gt;Republik Indonesia. Sifat tetap menunjukkan KPU sebagai lembaga&lt;br /&gt;yang menjalankan tugas secara berkesinambungan meskipun&lt;br /&gt;dibatasi oleh masa jabatan tertentu. Sifat mandiri menegaskan KPU&lt;br /&gt;dalam menyelenggarakan dan melaksanakan pemilihan umum bebas&lt;br /&gt;dari pengaruh pihak mana pun.&lt;br /&gt;Perubahan penting dalam Undang-Undang ini, antara lain, meliputi&lt;br /&gt;pengaturan mengenai lembaga penyelenggara Pemilihan Umum&lt;br /&gt;Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan&lt;br /&gt;Dewan Perwakilan Rakyat Daerah; Pemilihan Umum Presiden dan&lt;br /&gt;Wakil Presiden; serta Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil&lt;br /&gt;Kepala Daerah yang diatur dalam beberapa peraturan perundangundangan&lt;br /&gt;dan disempurnakan menjadi 1 (satu) undang-undang&lt;br /&gt;secara lebih komprehensif.&lt;br /&gt;Di dalam Undang-Undang ini diatur mengenai KPU, KPU Provinsi,&lt;br /&gt;dan KPU Kabupaten/Kota sebagai lembaga penyelenggara pemilihan&lt;br /&gt;umum yang permanen. KPU dalam menjalankan tugasnya&lt;br /&gt;bertanggung jawab sesuai dengan peraturan perundang-undangan&lt;br /&gt;serta dalam hal penyelenggaraan seluruh tahapan pemilihan umum&lt;br /&gt;dan tugas lainnya; KPU memberikan laporan kepada Dewan&lt;br /&gt;Perwakilan Rakyat dan Presiden. Undang-Undang ini juga mengatur&lt;br /&gt;pembentukan panitia pemilihan yang meliputi PPK, PPS, KPPS dan&lt;br /&gt;PPLN serta KPPSLN yang merupakan penyelenggara pemilihan umum&lt;br /&gt;yang bersifat ad hoc. Panitia tersebut mempunyai peranan penting&lt;br /&gt;dalam pelaksanaan semua tahapan penyelenggaraan pemilihan&lt;br /&gt;umum dalam rangka mengawal terwujudnya pemilihan umum yang&lt;br /&gt;langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil.&lt;br /&gt;Dalam penyelenggaraan pemilihan umum, diperlukan adanya suatu&lt;br /&gt;pengawasan untuk menjamin agar pemilihan umum tersebut benarbenar&lt;br /&gt;dilaksanakan berdasarkan asas pemilihan umum dan&lt;br /&gt;peraturan perundang-undangan. Untuk mengawasi penyelenggaraan&lt;br /&gt;pemilihan umum, Undang-Undang ini mengatur mengenai Badan&lt;br /&gt;Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang bersifat tetap. Fungsi pengawasan&lt;br /&gt;intern oleh KPU dilengkapi dengan fungsi pengawasan ekstern yang&lt;br /&gt;dilakukan oleh Bawaslu serta Panwaslu Provinsi, Panwaslu&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota, Panwaslu Kecamatan, Pengawas Pemilu Lapangan,&lt;br /&gt;dan Pengawas Pemilu Luar Negeri. Pembentukan Pengawas Pemilu&lt;br /&gt;tersebut tidak dimaksudkan untuk mengurangi kemandirian dan&lt;br /&gt;kewenangan KPU sebagai penyelenggara pemilihan umum.&lt;br /&gt;Adanya lembaga penyelenggara pemilihan umum yang profesional&lt;br /&gt;membutuhkan Sekretariat Jenderal KPU di tingkat pusat dan&lt;br /&gt;sekretariat KPU Provinsi dan sekretariat KPU Kabupaten/Kota di&lt;br /&gt;daerah sebagai lembaga pendukung yang profesional dengan tugas&lt;br /&gt;utama . . .&lt;br /&gt;- 3 -&lt;br /&gt;utama membantu hal teknis administratif, termasuk pengelolaan&lt;br /&gt;anggaran. Untuk lebih membantu lancarnya tugas-tugas KPU,&lt;br /&gt;diangkat tenaga ahli/pakar sesuai dengan kebutuhan dan berada di&lt;br /&gt;bawah koordinasi Sekretaris Jenderal KPU.&lt;br /&gt;Dalam rangka mewujudkan KPU dan Bawaslu yang memiliki&lt;br /&gt;integritas dan kredibilitas sebagai Penyelenggara Pemilu, disusun&lt;br /&gt;dan ditetapkan Kode Etik Penyelenggara Pemilu. Agar Kode Etik&lt;br /&gt;Penyelenggara Pemilu dapat diterapkan dalam penyelenggaraan&lt;br /&gt;pemilihan umum, dibentuk Dewan Kehormatan KPU, KPU Provinsi,&lt;br /&gt;dan Bawaslu.&lt;br /&gt;Untuk mendukung kelancaran penyelenggaraan pemilihan umum,&lt;br /&gt;Undang-Undang ini memuat pengaturan yang mengamanatkan agar&lt;br /&gt;Pemerintah dan pemerintah daerah memberikan bantuan dan&lt;br /&gt;fasilitas yang diperlukan oleh KPU dan Bawaslu.&lt;br /&gt;II. PASAL DEMI PASAL&lt;br /&gt;Pasal 1&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 2&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 3&lt;br /&gt;Rumusan pasal ini menjelaskan sifat penyelenggara Pemilu yang&lt;br /&gt;nasional, tetap, dan mandiri.&lt;br /&gt;Pasal 4&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 5&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 6&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 7 . . .&lt;br /&gt;- 4 -&lt;br /&gt;Pasal 7&lt;br /&gt;Ayat (1)&lt;br /&gt;Huruf a&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf b&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf c&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf d&lt;br /&gt;Yang berhak menandatangani peraturan hanya Ketua&lt;br /&gt;KPU.&lt;br /&gt;Ayat (2)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 8&lt;br /&gt;Ayat (1)&lt;br /&gt;Huruf a&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf b&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf c&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf d&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf e&lt;br /&gt;Dalam pemutakhiran data pemilih, KPU merupakan&lt;br /&gt;pengguna akhir data kependudukan yang disiapkan&lt;br /&gt;dan diserahkan oleh Pemerintah.&lt;br /&gt;Huruf f . . .&lt;br /&gt;- 5 -&lt;br /&gt;Huruf f&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf g&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf h&lt;br /&gt;Rekapitulasi hasil penghitungan suara disahkan dalam&lt;br /&gt;rapat pleno KPU dan dituangkan ke dalam berita acara.&lt;br /&gt;Huruf i&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan ”KPU wajib menyerahkannya&lt;br /&gt;kepada saksi” adalah KPU wajib memberikan berita&lt;br /&gt;acara dan sertifikat penghitungan suara kepada saksi&lt;br /&gt;dan Bawaslu, baik diminta maupun tidak.&lt;br /&gt;Huruf j&lt;br /&gt;Hasil Pemilu adalah jumlah suara yang diperoleh setiap&lt;br /&gt;peserta Pemilu anggota Dewan Perwakilan Rakyat,&lt;br /&gt;Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan&lt;br /&gt;Rakyat Daerah.&lt;br /&gt;Huruf k&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf l&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf m&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf n&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf o&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan ”menindaklanjuti” adalah&lt;br /&gt;mengambil langkah-langkah selanjutnya, baik&lt;br /&gt;menghentikan temuan dan laporan yang tidak terbukti&lt;br /&gt;maupun meneruskan temuan dan laporan yang&lt;br /&gt;terbukti.&lt;br /&gt;Huruf p . . .&lt;br /&gt;- 6 -&lt;br /&gt;Huruf p&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan “menonaktifkan sementara”&lt;br /&gt;adalah membebastugaskan sementara yang&lt;br /&gt;bersangkutan dari tugasnya dalam menyelenggarakan&lt;br /&gt;tahapan Pemilu.&lt;br /&gt;Huruf q&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf r&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf s&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf t&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (2)&lt;br /&gt;Huruf a&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf b&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf c&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf d&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf e&lt;br /&gt;Dalam pemutakhiran data pemilih, KPU merupakan&lt;br /&gt;pengguna akhir data kependudukan yang disiapkan&lt;br /&gt;dan diserahkan oleh Pemerintah.&lt;br /&gt;Huruf f&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf g . . .&lt;br /&gt;- 7 -&lt;br /&gt;Huruf g&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf h&lt;br /&gt;Rekapitulasi hasil penghitungan suara disahkan dalam&lt;br /&gt;rapat pleno KPU dan dituangkan ke dalam berita&lt;br /&gt;acara.&lt;br /&gt;Huruf i&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan ”wajib menyerahkannya kepada&lt;br /&gt;saksi” adalah KPU wajib memberikan berita acara dan&lt;br /&gt;sertifikat penghitungan suara, baik diminta maupun&lt;br /&gt;tidak diminta.&lt;br /&gt;Huruf j&lt;br /&gt;Hasil Pemilu adalah jumlah suara yang diperoleh setiap&lt;br /&gt;pasangan calon presiden dan wakil presiden.&lt;br /&gt;Huruf k&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf l&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf m&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf n&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan ”menindaklanjuti” adalah&lt;br /&gt;mengambil langkah-langkah selanjutnya, baik&lt;br /&gt;menghentikan temuan dan laporan yang tidak terbukti&lt;br /&gt;maupun meneruskan temuan dan laporan yang&lt;br /&gt;terbukti.&lt;br /&gt;Huruf o&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan “menonaktifkan sementara”&lt;br /&gt;adalah membebastugaskan sementara yang&lt;br /&gt;bersangkutan dari tugasnya dalam menyelenggarakan&lt;br /&gt;tahapan Pemilu.&lt;br /&gt;Huruf p . . .&lt;br /&gt;- 8 -&lt;br /&gt;Huruf p&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf q&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf r&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf s&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (3)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (4)&lt;br /&gt;Huruf a&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf b&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf c&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf d&lt;br /&gt;Penggunaan anggaran yang diterima KPU dari APBN&lt;br /&gt;diperiksa secara periodik oleh Badan Pemeriksa&lt;br /&gt;Keuangan.&lt;br /&gt;Huruf e&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf f&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf g&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf h . . .&lt;br /&gt;- 9 -&lt;br /&gt;Huruf h&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf i&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 9&lt;br /&gt;Ayat (1)&lt;br /&gt;Huruf a&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf b&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf c&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf d&lt;br /&gt;Dalam pemutakhiran data pemilih, KPU Provinsi&lt;br /&gt;merupakan pengguna akhir data kependudukan yang&lt;br /&gt;disiapkan dan diserahkan oleh Pemerintah.&lt;br /&gt;Huruf e&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf f&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf g&lt;br /&gt;Rekapitulasi hasil penghitungan suara disahkan dalam&lt;br /&gt;rapat pleno KPU Provinsi dan dituangkan ke dalam&lt;br /&gt;berita acara.&lt;br /&gt;Huruf h&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan ”KPU Provinsi wajib&lt;br /&gt;menyerahkannya kepada saksi” adalah KPU Provinsi&lt;br /&gt;wajib memberikan berita acara dan sertifikat&lt;br /&gt;penghitungan suara, baik diminta maupun tidak.&lt;br /&gt;Huruf i . . .&lt;br /&gt;- 10 -&lt;br /&gt;Huruf i&lt;br /&gt;Hasil Pemilu adalah jumlah suara yang diperoleh setiap&lt;br /&gt;peserta Pemilu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat&lt;br /&gt;Daerah Provinsi.&lt;br /&gt;Huruf j&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf k&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf l&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan ”menindaklanjuti” adalah&lt;br /&gt;mengambil langkah-langkah selanjutnya, baik&lt;br /&gt;menghentikan temuan dan laporan yang tidak terbukti&lt;br /&gt;maupun meneruskan temuan dan laporan yang&lt;br /&gt;terbukti.&lt;br /&gt;Huruf m&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan “menonaktifkan sementara”&lt;br /&gt;adalah membebastugaskan sementara yang&lt;br /&gt;bersangkutan dari tugasnya dalam menyelenggarakan&lt;br /&gt;tahapan Pemilu.&lt;br /&gt;Huruf n&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf o&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf p&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (2)&lt;br /&gt;Huruf a&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf b&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf c . . .&lt;br /&gt;- 11 -&lt;br /&gt;Huruf c&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf d&lt;br /&gt;Dalam memutakhirkan data pemilih, KPU Provinsi&lt;br /&gt;merupakan pengguna akhir data kependudukan yang&lt;br /&gt;disiapkan dan diserahkan oleh Pemerintah.&lt;br /&gt;Huruf e&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf f&lt;br /&gt;Rekapitulasi hasil penghitungan suara disahkan dalam&lt;br /&gt;rapat pleno KPU Provinsi dan dituangkan ke dalam&lt;br /&gt;berita acara.&lt;br /&gt;Huruf g&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan ”KPU Provinsi wajib&lt;br /&gt;menyerahkannya kepada saksi” adalah KPU Provinsi&lt;br /&gt;wajib memberikan berita acara serta sertifikat&lt;br /&gt;penghitungan suara, baik diminta maupun tidak.&lt;br /&gt;Huruf h&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf i&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan ”menindaklanjuti” adalah&lt;br /&gt;mengambil langkah-langkah selanjutnya, baik&lt;br /&gt;menghentikan temuan dan laporan yang tidak terbukti&lt;br /&gt;maupun meneruskan temuan dan laporan yang&lt;br /&gt;terbukti.&lt;br /&gt;Huruf j&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan “menonaktifkan sementara”&lt;br /&gt;adalah membebastugaskan sementara yang&lt;br /&gt;bersangkutan dari tugasnya dalam menyelenggarakan&lt;br /&gt;tahapan Pemilu.&lt;br /&gt;Huruf k&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf l . . .&lt;br /&gt;- 12 -&lt;br /&gt;Huruf l&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf m&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (3)&lt;br /&gt;Huruf a&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf b&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf c&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf d&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf e&lt;br /&gt;Dalam memutakhirkan data pemilih, KPU Provinsi&lt;br /&gt;merupakan pengguna akhir data kependudukan yang&lt;br /&gt;disiapkan dan diserahkan oleh Pemerintah.&lt;br /&gt;Huruf f&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf g&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf h&lt;br /&gt;Rekapitulasi hasil penghitungan suara disahkan dalam&lt;br /&gt;rapat pleno KPU Provinsi dan dituangkan ke dalam&lt;br /&gt;berita acara.&lt;br /&gt;Huruf i&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan ”KPU Provinsi wajib&lt;br /&gt;menyerahkannya kepada saksi” adalah KPU Provinsi&lt;br /&gt;wajib . . .&lt;br /&gt;- 13 -&lt;br /&gt;wajib memberikan berita acara serta sertifikat&lt;br /&gt;penghitungan suara, baik diminta maupun tidak.&lt;br /&gt;Huruf j&lt;br /&gt;Hasil Pemilu adalah jumlah suara yang diperoleh setiap&lt;br /&gt;pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah&lt;br /&gt;provinsi.&lt;br /&gt;Huruf k&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf l&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf m&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf n&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf o&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan ”menindaklanjuti” adalah&lt;br /&gt;mengambil langkah-langkah selanjutnya, baik&lt;br /&gt;menghentikan temuan dan laporan yang tidak terbukti&lt;br /&gt;maupun meneruskan temuan dan laporan yang&lt;br /&gt;terbukti.&lt;br /&gt;Huruf p&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan “menonaktifkan sementara”&lt;br /&gt;adalah membebastugaskan sementara yang&lt;br /&gt;bersangkutan dari tugasnya dalam menyelenggarakan&lt;br /&gt;tahapan Pemilu.&lt;br /&gt;Huruf q&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf r&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf s . . .&lt;br /&gt;- 14 -&lt;br /&gt;Huruf s&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf t&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf u&lt;br /&gt;Laporan kepada Presiden disampaikan melalui Menteri&lt;br /&gt;Dalam Negeri.&lt;br /&gt;Huruf v&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (4)&lt;br /&gt;Huruf a&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf b&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf c&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf d&lt;br /&gt;Penggunaan anggaran yang diterima oleh KPU Provinsi&lt;br /&gt;dari APBN diperiksa secara periodik oleh Badan&lt;br /&gt;Pemeriksa Keuangan.&lt;br /&gt;Huruf e&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf f&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf g&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf h&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf i . . .&lt;br /&gt;- 15 -&lt;br /&gt;Huruf i&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf j&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 10&lt;br /&gt;Ayat (1)&lt;br /&gt;Huruf a&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf b&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf c&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf d&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf e&lt;br /&gt;Dalam pemutakhiran data pemilih, KPU&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota merupakan pengguna akhir data&lt;br /&gt;kependudukan yang disiapkan dan diserahkan oleh&lt;br /&gt;Pemerintah.&lt;br /&gt;Huruf f&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf g&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf h&lt;br /&gt;Rekapitulasi hasil penghitungan suara disahkan dalam&lt;br /&gt;rapat pleno KPU Kabupaten/Kota dan dituangkan ke&lt;br /&gt;dalam berita acara.&lt;br /&gt;Huruf i . . .&lt;br /&gt;- 16 -&lt;br /&gt;Huruf i&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan ”KPU Kabupaten/Kota wajib&lt;br /&gt;menyerahkannya kepada saksi” adalah KPU&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota wajib memberikan berita acara serta&lt;br /&gt;sertifikat penghitungan suara baik diminta maupun&lt;br /&gt;tidak.&lt;br /&gt;Huruf j&lt;br /&gt;Hasil Pemilu adalah jumlah suara yang diperoleh setiap&lt;br /&gt;peserta Pemilu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat&lt;br /&gt;Daerah Kabupaten/Kota.&lt;br /&gt;Huruf k&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf l&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf m&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan ”menindaklanjuti” adalah&lt;br /&gt;mengambil langkah-langkah selanjutnya, baik&lt;br /&gt;menghentikan temuan dan laporan yang tidak terbukti&lt;br /&gt;maupun meneruskan temuan dan laporan yang&lt;br /&gt;terbukti.&lt;br /&gt;Huruf n&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan “menonaktifkan sementara”&lt;br /&gt;adalah membebastugaskan sementara yang&lt;br /&gt;bersangkutan dari tugasnya dalam menyelenggarakan&lt;br /&gt;tahapan Pemilu.&lt;br /&gt;Huruf o&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf p&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf q&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (2) . . .&lt;br /&gt;- 17 -&lt;br /&gt;Ayat (2)&lt;br /&gt;Huruf a&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf b&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf c&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf d&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf e&lt;br /&gt;Dalam pemutakhiran data pemilih, KPU&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota merupakan pengguna akhir data&lt;br /&gt;kependudukan yang disiapkan dan diserahkan oleh&lt;br /&gt;Pemerintah.&lt;br /&gt;Huruf f&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf g&lt;br /&gt;Rekapitulasi hasil penghitungan suara disahkan dalam&lt;br /&gt;rapat pleno KPU Kabupaten/Kota dan dituangkan ke&lt;br /&gt;dalam berita acara.&lt;br /&gt;Huruf h&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan ”KPU Kabupaten/Kota wajib&lt;br /&gt;menyerahkannya kepada saksi” adalah KPU&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota wajib memberikan berita acara dan&lt;br /&gt;sertifikat penghitungan suara, baik diminta maupun&lt;br /&gt;tidak.&lt;br /&gt;Huruf i&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf j&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan ”menindaklanjuti” adalah&lt;br /&gt;mengambil langkah-langkah selanjutnya, baik&lt;br /&gt;menghentikan . . .&lt;br /&gt;- 18 -&lt;br /&gt;menghentikan temuan dan laporan yang tidak terbukti&lt;br /&gt;maupun meneruskan temuan dan laporan yang&lt;br /&gt;terbukti.&lt;br /&gt;Huruf k&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan “menonaktifkan sementara”&lt;br /&gt;adalah membebastugaskan sementara yang&lt;br /&gt;bersangkutan dari tugasnya dalam menyelenggarakan&lt;br /&gt;tahapan Pemilu.&lt;br /&gt;Huruf l&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf m&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf n&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (3)&lt;br /&gt;Huruf a&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf b&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf c&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf d&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf e&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf f&lt;br /&gt;Dalam pemutakhiran data pemilih, KPU&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota merupakan pengguna akhir data&lt;br /&gt;kependudukan yang disiapkan dan diserahkan oleh&lt;br /&gt;Pemerintah.&lt;br /&gt;Huruf g . . .&lt;br /&gt;- 19 -&lt;br /&gt;Huruf g&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf h&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf i&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf j&lt;br /&gt;Rekapitulasi hasil penghitungan suara disahkan dalam&lt;br /&gt;rapat pleno KPU Kabupaten/Kota dan dituangkan ke&lt;br /&gt;dalam berita acara.&lt;br /&gt;Huruf k&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan ”KPU Kabupaten/Kota wajib&lt;br /&gt;menyerahkannya kepada saksi” adalah KPU&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota wajib memberikan berita acara dan&lt;br /&gt;sertifikat penghitungan suara, baik diminta maupun&lt;br /&gt;tidak.&lt;br /&gt;Huruf l&lt;br /&gt;Hasil Pemilu adalah jumlah suara yang diperoleh setiap&lt;br /&gt;pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah&lt;br /&gt;kabupaten/kota.&lt;br /&gt;Huruf m&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf n&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf o&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf p&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan ”menindaklanjuti” adalah&lt;br /&gt;mengambil langkah-langkah selanjutnya, baik&lt;br /&gt;menghentikan temuan dan laporan yang tidak terbukti&lt;br /&gt;maupun . . .&lt;br /&gt;- 20 -&lt;br /&gt;maupun meneruskan temuan dan laporan yang&lt;br /&gt;terbukti.&lt;br /&gt;Huruf q&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan “menonaktifkan sementara”&lt;br /&gt;adalah membebastugaskan sementara yang&lt;br /&gt;bersangkutan dari tugasnya dalam menyelenggarakan&lt;br /&gt;tahapan Pemilu.&lt;br /&gt;Huruf r&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf s&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf t&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf u&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf v&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (4)&lt;br /&gt;Huruf a&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf b&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf c&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf d&lt;br /&gt;Penggunaan anggaran yang diterima oleh KPU&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota dari APBN diperiksa secara periodik&lt;br /&gt;oleh Badan Pemeriksa Keuangan.&lt;br /&gt;Huruf e . . .&lt;br /&gt;- 21 -&lt;br /&gt;Huruf e&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf f&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf g&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf h&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf i&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf j&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 11&lt;br /&gt;Huruf a&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf b&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf c&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf d&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf e&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan “memiliki pengetahuan dan&lt;br /&gt;keahlian atau memiliki pengalaman” dalam ketentuan ini&lt;br /&gt;dibuktikan dengan karya tulis atau pernah menjadi anggota&lt;br /&gt;KPU, KPU Provinsi, KPU Kabupaten/Kota, pengawas, dan&lt;br /&gt;panitia pemilihan.&lt;br /&gt;Huruf f . . .&lt;br /&gt;- 22 -&lt;br /&gt;Huruf f&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf g&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf h&lt;br /&gt;Cacat tubuh tidak termasuk kategori gangguan kesehatan.&lt;br /&gt;Huruf i&lt;br /&gt;Calon yang belum pernah menjadi anggota partai politik&lt;br /&gt;melampirkan pernyataan tertulis di atas kertas bermeterai&lt;br /&gt;cukup.&lt;br /&gt;Calon yang pernah menjadi anggota partai politik&lt;br /&gt;melampirkan keterangan tertulis dari partai politik yang&lt;br /&gt;bersangkutan yang menerangkan bahwa calon sudah tidak&lt;br /&gt;lagi menjadi anggota partai politik dalam kurun waktu yang&lt;br /&gt;telah ditentukan.&lt;br /&gt;Huruf j&lt;br /&gt;Orang yang dipidana penjara karena alasan politik&lt;br /&gt;dikecualikan dari ketentuan ini.&lt;br /&gt;Huruf k&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf l&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf m&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 12&lt;br /&gt;Ayat (1)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (2) . . .&lt;br /&gt;- 23 -&lt;br /&gt;Ayat (2)&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan ”membantu” dalam ketentuan ini&lt;br /&gt;adalah melakukan seleksi calon anggota KPU dan&lt;br /&gt;menyampaikan hasilnya kepada Presiden.&lt;br /&gt;Ayat (3)&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan ”unsur profesional” adalah unsur&lt;br /&gt;organisasi profesi.&lt;br /&gt;Ayat (4)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (5)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (6)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (7)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 13&lt;br /&gt;Ayat (1)&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan “melibatkan partisipasi masyarakat”&lt;br /&gt;adalah memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk&lt;br /&gt;menyampaikan tanggapan dan masukan secara tertulis&lt;br /&gt;terhadap calon anggota KPU.&lt;br /&gt;Ayat (2)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (3)&lt;br /&gt;Huruf a&lt;br /&gt;Pengumuman dalam media massa elektronik&lt;br /&gt;mengutamakan Televisi Republik Indonesia, Radio&lt;br /&gt;Republik Indonesia, dan Lembaga Kantor Berita&lt;br /&gt;Nasional Antara.&lt;br /&gt;Huruf b . . .&lt;br /&gt;- 24 -&lt;br /&gt;Huruf b&lt;br /&gt;“Dalam waktu paling lambat 7 (tujuh) hari kerja” dalam&lt;br /&gt;ketentuan ini sudah termasuk waktu untuk&lt;br /&gt;melengkapi persyaratan administrasi.&lt;br /&gt;Huruf c&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf d&lt;br /&gt;Pengumuman dalam media massa elektronik&lt;br /&gt;mengutamakan Televisi Republik Indonesia, Radio&lt;br /&gt;Republik Indonesia, dan Lembaga Kantor Berita&lt;br /&gt;Nasional Antara.&lt;br /&gt;Huruf e&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf f&lt;br /&gt;Dalam pengumuman di media massa cetak harian&lt;br /&gt;nasional dan media massa elektronik nasional harus&lt;br /&gt;dicantumkan alamat Sekretariat Tim Seleksi serta&lt;br /&gt;permintaan Tim Seleksi kepada masyarakat untuk&lt;br /&gt;memberikan tanggapan terhadap bakal calon anggota&lt;br /&gt;KPU, dan tanggapan harus disertai identitas diri&lt;br /&gt;pemberi tanggapan.&lt;br /&gt;Huruf g&lt;br /&gt;Wawancara dalam ketentuan ini berkaitan dengan&lt;br /&gt;materi penyelenggaraan Pemilu dan manajemennya,&lt;br /&gt;sistem politik, peraturan perundang-undangan yang&lt;br /&gt;berkaitan dengan bidang politik, integritas diri&lt;br /&gt;termasuk klarifikasi atas tanggapan masyarakat yang&lt;br /&gt;disampaikan dengan identitas yang jelas.&lt;br /&gt;Huruf h&lt;br /&gt;Penyampaian nama bakal calon anggota KPU dari Tim&lt;br /&gt;Seleksi kepada Presiden disusun berdasarkan abjad&lt;br /&gt;disertai salinan berkas administrasi tiap-tiap bakal&lt;br /&gt;calon anggota KPU.&lt;br /&gt;Pasal 14 . . .&lt;br /&gt;- 25 -&lt;br /&gt;Pasal 14&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 15&lt;br /&gt;Ayat (1)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (2)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (3)&lt;br /&gt;Penilaian akhir proses seleksi oleh Dewan Perwakilan&lt;br /&gt;Rakyat disusun dalam urutan peringkat 1 (satu) sampai&lt;br /&gt;dengan 21 (dua puluh satu).&lt;br /&gt;Ayat (4)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 16&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 17&lt;br /&gt;Ayat (1)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (2)&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan ”unsur profesional” adalah unsur&lt;br /&gt;organisasi profesi.&lt;br /&gt;Ayat (3)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (4)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (5)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (6) . . .&lt;br /&gt;- 26 -&lt;br /&gt;Ayat (6)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (7)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 18&lt;br /&gt;Ayat (1)&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan ”gubernur” termasuk penjabat&lt;br /&gt;gubernur.&lt;br /&gt;Ayat (2)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (3)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (4)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (5)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (6)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (7)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 19&lt;br /&gt;Ayat (1)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (2)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (3) . . .&lt;br /&gt;- 27 -&lt;br /&gt;Ayat (3)&lt;br /&gt;Huruf a&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf b&lt;br /&gt;“Dalam waktu paling lambat 7 (tujuh) hari kerja” dalam&lt;br /&gt;ketentuan ini sudah termasuk waktu untuk&lt;br /&gt;melengkapi persyaratan administrasi.&lt;br /&gt;Huruf c&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf d&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf e&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf f&lt;br /&gt;Dalam pengumuman di media massa cetak harian lokal&lt;br /&gt;dan media massa elektronik harus dicantumkan&lt;br /&gt;alamat Sekretariat Tim Seleksi serta permintaan Tim&lt;br /&gt;Seleksi kepada masyarakat untuk memberikan&lt;br /&gt;tanggapan terhadap bakal calon anggota KPU Provinsi&lt;br /&gt;dan tanggapan harus disertai identitas diri pemberi&lt;br /&gt;tanggapan.&lt;br /&gt;Huruf g&lt;br /&gt;Wawancara dalam ketentuan ini berkaitan dengan&lt;br /&gt;materi penyelenggaraan Pemilu dan manajemennya,&lt;br /&gt;sistem politik, peraturan perundang-undangan yang&lt;br /&gt;berkaitan dengan bidang politik, integritas diri&lt;br /&gt;termasuk klarifikasi atas tanggapan masyarakat yang&lt;br /&gt;disampaikan dengan identitas yang jelas.&lt;br /&gt;Pasal 20&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 21 . . .&lt;br /&gt;- 28 -&lt;br /&gt;Pasal 21&lt;br /&gt;Ayat (1)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (2)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (3)&lt;br /&gt;Penilaian akhir proses seleksi oleh KPU disusun dalam&lt;br /&gt;urutan peringkat 1 (satu) sampai dengan peringkat&lt;br /&gt;10 (sepuluh).&lt;br /&gt;Ayat (4)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (5)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 22&lt;br /&gt;Ayat (1)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (2)&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan ”unsur profesional” adalah unsur&lt;br /&gt;organisasi profesi.&lt;br /&gt;Ayat (3)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (4)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (5)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (6)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (7) . . .&lt;br /&gt;- 29 -&lt;br /&gt;Ayat (7)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 23&lt;br /&gt;Ayat (1)&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan ”bupati/walikota” termasuk&lt;br /&gt;penjabat bupati/walikota.&lt;br /&gt;Ayat (2)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (3)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (4)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (5)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (6)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (7)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 24&lt;br /&gt;Ayat (1)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (2)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (3)&lt;br /&gt;Huruf a&lt;br /&gt;Yang dimaksud ”media massa cetak harian lokal”&lt;br /&gt;adalah media massa yang terbit di wilayah provinsi&lt;br /&gt;dan/atau . . .&lt;br /&gt;- 30 -&lt;br /&gt;dan/atau media massa cetak harian lokal yang&lt;br /&gt;menjangkau kabupaten/kota yang bersangkutan.&lt;br /&gt;Huruf b&lt;br /&gt;“Dalam waktu paling lambat 7 (tujuh) hari kerja” dalam&lt;br /&gt;ketentuan ini sudah termasuk waktu untuk&lt;br /&gt;melengkapi persyaratan administrasi.&lt;br /&gt;Huruf c&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf d&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf e&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf f&lt;br /&gt;Dalam pengumuman di media massa cetak harian dan&lt;br /&gt;media massa elektronik harus dicantumkan alamat&lt;br /&gt;sekretariat Tim Seleksi serta permintaan Tim Seleksi&lt;br /&gt;kepada masyarakat untuk memberikan tanggapan&lt;br /&gt;terhadap bakal calon anggota KPU Kabupaten/Kota&lt;br /&gt;dan tanggapan harus disertai indentitas diri pemberi&lt;br /&gt;tanggapan.&lt;br /&gt;Huruf g&lt;br /&gt;Wawancara dalam ketentuan ini berkaitan dengan&lt;br /&gt;materi penyelenggaraan Pemilu dan manajemennya,&lt;br /&gt;sistem politik, peraturan perundang-undangan yang&lt;br /&gt;berkaitan dengan bidang politik, integritas diri&lt;br /&gt;termasuk klarifikasi atas tanggapan masyarakat yang&lt;br /&gt;disampaikan dengan identitas yang jelas.&lt;br /&gt;Pasal 25&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 26&lt;br /&gt;Ayat (1)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (2) . . .&lt;br /&gt;- 31 -&lt;br /&gt;Ayat (2)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (3)&lt;br /&gt;Penilaian akhir proses seleksi oleh KPU Provinsi disusun&lt;br /&gt;dalam bentuk urutan peringkat 1 (satu) sampai dengan&lt;br /&gt;peringkat 10 (sepuluh).&lt;br /&gt;Ayat (4)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (5)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 27&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 28&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 29&lt;br /&gt;Ayat (1)&lt;br /&gt;Huruf a&lt;br /&gt;Keterangan ”meninggal dunia” dibuktikan dengan surat&lt;br /&gt;keterangan dokter.&lt;br /&gt;Huruf b&lt;br /&gt;Yang dimaksud ”mengundurkan diri” adalah&lt;br /&gt;mengundurkan diri karena alasan kesehatan dan/atau&lt;br /&gt;karena terganggu fisik dan/atau jiwanya untuk&lt;br /&gt;menjalankan kewajibannya sebagai anggota KPU, KPU&lt;br /&gt;Provinsi, atau KPU Kabupaten/Kota.&lt;br /&gt;Huruf c&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (2)&lt;br /&gt;Huruf a&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf b . . .&lt;br /&gt;- 32 -&lt;br /&gt;Huruf b&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf c&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan ”tidak dapat melaksanakan&lt;br /&gt;tugas secara berkelanjutan atau berhalangan tetap”&lt;br /&gt;adalah menderita sakit fisik dan/atau jiwanya yang&lt;br /&gt;dibuktikan dengan surat keterangan dokter, dan/atau&lt;br /&gt;tidak diketahui keberadaannya.&lt;br /&gt;Huruf d&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf e&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf f&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf g&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (3)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (4)&lt;br /&gt;Untuk menggantikan anggota KPU, KPU Provinsi, atau KPU&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota yang berhenti atau diberhentikan, tidak&lt;br /&gt;diperlukan lagi pembentukan Tim Seleksi.&lt;br /&gt;Pasal 30&lt;br /&gt;Ayat (1)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (2)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (3) . . .&lt;br /&gt;- 33 -&lt;br /&gt;Ayat (3)&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan “keputusan pemberhentian” adalah&lt;br /&gt;keputusan Presiden untuk memberhentikan anggota KPU,&lt;br /&gt;keputusan KPU untuk memberhentikan anggota KPU&lt;br /&gt;Provinsi, dan keputusan KPU Provinsi untuk&lt;br /&gt;memberhentikan anggota KPU Kabupaten/Kota.&lt;br /&gt;Ayat (4)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (5)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 31&lt;br /&gt;Ayat (1)&lt;br /&gt;Selama anggota KPU, KPU Provinsi, atau KPU&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota diberhentikan sementara segala hak&lt;br /&gt;keuangannya tetap diberikan sesuai dengan peraturan&lt;br /&gt;perundang-undangan.&lt;br /&gt;Ayat (2)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (3)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (4)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (5)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (6)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (7)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 32 . . .&lt;br /&gt;- 34 -&lt;br /&gt;Pasal 32&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 33&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 34&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 35&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 36&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 37&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 38&lt;br /&gt;Ayat (1)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (2)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (3)&lt;br /&gt;Penyelesaian administrasi hasil Pemilu dilakukan lebih&lt;br /&gt;lanjut oleh Sekretaris Jenderal KPU untuk tingkat pusat,&lt;br /&gt;KPU untuk tingkat provinsi, KPU Provinsi untuk tingkat&lt;br /&gt;kabupaten/kota sesuai dengan peraturan perundangundangan.&lt;br /&gt;Pasal 39&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 40&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 41 . . .&lt;br /&gt;- 35 -&lt;br /&gt;Pasal 41&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 42&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 43&lt;br /&gt;Ayat (1)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (2)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (3)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (4)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (5)&lt;br /&gt;Sebelum mengusulkan 3 (tiga) nama calon sekretaris,&lt;br /&gt;secara kolektif PPK dapat berkonsultasi dengan sekretaris&lt;br /&gt;daerah.&lt;br /&gt;Pasal 44&lt;br /&gt;Huruf a&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf b&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf c&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf d&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf e . . .&lt;br /&gt;- 36 -&lt;br /&gt;Huruf e&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf f&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf g&lt;br /&gt;Pengumuman hasil rekapitulasi dilakukan dengan cara&lt;br /&gt;menempelkannya pada sarana pengumuman kecamatan.&lt;br /&gt;Huruf h&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf i&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan ”PPK wajib menyerahkannya kepada&lt;br /&gt;saksi” adalah PPK wajib memberikan berita acara dan&lt;br /&gt;sertifikat penghitungan suara, baik diminta maupun tidak.&lt;br /&gt;Huruf j&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan ”menindaklanjuti” adalah&lt;br /&gt;mengambil langkah-langkah selanjutnya, baik&lt;br /&gt;menghentikan temuan dan laporan yang tidak terbukti&lt;br /&gt;maupun meneruskan temuan dan laporan yang terbukti.&lt;br /&gt;Huruf k&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf l&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf m&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf n&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 45&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 46 . . .&lt;br /&gt;- 37 -&lt;br /&gt;Pasal 46&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 47&lt;br /&gt;Huruf a&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf b&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan “membentuk KPPS” termasuk&lt;br /&gt;menentukan jumlah dan lokasi TPS.&lt;br /&gt;Huruf c&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf d&lt;br /&gt;Pengumuman daftar pemilih dilakukan dengan cara&lt;br /&gt;menempelkannya pada sarana pengumuman&lt;br /&gt;desa/kelurahan dan/atau sarana umum yang mudah&lt;br /&gt;dijangkau dan dilihat masyarakat.&lt;br /&gt;Huruf e&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan “masukan dari masyarakat tentang&lt;br /&gt;daftar pemilih sementara” adalah masukan untuk&lt;br /&gt;menambah data pemilih yang memenuhi persyaratan tetapi&lt;br /&gt;belum terdaftar dan/atau mengurangi data pemilih karena&lt;br /&gt;tidak memenuhi persyaratan.&lt;br /&gt;Huruf f&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf g&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf h&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf i&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf j . . .&lt;br /&gt;- 38 -&lt;br /&gt;Huruf j&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf k&lt;br /&gt;Pengumuman hasil penghitungan suara dilakukan dengan&lt;br /&gt;cara menempelkannya pada sarana pengumuman&lt;br /&gt;desa/kelurahan.&lt;br /&gt;Huruf l&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan “menjaga dan mengamankan”,&lt;br /&gt;antara lain, adalah tidak membuka, tidak mengubah, tidak&lt;br /&gt;mengganti, tidak merusak, tidak menghitung surat suara,&lt;br /&gt;atau tidak menghilangkan kotak suara.&lt;br /&gt;Huruf m&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan “meneruskan” adalah membawa&lt;br /&gt;dan menyampaikan kotak suara kepada PPK, yang dapat&lt;br /&gt;dilakukan sendiri atau bekerja sama dengan pihak yang&lt;br /&gt;berwenang.&lt;br /&gt;Huruf n&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan ”menindaklanjuti” adalah&lt;br /&gt;mengambil langkah-langkah selanjutnya, baik&lt;br /&gt;menghentikan temuan dan laporan yang tidak terbukti&lt;br /&gt;maupun meneruskan temuan dan laporan yang terbukti.&lt;br /&gt;Huruf o&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf p&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf q&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf r&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf s&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 48 . . .&lt;br /&gt;- 39 -&lt;br /&gt;Pasal 48&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 49&lt;br /&gt;Huruf a&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf b&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf c&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf d&lt;br /&gt;Pengumuman hasil penghitungan suara dilakukan dengan&lt;br /&gt;cara menempelkannya pada TPS dan/atau lingkungan TPS.&lt;br /&gt;Huruf e&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan ”menindaklanjuti” adalah&lt;br /&gt;mengambil langkah-langkah selanjutnya, baik&lt;br /&gt;menghentikan temuan dan laporan yang tidak terbukti&lt;br /&gt;maupun meneruskan temuan dan laporan yang terbukti.&lt;br /&gt;Huruf f&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan ”menjaga dan mengamankan”,&lt;br /&gt;antara lain, adalah tidak membuka, tidak mengubah, tidak&lt;br /&gt;mengganti, tidak merusak, atau tidak menghilangkan kotak&lt;br /&gt;suara yang telah berisi suara yang telah dicoblos dan&lt;br /&gt;setelah kotak suara disegel.&lt;br /&gt;Huruf g&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan ”KPPS wajib menyerahkannya&lt;br /&gt;kepada saksi” adalah KPPS wajib memberikan berita acara&lt;br /&gt;dan sertifikat penghitungan suara, baik diminta maupun&lt;br /&gt;tidak.&lt;br /&gt;Huruf h&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf i . . .&lt;br /&gt;- 40 -&lt;br /&gt;Huruf i&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf j&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf k&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 50&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 51&lt;br /&gt;Huruf a&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf b&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf c&lt;br /&gt;Pengumuman daftar pemilih dilakukan dengan cara, antara&lt;br /&gt;lain, menempelkannya pada sarana pengumuman di kantor&lt;br /&gt;perwakilan Republik Indonesia.&lt;br /&gt;Huruf d&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf e&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf f&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf g&lt;br /&gt;Pengumuman hasil penghitungan suara dilakukan dengan&lt;br /&gt;cara, antara lain menempelkannya pada sarana&lt;br /&gt;pengumuman kantor perwakilan Republik Indonesia.&lt;br /&gt;Huruf h . . .&lt;br /&gt;- 41 -&lt;br /&gt;Huruf h&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf i&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf j&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf k&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf l&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf m&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 52&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 53&lt;br /&gt;Huruf a&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf b&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf c&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf d&lt;br /&gt;Pengumuman hasil penghitungan suara dilakukan dengan&lt;br /&gt;cara, antara lain, menempelkannya pada TPSLN dan/atau&lt;br /&gt;lingkungan TPSLN.&lt;br /&gt;Huruf e&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf f . . .&lt;br /&gt;- 42 -&lt;br /&gt;Huruf f&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf g&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf h&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf i&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf j&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 54&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 55&lt;br /&gt;Huruf a&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf b&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf c&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf d&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf e&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf f&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf g . . .&lt;br /&gt;- 43 -&lt;br /&gt;Huruf g&lt;br /&gt;Cacat tubuh tidak termasuk kategori tidak sehat jasmani&lt;br /&gt;dan rohani.&lt;br /&gt;Huruf h&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf i&lt;br /&gt;Orang yang dipidana penjara karena alasan politik&lt;br /&gt;dikecualikan dari ketentuan ini.&lt;br /&gt;Pasal 56&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 57&lt;br /&gt;Ayat (1)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (2)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (3)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (4)&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan ”Pemerintah” adalah Presiden, yang&lt;br /&gt;dalam pelaksanaan konsultasi tersebut, Presiden dapat&lt;br /&gt;menunjuk Menteri Dalam Negeri.&lt;br /&gt;Ayat (5)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (6)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (7)&lt;br /&gt;Tenaga profesional lain direkrut sesuai dengan keahlian&lt;br /&gt;yang dibutuhkan melalui sistem kontrak.&lt;br /&gt;Ayat (8) . . .&lt;br /&gt;- 44 -&lt;br /&gt;Ayat (8)&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan ”sesuai dengan kebutuhan” adalah&lt;br /&gt;berkaitan dengan jumlah pakar/ahli dan keahlian yang&lt;br /&gt;dibutuhkan untuk meningkatkan kinerja KPU serta&lt;br /&gt;membantu pelaksanaan tugas dan fungsi KPU secara&lt;br /&gt;profesional.&lt;br /&gt;Ayat (9)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 58&lt;br /&gt;Ayat (1)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (2)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (3)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (4)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (5)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (6)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (7)&lt;br /&gt;Tenaga profesional lain direkrut sesuai dengan keahlian&lt;br /&gt;yang dibutuhkan melalui sistem kontrak.&lt;br /&gt;Pasal 59&lt;br /&gt;Ayat (1)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (2)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (3) . . .&lt;br /&gt;- 45 -&lt;br /&gt;Ayat (3)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (4)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (5)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (6)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (7)&lt;br /&gt;Tenaga profesional lain direkrut sesuai dengan keahlian&lt;br /&gt;yang dibutuhkan melalui sistem kontrak.&lt;br /&gt;Pasal 60&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 61&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 62&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 63&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 64&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 65&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 66&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 67 . . .&lt;br /&gt;- 46 -&lt;br /&gt;Pasal 67&lt;br /&gt;Ayat (1)&lt;br /&gt;Huruf a&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf b&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf c&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf d&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf e&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan ”memberikan bantuan hukum”&lt;br /&gt;adalah memberikan bantuan hukum kepada KPU, KPU&lt;br /&gt;Provinsi, dan KPU Kabupaten/Kota dalam&lt;br /&gt;melaksanakan tugasnya.&lt;br /&gt;Huruf f&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf g&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (2)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (3)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (4)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 68&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 69 . . .&lt;br /&gt;- 47 -&lt;br /&gt;Pasal 69&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 70&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 71&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 72&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 73&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 74&lt;br /&gt;Ayat (1)&lt;br /&gt;Huruf a&lt;br /&gt;Angka 1&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Angka 2&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Angka 3&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Angka 4&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Angka 5&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan “pelaksanaan&lt;br /&gt;kampanye”, terutama mengenai bentuk dan&lt;br /&gt;materi kampanye, waktu dan jadwal kampanye,&lt;br /&gt;serta dana kampanye;&lt;br /&gt;Angka 6 . . .&lt;br /&gt;- 48 -&lt;br /&gt;Angka 6&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan “perlengkapan Pemilu”,&lt;br /&gt;terutama mengenai surat suara, kotak suara,&lt;br /&gt;tinta, dan segel.&lt;br /&gt;Angka 7&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Angka 8&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Angka 9&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Angka 10&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Angka 11&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf b&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf c&lt;br /&gt;Temuan dan laporan yang disampaikan kepada KPU&lt;br /&gt;untuk ditindaklanjuti, antara lain temuan dan laporan&lt;br /&gt;mengenai masalah teknis dan administratif yang&lt;br /&gt;berkaitan dengan tahapan penyelenggaraan Pemilu&lt;br /&gt;oleh penyelenggara Pemilu serta pelanggaran yang&lt;br /&gt;dilakukan oleh peserta Pemilu.&lt;br /&gt;Huruf d&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf e&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf f&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf g . . .&lt;br /&gt;- 49 -&lt;br /&gt;Huruf g&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf h&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf i&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (2)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 75&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 76&lt;br /&gt;Ayat (1)&lt;br /&gt;Huruf a&lt;br /&gt;Angka 1&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Angka 2&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Angka 3&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Angka 4&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Angka 5&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan “pelaksanaan&lt;br /&gt;kampanye”, terutama mengenai bentuk dan&lt;br /&gt;materi kampanye, waktu dan jadwal kampanye,&lt;br /&gt;serta dana kampanye.&lt;br /&gt;Angka 6 . . .&lt;br /&gt;- 50 -&lt;br /&gt;Angka 6&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan “perlengkapan Pemilu”,&lt;br /&gt;terutama mengenai surat suara, kotak suara,&lt;br /&gt;tinta, dan segel.&lt;br /&gt;Angka 7&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Angka 8&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Angka 9&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Angka 10&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Angka 11&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf b&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf c&lt;br /&gt;Temuan dan laporan yang disampaikan kepada&lt;br /&gt;Panwaslu Provinsi untuk ditindaklanjuti, antara lain&lt;br /&gt;temuan dan laporan mengenai masalah teknis dan&lt;br /&gt;administratif yang berkaitan dengan tahapan&lt;br /&gt;penyelenggaraan Pemilu oleh penyelenggara Pemilu&lt;br /&gt;serta pelanggaran yang dilakukan oleh peserta Pemilu.&lt;br /&gt;Huruf d&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf e&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf f&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf g . . .&lt;br /&gt;- 51 -&lt;br /&gt;Huruf g&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf h&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (2)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 77&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 78&lt;br /&gt;Ayat (1)&lt;br /&gt;Huruf a&lt;br /&gt;Angka 1&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Angka 2&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Angka 3&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Angka 4&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Angka 5&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan “pelaksanaan&lt;br /&gt;kampanye”, terutama mengenai bentuk dan&lt;br /&gt;materi kampanye, waktu dan jadwal kampanye,&lt;br /&gt;serta dana kampanye.&lt;br /&gt;Angka 6&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan “perlengkapan Pemilu”,&lt;br /&gt;terutama mengenai surat suara, kotak suara,&lt;br /&gt;tinta, dan segel.&lt;br /&gt;Angka 7 . . .&lt;br /&gt;- 52 -&lt;br /&gt;Angka 7&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Angka 8&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Angka 9&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Angka 10&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Angka 11&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Angka 12&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf b&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf c&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf d&lt;br /&gt;Temuan dan laporan yang disampaikan kepada&lt;br /&gt;Panwaslu Kabupaten/Kota untuk ditindaklanjuti,&lt;br /&gt;antara lain temuan dan laporan mengenai masalah&lt;br /&gt;teknis dan administratif yang berkaitan dengan&lt;br /&gt;tahapan penyelenggaraan Pemilu oleh penyelenggara&lt;br /&gt;Pemilu serta pelanggaran yang dilakukan oleh peserta&lt;br /&gt;Pemilu.&lt;br /&gt;Huruf e&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf f&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf g . . .&lt;br /&gt;- 53 -&lt;br /&gt;Huruf g&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf h&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf i&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (2)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 79&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 80&lt;br /&gt;Huruf a&lt;br /&gt;Angka 1&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Angka 2&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan “pelaksanaan kampanye”,&lt;br /&gt;terutama mengenai bentuk dan materi kampanye,&lt;br /&gt;waktu dan jadwal kampanye, serta dana kampanye.&lt;br /&gt;Angka 3&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan “perlengkapan Pemilu”,&lt;br /&gt;terutama mengenai surat suara, kotak suara, tinta, dan&lt;br /&gt;segel.&lt;br /&gt;Angka 4&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Angka 5&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Angka 6&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Angka 7 . . .&lt;br /&gt;- 54 -&lt;br /&gt;Angka 7&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf b&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf c&lt;br /&gt;Temuan dan laporan yang disampaikan kepada PPK untuk&lt;br /&gt;ditindaklanjuti, antara lain temuan dan laporan mengenai&lt;br /&gt;masalah teknis dan administratif yang berkaitan dengan&lt;br /&gt;tahapan penyelenggaraan Pemilu oleh penyelenggara Pemilu&lt;br /&gt;serta pelanggaran yang dilakukan oleh peserta Pemilu.&lt;br /&gt;Huruf d&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf e&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf f&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf g&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 81&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 82&lt;br /&gt;Huruf a&lt;br /&gt;Angka 1&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Angka 2&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan “pelaksanaan kampanye”,&lt;br /&gt;terutama mengenai bentuk dan materi kampanye,&lt;br /&gt;waktu dan jadwal kampanye, serta dana kampanye.&lt;br /&gt;Angka 3 . . .&lt;br /&gt;- 55 -&lt;br /&gt;Angka 3&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan “perlengkapan Pemilu”,&lt;br /&gt;terutama mengenai surat suara, kotak suara, tinta, dan&lt;br /&gt;segel.&lt;br /&gt;Angka 4&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Angka 5&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Angka 6&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Angka 7&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Angka 8&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf b&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf c&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf d&lt;br /&gt;Temuan dan laporan yang disampaikan kepada PPS dan&lt;br /&gt;KPPS untuk ditindaklanjuti, antara lain temuan dan&lt;br /&gt;laporan mengenai masalah teknis dan administratif yang&lt;br /&gt;berkaitan dengan tahapan penyelenggaraan Pemilu oleh&lt;br /&gt;penyelenggara Pemilu serta pelanggaran yang dilakukan&lt;br /&gt;oleh peserta Pemilu.&lt;br /&gt;Huruf e&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf f&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf g . . .&lt;br /&gt;- 56 -&lt;br /&gt;Huruf g&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 83&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 84&lt;br /&gt;Huruf a&lt;br /&gt;Angka 1&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Angka 2&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan “pelaksanaan kampanye”,&lt;br /&gt;terutama mengenai bentuk dan materi kampanye,&lt;br /&gt;waktu dan jadwal kampanye, serta dana kampanye.&lt;br /&gt;Angka 3&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan “perlengkapan Pemilu”,&lt;br /&gt;terutama mengenai surat suara, kotak suara, tinta, dan&lt;br /&gt;segel.&lt;br /&gt;Angka 4&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Angka 5&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Angka 6&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Angka 7&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Angka 8&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Angka 9&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf b . . .&lt;br /&gt;- 57 -&lt;br /&gt;Huruf b&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf c&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf d&lt;br /&gt;Temuan dan laporan yang disampaikan kepada PPLN dan&lt;br /&gt;KPPSLN untuk ditindaklanjuti, antara lain temuan dan&lt;br /&gt;laporan mengenai masalah teknis dan administratif yang&lt;br /&gt;berkaitan dengan tahapan penyelenggaraan Pemilu serta&lt;br /&gt;pelanggaran yang dilakukan oleh peserta Pemilu.&lt;br /&gt;Huruf e&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf f&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf g&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 85&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 86&lt;br /&gt;Huruf a&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf b&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf c&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf d&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf e . . .&lt;br /&gt;- 58 -&lt;br /&gt;Huruf e&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan memiliki pengetahuan dan keahlian&lt;br /&gt;di bidang yang berkaitan dengan pengawasan, antara lain&lt;br /&gt;memiliki pengetahuan dan keahlian di bidang penegakan&lt;br /&gt;hukum.&lt;br /&gt;Huruf f&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf g&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf h&lt;br /&gt;Cacat tubuh tidak termasuk kategori tidak sehat jasmani&lt;br /&gt;dan rohani.&lt;br /&gt;Huruf i&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf j&lt;br /&gt;Orang yang dipidana penjara karena alasan politik&lt;br /&gt;dikecualikan dari ketentuan ini.&lt;br /&gt;Huruf k&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf l&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf m&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 87&lt;br /&gt;Ayat (1)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (2)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (3) . . .&lt;br /&gt;- 59 -&lt;br /&gt;Ayat (3)&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan ”unsur profesional” adalah unsur&lt;br /&gt;organisasi profesi.&lt;br /&gt;Ayat (4)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (5)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (6)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (7)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 88&lt;br /&gt;Ayat (1)&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan ”melibatkan partisipasi masyarakat”&lt;br /&gt;adalah memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk&lt;br /&gt;menyampaikan tanggapan dan masukan secara tertulis&lt;br /&gt;terhadap calon anggota Bawaslu.&lt;br /&gt;Ayat (2)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (3)&lt;br /&gt;Huruf a&lt;br /&gt;Pengumuman dalam media massa elektronik&lt;br /&gt;mengutamakan Televisi Republik Indonesia, Radio&lt;br /&gt;Republik Indonesia, dan Lembaga Kantor Berita&lt;br /&gt;Nasional Antara.&lt;br /&gt;Huruf b&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf c . . .&lt;br /&gt;- 60 -&lt;br /&gt;Huruf c&lt;br /&gt;”Dalam waktu paling lambat 7 (tujuh) hari kerja” dalam&lt;br /&gt;ketentuan ini sudah termasuk waktu untuk&lt;br /&gt;melengkapi persyaratan administrasi.&lt;br /&gt;Huruf d&lt;br /&gt;Pengumuman dalam media massa elektronik&lt;br /&gt;mengutamakan Televisi Republik Indonesia, Radio&lt;br /&gt;Republik Indonesia, dan Lembaga Kantor Berita&lt;br /&gt;Nasional Antara.&lt;br /&gt;Huruf e&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf f&lt;br /&gt;Dalam pengumuman di media massa cetak harian&lt;br /&gt;nasional dan media massa elektronik harus&lt;br /&gt;dicantumkan alamat Sekretariat Tim Seleksi serta&lt;br /&gt;permintaan Tim Seleksi kepada masyarakat untuk&lt;br /&gt;memberikan tanggapan terhadap bakal calon anggota&lt;br /&gt;Bawaslu dan tanggapan harus disertai identitas diri&lt;br /&gt;pemberi tanggapan.&lt;br /&gt;Huruf g&lt;br /&gt;Wawancara dalam ketentuan ini berkaitan dengan&lt;br /&gt;materi penyelenggaraan Pemilu dan manajemennya,&lt;br /&gt;sistem politik, peraturan perundang-undangan yang&lt;br /&gt;berkaitan dengan bidang politik, integritas diri&lt;br /&gt;termasuk klarifikasi atas tanggapan masyarakat yang&lt;br /&gt;disampaikan dengan identitas yang jelas.&lt;br /&gt;Huruf h&lt;br /&gt;Penyampaian nama bakal calon anggota Bawaslu dari&lt;br /&gt;Tim Seleksi kepada KPU disusun berdasarkan abjad&lt;br /&gt;disertai salinan berkas administrasi tiap-tiap bakal&lt;br /&gt;calon anggota Bawaslu.&lt;br /&gt;Pasal 89&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 90 . . .&lt;br /&gt;- 61 -&lt;br /&gt;Pasal 90&lt;br /&gt;Ayat (1)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (2)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (3)&lt;br /&gt;Penilaian akhir proses seleksi oleh Dewan Perwakilan&lt;br /&gt;Rakyat disusun dalam urutan peringkat 1 (satu) sampai&lt;br /&gt;dengan peringkat 15 (lima belas).&lt;br /&gt;Ayat (4)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 91&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 92&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 93&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 94&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 95&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 96&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 97&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 98&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 99 . . .&lt;br /&gt;- 62 -&lt;br /&gt;Pasal 99&lt;br /&gt;Ayat (1)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (2)&lt;br /&gt;Huruf a&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf b&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf c&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan ”tidak dapat melaksanakan&lt;br /&gt;tugas secara berkelanjutan atau berhalangan tetap”&lt;br /&gt;adalah menderita sakit, baik fisik maupun jiwanya,&lt;br /&gt;yang dibuktikan dengan surat keterangan dokter,&lt;br /&gt;dan/atau tidak diketahui keberadaannya.&lt;br /&gt;Huruf d&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf e&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Huruf f&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (3)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (4)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 100&lt;br /&gt;Ayat (1)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (2) . . .&lt;br /&gt;- 63 -&lt;br /&gt;Ayat (2)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (3)&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan “keputusan pemberhentian” adalah&lt;br /&gt;keputusan Presiden untuk memberhentikan anggota&lt;br /&gt;Bawaslu.&lt;br /&gt;Ayat (4)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 101&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 102&lt;br /&gt;Ayat (1)&lt;br /&gt;Selama anggota Bawaslu diberhentikan sementara segala&lt;br /&gt;hak keuangannya tetap diberikan sesuai dengan peraturan&lt;br /&gt;perundang-undangan.&lt;br /&gt;Ayat (2)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (3)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (4)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (5)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (6)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (7)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 103 . . .&lt;br /&gt;- 64 -&lt;br /&gt;Pasal 103&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 104&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 105&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 106&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 107&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 108&lt;br /&gt;Ayat (1)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (2)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (3)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (4)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (5)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (6)&lt;br /&gt;Tenaga profesional lain yang direkrut sesuai dengan&lt;br /&gt;keahlian yang dibutuhkan melalui sistem kontrak.&lt;br /&gt;Ayat (7)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 109 . . .&lt;br /&gt;- 65 -&lt;br /&gt;Pasal 109&lt;br /&gt;Ayat (1)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (2)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (3)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (4)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (5)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (6)&lt;br /&gt;Tenaga profesional lain yang direkrut sesuai dengan&lt;br /&gt;keahlian yang dibutuhkan melalui sistem kontrak.&lt;br /&gt;Ayat (7)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 110&lt;br /&gt;Ayat (1)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (2)&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan “pihak lain” dalam ketentuan ini&lt;br /&gt;adalah pihak yang mempunyai kompetensi untuk&lt;br /&gt;menyusun kode etik.&lt;br /&gt;Ayat (3)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (4)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 111 . . .&lt;br /&gt;- 66 -&lt;br /&gt;Pasal 111&lt;br /&gt;Ayat (1)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (2)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (3)&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan “3 (tiga) orang anggota KPU” adalah&lt;br /&gt;anggota KPU yang tidak diadukan melanggar kode etik.&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan “2 (dua) orang dari luar anggota&lt;br /&gt;KPU” adalah tokoh masyarakat atau akademisi yang&lt;br /&gt;memiliki integritas.&lt;br /&gt;Ayat (4)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (5)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (6)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (7)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (8)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (9)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 112&lt;br /&gt;Ayat (1)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (2)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (3) . . .&lt;br /&gt;- 67 -&lt;br /&gt;Ayat (3)&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan “2 (dua) orang anggota KPU&lt;br /&gt;Provinsi” adalah anggota KPU Provinsi yang tidak diadukan&lt;br /&gt;dan/atau dilaporkan melanggar kode etik.&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan “1 (satu) orang dari luar anggota&lt;br /&gt;KPU Provinsi” adalah tokoh masyarakat atau akademisi&lt;br /&gt;yang memiliki integritas.&lt;br /&gt;Ayat (4)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (5)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (6)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (7)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (8)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (9)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 113&lt;br /&gt;Ayat (1)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (2)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (3)&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan “2 (dua) orang anggota Bawaslu”&lt;br /&gt;adalah anggota Bawaslu yang tidak diadukan/dilaporkan&lt;br /&gt;melanggar kode etik.&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan “2 (dua) orang dari luar anggota&lt;br /&gt;KPU dan Bawaslu” adalah tokoh masyarakat atau&lt;br /&gt;akademisi yang memiliki integritas.&lt;br /&gt;Ayat (4) . . .&lt;br /&gt;- 68 -&lt;br /&gt;Ayat (4)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (5)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (6)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (7)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (8)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (9)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 114&lt;br /&gt;Ayat (1)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (2)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Ayat (3)&lt;br /&gt;Pendanaan penyelenggaraan Pemilu Anggota Dewan&lt;br /&gt;Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan&lt;br /&gt;Perwakilan Rakyat Daerah serta Pemilu Presiden dan Wakil&lt;br /&gt;Presiden yang diajukan oleh KPU, KPU Provinsi, KPU&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota, PPK, PPS, KPPS, PPLN, dan KPPSLN yang&lt;br /&gt;dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal KPU termasuk&lt;br /&gt;anggaran kesekretariatan.&lt;br /&gt;Ayat (4)&lt;br /&gt;Pendanaan penyelenggaraan Pemilu Anggota Dewan&lt;br /&gt;Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan&lt;br /&gt;Perwakilan Rakyat Daerah serta Pemilu Presiden dan Wakil&lt;br /&gt;Presiden yang diajukan oleh Bawaslu, Panwaslu Provinsi,&lt;br /&gt;Panwaslu . . .&lt;br /&gt;- 69 -&lt;br /&gt;Panwaslu Kabupaten/Kota, Panwaslu Kecamatan,&lt;br /&gt;Pengawas Pemilu Lapangan, dan Pengawas Pemilu Luar&lt;br /&gt;Negeri yang dikoordinasikan oleh Kepala Sekretariat&lt;br /&gt;Bawaslu termasuk anggaran kesekretariatan.&lt;br /&gt;Ayat (5)&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 115&lt;br /&gt;Pencairan anggaran yang dimaksud dalam ketentuan ini&lt;br /&gt;mengikuti persyaratan yang dimaksud dalam peraturan&lt;br /&gt;perundang-undangan bidang keuangan negara.&lt;br /&gt;Pasal 116&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 117&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 118&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 119&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 120&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 121&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 122&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 123&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 124&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 125 . . .&lt;br /&gt;- 70 -&lt;br /&gt;Pasal 125&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 126&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 127&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 128&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 129&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 130&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 131&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 132&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;Pasal 133&lt;br /&gt;Cukup jelas.&lt;br /&gt;TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4721&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3075870752630020009-5018464095756236275?l=ploongyo-ploong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ploongyo-ploong.blogspot.com/feeds/5018464095756236275/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3075870752630020009&amp;postID=5018464095756236275' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3075870752630020009/posts/default/5018464095756236275'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3075870752630020009/posts/default/5018464095756236275'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ploongyo-ploong.blogspot.com/2008/02/bacus.html' title='bacus'/><author><name>PloonG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17515884368215485300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3075870752630020009.post-5427624135858816017</id><published>2008-01-24T23:18:00.000+07:00</published><updated>2008-01-25T00:01:55.459+07:00</updated><title type='text'>blog</title><content type='html'>5 Tips Bikin Posting Menarik&lt;br /&gt;Tuesday, September 18th, 2007 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat setiap blogger bisa saja menulis dengan topik yang sama, jelas diperlukan tips dan kiat tertentu agar posting kita tetap menarik. Erik Karey mengajukan lima resep sederhana tetapi cukup ampuh: &lt;br /&gt;Gunakan contoh personal: Dengan menggunakan pengalaman pribadi sebagai contoh dari topik atau konsep yang sedang Anda tulis, pembaca akan merasakan ada “cita-rasa” yang khas dari posting Anda. Dengan metode ini, tulisan Anda akan jadi “hidup”.&lt;br /&gt;Tulis judul yang memikat: Pilih judul yang menarik. Paling tidak tergambar dengan jelas manfaat yang akan diperoleh pembaca jika membacanya sampai tuntas. (Tetapi ingat, jangan bikin judul yang tak mencerminkan isi tulisan — itu akan membuat pembaca jadi tidak percaya sama Anda dan tak akan kembali lagi bertandang).&lt;br /&gt;Lontarkan pertanyaan: Pertimbangkan untuk melontarkan pertanyaan, baik di awal maupun di akhir posting Anda. Dengan merangsang pemikiran dan pendapat pembaca Anda, otomatis mereka akan merasa posting Anda menarik. (Pada saat yang sama, gaya bertanya ini biasanya juga akan memancing banyak komentar).&lt;br /&gt;Gunakan gambar: Foto, bagan atau grafik pendukung akan menjadi daya tarik sendiri bagi orang untuk terus membaca posting Anda.&lt;br /&gt;Kutipan dan taut. Jika memang relevan, gunakan kutipan dan taut sumber-sumber lain untuk memperkuat tulisan Anda. Ini akan menambah nilai tambah posting Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tips Desain: Wawancara Thomas dengan Avianto (1)&lt;br /&gt;Wednesday, April 18th, 2007 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang mengelola blog pribadi, salah satu hal yang susah-susah gampang adalah memilih templat atau desain buat tampilan blog. Tampilan blog memang bukan segala-galanya bagi kesuksesan sebuah blog, tetapi ada baiknya kita memperhatikan pertimbangan teknis seputar itu. Selain itu, ternyata kita juga harus memperhatikan sejumlah rambu-rambu terkait dengan standar Web saat memposting tulisan di blog.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini saya mengundang Thomas Arie Setiawan, salah seorang web desainer yang populer di kalangan blogger, sebagai guest blogger. Dia saya minta menuliskan tips-tips terkait dengan standar web. Kemudian ia menyerahkan serial tulisannya berdasarkan wawancaranya dengan Boy Avianto, seorang blogger yang memiliki pendidikan akademis dalam bidang ini. Semoga bermanfaat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;T: Saya ingin mengajukan beberapa pertanyaan yang mungkin banyak diajukan, atau paling tidak muncul dalam perkembangan desain web di Indonesia…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Silakan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih. Untuk yang pertama, sebenarnya apa yang dimaksud dengan “Webstandard” itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara sederhana, web standard adalah standar yang diciptakan oleh W3C (WWW Consortium) untuk membuat situs web; jadi semacam panduan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini merupakan panduan secara teknis?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat teknis. Oleh karena itu, sebuah badan lain Web Standard Organization mencoba untuk membuatnya menjadi gampang di implementasikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Anda ingin menunjukkan bahwa mendesain sebuah situs web yang sesuai dengan standar merupakan hal yang mudah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat mudah. Sama seperti membuat sebuah esai dan memiliki panduan. Analogi sederhananya: apakah Anda merasa lebih mudah menulis esai dengan panduan atau tanpa panduan? Analogikan saja misalnya web standard adalah seperti panduan menulis esai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, toh tanpa mengikuti panduan tersebut, situs web tetap bisa dinikmati oleh para audience. Jadi kenapa harus dipersulit dengan sebuah standar seperti itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dipersulit? Kata siapa? Justru dengan mengacu pada panduan itu ada beberapa hal yang lebih mudah. Misalnya, kita yakin bahwa situs web kita bisa dibuka dengan segala macam devices. Ingat situs web sekarang tidak hanya bisa dibuka dengan browser di komputer. Selain itu, kita yakin bahwa setiap kali ada browser upgrade situs kita tidak perlu ‘ganti kode’. Ini dikenal dengan forward compability.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berarti, hal-hal teknis seperti itu menjadi tanggung jawab siapa? Desainer, audience, atau mungkin ada lembaga yang memang berkompeten dengan hal semacam ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat, tahun 1997, di mana kita harus melihat bahwa sebuah kode HTML hanya bisa berjalan di salah satu browser tertentu? Itu 1997. Desainer harus tanggap terhadap perkembangan ini. Audience akan diuntungkan karena mereka bisa mengakses informasi tersebut dengan cara apa saja, mereka boleh protes seandainya tidak bisa. Mengenai lembaga, sejauh ini belum dibutuhkan, tetapi tergantung budaya. Bisa jadi di sebuah negara keberadaan sebuah lembaga formal justru dibutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, apakah hal tersebut berarti bahwa jika ada sebuah kompleksitas audience (devices, keadaan teknis seperti akses internet, dan lain-lain), desainerlah yang harusnya menyesuaikan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurang lebih, intinya adalah user oriented design atau ‘desain yang berorientasi kepada pengguna’. Apa sih tujuan membuat sebuah situs? Apakah untuk pemilik situs? Kalau iya, Anda tidak perlu peduli dengan pengguna. Silakan gunakan cara apa saja. Ini yang sering dilupakan pemilik situs: strategi. Strategi bagaimana menyampaikan informasi (atau apa saja) yang pemilik situs inginkan kepada pengguna. Situs web adalah media, penyimpan informasi. Jadi, perlakukan situs web tersebut seperti media.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Popularity: 80%&lt;br /&gt;Ada tulisan menarik di Wall Street Journal soal peluang jadi blogger profesional (full time blogger). Layak untuk dipertimbangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu dicatat, sebagian besar peluang yang dimaksud dalam tulisan ini adalah bagi blogger yang ngeblog dalam Bahasa Inggris. &lt;br /&gt;Pekerjaan: Blogger&lt;br /&gt;Pendapatan: Menurut Henry Copeland, pendiri BlogAds.com, pendapatan blogger yang bekerja sendiri ada yang berkisar antara USD 2000 hingga USD 10.000.&lt;br /&gt;Jam Kerja: Blogger profesional biasanya bisa mengatur jam kerjanya sendiri. Seorang penulis blog breaking-news misalnya. mengatakan 40 hingga 60 jam dalam seminggu adalah durasi yang lazim.&lt;br /&gt;Yang Bikin Asyik: “Saya bisa bekerja pakai piyama dengan jam kerja yang saya bikin sendiri,” ujar Joel Cheesman, editor Cheezhead.com. Tak perlu keluar rumah, atau menghabiskan waktu di jalan untuk berangkat ke kantor.&lt;br /&gt;Yang Bikin Bete: “Saya selalu bekerja, dan tak bisa libur,” ujar Lavandeira, seorang blogger di Los Angeles. Selain itu, harus memikirkan asuransi kesehatan sendiri. “Abis, jadi blogger sekalian juga jadi hobi sih.”&lt;br /&gt;Cari Lowongan: Peluang jadi blogger full-time maupun paruh waktu bertebaran di Internet. Mau menulis apa saja ada yang nawarin tuh. Coba di-Google aja.&lt;br /&gt;Keuntungan lain: Blogger punya jaringan yang tak ternilai harganya. Peluang pekerjaan atau proyek lain bisa dengan mudah didapatkan dengan keunggulan semacam ini.&lt;br /&gt;Membuat Blog untuk Memperoleh Keuntungan: Sukses dengan Rencana Jangka Panjang &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Jo Han Mok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang bermimpi membuat blog untuk memperoleh keuntungan, dan tujuan ini tidak jauh dari jangkauan orang yang memiliki kecerdasan rata-rata, kemauan untuk bekerja keras, dan pemahaman dasar tentang teknologi membuat blog. Namun, sedikit sekali orang yang berhasil menuai keuntungan yang mereka inginkan dari blog mereka. Sebagian besar orang yang berusaha untuk menghasilkan uang dari blog mereka tidak berhasil karena dua alasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering kali pembuat blog (blogger) memiliki harapan yang tidak realistis tentang seberapa cepat jumlah pembaca mereka akan bertumbuh dan berapa banyak uang yang akan mereka hasilkan. Dan ketika harapan itu tidak terpenuhi, kekecewaan dapat menggilas keinginan untuk tetap ngeblog. Perangkap lain yang membuat banyak blogger terperosok ke dalamnya berkaitan dengan kurangnya perencanaan. Jika anda ingin memperoleh keuntungan sebagai seorang blogger, kunci suksesnya adalah membuat rencana yang realistis dan mengikuti rencana tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar berhasil memperoleh keuntungan dengan ngeblog, hal utama yang anda butuhkan adalah jumlah pembaca yang besar. Semakin tinggi trafik anda, semakin banyak pemasang iklan yang bersedia membayar anda. Namun, mengembangkan pengunjung tetap yang anda butuhkan untuk memperoleh keuntungan tidaklah mudah. Dengan semakin banyaknya blog yang muncul setiap hari, memiliki ide yang bagus atau gaya penulisan yang indah tidak cukup lagi untuk menarik perhatian. Anda harus dapat memasarkan blog anda secara efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat banyak blogger yang menghabiskan seluruh waktunya untuk menulis posting, sehingga hampir tidak ada waktu untuk memasarkan proyek mereka. Tentu saja, memperbarui (meng-update) blog sesering mungkin merupakan cara yang bagus agar peringkat blog anda tetap tinggi di khazanah perblogan (blogroll) dan tetap tinggi pada mesin pencari blog seperti technocrati. Dan begitu pembaca anda tahu bahwa anda sering memperbarui, mereka akan terus-menerus kembali ke situs anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, tidak peduli seberapa sering anda memperbarui, jika tidak ada orang yang membaca halaman anda, maka anda tidak akan memperoleh keuntungan yang anda dambakan. Jadi jangan menghemat waktu untuk menarik pengunjung ke situs anda. Agar mimpi anda untuk memperoleh keuntungan dari ngeblog menjadi kenyataan, cobalah untuk mengurangi jumlah posting anda dan gunakanlah sebagian waktu anda untuk menarik pengunjung baru dengan bertukar tautan dengan blogger lain, menjalin hubungan dalam komunitas blog, dan mengikuti cara-cara lain yang biasa dilakukan untuk mendatangkan trafik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja, meskipun anda seorang ahli pemasaran atau memiliki ide yang sangat bagus untuk sebuah blog, kesuksesan tidak akan terjadi dalam semalam. Membangun sejumlah besar pembaca agar kegiatan ngeblog mendatangkan keuntungan memerlukan waktu, dan kemungkinan besar diperlukan paling sedikit beberapa bulan sebelum anda memperoleh banyak keuntungan. Berusahalah untuk tetap memiliki komitmen terhadap proyek ngeblog anda pada masa awal yang sulit itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar tetap termotivasi, tentukanlah tujuan seberapa sering anda akan memperbarui blog anda dan berapa banyak pembaca yang ingin anda tarik, kemudian berikanlah pujian atau hadiah kepada diri sendiri karena anda telah mengikuti rencana tersebut.&lt;br /&gt;Rabu, Oktober 10, 2007&lt;br /&gt;Cara Memperoleh Uang di Internet dengan Blog &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Loretta Miller&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa cara untuk memperoleh uang dengan menggunakan blog. Salah satu cara adalah dengan Affiliate Sales di mana anda mempromosikan produk orang lain dan mendapat komisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara lain adalah dengan Adsense di mana iklan-iklan produk orang lain dipasang di blog anda dan anda dibayar bila ada pengunjung yang mengeklik iklan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara lain lagi adalah dengan penjualan langsung di mana anda menjual produk anda sendiri atau produk yang memiliki hak jual kembali (resell rights).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda berencana untuk menggunakan Affiliate Sales, anda perlu bergabung dengan dua atau tiga program afiliasi yang berhubungan dengan topik blog anda. Beberapa tempat untuk mencari program afiliasi adalah Clickbank, Commission Junction, atau PayDotCom. Selain itu, ada beberapa tempat lain yang menyediakan program afiliasi. Anda bisa menemukannya dengan menggunakan salah satu mesin pencari seperti Google.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendapatkan trafik ke situs anda, anda dapat menulis artikel yang berkaitan dengan ceruk (niche) blog anda atau anda dapat menulis ulasan (review) yang berhubungan dengan program afiliasi yang anda promosikan. Jika anda ingin menulis ulasan, berikanlah ulasan yang jujur. Tunjukkanlah kelebihan-kelebihan utama atau manfaat produk itu, tetapi kemukakan juga kekurangan-kekurangan produk tersebut. Anda akan memperoleh rasa hormat dari pengunjung anda jika ulasan anda jujur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda menggunakan penjualan langsung untuk produk anda sendiri, anda bisa menjual langsung dari blog anda atau mengarahkan pengunjung ke situs web atau toko online anda. Cara mana pun yang anda pilih, anda akan menggunakan metode yang sama, yakni menulis artikel tentang produk itu atau produk yang anda promosikan atau produk dengan hak jual kembali yang anda tawarkan, atau menulis ulasan. Sekali lagi, pastikan bahwa ulasan anda jujur. Anda ingin pengunjung anda menjadi pengunjung tetap yang terus-menerus mengunjungi blog anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda berencana menggunakan blog anda untuk Adsense, cara termudah adalah menggunakan program Adsense dari Google. Anda perlu membuat blog dengan target sebuah ceruk atau topik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalkan anda membuat blog tentang binatang peliharaan. Google akan menempatkan iklan di situs anda yang berkaitan dengan semua jenis binatang peliharaan. Sebagai contoh, mereka mungkin akan menempatkan iklan di blog anda yang berkaitan dengan anjing, kucing, kuda, ikan, ular, dan perlengkapan binatang peliharaan, bahkan jasa dokter hewan. Uang yang anda peroleh sangat tergantung pada banyaknya trafik yang anda terima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu cara terbaik untuk memperoleh trafik adalah menulis artikel dan memublikasikannya di blog anda serta mengirimkannya ke direktori artikel. Cara lain adalah dengan menulis komentar di salah satu forum yang berkaitan dengan binatang peliharaan. Dengan menambahkan alamat blog anda pada kotak tanda tangan, anda akan menciptakan tautan balik ke blog anda. Memperoleh pengiklan dengan cara ini memerlukan kerja yang sangat sedikit di pihak anda. Anda hanya perlu terus-menerus memperbarui blog anda dengan informasi mutakhir agar lebih banyak pengunjung yang datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara lain untuk memperoleh pengiklan untuk blog Adsense anda adalah dengan mencarinya sendiri. Anda menjual ruang iklan secara langsung kepada perusahaan-perusahaan yang ingin memasang iklan sponsor atau tautan di blog anda. Mereka juga mungkin ingin memasang iklan banner. Meskipun metode ini lebih memakan waktu, anda dapat memperoleh lebih banyak uang karena semua penghasilan akan menjadi milik anda. Anda tidak perlu berbagi penghasilan dengan Google atau pihak lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah utama dengan metode ini adalah bahwa anda harus memiliki jumlah trafik yang besar di blog anda sebelum anda dapat menemukan perusahaan yang tertarik untuk beriklan di blog anda. Anda dapat memperoleh trafik dengan metode yang sama, yakni menulis artikel dan mengirimkannya ke direktori artikel, serta menulis komentar di berbagai forum yang berkaitan dengan ceruk anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak jadi soal jenis blog yang anda miliki. Untuk mempertahankan aliran trafik yang terus-menerus, anda harus dapat menyenangkan mesin pencari dengan terus-menerus memperbarui informasi di blog anda. Selalu pastikan bahwa isinya bermutu tinggi, unik, berkaitan dengan tema utama, dan yang terpenting informatif. Semakin sering anda memberi makan mesin pencari, semakin sering mereka akan datang berkunjung. Semakin sering mereka berkunjung, semakin tinggi posisi blog anda pada halaman hasil pencarian.&lt;br /&gt;15 Cara Membuat Blog yang Berbeda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengirim: sanfucius, Selasa 25 Desember 2007, 12:30&lt;br /&gt;Ada jutaan blog diluar sana, dan untuk keluar dari hiruk-pikuk dan mendapatkan perhatian dari masyarakat banyak merupakan masalah bari blogger pemula. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghadapi masalah tersebut, anda harus membedakan diri anda dari yang lain. Namun bagaimana caranya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah beberapa tips untuk melakukannya: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Nama Blog. Segalanya bermula di sini... Bagaimana anda ingin diingat? Jika anda menggunakan nama anda untuk blog, sebaiknya itu adalah nama yang mudah diingat, atau anda akan memerlukan usaha yang lebih keras. Cobalah untuk memilih nama yang akan menangkap gambaran mengenai diri anda. Ini kelak akan menjadi merek anda. Jadi tegaslah dalam memilih! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Judul. Disamping membuat konten yang luar biasa, menulis judul yang menarik perhatian adalah hal terbaik yang dapat anda lakukan untuk menarik orang membaca posting anda. Untuk hal yang satu ini anda juga harus berani, buatlah sesuatu yang berbeda, seksi, dan menarik perhatian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bermanfaat. Ada banyak blog diluar sana, namun tidak banyak yang berguna, kebanyakan hanya membuang waktu anda dengan konten yang tidak bermanfaat. Jadilah berbeda dengan menuliskan sesuatu yang bermanfaat, sehingga banyak pembaca akan berterimakasih kepada anda karena telah memberikan informasi berharga secara gratis. Tanyakan kepada diri anda, "Apakah ini bermanfaat bagi banyak orang?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Kedalaman. Banyak blog yang berisikan posting singkat karena penulis menuliskannya secara terburu-buru. Berbedalah dari lainnya - incarlah sesuatu yang lebih mendalam. Perhatikanlah bahwa penting juga untuk menuliskan sesuatu secara ringkas, karena sesuatu yang terlalu banyak juga jelas tidak baik. Kuncinya adalah menulusuri topik yang sangat berguna lebih dalam dari blog lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Gaya Penulisan. Sementara konten adalah hal yang penting, perhatikan pula gaya penulisan anda. Apakah anda harus menjadi penulis yang cemerlang atau menarik? Sedikit gaya tidak akan melukai anda. Hal yang penting disini adalah jujur kepada diri anda dan kepada para pembaca. Jangan coba menjadi seseorang yang bukan diri anda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Gambaran yang terus diiingat. Disamping judul, anda juga harus membangun gambaran yang akan diingat terus oleh para pembaca. Cobalah untuk mencari gambaran yang dapat ditangkap mata, muncul dalam benak saat menuliskan posting anda. Sesuatu yang lucu, atau heboh akan sangat membantu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Topik aneh. Topik apa yang menjadi bahan blogging orang lain? Jika anda menuliskan topik sejenis, maka anda akan menjadi sama seperti orang lain. Cobalah menuliskan sesuatu yang aneh, berbeda, menarik yang akan mengundang rasa penasaran. Para pembaca akan terpancing untuk membacanya, bukan-nya mengatakan "ini lagi-ini lagi" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Kontroversi. Sementara tidak baik untuk menuliskan sesuatu yang sepenuhnya kontroversi, anda dapat melakukan sesuatu untuk mengontrol kontroversi. Anda mungkin akan mendapatkan serangan, namun hal tersebut tidak akan terlalu melukai anda. Kontroversi membuat seseorang berpikir, dan itu adalah hal yang baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Kepastian Sumber. Daripada memberikan sebagian informasi mengenai topik, berikan semua informasi yang berkenaan dengan topic tersebut. Berikan semua link yang mungkin diinginkan oleh pembaca. Jika anda lebih baik, lebih lengkap daripada yang lainnya, anda akan menang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Berikan ebook secara cuma-cuma. Sebelum anda berhasil menjual ebook anda, pastikan anda telah memupuknya sejak dini. Buatlah ebook yang menarik dan berikanlah secara gratis. Ciptakanlah nilai dan orang-orang akan berterimakasih kepada anda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Desain Minimalis. Banyak blog yang menjejalkan terlalu banyak dengan informasi, gadget, iklan, gambar, dan lainnya. Namun untuk lebih baiknya, cobalah untuk menyingkirkan semua itu. Anda cukup memiliki gambar utama, konten dan beberapa link yang bermanfaat. Diluar itu, sebaiknya anda singkirkan. Desain minimalis dengan banyak warna putih disana akan lebih menarik perhatian mata dan mudah diingat. Atau dengan kata lain berbeda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Jangan beriklan. Cobalah menjalankan sesuatu tanpa iklan. Memang ini adalah keputusan yang sulit. Namun beberapa blog favorit beroperasi tanpa iklan, setidaknya sampai mereka populer. Lagipula iklan semacam itu tidak akan menghasilkan uang banyak pada tahap permulaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Pembuka yang menarik perhatian. Paragraph pertama dan kedua adalah yang paling menentukan. Itu dikarenakan jika ia tidak menarik, orang tidak akan menggubrisnya. Jika mereka sibuk, mereka tidak akan memiliki waktu untuk membacanya. Namun jika anda mendapatkan perhatian mereka dengan dua paragraph pertama, maka mereka akan terus membaca. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Buat orang bercerita. Disamping menjadi kontroversial, anda mau orang-orang berbicara mengenai posting anda. Tulislah sesuatu yang membuat orang lain ingin membicarakannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Jangan Fokus kepada Uang, Fokus lah kepada Pembaca. Banyak bloger yang melakukan tugasnya untuk uang. Mereka membuat keputusan tanpa memikirkannya terlebih dahulu. Mereka mengutamakan uang diatas para pembaca. Dalam setiap keputusan yang hendak anda buat, tanyakan kepada diri anda, "Apakah saya melakukan ini untuk uang atau untuk pembaca?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klik di sini untuk sumber artikel&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3075870752630020009-5427624135858816017?l=ploongyo-ploong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ploongyo-ploong.blogspot.com/feeds/5427624135858816017/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3075870752630020009&amp;postID=5427624135858816017' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3075870752630020009/posts/default/5427624135858816017'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3075870752630020009/posts/default/5427624135858816017'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ploongyo-ploong.blogspot.com/2008/01/blog.html' title='blog'/><author><name>PloonG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17515884368215485300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3075870752630020009.post-1826235920655002247</id><published>2008-01-21T23:55:00.000+07:00</published><updated>2008-01-22T00:53:54.149+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>hai orang-orang baikSutardji Calzoum Bachri:&lt;br /&gt;Penyair Harus Setia pada Kata dan Estetika!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA – Pembacaan puisi oleh penyairnya sendiri kerap dilakukan. Walau puisi tak identik dengan pembacaan—melainkan bobot karyanya, beberapa penyair dikenal kuat dengan gaya pembacaannya yang khas dan berkarakter.&lt;br /&gt;Di Indonesia, di antara nama-nama seperti Rendra, Emha Ainun Nadjib, Sitok Srengenge, Joko Pinurbo, Zawawi Imron dan beberapa penyair lain yang terkenal dengan kekhasannya membaca puisi, Sutardji Calzoum Bachri berada di tempat yang khusus hingga orang-orang menggelarinya dengan ”Presiden Penyair”.&lt;br /&gt;Begitupun, menurut Sutardji, kualitas puisi tak pernah terkait dengan kekuatan pembacaan para penyairnya. Inti karyalah yang menjadi faktor utama.&lt;br /&gt;”Kalau puisinya udah menarik, pembacaan itu sudah nomor dua. Penyair besar kita Amir Hamzah dan Chairil Anwar kita nggak tahu baca puisinya, bagus kek, jelek kek. Dan bahkan Gunawan (Mohamad) tak pernah baca puisi, konon dia malas dan nggak suka. Sapardi konon kata orang baca puisinya tak bagus. Tapi mereka itu, penyair-penyair terbilang. Ya dari puisinya itu sendiri,” tambahnya.&lt;br /&gt;Saat ditanya oleh SH tentang penyair yang dikenal kuat juga dalam pembacaannya, Rendra, Tardji malah lebih tertarik membicarakan penyair ini dari sisi isi karyanya. Bagi Tardji, seorang Rendra tidak punya konsep kepenyairan. Rendra itu, bagi Tardji, hanya punya bakat. Dalam karyanya, dia tidak punya konsep, pokoknya puisinya asal cantik. Ketika dia bikin pamflet itulah, ketika dia punya konsep, dia membunuh puisi. ”Itu yang disayangkan oleh Subagyo (Sastrowardoyo), puisi yang membunuh puisi. Pamflet itu. Ketika seorang penyair tidak puas dengan keadaan, dia bermain di luar aturannya sebagai penyair. Kita harus berani dalam hukum. Nah, Rendra itu orangnya melanggar hukum kepenyairan,” ujarnya.&lt;br /&gt;Baginya konsep itu memang perlu. Di samping itu, penyair pun harus setia dengan kata-kata dan estetika. Dalam keadaan apa pun—seandainya saja orang di depan mata ditempeleng, keadilan dizalimi, hak dirampas—penyair tetaplah sebagai penyair.&lt;br /&gt;”Itu jangan berubah. Jangan lantas kau berteriak: ‘Oiii, maling kamu!’ Ketika kau berteriak ‘maling!’ kau udah keluar dari puisi. Yang terjadi adalah interjeksi biasa. Itu bukan ucapan penyair, itu ucapan masyarakat biasa. Atau itu polisi, kau bukan puisi tapi polisi. Kau udah keluar dari norma puisi, melanggar hukum kau,” ujar Tardji dengan nada yang tinggi.&lt;br /&gt;Itu sebabnya, Tardji tetap pada esensi. Keadaan boleh kacau tetapi isinya sama, bahwa kezaliman itu sejak dari zaman Orde Lama, Orde Baru, bahkan hingga Orde Reformasi. ”Nah, semua itu kan ada benang merahnya. Aku penyair yang melihat benang merah, bukan melihat keadaan sehari-hari, yang kecil-kecil itu. Itu bukan pekerjaan aku. Maka aku tetap melihat puisi sebagai suatu norma yang harus di jalur hukum itu, tidak ada kecemasanku yang membuat keluar dari tangan puisi, muncul di tangan realitas. Aku tetap dengan kata-kata,” ujarnya.&lt;br /&gt;Terkadang, seorang penyair terlalu menekankan pada performance, bukan pada puisinya. Tetapi, menurut Tardji, itu semua berpulang pada penyair masing-masing. ”Ada juga penyair yang bilang, ‘gua mau buat sajak emang buat performance, sajak ini kalau dibaca begini aja jadi kurang wah, tapi jadi menarik kalo dibikin perfomance...,” ujar Tardji.&lt;br /&gt;Untuk sekarang ini, Tardji melihat tak ada penyair yang kuat dalam pembacaan. Sebab, menurutnya belum ada ajang untuk penyair tunggal atau pun sekelompok kecil. ”Mestinya ada suatu ajang yang representatif, ada di TUK (Teater Utan Kayu, red) sekali-sekali. Tapi penampilan itu selalu tak dianggap representatif. Mestinya ada di TIM untuk mencari lagilah bakat-bakat baru, yang muda-muda,” ujarnya.&lt;br /&gt;Dia melihat ajang pembacaan–khusus–puisi itu jarang sekali diadakan. ”Kalau ajang baca puisi itu, hanya pada acara Kebangkitan Nasional. Pada event seperti itu, tak ada unsur sastra,” sambungnya.&lt;br /&gt;Dulu, di TIM, pada tahun 1980-an sempat muncul beberapa nama penyair yang kuat dalam pembacaannya. Antara lain memunculkan Zawawi Imron, Kriapur (Alm.) atau Sitok Srengenge. ”Dari koran-koran nasional atau daerah itu kan juga bisa didapat siapa yang berbakat, diundang tujuh atau delapan orang. Kemudian, dari situ dapat dilihat apakah ada sesuatu dari mereka yang memesona,” katanya.&lt;br /&gt;Selain nama di atas, nama lain yang dia anggap kuat adalah Afrizal Malna yang menurut Tardji agak aneh dan khas dalam pembacaannya, tapi justru itu yang menjadi hal menarik.&lt;br /&gt;Tentang fenomena kelompok-kelompok sastra yang banyak bermunculan, Tardji punya komentar. ”Pertama-tama, tentulah kita harus disenangi kelompok. Ini sudah jelas. Tapi, bagaimana kau bisa begitu hebat, sehingga kau seperti air. Seperti air yang dibuat es, kau bisa mengisi kotak ini, kotak itu. Semua kotak bisa terisi olehmu. Itulah kehebatannya kau sebagai penyair. Itu usaha bagaimana melampaui kotak kita.”&lt;br /&gt;Contoh penyair yang melampui kotak adalah Shakespeare. ”Orang tak bilang ‘Ah, dia kan penyair asing, ah dia kan orang Inggris.’ Kotak ideologinya telah lepas. Tak peduli apakah ia Islam atau Kristen, yang penting karyanya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kewahyuan&lt;br /&gt;Tarji melihat penyair sekarang pun bagus. Namun, masih banyak yang mencari-cari keindahan. Karena keindahan itu bisa diciptakan. Seperti kata indah di dalam iklan, kata-kata indah di televisi. Sekarang, kata-kata itu bisa diciptakan.&lt;br /&gt;Tinggal, bagaimana kita bisa menciptakan sesuatu, yang terlihat biasa, tetapi di dalam itu, ada suatu berkah dari kata-kata. Kata-kata sama, tapi berkah beda. ”Dalam puisi yang kau cari ya itu berkahnya itu. Berkah itu lewat dari langit. Pada langit kebakatan itulah muncul berkah itu, langit kebakatan itu hanya bisa dipertajam dengan pengalaman hidup, dengan pengalaman orang lain, dengan ketulusan, dengan konsentrasi, dengan sentuhan-sentuhan kewahyuan,” ujarnya. Pada akhirnya, tiap pribadi yang menulis itu adalah sebuah kewahyuan.&lt;br /&gt;Ilmu pun pada dasarnya adalah kewahyuan. Setelah itu, baru ada logika, argumentasi logis dan sebagainya. ”Sebelumnya datang begitu saja, misalnya bagaimana kau tahu sakit pinggang bisa diobati dengan kumis kucing. Nenek moyang kita tahu dari mana? Dia nggak studi dan nggak ada laboratoriumnya. Ilham datang hanya dengan dipertajam, dengan kepekaan.”&lt;br /&gt;Penyair masa kini, menurutnya, banyak yang bagus. Namun, bagusnya itu hanya dalam tahap ekspresi diri. Ekspresi dirinya bagus, cekatan, spontanitas tinggi, tapi apakah dalam ekspresi diri itu ada kearifan yang terwakilkan? ”Itu lagi masalahnya. Tentu dalam hal ini kita tidak boleh bergegas, mereka kan masih muda, mana tahu nanti muncul. Atau memang tidak semua begitu, ada juga yang bagus,” sambungnya.&lt;br /&gt;Bagi Tardji, saat ini, nama-nama seperti Sitok Srengenge, Joko Pinurbo atau pun Afrizal Malna punya kekuatan di dalam pembacaan puisinya. Mereka setidak-tidaknya mulai menemukan karakter kepenyairan dan bentuk pengucapannya.&lt;br /&gt;”Joko Pinurbo kan juga menemukan dengan caranya sendiri, meski kadang-kadang bisa kering. Sitok pun punya caranya, walaupun terlalu banyak ornamen, banyak hiasan. Afrizal, kadang-kadang konsep-konsepnya terlalu abstrak,” jelasnya.&lt;br /&gt;Tinggal bagaimana karakter itu menjadi bagian dari ekspresi diri. ”Ketika begini karakterku begini,” tambah Tardji, ”tapi karakterku ini akan memberi inspirasi atau tidak bagi orang lain. Adakah visi kearifan, ada berkah atau tidak dari karakter kita,” demikian Tardji menutup pembicaraan.&lt;br /&gt;(SH/sihar ramses simatupang)&lt;br /&gt;Pamflet Si Burung Merak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rendra2.gif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tulis pamplet ini&lt;br /&gt;karena lembaga pendapat umum&lt;br /&gt;ditutupi jaring labah-labah&lt;br /&gt;Orang-orang bicara dalam kasak-kusuk,&lt;br /&gt;dan ungkapan diri ditekan&lt;br /&gt;menjadi peng - iya - an&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rendra atau Willibrodus Surendra Broto. Penyair jalanan yang dipuja-puja karena puisi pamfletnya. Tidak berlebihan, Rendra pun dekat dengan aroma keringat para rakyat yang selama ini (entah sampai kapan) masih tertindas. Maka, tidak heran jika pemerintahan Orde baru sering sekali menangkap sang Burung Merak, oleh karena pesonanya yang tertebar dimana-mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria kelahiran Solo 7 November 1935 ini memang telah mencita-citakan sastra sebagai dunianya. Hal tersebut dibuktikan ketika ia bertekad masuk ke Fakultas Sastra dan Kebudayaan Universitas Gajah Mada selepas menamatkan sekolahnya di SMA St.Josef, Solo. Setelah mendapat gelar Sarjana Muda, ia kemudian melanjutkan pendidikannya di American Academy of Dramatical Art, New York, USA. Sejak kuliah di Universitas Gajah Mada tersebut, ia telah giat menulis cerpen dan esai di berbagai majalah seperti Mimbar Indonesia, Siasat, Kisah, Basis, Budaya Jaya. Di kemudian hari ia juga menulis puisi dan naskah drama. Sebelum berangkat ke Amerika, ia telah banyak menulis sajak maupun drama di antaranya, kumpulan sajak Balada Orang-orang Tercinta serta Empat Kumpulan Sajak yang sangat digemari pembaca pada jaman tersebut. Bahkan salah satu drama hasil karyanya yang berjudul Orang-orang di Tikungan Jalan (1954) berhasil mendapat penghargaan dari Departemen P &amp; K Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak lagi karya-karyanya yang sangat terkenal, seperti Blues untuk Bonnie, Pamphleten van een Dichter, State of Emergency, Sajak Seorang Tua tentang Bandung Lautan Api, Mencari Bapak. Bahkan di antara sajak-sajaknya ada yang sudah diterjemahkan ke bahasa Inggris seperti Rendra: Ballads and Blues: Poems oleh Oxford University Press pada tahun 1974. Demikian juga naskah drama karyanya banyak yang telah dipentaskan, seperti Oedipus Rex, Kasidah Barzanji, Perang Troya Tidak Akan Meletus, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suksesnya pamflet Rendra dalam menarik massa menjadi inspirasi tersendiri bagi pergerakan kaum muda di Indonesia. Dua pilihan saja jika ikut dalam aksi para pemuda Indonesia, baca puisi Widji Tukul atau Rendra. Sebab, kedua-duanya adalah bintang rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tulis pamplet ini&lt;br /&gt;karena pamplet bukan tabu bagi penyair&lt;br /&gt;Aku inginkan merpati pos.&lt;br /&gt;Aku ingin memainkan bendera-bendera semaphore di tanganku&lt;br /&gt;Aku ingin membuat isyarat asap kaum Indian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Rendra yang tengah menunggu usianya yang ke-72, menjadi sebuah ikon perlawanan kelas bawah. Berita terbaru mengenai penyair ini adalah keikutsertaannya dalam film yang bertajuk “Lari Dari Blora”. Kita tunggu sepak terjang penyair ini selanjutnya.&lt;br /&gt;OASE BUDAYA&lt;br /&gt;Laku Ahimsa si Burung Merak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jakarta | Minggu, 04 Nov 2007&lt;br /&gt;PADA ulang tahun Rendra yang ke-70, yang diperingati di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, 2005 lalu, sejumlah seniman tampil ke panggung menyampaikan pendapat. Di antaranya Putu Wijaya dan N. Riantiarno. Rendra, kata mereka, adalah seniman yang menempati posisi khusus. Posisinya itu tidak menggantikan dan tidak tergantikan oleh siapapun. Rendra tidak menjiplak gurunya, dan tidak sama dengan murid-muridnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posisi istimewanya itu, tercipta karena menurut penilaian para kritikus seniman, bahwa Rendra adalah seniman yang menggeluti banyak bidang, dan pergulatannya itu berhasil mencapai puncak-puncak estetik di dalam peta kesenian Nusantara. Rendra memang seniman generalis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rendra adalah penulis dan pembaca puisi yang menggetarkan, penulis naskah drama, penyadur, sutradara sekaligus aktor yang cemerlang. Ia pernah main film beberapa judul, kemudian ditinggalkannya. Beberapa cerpen pernah ditulisnya. Ia menulis esai budaya, dan pernah menjadi wartawan untuk media yang dipimpin PK Ojong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai penyair, Rendra mewarnai perpuisian di Tanah Air melalui sajak-sajak balada yang khas. Namun pada dekade 70-an, puisi-puisi Rendra berubah total dari nuansa balada menjadi sajak pamflet. Sajak-sajak pamflet Rendra sangat khas, dan tidak ada penyair yang menulis puisi pamflet dengan kekuatan seperti pamflet yang ditulis Rendra. Kekuatan Rendra dalam sajak pamflet bukan dalam penulisannya saja, tapi dalam membacakannya di atas panggung. Adalah Rendra yang disebut-sebut para kritikus sebagai orang yang memperkenalkan teknik poetry reading, dan karena prestasinya itu ia dijuluki si Burung Merak. Menurut Emha Ainun Najib, penyair yang sekaligus memiliki daya sihir saat membacakan puisinya adalah Rendra dan Sutardji Calzoum Bachri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rendra juga disebut sebagai salah seorang mbah teater modern di Tanah Air. Dosen Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Bandung Yoyo C. Durachman, menyebut ada enam grup teater modern yang mewarnai jagad teater di Indonesia, yaitu Bengkel Teater (Rendra), Teater Populer (Teguh Karya, alm), Studiklub Teater Bandung (Suyatna Anirun, alm), Teater Ketjil (Arifin C. Noer, alm), Teater Mandiri (Putu Wijaya), dan Teater Koma (N. Riantiarno).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun Rendra ditahbiskan bukan sekadar sebagai mbah, tapi pelopor teater modern. Kepeloporannya terletak pada upaya membumikan teater barat. Misalnya, tokoh Hamlet dalam lakon Shakespeare, ketika dipentaskan oleh Rendra diganti menjadi Hamlet orang Jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Multi kreativitas itu diperoleh karena Rendra menerima pengetahuan dari banyak guru. Sejak usia dini, ia sudah diajari membaca puisi dan pidato oleh inangnya, juga oleh ayahnya yang guru Bahasa. Sewaktu kuliah Jurusan Sastra Inggris di UGM (tidak tamat), ia adalah juniornya Umar Kayam di grup teater. Rendra menempatkan Umar Kayam sebagai sang guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 1964-1967, Rendra pergi ke Amerika untuk belajar drama di American Academy of Dramatical Art, New York. Rendra juga memperdalam ilmu meditasi yang ia kembangkan dari warisan Mas Sujono (Sultan Hamengkubuwono I). Selain mempelajari teori kesenian Barat yang rasionalistik, Rendra juga menggali teori-teori kesenian dari India. Konsepsi keindahan yang dituangkan Rendra berasal dari India. Kunci keindahan menurut Rendra harus bersifat ahimsa (tanpa kekerasan), aparigraha (tanpa pamrih), dan anekanta (beragam). Rendra juga mempelajari silat Bangau Putih dari Subur Rahardja. Dalam melakoni hidup, Rendra mengaku selalu membutuhkan seseorang guru yang bisa menyampaikan kritik dan mengingatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya, Rendra juga menjadi seorang guru dengan melahirkan sejumlah seniman pesohor di Tanah Air, atau setidaknya menjadi creative partner. Almarhum Arifin C Noer, masih tinggal di Cirebon ketika mengawali berteater. Ia kemudian menerima surat dari Rendra untuk bergabung ke dalam grup teater yang hendak dibentuknya. Arifin pun memenuhi undangan Rendra, berangkat ke Yogya, dan mereka pun berteman. Mereka mementaskan lakon Menunggu Godot yang disadur dari karya William Bulter Yeats.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekira tahun 1964, grup itu bubar karena Rendra pergi ke Amerika untuk sekolah drama. Sepulang dari Amerika, pada bulan Oktober 1967, Rendra mendirikan Bengkel Teater Yogya. Bengkel Teater kemudian pindah ke Jakarta, and Rendra pernah tinggal di kawasan Grogol. Awal dekade 1990, Bengkel Teater dipindahkan ke Citayam, Depok, dan namanya menjadi Bengkel Teater Rendra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bengkel Teater didirikan dengan tujuan menjadi agent of change (agen perubahan) untuk membantu pembangunan masyarakat. Rendra tidak bermaksud mencetak seniman belaka, tetapi menjadi seniman plus yang sanggup menjadi inspirasi bagi masyarakat sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa pesohor yang pernah bergabung dengan Bengkel Teater dari waktu ke waktu, ada di antaranya yang mengakui Rendra sebagai guru, antara lain Adi Kurdi (aktor dan sutradara), Dedy Sutomo (aktor film), Putu Wijaya (Teater Mandiri), Emha Ainun Najib (budayawan), Syu‘bah Asa (kritikus seni), Ratna Sarumpaet (Teater Satu Merah Panggung), Sawung Jabo (musisi), Jose Rizal Manua (Teater Tanah Airku), Edi Haryono (Bela Studio), Sitok Srangenge (penyair), Radhar Panca Dahana (penyair, aktor, esais).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Bengkel Teater, murid-murid yang nyantrik bukan hanya belajar kesenian. Sebagaimana tujuannya untuk menciptakan agent of change, metode pendidikan yang dirancang Rendra dalam silabus, lebih merupakan usaha untuk membangun karakter individual dan mengembangkan mutu sumber daya manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Bengkel Teater, setiap murid akan dipelajari karakteristiknya melalui gerak naluri. Rendra akan menyarankan sebaiknya Anda mendalami bidang ini, atau itu, setelah narulinya dibaca. Bukan hanya spiritual yang dipelajari, tetapi juga pembangunan fisik. Selain latihan silat, Rendra mengembangkan teknik-teknik untuk meningkatkan flastisitas tubuh dan energi. Menurut Rendra, sumber energi manusia berasal dari colon (usus besar), karena itu, setiap makan harus dicerna dengan baik supaya colon bekerja secara efektif. Sumber energi yang lain adalah nafas dan fisik, karena itu di Bengkel diajarkan pernafasan dan silat. Sumber energi paling baik berasal dari Tuhan, ini bersangkut dengan yang namanya kharisma dan spiritual. Karena itu, setiap murid Rendra harus menjalankan perintah agama, dan menjauhi pantangan yang datang dari agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rendra mengajari orang untuk bisa hidup melalui kesenian, dan bukan semata untuk berkesenian. Hal itu terungkap juga dalam butir-butir Prasetya Bengkel Teater Rendra yang dibacakan saat murid dilantik menjadi anggota penuh Bengkel, di antaranya bahwa: Aku ini milik Tuhan dan hanya mengabdi kepada Tuhan. Aku setia pada jalannya alam. Aku setida pada hati nuraniku. Aku tidak akan berlebih, segala yang berlebih akan kukembalikan kepada Tuhan melalui jalannya alam dan kebudayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dodi Ahmad Fauji&lt;br /&gt;IN: GATRA - Pamplet Jeritan Hewan&lt;br /&gt;From: apakabar@access.digex.net&lt;br /&gt;Date: Sun Nov 26 1995 - 14:41:00 EST&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;From: John MacDougall &lt;apakabar@access.digex.net&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Majalah Berita Mingguan GATRA&lt;br /&gt;Edisi : 18 November 1995 ( No.1/II )&lt;br /&gt;Rubrik : LAPORAN UTAMA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah Pamplet Jeritan Hewan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah dituduh menjiplak Lorca. Mengolah kepenyairannya dengan&lt;br /&gt;metode kejawen. Kenapa mesti disangkal?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sepatu yang berat serta nakal&lt;br /&gt;yang dulu biasa menempuh&lt;br /&gt;jalan-jalan yang mengkhawatirkan&lt;br /&gt;dalam hidup lelaki yang kasar dan sengsara&lt;br /&gt;kini telah aku lepaskan&lt;br /&gt;dan berganti dengan sandal rumah&lt;br /&gt;yang tentram, jinak dan sederhana.&lt;br /&gt;(Surat Kepada Bunda: Tentang Calon Menantu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RENDRA, penyair balada dan epik-lirik itu pernah menjadi&lt;br /&gt;gunjingan, dengan nada agak mencibir. Di kalangan kritikus dan&lt;br /&gt;sastrawan dalam negeri, pernah dipertanyakan: Rendra patut&lt;br /&gt;dihargai karena karyanya yang bermutu, atau karena karismanya?&lt;br /&gt;Maksudnya, tentu, untuk mengusik dan mempertanyakan kualitas&lt;br /&gt;kepenyairan Rendra. Tapi, benarkah penyair yang pernah bernama&lt;br /&gt;lengkap Willibrordus Surendra Rendra itu dikatrol oleh&lt;br /&gt;kepopulerannya, bukan oleh kualitas sajak-sajaknya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, dalam perjalanan waktu, ketika usia Rendra telah genap 60&lt;br /&gt;tahun, orang pun boleh mafhum. Rendra adalah fenomena bermuatan&lt;br /&gt;ganda. Kualitas kepenyairan Rendra sudah teruji. Kalaupun ia&lt;br /&gt;seorang yang berkarisma, kenapa mesti disangkal? kata H.B.&lt;br /&gt;Jassin, yang dianggap sebagai penjaga kesusastraan Indonesia,&lt;br /&gt;kepada Krisnadi Yuliawan dari Gatra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan kepenyairan Rendra dimulai dari sajak-sajaknya yang&lt;br /&gt;berbentuk balada, sajak bercerita. Rendra muda berangkat dengan&lt;br /&gt;balada yang berisikan kisah cinta, epik-lirik tentang perempuan,&lt;br /&gt;kejantanan dan petualangan, seperti yang dituangkannya dalam&lt;br /&gt;kumpulan sajaknya yang pertama Ballada Orang-orang Tercinta&lt;br /&gt;(1957). Orang-orang tercinta, menurut Rendra, adalah sosok-sosok&lt;br /&gt;wanita memelas dan menyedihkan, ditinggal, disakiti, difitnah,&lt;br /&gt;atau tak dimengerti. Mereka juga bisa berwujud pejuang-pejuang&lt;br /&gt;gerilya, korban-korban perang, atau tawanan musuh yang kejam.&lt;br /&gt;Rendra mengguratkan kesaksiannya atas peristiwa kekerasan itu&lt;br /&gt;melalui balada. Ia jatuh cinta pada balada karena mengandung&lt;br /&gt;peluang dramatik yang memberikan keleluasaan bagi petualangan&lt;br /&gt;alam khayalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Balada dan epik-lirik itulah yang berjasa mengasah ketajaman&lt;br /&gt;nalurinya pada pilihan kata dan kekuatan makna kata. Melalui&lt;br /&gt;kedua bentuk sajak itu, Rendra kemudian dikenal sebagai penyair&lt;br /&gt;yang paling kaya dan sangat produktif dalam menciptakan dan&lt;br /&gt;memanfaatkan metafora-metafora untuk mendukung citraan dramatik&lt;br /&gt;dan visual dalam sajak-sajaknya. Tengoklah metafora-metafora yang&lt;br /&gt;diciptakannya, seperti: Bila bulan limau retak/ merataplah Patima&lt;br /&gt;perawan tua.../Bini Kasan ludahnya air kelapa.../ lelaki-lelaki&lt;br /&gt;rebah di jalanan/ lambung terbuka dengan geram srigala!.../O,&lt;br /&gt;bulu dada yang riap!/ Kebun anggur yang sedap!... (Balada&lt;br /&gt;Lelaki-lelaki Tanah Kapur).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau: bulan berkhianat gosok-gosokkan tubuhnya di pucuk-pucuk&lt;br /&gt;para.../ panas luka-luka, terbuka daging kelopak angsoka (Balada&lt;br /&gt;Terbunuhnya Atmo Karpo).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara penyair Indonesia, tak pelak Rendralah yang terbaik&lt;br /&gt;dalam genre balada. Ia sangat liat dalam mempergunakan perangkat&lt;br /&gt;kata, metafora-metafora yang orisinal dan selalu terasa baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toh, pencapaian artistik Rendra itu sempat mengundang wasangka.&lt;br /&gt;Kecurigaan itu dilontarkan oleh Subagio Sastrowardoyo (almarhum),&lt;br /&gt;seorang penyair yang juga kritikus sastra. Subagio mendakwa&lt;br /&gt;Rendra terlalu kuyup terbenam dalam pengaruh penyair Spanyol,&lt;br /&gt;Federico Garcia Lorca (1898-1936). Lantas Subagio pun membeberkan&lt;br /&gt;bukti-bukti keterpengaruhan Rendra oleh Lorca melalui studi&lt;br /&gt;kritik sastra komparatif. Bahkan telaah Subagio dalam bukunya,&lt;br /&gt;Sosok Pribadi dalam Sajak (1980), nyaris merupakan sebuah kritik&lt;br /&gt;teks yang mencoba melacak arketip teks. Teks babon yang&lt;br /&gt;menurunkan variannya. Subagio menganggap banyak citraan pada&lt;br /&gt;balada Rendra yang memikat itu merupakan alih bahasa atau saduran&lt;br /&gt;dari citra-citra sajak Lorca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah aku membaca sajak-sajak Lorca, jawabnya ya. Tapi, apakah&lt;br /&gt;aku menjiplaknya, itu harus dibuktikan, kata Rendra kepada Gatra,&lt;br /&gt;menanggapi tuduhan Subagio itu. Namun apa pun isi sebuah kritik&lt;br /&gt;harus didengar karena bermanfaat untuk introspeksi diri, Rendra&lt;br /&gt;melanjutkan. Toh, Rendra tak mencoba memungkiri kemungkinan&lt;br /&gt;pengaruh sajak-sajak Lorca pada proses kreatifnya. Subagio&lt;br /&gt;sendiri, seperti yang dikatakannya dalam bukunya itu, secara&lt;br /&gt;pribadi tidak berniat mengurangi keotentikan nilai artistik&lt;br /&gt;gubahan Rendra. Di luar itu, Subagio memuji stamina artistik&lt;br /&gt;Rendra. Menghadapi balada Rendra, ibarat memelototi lukisan&lt;br /&gt;tradisional Bali yang seluruh permukaannya dipenuhi detil dan&lt;br /&gt;ornamen dari sebuah rimba lanskap. Setiap sudut hampir tidak ada&lt;br /&gt;ruang kosong. Rendra tidak pernah membiarkan benak pembacanya&lt;br /&gt;luput dari serbuan khasanah metafora yang diciptakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah salah satu kekuatan Rendra. Kesanggupannya mencerna segala&lt;br /&gt;sesuatu dari luar dirinya diendapkan dan diolah sedemikian rupa&lt;br /&gt;sehingga menjadi miliknya. Apa yang dia keluarkan, walaupun&lt;br /&gt;kadangkala tidak orisinal tetapi tetap otentik miliknya, kata&lt;br /&gt;Asrul Sani kepada Gatra. Asrul mengaku mengikuti perkembangan&lt;br /&gt;sajak Rendra sejak ia muda. Asrul pernah menerjemahkan artikel&lt;br /&gt;tentang Garcia Lorca, dan Ramadhan K.H. pernah menerjemahkan&lt;br /&gt;beberapa karya Lorca. Karya penyair Spanyol itu memang sudah&lt;br /&gt;masuk ke Indonesia pada 1950-an, baik dalam versi bahasa Inggris&lt;br /&gt;maupun terjemahannya dalam bahasa Indonesia. Penyair memang&lt;br /&gt;selalu saling mempengaruhi. Kadang-kadang mereka tidak sadar&lt;br /&gt;kalau terpengaruh, kata Asrul lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toh, Rendra sendiri tidak berhenti pada romantisme Lorca. Ia&lt;br /&gt;terus bereksplorasi dengan balada dan epik-liriknya. Menurut A.&lt;br /&gt;Teeuw, Rendra telah meningkat kepekaannya. Ada semacam getaran&lt;br /&gt;mistis-kosmis yang mempengaruhinya dalam mengidentifikasi manusia&lt;br /&gt;terhadap alam sekitarnya. Rendra berhasil memanipulasi spekulasi&lt;br /&gt;panteis-mistik tradisional dalam kebudayaan Jawa. Ia memberikan&lt;br /&gt;sentuhan pribadi, memberi sisi dan ekspresi baru dalam&lt;br /&gt;metafora-metafora yang diciptakannya. Maka setelah periode Empat&lt;br /&gt;Kumpulan Sajak (1961), Blues untuk Bonnie (1971), dan Sajak-sajak&lt;br /&gt;Sepatu Tua (1972); Rendra menyublim menjadi nabi. Seorang&lt;br /&gt;pemimpin bagi Rendra adalah seorang yang kesepian. Ia harus terus&lt;br /&gt;berpikir untuk berbuat banyak, kata Budi Darma kepada Saiful Anam&lt;br /&gt;dari Gatra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepekaan solidaritas kemanusiaannya pun makin meningkat. Ditambah&lt;br /&gt;dengan pergaulannya dengan alam filsafat dan wacana politik, ia&lt;br /&gt;mulai menggebrak dengan sajak-sajak pamplet-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mendengar suara/ jerit hewan yang terluka.//Ada orang memanah&lt;br /&gt;rembulan/ Ada anak burung terjatuh dari sarangnya.//Orang-orang&lt;br /&gt;harus dibangunkan./ Kesaksian harus diberikan.//Agar kehidupan&lt;br /&gt;bisa terjaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian kredo pamplet Rendra yang ditulisnya pada 1974. Ia pun&lt;br /&gt;terus bergerak dengan kesadaran politik baru. Dia punya alasan&lt;br /&gt;untuk tindakan-tindakannya yang terkesan melawan penguasa itu.&lt;br /&gt;Menurut Rendra, pemerintah harus berterima kasih kepada&lt;br /&gt;penyair-penyair semacam dia, yang menunjukkan kekurangan&lt;br /&gt;pemerintah yang harus diperbaiki. Orang semacam Rendra akan&lt;br /&gt;selalu dan selalu berhadapan dengan penguasa yang dianggapnya&lt;br /&gt;salah, kata H.B. Jassin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah sajakku./ Pamplet masa darurat./ Apakah artinya kesenian,/&lt;br /&gt;bila terpisah dari derita lingkungan./ Apakah artinya berpikir,&lt;br /&gt;bila terpisah dari masalah kehidupan. (Pamplet Penyair).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlawanan Rendra tidak melulu melalui sajak. Ia melengkapinya&lt;br /&gt;dengan senjata lakon-lakon panggungnya. Bagaimana ia berusaha&lt;br /&gt;menggebah kesadaran penguasa lewat lakon-lakon adaptasinya&lt;br /&gt;seperti Antigone, atau Lysistrata, juga melalui karyanya sendiri&lt;br /&gt;seperti Kisah Perjuangan Suku Naga dan Panembahan Reso.&lt;br /&gt;Keunggulan Rendra juga tampak pada karya terjemahannya. Ia mampu&lt;br /&gt;membumikan lakon-lakon sulit semacam Macbeth karya Shakespeare.&lt;br /&gt;Rendra bisa memilih kata-kata dengan tepat, bisa menafsirkan&lt;br /&gt;ulang tanpa melenceng jauh, kata Teguh Karya .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, dengan Bengkel Teater-nya, ia terus bergerak dan&lt;br /&gt;terus bereksperimen. Ia juga menggali kemungkinan baru dalam seni&lt;br /&gt;akting. Ia mengawinkan teori akting Barat dengan metode kanuragan&lt;br /&gt;dari khazanah kejawen. Ia ingin, seni aktingnya benar-benar&lt;br /&gt;bukan sekadar manipulasi di kulit luar, melainkan juga melibatkan&lt;br /&gt;unsur dalam secara total. Pribadi sang aktor lebur ke dalam&lt;br /&gt;perannya, dari tulang-belulang, otot, hingga kulit arinya. Maka&lt;br /&gt;metode semadi kejawen menurut Rendra adalah metode yang ampuh&lt;br /&gt;untuk menyeret seni peran hingga ke tataran intrinsik totalitas&lt;br /&gt;penghayatan, seperti yang dipaparkannya dalam bukunya, Tentang&lt;br /&gt;Bermain Drama (1976).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari situ Rendra tampak tidak pernah benar-benar berhenti. Ia&lt;br /&gt;terus berproses. Rendra adalah salah satu contoh dari grafik yang&lt;br /&gt;terus meningkat. Terus naik. Tidak pernah turun. Biasanya stamina&lt;br /&gt;kebanyakan penulis di Indonesia mudah kendur. Begitu ia mencapai&lt;br /&gt;puncak, dia akan menurun baik dari segi jumlah maupun mutu, kata&lt;br /&gt;Putu Wijaya, salah seorang bekas murid Rendra, kepada Saidah&lt;br /&gt;Abuhanifah dari Gatra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rendra konsisten dengan kepenyairannya. Sampai saat ini ia belum&lt;br /&gt;berhenti menghasilkan puisi. Jeda yang dipergunakannya merupakan&lt;br /&gt;saat perenungan. Ia tetap menjaga sikap pemberontakannya. Yang&lt;br /&gt;dimaksudkannya dengan pemberontakan bukanlah pemberontakan untuk&lt;br /&gt;mencapai kekuasaan politik dalam pemerintahan atau lembaga&lt;br /&gt;lainnya. Ia tidak punya pretensi seperti itu. Gugatannya&lt;br /&gt;ditujukan terhadap, Keadaan sosial yang buruk, kemelaratan, dan&lt;br /&gt;kepicikan. Para pemberontak memang harus memeranginya. Demikian&lt;br /&gt;pula, terhadap dogma agama dan doktrin politik yang sok absolut,&lt;br /&gt;para pemberontak harus melawannya, kata Rendra.&lt;br /&gt;(J. Eko Setyo Utomo)/GIS.- &lt;br /&gt;N: GATRA - Beraliansi dengan Pers&lt;br /&gt;From: apakabar@access.digex.net&lt;br /&gt;Date: Sun Nov 26 1995 - 14:37:00 EST&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;From: John MacDougall &lt;apakabar@access.digex.net&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Majalah Berita Mingguan GATRA&lt;br /&gt;Edisi : 18 November 1995 ( No.1/II )&lt;br /&gt;Rubrik : LAPORAN UTAMA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beraliansi dengan Pers&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEBAGAI seorang budayawan, Rendra menaruh perhatian terhadap&lt;br /&gt;banyak hal. Tidak hanya pada sastra dan drama. Ia juga tidak&lt;br /&gt;hanya mengenal dengan sangat baik tradisi Jawa, melainkan juga&lt;br /&gt;memahami sejarah dan kebudayaan Eropa secara mendalam. Di hari&lt;br /&gt;ulang tahunnya ke-60, 7 November lalu, di rumahnya di Cipayung,&lt;br /&gt;Depok, Rendra menerima Bersihar Lubis, Akmal Nasery Basral,&lt;br /&gt;Yunizar Djoenaid, Yudhistira ANM Massardi, dan fotografer Astadi&lt;br /&gt;Priyanto untuk sebuah wawancara. Petikannya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di mana sebenarnya posisi seorang pujangga seperti Anda dalam&lt;br /&gt;tradisi kita? Apakah pujangga memiliki posisi sebagai pelaku&lt;br /&gt;kontrol?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya, kalau dalam tradisi, latihan kapujanggan itu adalah&lt;br /&gt;latihan kesatria. Sama. Jadi nggrayang raga, nggrayang dunya,&lt;br /&gt;nyawang, dan sebagainya. Semuanya itu sama, sampai pada suatu&lt;br /&gt;saat topo ing rame itu kesatria juga. Ini kanuragan, olahraga.&lt;br /&gt;Kanuragan dan olah praja, olah negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan pujangga itu, setelah nggrahita, mirasa, wicara, lalu&lt;br /&gt;nyusastra. Itu urutannya. Waktu dia nggrahita, menyadari pikiran,&lt;br /&gt;penghayatan batin, aksi. Yang dihayati itu astabrata, ini&lt;br /&gt;kesatria. Astabrata itu kesatria yang menjelma menjadi&lt;br /&gt;Saptamarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau pujangga sudah nggrahita (pikiran), nyurasa (buah kalbu),&lt;br /&gt;wicara atau nyusastra (disastrakan) dalam bentuk ditarikan,&lt;br /&gt;ditembangkan. Tapi latihan dasarnya sama dalam tradisi Jawa. Di&lt;br /&gt;situ ada tuntutan untuk independen. Maka itu untuk kesatria dan&lt;br /&gt;pujangga ada latihan untuk independen. Tapi kok masyarakat yang&lt;br /&gt;diciptakan adalah salinan dari alam. Mungkin itu karena filsafat&lt;br /&gt;alam diciptakannya terlambat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain mengkritik Pemerintah dan tentara, Anda juga mengkritik&lt;br /&gt;rakyat. Ada apa dengan rakyat kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rakyat masih terlalu dipengaruhi oleh pikiran wayang. Kecuali&lt;br /&gt;tentu saja orang-orang yang Islam. Karena orang Islam mempunyai&lt;br /&gt;rujukan fikih. Atau orang-orang dari zaman batu, seperti Toraja,&lt;br /&gt;karena rujukan mereka adalah hukum adat. Tapi orang-orang Melayu&lt;br /&gt;Perunggu, Jawa dan sebagainya, Sunda, rujukannya kekuasaan. Dan&lt;br /&gt;mereka berpikir subjektif, menggambar anatomi itu tidak penting.&lt;br /&gt;Lain dengan orang Toraja, anatomi itu penting. Mereka mengenal&lt;br /&gt;yang objektif. Karena rujukan untuk salah-benar dalam&lt;br /&gt;pertengkaran itu yang objektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan karena latar belakang budaya masa silam kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan. Itu karena alam. Karena periode pra-ilmiah, pengaruh alam&lt;br /&gt;itu besar sekali. Waktu membuat tatanan masyarakat, masyarakat&lt;br /&gt;juga bercermin pada alam. Pada alam tidak ada hak, yang ada&lt;br /&gt;kepastian. Tatanan masyarakat juga dibuat seperti itu: yang kaya&lt;br /&gt;seperti raja, yang kuat juga seperti itu. Itu yang kemudian harus&lt;br /&gt;diubah menjadi hak. Bahwa dalam kita hidup bersama itu ada yang&lt;br /&gt;namanya hak. Kita sudah sampai ke situ, nyatanya sudah membuat&lt;br /&gt;konstitusi dan Pancasila. Cuma naluri penghayatan, pendidikannya,&lt;br /&gt;belum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan nasionalisme Indonesia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saya ke Jerman, saya berdebat dengan orang sana. Saya&lt;br /&gt;katakan, maaf ya, kamu itu sekarang punya konstitusi dengan human&lt;br /&gt;right dan demokrasi itu kan karena NATO (Pakta Pertahanan&lt;br /&gt;Atlantik Utara), tapi bangsa saya itu karena saya sendiri kok.&lt;br /&gt;Terus, kamu itu menjadi bangsa Jerman itu karena lahir pertama&lt;br /&gt;dari Karel Akbar yang menyatukan Achen sampai Praha: Jerman. Jadi&lt;br /&gt;yang membuat negara Jerman adalah raja. Lalu dibuat lagi oleh&lt;br /&gt;Bismark, dibikin lagi oleh Hitler. Indonesia tidak demikian.&lt;br /&gt;Belum-belum kita malah sudah satu nusa, satu bangsa, satu bahasa.&lt;br /&gt;Padahal pemerintahannya belum ada. Lalu, 17 tahun kemudian,&lt;br /&gt;sastra Indonesia lahir. Gesang membuat lagu berbahasa Indonesia.&lt;br /&gt;Lalu ada drama-drama Indonesia, partai-partai Indonesia. Padahal&lt;br /&gt;Indonesianya sendiri belum ada, belum sah. Tapi kita sudah&lt;br /&gt;bersemangat mengklaim tentang keindonesiaan pada 1928.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Eropa, orang teriak satu Eropa. Dari dulu mereka itu sudah&lt;br /&gt;satu Eropa, disatukan oleh gereja, oleh bahasa Latin, tapi mereka&lt;br /&gt;sendiri yang tidak betah karena ada semangat etnik dalam diri&lt;br /&gt;mereka. Ada Slav, ada Jerman. Begitu Dante membuat syair Divine&lt;br /&gt;Comedia, Petrarcha membuat Sonete, lantas muncul semua. Hanya&lt;br /&gt;didorong oleh syair-syair saja, langsung muncul nasionalisme.&lt;br /&gt;Apalagi muncul juga Bible terjemahan Jerman oleh Martin Luther.&lt;br /&gt;Dialog etnik antarmereka tidak selesai karena dicampuri Gereja&lt;br /&gt;Roma, Gereja Bizantium. Lalu ketika orang Moravia sedang&lt;br /&gt;berdialog dengan Slav, mau membentuk Ceko, ribut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi Eropa itu tidak bisa mengalami dialog etnik yang tuntas.&lt;br /&gt;Bingung mereka. Kafka itu orang apa? Orang Ceko, mengaku orang&lt;br /&gt;Prancis, tapi mengarang dengan bahasa Jerman. Mozart juga sama,&lt;br /&gt;dia itu tinggal dekat dengan Praha, tapi dia Austria. Itu hanya&lt;br /&gt;karena perkara politik dinasti, bukan politik bangsa. Inggris&lt;br /&gt;juga sama, 23 tahun perang etnik, War of the Roses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dialog di kita itu selalu tuntas. Itu juga berkat arus laut. Ini&lt;br /&gt;karena alam. Orang Jawa ke Sulawesi dan sebagainya. Orang Jawa&lt;br /&gt;kalau tidak ke Sulawesi, tidak bisa membuat keris. Waktu saya ke&lt;br /&gt;Sulawesi, memang pamor (salah satu bahan campuran untuk keris)&lt;br /&gt;itu suplainya dari sana. Ada bendera-bendera Jawa. Kemudian&lt;br /&gt;ketika saya sampai di Lampung, juga banyak tapak-tapak orang&lt;br /&gt;Bugis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau insiden Bubat, itu karena masalah protokol, bukan karena&lt;br /&gt;konflik etnik. Tapi tidak ada kelanjutannya. Orang Banten juga&lt;br /&gt;demikian, kebanyakan bupatinya diangkat dari Sumedang. Orang&lt;br /&gt;Sumedang juga banyak hubungannya dengan orang Mataram. Cirebon&lt;br /&gt;dalam tari topengnya, kok ceritanya tentang Jawa Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang mengatakan bahwa bahasa kita dikuasai oleh negara.&lt;br /&gt;Benarkah?&lt;br /&gt;Lho, tidak. Nyatanya ada pers. Pers selalu merebut kembali.&lt;br /&gt;Kekuatan pers Indonesia itu luar biasa. Yang tidak bisa diubah&lt;br /&gt;dalam bahasa kita adalah grammar-nya. Grammar kita, kita selalu&lt;br /&gt;bicara dengan present tense, tanpa past tense dan future tense.&lt;br /&gt;Tidak ada he, tidak ada she. Lalu, kalau jamak, ya diulang saja.&lt;br /&gt;Kita mengubah semua kata hanya dengan awalan, akhiran, dan&lt;br /&gt;sisipan. Dan awalan, akhiran, serta sisipan itu luar biasa.&lt;br /&gt;Seperti kata sentosa, disentosakan, menyentosakan, kesentosaan,&lt;br /&gt;itu kan luar biasa. Bagi saya, itu tidak sempurna, tapi aneh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tadi Anda mengatakan, semangat keindonesiaan sebenarnya sudah&lt;br /&gt;selesai pada tahun 1928. Indonesia ini sudah ada sebelum republik&lt;br /&gt;ini ada. Melihat keadaan sekarang, berdirinya ormas-ormas baru&lt;br /&gt;yang berasaskan kebangsaan seakaan-akan menunjukkan bahwa kita&lt;br /&gt;seperti sudah kehilangan rasa kebangsaan. Menurut Anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehilangan tidak, tapi ada bahaya untuk kebangsaan. Itu&lt;br /&gt;ditimbulkan bukan oleh rakyat, bukan oleh remaja yang makan&lt;br /&gt;donat, melainkan ini dibahayakan oleh sikap Pemerintah yang&lt;br /&gt;memusat. Pemusatan ini. Pemusatan yang mengurangi otonomi.&lt;br /&gt;Kekurangan otonomi kekuasaan dan otonomi ekonomi. Demokrasi&lt;br /&gt;ekonomi dan politiknya kurang. Lalu mereka bisa merasa dibedakan.&lt;br /&gt;Dari situ bahaya perpecahan itu ada. Dan tentu bukan dari rakyat&lt;br /&gt;perpecahannya, justru dari elite yang sangat membutuhkan&lt;br /&gt;kekuasaan. Dari kolonel ini, kolonel itu, jenderal ini, dan&lt;br /&gt;jenderal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks pencekalan Anda, alasan yang dipakai adalah karena&lt;br /&gt;rakyat belum dewasa, maka jangan pentas. Dikhawatirkan akan&lt;br /&gt;timbul ini dan itu. Menurut pandangan Anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang seperti itu. Dalam interogasi kepada saya, saya selalu&lt;br /&gt;mengatakan bahwa saya memperjuangkan kemanusiaan yang adil dan&lt;br /&gt;beradab. Saya memperjuangkan keadilan sosial. Saya memperjuangkan&lt;br /&gt;apa yang Anda sebut dalam Saptamarga. Jadi kok malah Anda&lt;br /&gt;melarang saya, bagaimana? Saya tidak melanggar semua itu. Saya&lt;br /&gt;juga mengingatkan, saya membantu keamanan negara. Kok saya&lt;br /&gt;ditangkap, saya dicekal?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan ini saya melihat ada paradigma baru, Anda sepertinya&lt;br /&gt;tidak seperti yang dulu lagi, yang berseberangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kan selalu ada perbedaan orang muncul dalam keadaan darurat. Saya&lt;br /&gt;bukan tidak menyadari hal itu. Dalam kumpulan sajak saya,&lt;br /&gt;sebetulnya saya tidak banyak menulis puisi politik-sosial. Kalau&lt;br /&gt;dihitung jumlahnya. Dan juga pada periode 1971 sampai 1979, yang&lt;br /&gt;terkumpul dalam Potret Pembangunan dalam Puisi, yang judul&lt;br /&gt;awalnya adalah Pamplet Penyair.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sadar bahwa itu adalah pamplet. Tapi bukan berarti bahwa&lt;br /&gt;pamplet itu tidak bisa menjadi puisi. Bisa saja. Tapi dorongannya&lt;br /&gt;adalah dorongan kebutuhan menulis pamplet. Dan dalam pamplet itu&lt;br /&gt;saya tidak menulis agitasi. Saya menulis dengan harapan mendorong&lt;br /&gt;orang jangan meninggalkan standar atas hak kolektif. Sasaran saya&lt;br /&gt;jelas. Bukan ideologi politik, kecuali demokrasi, hak asasi, dan&lt;br /&gt;keadilan sosial. Maka itu kalau saya diundang, ayolah membuat&lt;br /&gt;massa oposisi, saya tidak akan ikut. Dalam sejarah saya, saya&lt;br /&gt;melakukan demonstrasi beberapa kali, ditahan beberapa kali, tapi&lt;br /&gt;tidak pernah di dalam massa. Kalau dengan massa yang kehilangan&lt;br /&gt;kontemplasi, saya tidak ikut. Padahal massa yang sampai sekarang&lt;br /&gt;dikenal oleh orang politik itu selalu organisasi massa yang&lt;br /&gt;kurang kontemplasi. Jadi begitu masuk organisasi massa, saya lalu&lt;br /&gt;akan mengalami dehumanisasi. Penyeragaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal Pencabutan SIUPP pers, apa pandangan Anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyatanya, ya bisa diatasi dengan berbagai cara. Anda kan lalu&lt;br /&gt;bisa membuat Gatra. Saya membayangkannya kan sulit. Mungkin untuk&lt;br /&gt;Anda itu sudah bidangnya. Tapi untuk saya, orang awam, sulapannya&lt;br /&gt;di mana, mainnya bagaimana, kok nulis-nya tetap saja nulis bebas?&lt;br /&gt;Banyak informasi yang tidak saya dapatkan dari yang lain, tapi&lt;br /&gt;saya dapatkan dari Gatra, misalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Anda bisa membayangkan terjadinya aliansi antara pers,&lt;br /&gt;pujangga, jenderal?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terbayangkan oleh saya adalah aliansi antara pers dan&lt;br /&gt;tentara. Sayangnya, pers tidak punya kekuatan kelas menengah,&lt;br /&gt;dalam arti dana. Dari permulaan, yang kurang diperjuangkan itu&lt;br /&gt;adalah demokrasi ekonomi. Dan pers juga kurang ikut&lt;br /&gt;memperjuangkan demokrasi ekonomi. Yang diperjuangkan rakyat pada&lt;br /&gt;umumnya, parpol apalagi, demokrasi politik saja. Tapi demokrasi&lt;br /&gt;politik seperti itu tidak berbahaya untuk penindas. Tapi kalau&lt;br /&gt;ada demokrasi ekonomi, yang berarti monopoli produksi, jalur&lt;br /&gt;distribusi produk itu betul-betul demokratis, kelas menengah&lt;br /&gt;timbul. Dan pada saat itu, pers, kelas menengah, tentara, itu&lt;br /&gt;bisa mengubah keadaan. Apalagi kalau parpolnya ikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu Anda memutuskan untuk pembacaan puisi 15-16 November ini,&lt;br /&gt;bekerja sama dengan Gatra, apa pertimbangannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dilihat dari pengalaman saya sendiri, pada saat-saat&lt;br /&gt;genting itu, pasti aliansinya ya dengan pers. Kompas atau Tempo,&lt;br /&gt;misalnya. Hubungannya selalu dengan penerbitan. Waktu saya di&lt;br /&gt;penjara, orang-orang pers yang menengok saya di sana./GIS.- &lt;br /&gt;Orang-Orang Harus Dibangunkan&lt;br /&gt;Summary ratings: 3 stars (xx voters)&lt;br /&gt;Pengarang : PUTU FAJAR ARCANA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ringkasan oleh : NasrulAzwar&lt;br /&gt;Kunjungan: 65&lt;br /&gt;Dulu sewaktu para penyair bersikutat dengan puisi&lt;br /&gt;gelap, tahun 1950-an ia menyeruak dengan puisi naratif yang menggunakan&lt;br /&gt;bahasa Indonesia secara sederhana.&lt;br /&gt;Sewaktu teater kita mengalami masa kemandekan, ia yang melahirkan&lt;br /&gt;teater, yang oleh Goenawan Mohamad disebut teater mini kata, beserta&lt;br /&gt;konsep-konsep teater modern yang diwarisi sampai kini. Pernyataan ini tentulah diucapkan bukan lantaran&lt;br /&gt;kebetulan ada Rendra hadir dalam diskusi Menimbang Gerakan Kebudayaan&lt;br /&gt;Rendra, Selasa (29/11) di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta.&lt;br /&gt;Penelitian Sapardi terhadap para penyair tahun 1950-an menunjukkan&lt;br /&gt;bahwa Rendra termasuk salah satu penyair Jawa yang mampu berekspresi&lt;br /&gt;menggunakan bahasa Indonesia dengan baik, di tengah dominasi para&lt;br /&gt;sastrawan asal Sumatera waktu itu.Tentulah bukan lantaran pencapaian itu saja yang&lt;br /&gt;menyebabkan Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) berinisiatif menyelenggarakan&lt;br /&gt;semacam perayaan 70 Tahun Rendra pada 27-29 November 2005 di TIM. Kalimat pendek yang khas dan karena itu pantas dicatat&lt;br /&gt;yang hampir selalu diucapkan para muridnya adalah, Mbak Ida tolong&lt;br /&gt;dijaga Mas Willy.... Mbak Ida yang dimaksud&lt;br /&gt;adalah istri Rendra, Ken Zuraida, yang kini mendampingi masa-masa&lt;br /&gt;berumur Rendra di Desa Cipayung Jaya, Depok, Jawa Barat.&lt;br /&gt;Lewat apa yang disebut puisi pamflet yang naratif, lelaki kelahiran&lt;br /&gt;Solo, 7 November 1935, ini telah meneguhkan peran puisi pada komitmen&lt;br /&gt;kemanusiaan. Karena menulis puisi buat saya itu yoga sastra dan&lt;br /&gt;bermain drama itu yoga drama, itu ruang ibadah..., tutur Rendra di&lt;br /&gt;sela-sela kerumunan para penggemarnya.&lt;br /&gt;Komitmen pada kemanusiaan inilah yang membuat pementasan-pementasan&lt;br /&gt;Bengkel Teater yang dipimpinnya harus berhadapan dengan otoritas&lt;br /&gt;kekuasaan. Tidak menyerah..., komentar Butet Kertaredjasa yang&lt;br /&gt;mengaku tersihir saat menyaksikan Bengkel Teater pertama kali dalam&lt;br /&gt;lakon Hamlet di Yogyakarta. Rendah hati&lt;br /&gt;Kendati ditempatkan dalam posisi sentral, terutama di dalam sejarah&lt;br /&gt;kesenian kontemporer Indonesia, Rendra tetap sosok yang rendah hati.Prestasi-prestasi tersebut bagi Rendra&lt;br /&gt;tikungan-tikungan jalan yang harus dilalui untuk meraih apa yang&lt;br /&gt;disebutnya sebagai komitmen kemanusiaan tadi. Sebagaimana dalam penggalan puisinya, //...Aku&lt;br /&gt;mendengar suara/jerit hewan yang terluka/ada orang memanah rembulan/ada&lt;br /&gt;anak burung terjatuh dari sarangnya/orang-orang harus&lt;br /&gt;dibangunkan/kesaksian harus diberikan/agar kehidupan bisa terjaga//. Gelanggang Dangdut Saini KM&lt;br /&gt;Oleh BINHAD NURROHMAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    SEPULUH Orang Utusan (1989) ditera penyair Saini KM rentang 1983-1988, suatu kurun ketika negeri ini bergelimang peristiwa sosial-politik yang gawat. Ketika itu, pamflet sosial penyair Rendra menjadi tabu dan bahaya bagi lembaran kebudayaan media massa dan kehadiran sosoknya di panggung pementasan puisi berarti subversif bagi rezim Orde Baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu, Rendra yang urakan, kurus-jangkung, dan sorot matanya sendu tampil flamboyan serta dielu-elukan khalayak untuk membacakan pamflet sosialnya dengan gaya kepalan satu tangannya yang legendaris itu. Rendra serupa hero penyambung lidah khalayak untuk melawan penindasan kekuasaan. Sosok Rendra kian membahana karena pencekalan yang berulang menghadangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun siapa nyana, Saini yang santun dan tertib, berkaca mata tebal, perawakannya ringkas-rapi, dan rambutnya tersisir klimis, di dekat masa-masa itu menulis puisi lirik tentang orang-orang kecil sengsara dan tak terbela di Republik ini. Meski tanpa kehebohan, pencekalan, atau kemeriahan tepuk tangan khalayak, Saini penuh nyali menyatakan, "Kini soalnya bukan takut atau berani/hidup atau mati, melainkan sia-sia atau berarti" ("Muhammad Toha").&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, Saini sama sekali bukan Rendra meski mereka sama-sama menulis kritik sosial dan bukan pula pengekornya meski kumpulan puisi Saini itu bertungkus-lumus dengan kenyataan perih masyarakat di negerinya sebagaimana sumber ilham pamflet sosial Rendra, sang ikon penyair sosial negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab sebel pada kekuasaan yang melecehkan daulat hukum dan menghina martabat rakyat, Rendra menyelenggarakan konsep puisi yang terang-terangan menelanjangi kebobrokan kekuasaan itu. Rendra menolak berbisik karena "orang-orang bicara dalam kasak-kusuk, dan ungkapan diri ditekan menjadi peng-iya-an… aku ingin secara wajar bertukar kabar… berdebat menyatakan setuju dan tidak setuju" ("Aku Tulis Pamflet Ini").&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rendra lebih menuding kebijakan politik kekuasaan sebagai struktur besar yang sembarangan dan angkuh menekan masyarakat melalui kumpulan pamflet sosialnya Potret Pembangunan dalam Puisi (1983). Pamflet Rendra itu mereaksi kenyataan para penyelenggara negara yang korup serta situasi kemasyarakatan yang bangkrut harga diri dan kedaulatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Saini lebih membangun empati antropologis pada nasib individu orang kecil tak berdaya dan kalah menghadapi ego ganas kekuasaan melalui kumpulan lirik sosialnya Sepuluh Orang Utusan yang berdasar kenyataan aktual di masa itu dan menempatkan kawula alit yang tertindas dan kalah menjelma legenda-legenda kecil yang menyosok dan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saini tersentuh kenyataan orang kecil yang tertindas dan meminjamkan pena kepenyairannya kepada mereka untuk "menuliskan" sendiri kenyataan hidupnya. Sebagai penyair, Saini tak menjadikan puisinya sebagai panggung bagi dirinya, melainkan justru memberikannya sepenuh ruang panggung untuk orang-orang kecil yang mencabik nurani kepenyairannya. Kerendahan hati dan empati antropologis semacam itu bukanlah sikap jumawa pahlawan besar yang ingin lantang membela dan merasa mengetahui serta mampu menyuarakan segala isi hati orang kalah ke liang telinga nurani khalayak melalui puisi, "Sum Kuning" misalnya: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa pemuda turun dari mobil bagus&lt;br /&gt;menculik dan memperkosaku beramai-ramai.&lt;br /&gt;Polisi membelokkan arah telunjukku&lt;br /&gt;menuding tukang bakso sebagai pelaku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wartawan yang penanya menoreh lagi lukaku&lt;br /&gt;berulang-ulang bilang bahwa di masa depan&lt;br /&gt;orang takkan percaya bahkan takkan mengerti&lt;br /&gt;peristiwa aneh seperti itu bisa terjadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah yang aneh? Adakah masa depan?&lt;br /&gt;Saya tak paham. Namun ajarlah saya membunuh&lt;br /&gt;ingatan, atau tak peduli bahwa Sum Kuning&lt;br /&gt;terkutuk oleh tubuh montok dan kulit yang kuning.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puisi itu bukan gugatan keras yang semata menunjuk hidung atau menghujat struktur kekuasaan yang lalim, tapi lebih memancarkan sikap pribadi orang kecil yang tak kuasa melawan kenyataan buruk yang menimpanya, tak terbela haknya, dan memilih "ajarlah saya membunuh ingatan, atau tak peduli bahwa Sum Kuning terkutuk oleh tubuh montok dan kulit yang kuning" ketimbang memberontaki pihak yang menindih kemanusiaan serta mengorbankan hidupnya: para pemuda "yang menculik dan memerkosaku beramai-ramai”, pak polisi yang "membelokkan arah telunjukku menuding tukang bakso sebagai pelaku", atau pena wartawan yang "menoreh lagi lukaku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puisi itu bentuk empati pada perempuan korban kebrutalan kaum laki dan tak ada tangan kekuasaan maupun masyarakatnya yang patriarkis mengulurkan tangan untuk membelanya. Puisi itu bukan protes yang meradang-radang, bahkan hadir dalam baris-baris dan bait-bait lirikal yang teratur dan penuh kontrol tanpa terjerat pengucapan artifisial atau terbakar bara kemarahan yang menyala-nyala dari gerahnya emosi atau opini penyairnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puisi itu terhindar dari rontaan keliaran yang merusak disiplin puitika, kegalauan tak membuat ekspresinya kedodoran dan tak mengeruhkan kebeningan pengucapannya. Puisi itu menghadirkan Sum Kuning dan membiarkannya bersaksi atas kenyataan hidupnya dan menyatakan perasaannya sendiri. Sum Kuning menjadi subjek, bukan objek, dalam puisi itu. Serupa epik, puisi lirik Saini itu rela "aku-lirik" tak kentara demi menghadirkan sosok manusia yang mengilhami dan hendak dimunculkan dalam puisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah karakter umum Sepuluh Orang Utusan, bukan rekaman perasaan orang yang direngkuh dari buaian hawa Bandung yang manis-romantis maupun dari khayalan kolektif kepenyairan senegeri yang mabuk kesunyian, gandrung kemerisik daun, dan tersihir ricik bening air kali dusun. Puisi-puisi itu tak sibuk memerkarakan masalah personal penyair yang sempit atau menjauhi kenyataan hidup manusia apes yang merajalela dan terkapar di luar pagar rumah kepenyairan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puisi-puisi itu jauh dari bius romantisme personal yang manja dan lembek, malahan kritis dan jitu mengendus sampai ketiak nasib manusia jelata di ranah kehidupan negeri militeristik yang masyarakatnya gampang menumpahkan darah sesamanya. Puisi-puisi itu menjadi bentuk kepekaan yang tajam menatap kenyataan yang dianggap remeh atau membahayakan oleh kekuasaan. Puisi-puisi itu percikan solidaritas sosial yang puitik dan tak ingin gagah-gagahan dengan protes pribadi penyairnya yang hendak melabrak otoritas kekuasaan, dan ini tampak dalam "Samad, Sebelum Tewas di Gelanggang Dangdut": &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lupakan tanggal tua, cahaya bulan ini gratis!&lt;br /&gt;Dengan usia dua puluh di saku sebenarnya kita kaya.&lt;br /&gt;Jadi mari menari. Ayo Mat, ayolah Tong!&lt;br /&gt;Tinggalkan susah di sawah, sedih di pabrik! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gendang dangdut talu mengajak kita bergadang&lt;br /&gt;dengan Kang Oma. Tidakkah darahmu bergolak?&lt;br /&gt;Tidakkah jantungmu berdetak? Ayolah, kita cubit&lt;br /&gt;pantat gadis-gadis gatal selagi goyang!  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antara esok dan kemarin malam ini milik kita;&lt;br /&gt;bulannya oleng sempoyongan mabuk minyak wangi;&lt;br /&gt;dan lihat: Nona itu mengerlingku! O, jinak merpati&lt;br /&gt;kuantar kau ke rumahmu walau berpagar belati! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puisi itu terjun ke gelanggang orang kecil dan menderita yang disimbolkan dengan dangdut dan Samad. Musik dangdut serupa musik blues bagi masyarakat Melayu, yang merintih-rintih dan mendayu-dayu, penuh nestapa mencekam mirip gaung jerit-ngilu berabad suara seretan rantai di kaki budak-budak Afrika yang melambangkan ketakbahagiaan, keperihan, ketertindasan yang dalam dan panjang. Dan Samad adalah nama yang identik dengan kejelataan dan kemarginalan manusia di negeri ini. Puisi itu gambaran kelas sosial rendahan dan kebudayaan orang pinggiran yang aktual hingga sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puisi itu tak bernafsu memamerkan opini dan pembelaan penyairnya terhadap ketertindasan melalui lirik yang estetis, tapi mempersembahkan ruang dan waktu dalam puisi itu untuk Samad yang girang menyatakan perasaannya sendiri. Puisi itu bukan sekadar menjadi penyambung lidah. Puisi itu bahkan memberikan lidahnya kepada Samad, si manusia pinggiran yang mencari kesenangan lewat cara pinggiran dan mati secara mengerikan sebagai orang pinggiran. Bukanlah rekayasa lirik puisi itu yang membunuhnya, melainkan tikaman belati dalam kenyataan hidup Samad sendiri. Samad lebih dulu mati oleh kekejian yang terselenggara di luar puisi. Puisi itu tahu menempatkan dirinya sebagai bukan penentu nasib orang atau pengubah kenyataan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nada utama Sepuluh Orang Utusan terasa proletar dan jauh dari kebahagiaan. Tukang becak Sukardal yang mati bunuh diri karena "kelelahan lima puluh tahun, empat mulut anak, sepuluh peraturan lalu lintas, seratus rambu-rambu dan seribu orang polisi" ("Sukardal"), guru Acil yang "dengan sabuknya ia kendalikan perut lapar" ("Pak Guru Acil"), dan tukang sampah Ahim yang tak berubah nasibnya sebab "kesempatan itu telah hilang dalam hidupmu hari ini, bawah timbunan sampah ini" ("Ahim, Pengangkut Sampah").&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan orang-orang kecil menjadi sumber ilham Sepuluh Orang Utusan tanpa lalai rasa kepenyairan yang titis dan gigih menyodorkan kedalaman makna. Sebab sadar: harga puisi bukanlah sekadar alat kesaksian dan keprihatinan sosial belaka, meski puisi sangat mungkin sekadar dijadikan medium untuk itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saini tahu, puisi semestinya mencerap inti kenyataan dengan caranya sendiri yang khas dan menggetarkan serta memperkaya cara pandang terhadap kenyataan atau membeliakkan mata kesadaran pada kenyataan pelik, tersembunyi, remang, atau (di)bungkam. Melalui puisi Saini menggali "kehidupan demi makna. Maka saya tunduk tanpa keluh, tegak tanpa gelak," ("Suryomentaram") yang tampak serupa kredo kepenyairan yang kalem tapi serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Urusan kepenyairan sesungguhnya berhadapan dengan kenyataan, bukan khayalan yang ditumpahkan melalui keterampilan karang-mengarang tulisan atau merangkai-rangkai kata indah serupa kata-kata mutiara. Saini jujur menyatakan urusan itu dalam "Kepada Seorang Penyair Muda": &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum tintamu menjadi darah, kata-kata&lt;br /&gt;akan tetap sebagai bunyi; kebisingan lain&lt;br /&gt;di tengah hingar-bingar dunia: Deru mobil,&lt;br /&gt;guntur meriam dan gunjing murah koran-got. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau meniup suling tapi kau sendirilah sulingnya&lt;br /&gt;: Itulah nasibmu. Kepenyairan adalah ziarah&lt;br /&gt;tanpa peta, pelayaran tanpa bintang.&lt;br /&gt;Padahal dunia menawarkan begitu banyak jalan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhentilah menulis kalau kau tak rela hidupmu&lt;br /&gt;jadi sajen di candi dewata yang tak dikenal.&lt;br /&gt;Menulislah kalau kau yakin sajakmu menjadi sepi&lt;br /&gt;: Keheningan pertapa saat roh memandang dirinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saini begitu rendah hati dan mengerti bahwa puisi berharga karena mutu bahasa dan kedalaman maknanya, dan sekadar menyuarakan keprihatinan sosial dengan meradang, menghujat, dan melolongkan protes pada ketakadilan bukanlah juru selamat atau jaminan mutu puisi, bukan pula tempat berlindung dalih-dalih bagi puisi buruk yang muluk, tinggi hati, dan ngotot diganjar sebagai karya agung yang menggelorakan kenyataan masyarakat dan semangat zamannya.*** &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis, Penyair.Wiji Thukul; Pendulum yang Masih Berdetak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wiji&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seumpama bunga&lt;br /&gt;kami adalah bunga yang tak&lt;br /&gt;kau hendaki tumbuh&lt;br /&gt;engkau lebih suka membangun&lt;br /&gt;rumah dan merampas tanah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Wiji Thukul; 1987)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggalan bait pertama dari puisi yang berjudul “Bunga dan Tembok” diatas adalah secuil dari rasa ‘sayang’ penulisnya terhadap nasib rakyat akar rumput—Indonesia. Seperti yang kita ketahui, selama 30 tahun rasa keadilan dan kebenaran di Indonesia serasa dilucuti oleh tindakan-tindakan represif pemerintah. Dan penulis puisi ini (penggalan puisi diatas) hidup diantara jutaan rakyat Indonesia yang rasa keadilan dan kebenarannya itu dilucuti oleh para abdinya sendiri. Dialah Wiji Widodo atau yang akrab disebut dengan Wiji Thukul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria kelahiran Solo 26 Agustus 1963 yang punya tubuh kurus ini hadir ke dunia sebagai bagian dari keluarga tukang becak. Ironisnya, kehidupan Thukul tak pernah mencapai taraf yang cukup sebagai hak manusia. Kekurangan selalu berjalan berdampingan dengan Thukul. Bahkan ketika ia harus berumah tangga sampai dinyatakan hilang, Thukul merupakan sosok sempurna dari perwakilan rakyat miskin Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, Thukul tidak tenggelam dan melulu mengiba pada Tuhan mengapa ia dilahirkan sebagai bagian dari rakyat yang papa. Thukul tetap berusaha agar roda kehidupan keluarganya bisa terus berjalan. Sempat ia mencicip pekerjaan sebagai tukang koran, calo karcis bioskop serta tukang pelitur di sebuah perusahaan mebel. Sebagai seorang istri, Dyah Sujirah atau yang akrab dipanggil dengan Sipon tidak patah arang manakala suaminya pulang tidak bawa uang. Dengan bermodalkan mesin jahit tua di rumahnya yang hanya berlantaikan tanah, ia melanjutkan roda kehidupan keluarga agar tidak berhenti bergerak. Selain itu, satu-satunya ruang ‘termewah’ di dalam rumah Thukul yaitu terdapatnya ruang perpustakaan kecil. Disana terdapat buku Antonio Gramsci, Bertold Brecht, Raymond Williams dan yang lebih mencengangkan kebanyakan buku-bukunya itu berbahasa Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain menjadi buruh, Thukul tergerak hatinya ketika melihat kerancuan dalam sistem yang menghubungkan pemilik modal dengan buruh. Sampai saat ini, perspektif masyarakat ketika mendengar nama buruh adalah pekerjaan yang menguras keringat dengan upah yang minim. Jadilah Thukul sebagai aktivis pembela kepentingan buruh dan rakyat miskin. Perjuangan Thukul semakin terasah ketika ia bergabung dengan Persatuan Rakyat Demokratik (PRD). Ketika itu, Thukul diangkat sebagai ketua Divisi Budaya. Selain di PRD, Thukul pun aktif di Jaringan Kerja Kesenian Rakyat (JAKKER) dan aktif pula membina Sanggar Suka Banjir di sekitar tempat tinggalnya di kampung Kalangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain aktif berdemonstrasi atau beraksi di jalanan, Thukul pun hidup dari puisi-puisinya yang berbahasa lugu namun sarat sayatan dan hujaman kepada pemerintahan otoriter kala itu. Salah satu bait puisi yang sampai sekarang telah menjadi fenomena dan selalu diikutsertakan dalam berbagai aksi yaitu;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apabila usul ditolak tanpa ditimbang&lt;br /&gt;suara dibungkam kritik dilarang tanpa alasan&lt;br /&gt;dituduh subversif dan mengganggu keamanan&lt;br /&gt;maka hanya ada satu kata: lawan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Wiji Thukul; 1986)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puisi-puisi Thukul lahir dari kesadaran menjadikan seni sebagai media perjuangan terhadap kesewenang-wenangan. Walaupun disebut sebagai penyair pembangkang tetapi Thukul tetap berada pada garis yang ia pijak sejak awal. Namun dalam sebuah wawancara dengan sebuah majalah sastra sekitar tahun 1994, ia mengungkapkan posisinya, “Saya bukan penyair protes. Saya menyadari proses. Menulis puisi persoalannya selalu kembali ke persoalan diri saya. Begitu saya drop out dari sekolah, saat itulah saya sadar tentang arti hidup yang sebenarnya. Ada semacam pembenturan nilai. Yah, setelah keluar sekolah, akhirnya saya harus memilih menjadi tukang pelitur. Saya harus mengatur diri sendiri dan memilih mana yang baik dan tidak. Kalau di sekolah yang baik sudah ditentukan, padahal itu belum tentu baik bagi kita.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang teman seperjuangannya bernama Linda Christanty pernah menyatakan pada sebuah situs internet bahwa sajak-sajak Thukul itu tidak puitis dan pasti terkesan vulgar bagi banyak mahasiswa pada masa Orde Baru. Bagi mereka (mahasiswa), sulit membayangkan keindahan dalam keadaan yang kumuh dan miskin seperti kehidupan buruh, tukang becak, atau masyarakat yang sengaja dimarjinalkan. Tak bakal ada keindahan dalam got yang bau dan keringat yang mengucur deras, yang bisa memicu kelahiran karya sastra. Kemiskinan dan penderitaan hanya melahirkan lembaran pamflet, bukan sajak atau puisi. Keindahan sejati hanya terkandung dalam kisah-kisah cinta yang wangi. Keindahan tak bisa beriringan dengan protes yang mengandung kemarahan, tuntutan, dan kekecewaan, seperti apa yang disebut Thukul sebagai puisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain berpuisi, Thukul juga aktif mengayomi para buruh di lingkungannya untuk berteater. Konsep sebuah teater buruh di Afrika Selatan mengilhaminya. Buruh-buruh memerankan pengusaha, satpam, mandor, supervisor, dan diri mereka sendiri. Buruh yang memerankan majikan berdebat dengan buruh yang memerankan dirinya. Mereka belajar bernegosisasi lewat teater. Selama ini para buruh merasa tak punya kemampuan menjelaskan tuntutan mereka di hadapan pengusaha atau pihak departemen tenaga kerja yang mereka sebut ‘orang-orang pintar’ itu. Kalimat-kalimat mereka selalu dipatahkan dengan kelihaian pengusaha berargumentasi. Tuntutan-tuntutan kesejahteraan mereka tak dipenuhi. Thukul melatih buruh-buruh berbicara, membangkitkan rasa percaya diri mereka untuk berhadapan langsung dengan pemilik modal yang menentukan upah mereka dalam kehidupan nyata. Latihan ini semacam simulasi. Meski pengusaha punya pembela hukum, buruh-buruh tak perlu gentar. Dengan bersatu, kekuatan mereka akan lebih besar dan didengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kondisi Orde Baru yang suram, Wiji Thukul menunjukkan dirinya kepada pemerintah bahwa ia dan kaum buruh lainnya bukan sampah. Ketika kondisi dalam negeri (pemerintah) memusuhinya, puisi-puisi Thukul malah mendapatkan penghargaan Werdheim, sebuah anugerah bergengsi untuk karya-karya kemanusiaan. Puisi-puisinya itu memperoleh pujian, meski ia mengatakan tak pernah menulis puisi untuk menang perlombaan. Panitia penghargaan memberinya hadiah sejumlah uang. Tetapi sayangnya Thukul tak bisa datang ke Belanda untuk menerima langsung hadiah tersebut. WS. Rendra, penyair Indonesia yang juga memenangkan penghargaan Werdheim pada tahun yang sama dan datang untuk menghadiri penganugerahan itu menawarkan diri untuk dititipi uang hadiah Thukul. Namun, hadiah tadi tak pernah sampai ke tangan Thukul. Selain itu, pada tahun 2002 Thukul pun dianugerahi penghargaan Yap Thian Hien Award. Dewan Juri Yap Thiam Hien Award 2002 terdiri dari Prof. Dr. Soetandyo Wignjosoebroto, Prof. Dr. Azyumardi Azra, Dr. Harkristuti Harkrisnowo, HS. Dillon, dan Asmara Nababan, pada 27 November 2002, memutuskan secara bulat pria bernama asli Wiji Widodo sebagai penerima Yap Thiam Hien Award ke-10. Wiji terpilih setelah menyisihkan sekitar sembilan puluhan peserta lain dan mengalahkan dua orang nominasi lainnya. Dewan juri juga menjelaskan alasan mendasar sehingga mereka memilih Thukul yaitu, karena ia seorang reminder dan representasi orang yang tidak mengerti HAM secara teoretis, tetapi aktif dalam memperjuangkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjuangan Thukul hingga saat ini masih terus diusung, terutama oleh kalangan buruh yang senantiasa menjadi sapi perahan para pemilik modal. Walaupun hingga detik ini, Wiji Thukul tidak pernah diketahui apa ‘mati’ atau masih hidup, tampaknya hal itu bukanlah sesuatu yang memusingkan bagi para aktivis pergerakan buruh dan aktivis sastra perlawanan. Kebanyakan para aktivis, merasakan kehadiran Thukul ketika puisi-puisi pamflet yang fenomenal seperti “Peringatan, Suara, Bunga dan Tembok” dibacakan sewaktu aksi. Seperti pendulum waktu, perjuangan yang terukir pada bait-bait puisi Thukul akan terus berdetak. “Tidak ada yang hilang di dunia ini, tetapi hanya berpindah ke suatu tempat yang mata kita tak bisa menjangkau semua itu.” Begitulah ungkapan seorang aktivis pergerakan buruh ketika ditanya oleh penulis tentang Wiji Thukul. Maka, bersatulah buruh se-dunia. Hanya ada satu kata; Lawan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Popularity: 35%&lt;br /&gt;PAMPLET CINTA&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh :&lt;br /&gt;W.S. Rendra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Ma, nyamperin matahari dari satu sisi.&lt;br /&gt;    Memandang wajahmu dari segenap jurusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Aku menyaksikan zaman berjalan kalangkabutan.&lt;br /&gt;    Aku melihat waktu melaju melanda masyarakatku.&lt;br /&gt;    Aku merindukan wajahmu,&lt;br /&gt;    dan aku melihat wajah-wajah berdarah para mahasiswa.&lt;br /&gt;    Kampus telah diserbu mobil berlapis baja.&lt;br /&gt;    Kata-kata telah dilawan dengan senjata.&lt;br /&gt;    Aku muak dengan gaya keamanan semacam ini.&lt;br /&gt;    Kenapa keamanan justru menciptakan ketakutan dan ketegangan&lt;br /&gt;    Sumber keamanan seharusnya hukum dan akal sehat.&lt;br /&gt;    Keamanan yang berdasarkan senjata dan kekuasaan adalah penindasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Suatu malam aku mandi di lautan.&lt;br /&gt;    Sepi menjdai kaca.&lt;br /&gt;    Bunga-bunga yang ajaib bermekaran di langit.&lt;br /&gt;    Aku inginkan kamu, tapi kamu tidak ada.&lt;br /&gt;    Sepi menjadi kaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Apa yang bisa dilakukan oleh penyair&lt;br /&gt;    bila setiap kata telah dilawan dengan kekuasaan ?&lt;br /&gt;    Udara penuh rasa curiga.&lt;br /&gt;    Tegur sapa tanpa jaminan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Air lautan berkilat-kilat.&lt;br /&gt;    Suara lautan adalah suara kesepian.&lt;br /&gt;    Dan lalu muncul wajahmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Kamu menjadi makna&lt;br /&gt;    Makna menjadi harapan.&lt;br /&gt;    ……. Sebenarnya apakah harapan ?&lt;br /&gt;    Harapan adalah karena aku akan membelai rambutmu.&lt;br /&gt;    Harapan adalah karena aku akan tetap menulis sajak.&lt;br /&gt;    Harapan adalah karena aku akan melakukan sesuatu.&lt;br /&gt;    Aku tertawa, Ma !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Angin menyapu rambutku.&lt;br /&gt;    Aku terkenang kepada apa yang telah terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Sepuluh tahun aku berjalan tanpa tidur.&lt;br /&gt;    Pantatku karatan aku seret dari warung ke warung.&lt;br /&gt;    Perutku sobek di jalan raya yang lengang…….&lt;br /&gt;    Tidak. Aku tidak sedih dan kesepian.&lt;br /&gt;    Aku menulis sajak di bordes kereta api.&lt;br /&gt;    Aku bertualang di dalam udara yang berdebu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Dengan berteman anjing-anjing geladak dan kucing-kucing liar,&lt;br /&gt;    aku bernyanyi menikmati hidup yang kelabu.&lt;br /&gt;    Lalu muncullah kamu,&lt;br /&gt;    nongol dari perut matahari bunting,&lt;br /&gt;    jam duabelas seperempat siang.&lt;br /&gt;    Aku terkesima.&lt;br /&gt;    Aku disergap kejadian tak terduga.&lt;br /&gt;    Rahmat turun bagai hujan&lt;br /&gt;    membuatku segar,&lt;br /&gt;    tapi juga menggigil bertanya-tanya.&lt;br /&gt;    Aku jadi bego, Ma !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Yaaah , Ma, mencintai kamu adalah bahagia dan sedih.&lt;br /&gt;    Bahagia karena mempunyai kamu di dalam kalbuku,&lt;br /&gt;    dan sedih karena kita sering berpisah.&lt;br /&gt;    Ketegangan menjadi pupuk cinta kita.&lt;br /&gt;    Tetapi bukankah kehidupan sendiri adalah bahagia dan sedih ?&lt;br /&gt;    Bahagia karena  napas mengalir dan jantung berdetak.&lt;br /&gt;    Sedih karena pikiran diliputi bayang-bayang.&lt;br /&gt;    Adapun harapan adalah penghayatan akan ketegangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Ma, nyamperin matahari dari satu sisi,&lt;br /&gt;    memandang wajahmu dari segenap jurusan.&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                Pejambon, Jakarta, 28 April 1978&lt;br /&gt;                Potret Pembangunan dalam Puisi &lt;br /&gt;Indonesia. Latar-belakang pembuatan klaim ini, mudah kita duga, adalah reaksi luar biasa yang timbul dalam sastra Indonesia setelah publikasi novel pertama Ayu, Saman, dari kalangan “kritikus” sastra di Indonesia, yang dalam komentar mereka rata-rata memakai istilah-istilah superlatif seperti “dahsyat”, “kata-kata…bercahaya seperti kristal”, “tak ada novel yang sekaya novel ini”, “superb, splendid“, dan “susah ditandingi penulis-penulis muda sekarang”, dalam mempromosikan apa yang mereka anggap sebagai “pencapaian” artistik Saman, seperti yang dicantumkan pada blurb di sampul belakang novel tersebut. Klaim-klaim asersif semacam ini memang cukup sering kita temui dalam sastra Indonesia kontemporer karena apa yang dianggap sebagai “kritik” sastra itu rata-rata cuma sekedar esei-lepas-semi-resensi di koran-koran belaka. Kritik jurnalistik semacam ini bisa begitu mendominasi, bahkan sampai saat ini, karena posisi koran memang sudah menggantikan posisi majalah atau jurnal sastra sebagai media penulisan studi sastra yang kritis. Ruang kolom koran yang terbatas telah “membebaskan” seorang “kritikus” sastra untuk tidak harus bertanggungjawab membuktikan/mengelaborasi isi pernyataannya semendetil kalau dia menulis di sebuah majalah atau jurnal sastra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menanggapi klaim Nirwan Dewanto di atas maka isu yang ingin saya persoalkan dalam esei ini adalah: Mungkinkah seorang sastrawan tidak terlahir dari sejarah sastra nasionalnya sendiri sementara dia memakai bahasa nasionalnya sebagai media ekspresi sastranya? Bisakah seorang sastrawan memasabodohkan sejarah sastra nasionalnya sendiri? Kalau benar Ayu Utami terlahir bukan dari sejarah sastra Indonesia, lantas dari mana dia berasal? Dan kenapa dia (masih menganggap perlu) menulis dalam bahasa Indonesia yang merupakan bahasa ekspresi dari sastra Indonesia itu, bukan dalam bahasa Inggris misalnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sejarah sastra Indonesia rasanya tidak berlebihan kalau saya mengklaim Chairil Anwar adalah bapak puisi modern dalam bahasa Indonesia. Reputasi Chairil ini didapatnya bukan semata-mata karena apa yang dilakukan oleh sang paus sastra Indonesia HB Jassin terhadapnya, seperti yang umum diyakini di kalangan sastrawan Indonesia, tapi karena besarnya pengaruh Chairil atas para penyair yang menjadi penyair setelah dia. Dengan memakai konsep pengaruh intertekstual kritikus Dekonstruksionis Amerika Harold Bloom maka bisa dilihat betapa the anxiety of influence yang ditimbulkan puisi Chairil atas para penyair sesudahnya – yang mencapai klimaks resistensi tekstual pada apa yang disebut sebagai puisi-mantra Sutardji Calzoum Bachri itu – memiliki arti yang jauh lebih signifikan, menurut saya, ketimbang pernyataan-pernyataan mitologis Jassin, dalam membentuk reputasi Chairil sebagai pencipta puisi modern Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah berabad-abad para kritikus dan sejarawan sastra di Barat membahas apa yang disebut sebagai “pengaruh” seorang sastrawan atau tradisi sastra atas sastrawan sesudahnya, yang dianggap mengadopsi, dan pada saat yang sama merubah, aspek-aspek dari tema, bentuk, atau gaya dari penulis sebelumnya. “Kecemasan (atas) pengaruh” atau “the anxiety of influence” merupakan sebuah istilah yang dipakai Harold Bloom untuk teori yang diciptakannya yang merevisi secara radikal teori lama di atas yang menganggap pengaruh hanya terjadi sebagai sebuah “peminjaman” langsung, atau asimilasi, dari material dan unsur-unsur penting sastrawan sebelumnya. Bagi Bloom, dalam penciptaan sebuah puisi, pengaruh tak mungkin dielakkan, tapi pengaruh tersebut menimbulkan dalam diri penyairnya sebuah kecemasan yang memaksanya untuk membuat distorsi drastis atas karya pendahulunya itu. Seorang penyair tergerak untuk menulis puisi setelah imajinasinya terpesona oleh puisi “pendahulu”nya. Tapi reaksinya atas pendahulunya itu ambivalen, mirip dengan hubungan Oedipal antara anak laki-laki dengan bapaknya dalam teori psikoanalisis Sigmund Freud: bukan hanya rasa pesona yang timbul tapi juga (karena seorang penyair yang kuat memiliki keinginan besar untuk bebas dan orisinal) rasa benci, cemburu, dan takut atas penguasaan ruang imajinatifnya oleh pendahulunya tersebut. Karena itulah dia membaca puisi pendahulunya secara “bela diri” sehingga mendistorsinya sampai tak dikenalinya lagi. Meskipun demikian tetap saja “puisi-induk” (parent-poem) yang sudah terdistorsi itu terkandung dalam puisi yang kemudian dituliskannya itu. Apa yang paling mungkin dicapai oleh seorang penyair terbaik sekalipun adalah menulis puisi yang begitu “kuat” sehingga menimbulkan efek ilusi “prioritas”, yaitu sebuah ilusi ganda bahwa puisinya sudah mendahului puisi pendahulunya itu dalam waktu, dan sudah melampauinya dalam kebesarannya. Menurut Bloom lagi, konsep “kecemasan pengaruh” ini tidak hanya terjadi pada sastrawan saja tapi juga pada para pembaca sastra. Dalam konteks inilah, meminjam istilah Sapardi Djoko Damono waktu memuji Saman Ayu Utami, sepanjang pengetahuan saya belum ada pengarang lain di Indonesia, baik sebelum maupun sesudah Chairil, yang memiliki efek-sejarah (kreatif maupun biografis), atau “kecemasan pengaruh”, atas sesama pengarang seperti yang disebabkan oleh Chairil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah banyak tulisan yang membuktikan, dan susah untuk dibantah, betapa kuatnya pengaruh puisi Barat pada puisi Chairil, yang diterimanya lewat pendidikan dan terutama bacaannya. Juga terjemahan yang dilakukannya atas karya sastra Barat – baik puisi, cerpen, maupun surat pribadi, dan dari berbagai latar-bahasa – misalnya, merupakan salah satu bukti akrabnya dia dengan dunia sastra tersebut. Keakrabannya yang intens dengan sastra Barat ini malah sampai membuat dia pernah dianggap sebagai plagiator satu-dua puisi penyair Barat, atau puisinya dianggap bukan ditulis untuk pembaca Indonesia karena idiom-idiomnya yang kebarat-baratan seperti yang pernah dinyatakan Subagio Sastrowardoyo. Terlepas dari tuduhan-tuduhan yang saya pikir lebih bersifat cemburu-antar-sesama-seniman ketimbang studi komparatif sastra itu, intensitas pergaulan Chairil dengan dunia sastra Barat tersebut apakah lantas membuat dia (pernah) diklaim sebagai terlahir bukan dari sastra Indonesia yang cuma beberapa tahun saja usianya waktu dia hidup sebagai “binatang jalang” itu? Berdasarkan alasan historis-tekstual tentang Chairil sebagai pencipta puisi modern Indonesia, paling tidak bagi para penyair sesudahnya, lantas apakah kita bisa mengklaim bahwa Chairil tidak terlahir dari sejarah sastra “berbahasa Indonesia”? Sepanjang pengetahuan saya belum ada yang pernah mengklaim Chairil Anwar tidak terlahir dari sastra Indonesia seperti Nirwan Dewanto mengklaim Ayu Utami, bahkan tidak oleh Subagio Sastrowardoyo sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun intensnya pengaruh puisi Barat pada puisi Chairil, kita tetap tidak bisa menutup mata pada kemungkinan bahwa Chairil pun tidak akan terlepas dari persoalan “kecemasan pengaruh” dari penyair Indonesia sebelum dia, atau dari puitika tradisional dalam khazanah sastra lokal yang ada. Adanya relasi intertekstual antara puisi Chairil dan puisi Amir Hamzah, misalnya, pernah dibuktikan dengan sangat baik oleh peneliti sastra Indonesia Sylvia Tiwon dalam eseinya yang berjudul “Ordinary Songs: Chairil Anwar and Traditional Poetics” di majalah Indonesia Circle, No 58, June 92, terbitan School of Oriental and African Studies, London, Inggris. Dengan membaca Chairil dalam konteks “puitika tradisional” Pujangga Baru yang direpresentasikan oleh Amir Hamzah, Tiwon berhasil menunjukkan betapa besar “hutang” Chairil pada Amir Hamzah dalam beberapa sajaknya yang terkenal, seperti “Jangan Kita di Sini Berhenti”, “Sia-sia”, “Sajak Putih”, dan terutama pada “Sorga” dan “Di Mesjid”. Bukti-bukti pergumulan Chairil dengan puitika tradisional dari khazanah sastra lokal yang begitu banyak terdapat pada puisinya yang dianggap “kebarat-baratan” itu (pengucapan Pantun pada puisinya, misalnya), seperti yang ditunjukkan Sylvia Tiwon tersebut, tidak bisa disepelekan begitu saja, demi sebuah resepsi yang lebih kritis atas puisinya, ketimbang sekedar daur-ulang mitos binatang jalangnya yang masih terus dilakukan para “kritikus” sastra di Indonesia sampai sekarang. Dan juga untuk menghindari euforia pembuatan klaim-klaim bombastis yang tak sanggup dibuktikan seperti pada kasus Ayu Utami di atas, yang pada dasarnya hanya bertujuan untuk membuat mitologi-mitologi dalam sastra Indonesia, dan yang pada akhirnya cuma menghambat kemajuan pemikiran kritis dalam sastra kontemporer kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyair Inggris asal Amerika TS Eliot pernah menyatakan dalam sebuah eseinya yang terkenal tentang pentingnya bagi seorang pengarang untuk menyadari posisinya dalam sejarah sastranya, “Tradition and Individual Talent” (1919), bahwa “Tak ada penyair, tak ada seniman dalam bidang apapun, yang memiliki maknanya sendiri. Penting tidaknya dia, apresiasi atasnya, dilihat berdasarkan relasinya dengan para penyair dan seniman yang sudah mati. Kita tidak bisa menilainya hanya berdasarkan dirinya sendiri; kita mesti menempatkannya, untuk kontras dan perbandingan, di antara yang sudah mati. Ini adalah prinsip kritik estetik, tidak sekedar kritik historis“. Karena, disukainya atau tidak, seorang penyair/seniman itu akan dinilai berdasarkan ukuran-ukuran standar dari masa yang sudah lewat, bukan yang akan datang. Dan penyair yang menyadari ini akan sadar pula betapa besar kesukaran dan tanggung-jawab sejarah yang dipikulnya sebagai sastrawan sastra nasionalnya. Ini menunjukkan juga bahwa sejarah sastra, atau tradisi, itu adalah sebuah organisme hidup, dinamis, dan berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep Eliot ini sangat mirip dengan konsep “intertekstualitas” dalam teori pascastrukturalis Prancis. “Intertekstualitas” adalah konsep yang diperkenalkan oleh pemikir Feminis Prancis Julia Kristeva berdasarkan konsep-konsep teoritikus Marxis Rusia Mikhail Bakhtin tentang beragamnya suara sebuah teks: polifoni, dialogisme, dan heteroglosia. Menurut Kristeva, intertekstualitas adalah pluralitas teks yang tak tereduksi di dalam dan di balik setiap teks, di mana fokus pembicaraan tidak lagi pada subjek (pengarang) tapi pada produktivitas tekstual. Bersama rekan-rekannya penulis dan kritikus di majalah sastra Tel Quel di akhir 1960an dan awal 1970an, Kristeva gencar melakukan kritik atas konsep “subjek pembuat” (the founding subject) yaitu konsep humanis tentang pengarang sebagai sumber-asli-dan-asal dari makna-tetap dan makna-fetish dalam sebuah teks. Bagi Kristeva, setiap teks dari awalnya sudah berada di bawah jurisdiksi wacana-wacana lainnya yang memaksakan sebuah “universe of discourse” atasnya. Dan ketimbang memusatkan perhatian pada struktur teks, kita mestinya mengkaji “strukturasinya”, yaitu bagaimana proses struktur menjadi ada, dengan antara lain menempatkan teks di dalam totalitas teks-teks sebelumnya sebagai sebuah “tranformasi”. Menurut Kristeva, ada dua aksis teks, yaitu aksis horisontal yang menghubungkan pengarang dan pembaca teks, dan aksis vertikal yang menghubungkan teks dengan teks(-teks) lainnya. Yang menyatukan kedua aksis ini adalah “kode”, alat interpretasi (interpretative devices) konvensional, sebuah framework yang memungkinkan tanda untuk memiliki makna, yang sama-sama dimiliki oleh kedua aksis tersebut. Sebuah teks dan sebuah pembacaan selalu tergantung pada kode-kode yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap teks adalah sebuah penulisan kembali atas teks-teks lainnya. Tak ada teks yang tidak memiliki interteksnya. Sebuah teks tak dapat berfungsi dalam kesendiriannya, terkucil dari teks-teks lainnya. Semua teks hidup dalam komunitas teks yang luas, dalam apa yang disebut sebagai sistem interteks. Semua teks hidup dalam sistem intertekstual antara teks dengan teks, bahkan antara genre dengan genre maupun antara media dengan media. Relasi intertekstual antar-teks akan menghasilkan hibriditas teks, teks-indo, teks blasteran, campuran antara teks-teks. “Subjektivitas” masing-masing teks di-destabilisasi, sentralitas “kepengarangan” masing-masing teks diambrukkan, dan “kemurnian” diskursif keduanya dinodai. Intertekstualitas adalah pengulangan (repetisi), bukan representasi. Dan dalam peristiwa repetisi intertekstual ini, “orisinalitas” masing-masing teks hilang. Kaligrafi dan puisi-konkret, misalnya, adalah dua contoh “puisi-rupa” yang tercipta lewat peristiwa intertekstual antara sastra dan seni rupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendapatkan ekstasi tekstual, atau tekstasi, dari sebuah teks intertekstual, seorang pembaca diharapkan memiliki pengetahuan sejarah teks dan glossari kode teks yang juga bersifat intertekstual. Karena kesatuan (unity) sebuah teks tidak terletak pada asalnya (pengarangnya, misalnya) tapi pada tujuannya, yaitu Sang Pembaca, dan seorang pembaca merupakan ruang di mana semua “kutipan” dituliskan, seperti yang diyakini Roland Barthes dalam eseinya yang terkenal “The Death of the Author” (1968), maka kesadaran seorang pembaca akan konteks di mana teks direproduksi, dialusi, diparodi, dan sebagainya, merupakan kerangka utama dalam menginterpretasi teks. Karena, mengikuti apa yang dikatakan pemikir Marxis Amerika Fredric Jameson, teks hadir di depan kita sebagai yang-selalu-sudah-dibaca dan kita memahaminya melalui lapisan-lapisan interpretasi (yang pernah dilakukan atasnya) sebelumnya, atau, kalau teksnya benar-benar baru, melalui lapisan-lapisan kebiasaan pembacaan dan kategori-kategori yang dikembangkan dalam tradisi interpretasi yang kita warisi. Sama seperti tanda (sign) yang hanya bisa berfungsi memberikan makna (generating meanings) karena hubungannya dengan tanda-tanda lainnya dalam sebuah teks, maka relasi intertekstual antar-teks inilah yang memberikan konteks bagi proses pemaknaan dari peristiwa pembacaan atau pengalaman atas teks. Termasuk juga penciptaan teks-teks lainnya. Konteks mempengaruhi respons terhadap teks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyair Sutardji Calzoum Bachri dalam sebuah esei pendek berjudul “Sajak-sajak Cerah” yang mengantar beberapa sajak yang dipilihnya untuk suplemen Bentara, Kompas 5 Mei 2000, menyatakan, “. . . di tahun 1990-an para penyair kembali menulis puisi dengan memperhatikan kata dan tidak melulu menekankan kehadiran kebebasan imaji sebagai yang utama. Kata-kata diupayakan menciptakan keutuhan sajak. Dan sajak menjadi transparan“.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Transparansi sajak yang menjadi ciri-utama dari apa yang Sutardji namakan sebagai “sajak terang” para penyair 1990an terjadi karena para penyair ini mulai jenuh dengan apa yang dilakukan para penyair sebelumnya: para penyair di tahun 1970an terlalu sibuk dengan estetika pembebasan kata dari beban makna leksikal-gramatikal, sementara penyair periode 1980an terobsesi untuk membebaskan imaji visual pada sajak sebagai estetika puisi mereka. Walaupun mesti dibuktikan lagi kebenaran pendapatnya ini atas mayoritas puisi, tidak hanya berdasarkan puisi satu-dua penyair belaka, yang ditulis pada kedua periode yang disebutkannya itu, demi konteks tema esei ini secara umum saya bisa setuju dengan apa yang diungkapkan Sutardji di atas, tapi saya perlu menambahkan bahwa apa yang menjadi ciri-khas penyair 1970an (musikalitas puisi) dan penyair 1980an (visualitas imaji) tidak ditinggalkan pada “sajak terang” para penyair 1990an. Sebaliknya, kedua unsur puitis utama dari puisi itu digabungkan dalam bingkai kesederhanaan bahasa sehari-hari untuk, meminjam kata-kata Sutardji kembali, mengungkapkan realitas yang dialami penyair. Dalam kata lain, penyair 1990an tidak lagi berusaha untuk menjadi pemusik atau pelukis waktu menulis puisi, tapi hanya untuk menjadi penyair. Memilih kesederhanaan bahasa sehari-hari, kesederhanaan bahasa yang lugas tidak rumit, dengan tidak mengorbankan musikalitas dan visualitas bahasa, untuk mengungkapkan realitas puitis, adalah ciri berpuisi para penyair yang mulai dikenal luas di dunia puisi kontemporer Indonesia pada periode 1990an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah motif dominan lain pada puisi para penyair 1990an adalah politik. Para penyair 1990an tidak lagi tabu atau malu-malu untuk mempuisikan politik, mempolitikkan puisi, malah justru pada periode inilah puisi politik mencapai puncak ekspresi artistiknya yang melampaui apa yang sebelumnya dikenal sebagai sajak-protes dan pamflet-penyair seperti pada puisi Wiji Thukul. Pada puisi politik penyair seperti Wiji Thukul kita melihat betapa kemiskinan tidak lagi diromantiskan sebagai semacam “hidup alternatif” dari “materialisme kota” atau diabstrakkan menjadi sekedar “teori pembangunan yang tidak membumi” tapi merupakan pengalaman hidup sehari-hari yang harus dihidupi sang penyairnya sendiri. Subjektivitas pengalaman adalah realisme baru dalam puisi politik penyair 1990an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah cara para penyair 1990an menjadi bagian dari tradisi/sejarah sastra Indonesia, inilah relasi intertekstual puisi 1990an dengan puisi-puisi sebelumnya. []&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Saut Situmorang, penyair 1990an dan eseis, tinggal di Jogjakarta&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3075870752630020009-1826235920655002247?l=ploongyo-ploong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ploongyo-ploong.blogspot.com/feeds/1826235920655002247/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3075870752630020009&amp;postID=1826235920655002247' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3075870752630020009/posts/default/1826235920655002247'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3075870752630020009/posts/default/1826235920655002247'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ploongyo-ploong.blogspot.com/2008/01/hai-orang-orang-baiksutardji-calzoum.html' title=''/><author><name>PloonG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17515884368215485300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3075870752630020009.post-5359031103295329846</id><published>2008-01-21T22:44:00.000+07:00</published><updated>2008-01-21T22:52:52.826+07:00</updated><title type='text'>सास pinggir</title><content type='html'>hai orang-orang baikSastrawan dan Sastra yang Terpinggir&lt;br /&gt;Sudah menjadi kenyataan selama kekuasaan Suharto - Orba, lebih 30 tahun, ada suatu bagian dalam kehidupan bangsa ini yang terasa hilang. Yang hilang atau dengan istilah lebih moderatnya, terpinggir, yalah tidak munculnya atau dilarang munculnya sastrawan dan sastra yang dianggap berasal dari Lekra. Semua buku atau tulisan yang berbentuk buku dan siaran, dilarang oleh penguasa Suharto - Orba. Siapa saja dan apa saja hasil sastra yang dilahirkan pada zaman yang dianggap Orla dan yang dianggap Lekra, dilarang beredar, dilarang terbit. Kalaupun terbit dengan "gelap-gelapan", maka sudah dipersiapkan seperangkat undang-undang dan peraturannya buat melarangnya. Kejaksaan Agung akan memanggil sumbernya. Hal ini berkali-kali pernah dialami penerbitan Hasta Mitra karena berani-beraninya menerbitkan karya Pramoedyua Ananta Toer. Tapi sebagaimana Pram, sebagai pengarang dan salah seorang pengurus penerbitan itu tidak pernah menggubris larangan. "Tutup buku" dengan semua aparat penguasa demikian Pram.&lt;br /&gt;Sebenarnya Pram juga banyak menemui pemboikotan, dari sana sini, dari berbagai pihak. Dia pernah tidak diakui sebagai pengarang Indonesia, paling-paling hanya sebagai pengarang Lekra saja. Tetapi Pram terlalu besar, terlalu hebat, terlalu luarbiasa untuk tidak diakui dan untuk dipinggirkan. Tidak diakui dan dilarang terbit di negaranya sendiri,tetapi di negara lain, luarnegeri sudah siap menampung, menerbitkan dan menterjemahkannya. Oleh kalangan kritikus yang berbobot paus dan yang sedang-sedang saja, pernah Pram mendapati pengalaman seakan-akan tidak diperdulikan, tidak dibicarakan, tidak masuk catatan, tidak masuk daftar sebagai pengarang Indonesia,- dia hanyalah pengarang Lekra yang terlarang itu.&lt;br /&gt;Oleh terlalu besarnya, dan terlalu hebatnya Pram, yang karyanya melebihi sastrawan manapun, yang sudah diterjemahkan dalam 28 bahasa asing, dan juga sudah berkali-kali termasuk calon, nominasi penerima Hadiah Nobel Sastra Dunia, maka "mau tak mau, dan terpaksa" kalangan dalam negeripun juga lalu turut membicarakan Pram sebagai sastrawan Indonesia! Dan Pram dengan segala perjuangan yang pahit, tapi ulet, selalu menang! Lalu sampai A. TEEUW-pun turut mau juga membicarakannya. Dulu sebelum adanya kemelut peristiwa-gelap bangsa ini, Pram termasuk sastrawan Indonesia. Tetapi begitu terjadi peristiwa 1965, lalu keberadaan Pram mau dihapuskan sejarah, sejarah mereka! Nyatanya tidak bisa. Pram dengan kehebatan, keluarbiasaan karyanya, adalah orang nomor satu sastrawan Indonesia yang sudah terdaftar di kalangan pemberi Hadiah Nobel Sastra Dunia. Pram terlalu besar buat diremehkan, buat tidak dibicarakan, buat dipinggirkan!&lt;br /&gt;Tetapi sebenarnya masih ada "pram-pram kecil yang berkeliaran dan kelayaban" di tanah rantau atau di dalam negerinya sendiri. Hanya akibat kerusakan dan perusakan dan daya rusak serta daya keterbelakangan rezim Suhartro - Orba, sangat sulit buat mereka bisa memasuki gelanggang dan arena. Masih banyak karya yang terpendam di laci, di lemari dan masih banyak naskah tulisan, yang orang tidak mau, tidak berani menerbitkannya. Banyak "matapencaharian" penulis, sasterawan di dalam negeri yang mengerjakan terjemahan atau tulisan aslinya. Kalaupun ada yang mau dan berani menerbitkannya, ada syarat yang harus dipenuhi penulis atau penterjemahnya, nama harus diubah, harus nama samaran! Kenapa? Penerbit dan toko-buku tidak mau menanggung risiko kerugian material apalagi kerugian moral. Karena takut ketahuan dan lalu dilarang bahkan bisa ditangkap penguasa. Kalau sudah begini artinya tertutuplah semua lubang dan celah-celah kehidupan.&lt;br /&gt;Ada lagi istilah ngenyek buat hasil sastra yang berbau progresif dan maju, yang disebut juga kiri. Termasuk seorang penyair kenamaan-pun pernah terkena ejekan ini, yaitu WS. Rendra. Ada yang mengatakan, kalau hanya begitu saja sih, maka hasil sastra begituan bisa disebut "sastra poster" "sastra pamphlet", "sastra pesanan" dan bermacam sebutan tidak enak demi menolak sastra yang menyatakan, kebenaran tetapi dengan cara-cara baru.&lt;br /&gt;Kalangan tertentu tetap menyebutkan pengarang Lekra atau sastrawan Lekra buat sebutan kepada Agam Wispi, HR Bandaharo, Joebar Ajoeb, dan yang lainnya. Tidak disebutkan bahwa mereka juga adalah pengarang dan sastrawan Indonesia! Kenapa tidak menyebutkan Sitor Situmorang sebagai pengarang dan sastrawan LKN? Kenapa tidak menyebutkan Taufik Ismail sebagai pengarang Manikebu, atau Asrul Sani sebagai pengarang Lesbumi? Mereka disebutkan sebagai pengarang dan sastrawan Indonesia, bukan dari "kandang mereka yang dikotakkan". Sedangkan orang-orang Lekra dikandangkan, disempitkan, dipinggirkan.&lt;br /&gt;Semua mereka yang dituliskan di atas adalah sastrawan Indonesia, bukan sastrawan Lekra, LKN maupun Manikebu ataupun Lesbumi. Mereka mengangkat harkat bangsa dan negara, tidak terdapat pandangan yang begitu sempit dalam karangan mereka. Apa yang selalu diangkat dalam karya Pram? Tidak secuilpun yang "menjelekkan dan menyudutkan kekuasaan yang sekarang ini". Yang ditulisnya adalah sejarah perjalanan bangsa ini, bahkan sejarah budaya dan adat istiadat jauh di belakang kita. Bahwa akhirnya penguasa merasakan itu adalah sindiran, permisalan, adalah soal lain. Kata peribahasa kampung kami " siapa yang terkena dialah yang merasa pedas dan sakit". Dan tulisan Pram adalah secara umum, bukannya dicari-cari, dan memang ada sejarahnya. Lihat misalnya tetralogi tulisan selama di Pulau Buru itu yang memang ada bahan sejarahnya, apalagi Arus Balik dan Arok Dedes.&lt;br /&gt;Akibat semua kekangan, semua dan selama kekuasaan Suharto - Orba, daya rusak dan keterbelakangan perjalanan bangsa ini benar-benar mengalami setback yang luarbiasa. Yang paling dirasakan oleh sastrawan yang dipinggirkan ini, yang masih kelayaban di tanah pengasingan, maupun yang ada dalam negeri, betapa susahnya, betapa sulitnya memasuki "dunia-resmi" dan yang bisa dan biasa tercatat dihadapan masyarakat umum, di depan audience. Karya dan tulisan mereka sangat sulit diorbitkan, sangat sakit buat orang mengumumkannya. Karena berbagai halangan dan pikiran yang masih membelenggu akibat perjalanan sejarah-gelap baru-baru ini. Dan "nasib" sastrawan dan sastra yang terpinggirkan itu, buat memunculkan diri saja bukan main harus menerobos begitu banyak penghalang. Semoga saja dengan keuletan yang juga harus luarbiasa, akan datang kembali "anak yang pernah hilang" selama lebih 30 tahun dulu itu.&lt;br /&gt;Paris 18 Mei 2000untuk:&lt;br /&gt;keluargaku,&lt;br /&gt;sahabat,&lt;br /&gt;teman dan kenalan&lt;br /&gt;serta kampung halaman.&lt;br /&gt;Jumpa Lawan I&lt;br /&gt;Abubakar orangnya gemuk. Banyak omong, suka berkelakar. Ramah dan karenanya banyak kawan. Orang kampung kami menggelarinya, Akai. Penduduk kampung kami lazim memberi ragam gelar kepada orang; nama Ismail misalnya pasti dipanggil: Meng. Yang namanya Harpan atau Arpan, akan selalu digelari Lepuk, ikan buntal yang sisiknya tajam, beracun. Begitulah pula kaum wanita, yang nama ujungnya ah akan berubah meniadi ot, misalnya saja Halimah jadi Halimot; Nerisah menjadi Nerisot, dan Isah jadi Isot.&lt;br /&gt;Nah, kembali pada si Akai alias Abubakar tadi. Dia ini sering singgah ke rumah kami di Gondangdia, bersama istrinya. Teman hidupnya itu cantik rupawan, keturunan Cina; kata orang banyak, si Elly itu asal Singapura. Kabarnya dulu Akai pernah merantau ke Singapura, lalu didapatnya Elly, Cina cantik itu. Kalau sudah berkisah tentang masa-masa tersebut, bukan keoalang bersemangatnya Akai.&lt;br /&gt;Dengan lancar Akai bertutur tentang kejadian antara tahun 1946 hingga awal 1948, masa ia menjadi anggota gerilya dan turut mencari senjata ke Singapura dan Hongkong. Tak lupa diselipkannya juga, bahwa yang memimpin penyelundupan ke Singapura dan Hongkong tersebut adalah Dr. A.K. Gani. Siapa pula yang tak kenal Adnan Kapau Gani, orang Palembang-Bengkulu itu, pernah menteri lagi, bahkan pernah main dalam filem. Jadi Akai adalah anggota penyelundupan tadi, kabarnya ia membawa gula, rempah-rempah dan lainnya, untuk kemudian ditukar dengan senjata. Bila Akai tengah bercerita begini, lantas ada di antara kami yang bertanya ini-itu; bukan main senangnya hati Akai. Pasti pertanyaan itu berjawab.&lt;br /&gt;"Katanya ada penyelundup lain lagi yang bahkan punya kapal sendiri, juga untuk mencari senjata buat republik...", tukas seorang dari kami.&lt;br /&gt;"O ya, itu kan untuk bagian timur. Alaahh... si Anu, siapa tu, aaa... si John Lie, dari Sulawesi. Mayor pangkatnya. Eeh, tahu juga kau rupanya", ujar Akai sambil memuji sedikit pada yang bertanya itu.&lt;br /&gt;"John Lie juga hebat rupanya, ia temanku. Terkadang kami sama-sama juga, tapi group kami tetap bersama pak Gani. Tahu kan Pak Gani, yang digelari "the greatest smuggler in Southeast Asia", penyelundup terbesar di Asia Tenggara", tambah Akai, sekaligus memperagakan bahasa Inggrisnya.&lt;br /&gt;Kami remaja tanggung usia limabelasan tersebut, senang juga mendengar cerita Akai, walau pun sedikit-sedikit kami paham juga bahwa Akai gemar membual, acap membohong. Bahkan ada yang menamakan nya "si mulut besar", suka omong gedé. Apalagi kalau bercerita tentang revolusi, tentang pertempuran, wah.... bukan main semangat, menggebu. Seolah-olah dialah yang paling berani.&lt;br /&gt;Anehnya, tak sekalipun kami tampak ia berseragam militer, atau bekerja di suatu kantor. Tak jelas apa pekerjaan sebenarnya. Yang pasti, Akai sering menginap di hotel, khususnya di Hotel Centraal di Jalan Citadel. Pernah juga di Hotel Des Indes, lalu Hotel Transaera, pokoknya masuk hotel, keluar hotel. Ada lagi kabar mengatakan,ia acap diusir kalau sudah terlalu lama tidak membayar ongkos menginap di hotelnya. Malah pernah diadukan ke pengadilan. Namun karena orangnya pandai bicara dan menggertak, cekatan jual obat, kata orang; misalnya menyebut menteri anu, komisaris polan adalah paman atau sahabatnya, maka Akai selalu los dari penangkapan. Janganlah coba mengusik, mencari tahu, apalagi menyelidiki kebenaran cerita dari Akai, sebab kalau sudah tahu latar belakang ceritanya tersebut, tak ada lagi yang menarik dari omongannya itu. Justru karena ketidaktahuan kamilah, maka kami senang mendengar cerita-cerita Akai.&lt;br /&gt;Suatu kali Akai berkisah, ia naik kapai milik maskapai Belanda KPM, Jansens, namanya. Entah bagaimana awalnya, mendadak lampu kamar mandi Akai padam. Ia lantas mengamuk, lampu-lamu dan peralatan lain di kapal di pecahkannya. Kapten kapal tentu saja marah, dan menahan Akai dalam perjalanan dari Jakarta ke Tanjungpandan. Tapi di ruangan kapal khusus untuk anak-buah kapal tersebut, Akai malah menggugat sang Kapten. Akai mendakwa, katanya:&lt;br /&gt;"Tuan tahu, dalam tahun ini juga semua kapal KPM akan saya beli, akan kami ambil-alih. Ini saya rundingkan Pada Jenderal Karmono di Istana saat kami menghadap Bung Karno. Kalau Tuan mengakui kesalahan Tuan, dan berjanji memperbaiki pekerjaan Tuan demi kelancaran kerja kami di republik ini, niscaya Tuan akan saya pakai. Tuan boleh kerja seterusnya di kapal saya ini, nantinya. Ingat itu. Catat nama saya, dan Tuan boleh pikir baik-baik. Pulang ke Holland atau kerja dengan kami."&lt;br /&gt;Mendengar ucapan Akai, sang kapten gementar dan segera melepaskan Akai sembari mohon maaf.&lt;br /&gt;Akai sungguh punya bakat menggertak, ada tampang pula, gemuk gagah, dan fasih berdebat. Pandai menggunakan saat semisal pengambil-alihan kapal KPM menjadi milik maskapai republik, PELNI. Sehingga tanpa ragu orang lekas percaya, konon dikaitkan pula dengan nama jenderal, dan kunjungannya ke Istana segala.&lt;br /&gt;Apabila Akai ke rumah dan kebetulan naik becak saja, ia sering memojokkan ayahku dengan berkata: "Bang, tolong bayarkan becakku, tak ada uang kecil." Dan ayah segera menyuruhku membayarkan becak itu.&lt;br /&gt;Akai segera mengobrol dengan ayah, sambil mmbunuh waktu menunggu makan siang. Terkadang istrinya Elly ikut serta mengobrol ke rumah kami. Obrolannya kebanyakan itu ke itu juga, perihal revolusi, pertempuran di Jawa-Tengah Jawa-Barat,lalu penyelundupan bersama A.K. Gani tadi. Ayah mendengarkan saja, sesekali bertanya ini-itu.&lt;br /&gt;Padahal kami tak tahu apa kerja Akai, tinggalnya di hotel namun sering tak punya uang. Ada yang menyebutkan, pendapatannya kini adalah tabungan hasil menyelundup ke Singapura. Bahkan terbetik berita, istrinya ditawar-tawarkannya, karena dulu pun memang kerja begituan, dan sesungguhnya Elly asli Cina Hongkong. Macam-macam saja.&lt;br /&gt;Tapi satu hal yang jelas, Elly cantik dan di samping itu baik budi, jauh berbeda dengan watak suaminya. Sang istri pun acap tak percaya akan obrolan suaminya, Akai. Ayah juga tidak percaya pada cerita Akai, namun tak pernah mengatakan bahwa Akai bohong atau omong-besar. Ayah tak pernah pula mencela apalagi memaki Akai. Beliau tetap menerima baik kedatangan Akai dan istrinya. Ibuku pun ramah pada mereka. Hanya aku dan para kawanku meragukan cerita Akai.&lt;br /&gt;Cobalah pikir. Bila Akai berdatang ke rumah kami, selalu saja waktunya serba tanggung, misalnya pukul 11.00 dekat jam makan siang, atau pukul 18.00 menjelang makan malam. Akibatnya kami makan bersama kedua suami-istri itu. Walau ayah belum pulang dari sidang - sidang parlemen DPRS, Akai akan menunggunya dengan sabar Dan aku akan mendengarkan kembali obrolan Akai, yang kuladeni juga sembari asyik melirik Elly yang rasanya makin hari semakin cantik dalam pandanganku. Maklum usiaku baru berangkat tujuh-belas, mudah bergetar bila berdekatan dengan wanita cantik harum.&lt;br /&gt;Demikianlah, suatu kali Akai berkisah yang agak seram. Jaman revolusi. Pertempuran di sekitar Krawang. Seorang prajurit gerilya, kena tembakan Belanda. Namanya Sadri, kawan Akai sendiri. Lehernya luka parah, menganga karena peluru telah menembus bagian depan. Darah mengalir terus, dan Sadri jadi persoalan. Akan dibawa, digotong, atau ditinggal saja? Pasukan republik yang menurut Akai dipimpinnya, harus segera lari. Aku harus cepat dan tegas mengambil keputusan, tambah Akai. Bagaimana cara "menyelamatkan" Sadri? Dengan mata penuh belas-kasihan dan mohon maaf, Akai sebagai komandan, mendekati Sadri yang bersimbah darah.&lt;br /&gt;Akai melanjutkan, saat itulah Sadri dengan suara terputus-putus dan perlahan berkata:&lt;br /&gt;"Pak Abubakar, lakukanlah apa yang baik. Segeralah akhiri penderitaan saya ini..." Dengan penuh sesal Akai meletakkan ujung revolver-nya di tentang jantung Sadri. Bunyi "dor" menyelesaikan penderitaan Sadri. Akai beserta pasukannya segera lari dari kejaran pasukan Belanda.&lt;br /&gt;Mendengarkan kisah tersebut, ibuku terlihat ngeri, tetapi Elly, istri Akai, nampak biasa mja. Ayah juga terlihat santai, sedikit senyum menganggukkan kepalanya. Aku yang sejak sekolah rakyat gemar membaca novel, segera ingat kisah begini Pernah kubaca. Seakan memecah keheningan, Elly berkata pada ayahku:&lt;br /&gt;"Alaah ... bang, tak usahlah percaya sama Bang Akai ini."&lt;br /&gt;"Ah, kau mana tahu. Ketika aku berjuang,bertempur dulu, kau kan masih kecil..," bela Akai pada kata-kata istrinya.&lt;br /&gt;"Dia bohong, bang," ujar Elly pada ayah.&lt;br /&gt;"Bang Akai suka berdusta, jangan percaya dia."&lt;br /&gt;Mendadak ayah menjawab :&lt;br /&gt;"Bukan hanya Akai yang suka bohong, sayapun mungkin lebih suka bohong dibanding Akai."&lt;br /&gt;"Mengapa begitu,bang? Rasaku tidak mungkin", saut Elly.&lt;br /&gt;"Ya...", kata ayah. "Selama ini saya sering membohongi Akai, sehingga Akai yakin betul bahwa saya percaya semua cerita Akai, padahal itu tidak benar. Kan saya lebih suka bohong daripada Akai," tambah ayah mengakhiri keheranan si cantik Elly.&lt;br /&gt;SOBRON AIDIT&lt;br /&gt;sastrawan engagé&lt;br /&gt;Siapakah Sobron Aidit?&lt;br /&gt;Namanya berkaitan erat dengan nama lainnya yang terkenal sebagai politisi. Seorang politisi yang menjadi buruan kekuatan reaksioner di waktu terjadi Razzia Agustus (1951) dan pada akhir hidupnya menjadi korban pembunuhan yang teramat keji setelah terjadinya Peristiwa 30 September '65. Politisi itu tak lain kecuali abangnya sendiri : D.N. Aidit, Ketua CC PKI. Salah seorang korban dari beratus-ratus ribu korban pembunuhan demi tegaknya rezim Orde Baru.&lt;br /&gt;Jika abangnya terkenal sebagai seorang politisi pembela wong cilik, maka Sobron yang dilahirkan 2 Juni 1934 di Belitung (Sumatera Selatan) itu sebagai seorang sastrawan. Pendidikannya dimulai dari H.I.S. sampai Universitas Indonesia Jakarta.&lt;br /&gt;Aktivitas secara umum?&lt;br /&gt;Sebagai guru di SMA Utama Salemba dan THHK (1954-1963), Guru Besar Sastra dan Bahasa Indonesia di Institut Bahasa Asing Beijing (1964). Sebagai wartawan Harian Rakyat (1955) dan Bintang Timur (1962). Sebagai pengurus Lembaga Persahabatan Indonesia-Tiongkok bersama prof. Dr. Prijono, lalu dengan Djawoto dan Henk Ngantung (1955 - 1958); pengurus Lembaga Persahabatan Indonesia-Vietnam bersama K.Werdoyo dan Nyak Diwan (1960 - 1962); pengurus BAPERKI bersama Siauw Giok-tjan dan Buyung Saleh (1960-1961). Sebagai pendiri "Seniman Senen" bersama SM Ardan, Wim-Umboh dll; pendiri Akademi Sastra " Multatuli" bersama Prof. Bakri Siregar (1961-1963) dan akhirnya, salah seorang pendiri..."Restoran Indonesia" di Paris (1982).&lt;br /&gt;Kreativitas seni?&lt;br /&gt;Sobron mulai mengarang sejak umur 13 tahun. Karangannya yang mula-mula disiarkan yaitu cerpen berjudul "Kedaung" dalam majalah WAKTU Medan 1948. Di Jakarta secara kebetulan tinggal bersama-sama Chairil Anwar, yang berkat bimbingannya minat terhadap kesusastraan kian meluap. Sajak-sajak dan cerpen Sobron dimuat dalam MIMBAR INDONESIA, ZENITH, KISAH, SASTRA (semua di bawah asuhan H.B. Jassin). Di majalah dan Harian SUNDAY COURIER, REPUBLIK, BINTANG TIMUR (BINTANG MINGGU),HARIAN RAKYAT,ZAMAN BARU, KENCANA, SIASAT, MUTIARA, dll. Dan dalam tahun-tahun belakangan ini, Sobron sebagai salah seorang pendukung dan penulis yang aktip bagi usaha terbitan pers alternatip, terutama sekali bagi majalah sastra dan seni KREASI, majalah MIMBAR, majalah opini dan budaya pluralis ARENA.&lt;br /&gt;Penyair sekaligus prosais, Sobron lebih dikenal sebagai cerpenis. Dua kali sebagai pemenang hadiah sastra: yang pertama dari majalah KISSAH/SASTRA 1955-1956 untuk cerpennya yang berjudul "Buaya dan dukunnya", dan yang kedua dari HR Kebudayaan 1961 untuk cerpennya "Basimah". Buku-bukunya -- kumpulan tulisan bersama maupun individual -- semuanya dilarang beredar oleh Orde Baru: "Ketemu Di Jalan " (kumpulan puisi bersama Ajip Rosidi dan SM Ardan) Balai Pustaka 1955-1956, "Pulang Bertempur" Pembaruan 1959, "Derap Revolusi" (kumpulan cerpen dan novelet) Pembaruan/Lekra 1961.&lt;br /&gt;Sejumlah karya Sobron telah diterjemahkan dalam bahasa-bahasa Russia, Tionghoa, Inggris, Bulgaria, Belanda, Jerman, Prancis.&lt;br /&gt;RAZZIA AGUSTUS DAN CERITA-CERITA LAINNYA.&lt;br /&gt;Sepatutnyalah seorang sastrawan yang lahir dalam tahun 30-an itu telah mengalami kehidupan yang lika-liku, warna-warni, pahit-getir maupun manis-ranum. Pengalaman, langsung maupun tak langsung, adalah amat berharga bagi kreativitas seninya. Pramoedya telah menggarisbawahi hal ini. Begitulah pula Sobron Aidit yang dibuktikan oleh kreativitas seninya sejak muda remaja hingga kini. Seperti tersimak pula dalam bukunya yang terbaru "Razzia Agustus dan cerita-cerita lainnya".&lt;br /&gt;Selain sebagai penyair, penulis essei dan komentar, Sobron memang "tukang cerita". Cerita-ceritanya erat sekali dengan kenyataan kehidupan sehari-hari, dengan orang-orang dekatnya dengan wong cilik. Dengan yang memihak, membela dan memperjuangkan kehidupan lebih baik bagi wong cilik. Seringkali diungkapkannya dengan humoristis, juga dengan rasa simpati, kemesraan terhadap yang akrab dan kutukan terhadap pendurhaka atau kebiadaban. Jelujur itu memang wajar dari seorang sastrawan yang sejak semula tergolong "seniman engagé".&lt;br /&gt;Menelaah aktivitas-kreativitasnya, jelaslah bahwa Sobron telah turut aktip memberi sumbangan bagi khazanah sastra dan bagi perkembangan bahasa Indonesia.&lt;br /&gt;Kucerpen "Razzia Agustus" ini adalah sebagai sumbangannya yang terbaru, dan saya yakin bukan yang terakhir.&lt;br /&gt;Sambil menanti kreasi Sobron selanjutnya kepada pembaca saya persilakan.&lt;br /&gt;D.Tanaera&lt;br /&gt;Bab 112 :&lt;br /&gt;Daya Tarik Negeri Kapitalis&lt;br /&gt;Hampir tiga minggu saya di Holland selama bulan Juni ini. Banyak kejadian dan berita yang mendunia. Pertandingan perebutan kejuaraan-dunia sepakbola se Eropa, dibicarakan dan ditonton orang ratusan juta melalui televisi. Masing-masing orang punya keberpihakannya, punya favoritnya sendiri. Punya idolanya sendiri. Tentang sepakbola ini saja, banyak resto, pertokoan, bar, cafe yang pada sepi, kurang pelanggan datang karena orang-orang pada asyik nonton bola. Terkadang jalanan yang biasanya ramai, ketika adanya atau dimulainya atau sedang ramai-ramainya pertandingan, orang-orang mengumpul di ruangan tertentu yang ada televisinya, dan bersama-sama, ramai-ramai nonton pertandingan. Ini makan-waktu mingguan lamanya. Apa ini? Ini juga salahsatu jalan buat cari uang, mengumpulkan uang, mengeduk keuntungan tertentu. Pihak televisi, hotel, pengangkutan, iklan, rumah atau kamar-sewaan, panen uang. Pemasukan keuangan bagi badan-badan yang memang "tukang cari uang", adalah masa panen yang berlipat ganda. Belum lagi bandar-judi, taruhan, perjudian gelap.&lt;br /&gt;Lalu berita besar lainnya yang juga mendunia, sebuah truk-trailer besar ketika akan melewati antara Belanda dan Belgia, Perancis, buat nyeberang ke Dover, daerah Inggeris, dirazzia, digeledah karena dicurigai. Katanya, ketika akan membayar bea-masuk, petugasnya membayar dengan uang likid, uang kontan. Padahal biasanya orang-orang akan selalu membayar dengan kartu-kredit atau cheque atau sejenis kartu-lainnya. Petugas pelabuhan mulai mencurigai trailer itu. Maka segeralah petugas pelabuhan berhubungan dengan polisi setempat, buat memeriksa trailer itu, apa isinya, mengapa begitu aneh cara masuk dan cara bayar ongkosnya.&lt;br /&gt;Maka trailer, truk-gandengan itu dibongkar dari belakang, dengan kekerasan dan paksa. Tampak jelaslah, seonggokan manusia bertimbun mati lemas. Setelah dilihat dan dihitung, penumpang truk-gandengan itu ada 60 orang. 58 orang sudah mati kaku, sedangkan dua orang lagi masih bisa diselamatkan. Dan pada akhirnya dua orang ini diselamatkan dan dengan ketat "dipelihara" buat jadi bukti dan jadi kunci buat membuka rahasia yang menggemparkan itu. 60 orang itu kesemuanya orang Tiongkok, telah begitu jauh membawakan diri dalam perjalanan yang berliku-liku. Melewati Rusia, Cheko, dan Belanda, buat nyeberang ke Inggeris. Mereka rata-rata telah membayar sampai puluhan ribu dolar AS seorang buat menyeberang dan mencari kerja serta hidup di Inggeris. Mungkin saja sudah banyak yang masuk Belanda, atau Belgia atau Perancis.&lt;br /&gt;Ini sebuah sindikat besar, mafia yang sangat kuat. Berhubungan dengan penjualan dan jual-beli paspor palsu, sogok-menyogok. Kalau memperhitungan uang sogokannya saja, maka dapat diperkirakan, pendatang atau "para pencari kerja" ini bukanlah orang biasa. Atau yang "memperjual-belikan orang/manusia" ini bukanlah sebagai sindikat atau mafia kelas teri, tapi kelas kakap, bahkan bisa kelas cucut.&lt;br /&gt;Mau ke mana mereka? Mau cari kerja dan cari hidup di negeri kapitalis. Mengapa? Banyak bukti, sesusah-susahnya dan seberat-beratnya hidup dan bekerja banting-tulang di negeri kapitalis, tetap saja masih bisa hidup, tetap saja masih bisa kirim uang ke negeri leluhurnya, negeri asalnya. Sama saja dengan TKI atau TKW yang bekerja di negeri-negeri Arab, Singapura, Hongkong dll. Ditipu, dihisap, ditindas, diperkosa, tetap saja berjubel buat jadi tenaga kerja-kasar di negeri itu. Tokh tetap masih bisa kirim uang ke desa dan kampungnya, dan bahkan ada yang bisa dan mampu membangun rumah, rumah gedongan lagi.&lt;br /&gt;Apakah mereka tidak tahu, bahwa di negeri kapitalis itu juga bukan main hebatnya penindasan, dan penghisapan, kerja mati-matian, banting-tulang, terkadang tanpa perlindungan-kerja? Mereka tahu, mereka mendengar bahkan cukup banyak pengalaman dari teman-temannya. Tetapi mereka tidak perduli. Untung-untungan, namanya juga orang cari makan, orang cari hidup. Ini artinya di tanahairnya sendiri sudah sangat sulit buat mencari kehidupan, sangat sulit buat hidup minimum dengan rasa aman dan terlindungi. Sebab kalau wajar-wajar saja, takkan mau mereka menukarkan jiwanya, taruhan nyawanya, dengan sekedar bisa belanja menanggung kehidupan secara minimal saja. Daya tarik kehidupan di negeri kapitalis tampaknya sangat luarbiasa, biarpun penghisapan dan penindasannya juga luarbiasa. Tetapi tentulah mereka membandingkan, memperhitungkan akan untung-ruginya hidup di antara kedua tanah itu. Tanah-air mereka sendiri dan tanah-air asing, negeri kapitalis itu sendiri.&lt;br /&gt;Ketika puluhan tahun atau belasan tahun yang lalu, di mana blok negeri sosialis masih cukup berjaya, maka perbandingan mana yang beratsebelah, yang banyak didatangi orang. Apakah atau banyak mana yang melarikan diri atau masuk menyelundupkan diri, apakah orang-orang dari negeri kapitalis masuk atau melarikan diri ke negeri sosialis, ataukah orang-orang negeri sosialis yang melarikan diri dan masuk ke negeri kapitalis? Tampaknya jauh lebih banyak orang-orang dari negeri sosialis yang melarikan diri dan masuk ke negeri kapitalis. Bahkan berani menantang dengan mempertaruhkan nyawa dan jiwaraga, menyeberangi lautan yang paling ganas sekalipun, berani menaiki dan memanjat tembok-Berlin, berani menjadi boat-people segala, berani dan siap mati ditembak. Mengapa semua ini?&lt;br /&gt;Hanya buat mencari kerja dan kehidupan yang sudah diperhitungkannya akan cukup lebih menguntungkan daripada di negerinya sendiri. Persoalan ini sebenarnya, seharusnya menjadi persoalan negara tertentu yang warganegaranya begitu berani dan nekad hijrah ke negeri orang lain. Karena negerinya sendiri sudah tak bisa, tak mampu memberi kehidupan bagi warganegaranya sendiri. Terkadang bukan hanya dari soal keuangan dan perekonomian saja, tetapi cukup banyak karena masalah politik. Tidak ada jaminan keamanan, tidak ada hukum, tidak ada keadilan. Tempat yang paling tidak adil yalah pengadilan dan mahkamah-agung, tempat yang paling banyak korupsi malah di kementerian keuangan, dan bank, pusat-pusat terbasah seperti pabean, imigrasi, bea-cukai, di mana banyak uang ke luar-masuk, lalulintas keuangan.&lt;br /&gt;Yang paling banyak menderita, kemiskinan, ketidakberdayaan, kemelaratan, adalah orang-orang, penduduk dan rakyat yang samasekali tak punya jalur-hukum, tak punya andalan apapun, baik kenalan maupun keluarganya. Maka terkadang bisalah dimengerti, daripada mereka hidup tak menentu tanpa tahu kapan akan mati dan kapan akan jadi korban penangkapan, korban penculikan, korban penipuan, apakah mereka akan diam saja, tidak mencari jalan lain?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Paris 29 Juni 2000,-PUISI TENTANG KAYA&lt;br /&gt;Orang miskin kaya akan harapan&lt;br /&gt;Orang kaya sungguh menggunung&lt;br /&gt;harta benda rumah dan tanah&lt;br /&gt;Timor Timur kaya akan pembunuhan.&lt;br /&gt;Suharto - Habibi kaya akan korupsi&lt;br /&gt;tapi sangat miskin akan demokrasi&lt;br /&gt;RI - Orba - TNI kaya akan pembunuhan&lt;br /&gt;tapi sangat miskin akan keadilan.&lt;br /&gt;Rakyat Indonesia kaya akan penderitaan&lt;br /&gt;kaum atasan, elite, kaya akan penipuan&lt;br /&gt;pemimpin kaya akan tipu-daya&lt;br /&gt;Aceh - Timor Timur kaya akan korban pembunuhan.&lt;br /&gt;Yau, saudaraku, kita sungguh kaya&lt;br /&gt;yang satu dengan harapan-harapan&lt;br /&gt;doa-doa dan minta-minta&lt;br /&gt;yang lain dengan tipu-daya dengan korupsi&lt;br /&gt;pembunuhan, penyiksaan, setiap hari, setiap hari.&lt;br /&gt;Inilah kekayaan kita&lt;br /&gt;yang satu dengan harapan-harapan, angan-angan, cita-citaBerhati-hatilah&lt;br /&gt;Jangan dilihat ketika dia jatuh&lt;br /&gt;tapi rasakan dan saksikan cakar-cakar&lt;br /&gt;merayapi urat-urat kehidupan&lt;br /&gt;yang tetap saja masih bersikukuh.&lt;br /&gt;Memang dia pandai dan lihay&lt;br /&gt;jatuhnya karena ferormasi&lt;br /&gt;tapi diam-diam dia turut - ikut&lt;br /&gt;menyelinap di barisan reformasi&lt;br /&gt;namun demikian yang namanya burung gagak&lt;br /&gt;di mana-mana tetap hitam&lt;br /&gt;di mana-mana tetap makan bangkai.&lt;br /&gt;Kini jadi begitu banyak yang namanya reformasi&lt;br /&gt;ada yang mengandung tebu&lt;br /&gt;ada yang mengandung tuba&lt;br /&gt;ada yang bermadu&lt;br /&gt;ada yang bersida&lt;br /&gt;lalu apa itu namanya reformasi&lt;br /&gt;kalau tetap saja anti-Cina&lt;br /&gt;kalau tetap saja anti-Kristen&lt;br /&gt;kalau tetap saja anti-marxis&lt;br /&gt;yang padahal semua itu kesatuan tubuh bangsa&lt;br /&gt;yang padahal cabang dan ranting serta daun-daun ilmu.&lt;br /&gt;Lepaskan tahanan demi kebaikan reformasi&lt;br /&gt;tapi yang PRD dan yang "gula 30 sekilo" tunggu dulu&lt;br /&gt;tunggu burung gagak selesai merengguti daging&lt;br /&gt;dari tulang-tulang mayat&lt;br /&gt;ya, reformasi, kini kau jadi begitu banyak&lt;br /&gt;aliran dan tapsiran&lt;br /&gt;begitu banyak gagak-gagak berlindung jadi burung gereja&lt;br /&gt;beterbangan manis,lucu dan menyenangkan&lt;br /&gt;padahal kau tidak lucu,sangat menyebalkan,membencikanBALI - satu&lt;br /&gt;Tetap saja yang terlihat&lt;br /&gt;yang selalu dulu-dulu&lt;br /&gt;bagaikan plat gramofone&lt;br /&gt;berputar-putar jalan di tempat.&lt;br /&gt;Krismon dan krisnom&lt;br /&gt;resto penuh, pasar padat, hotel perang harga&lt;br /&gt;orang-orang menjilati es rim&lt;br /&gt;pesta babi-guling dan bule-bule&lt;br /&gt;bergelamparan berjemur badan&lt;br /&gt;dengan susu menggunung menantang.&lt;br /&gt;Bule-bule simpang-siur saling senyum&lt;br /&gt;jual-beli barang haram&lt;br /&gt;ke luar masuk warung tattuage&lt;br /&gt;jeprat-jepret ketika ritual agama&lt;br /&gt;tiada perduli adat setempat&lt;br /&gt;mahapenting : kepuasan mata, hati, dan perut&lt;br /&gt;melayu pribumi tak lagi saling hormat&lt;br /&gt;berburu duit memang tak perlu ada-beradat.&lt;br /&gt;Tertegun diri : inikah Bali&lt;br /&gt;yang katanya surgawi di bumi?&lt;br /&gt;Seakan Bali bukan lagi milik pribumi&lt;br /&gt;bule-bule betapa sudah&lt;br /&gt;mengangkangi dan melecehkan budaya luhur&lt;br /&gt;di sarang-sarang foya elite&lt;br /&gt;rupiah benar-benar anjlok dan luntur&lt;br /&gt;sedangkan dollar menjadi raja alat-ukur&lt;br /&gt;tampaknya adat dan budaya serta seni&lt;br /&gt;seakan terpatung tegak demi dollar.&lt;br /&gt;Tampaknya Bali benar-benar campur berbaur&lt;br /&gt;entah kepunyaan siapa&lt;br /&gt;antara bule dan pribumiBALI - dua&lt;br /&gt;Ombak mengalun&lt;br /&gt;dan angin silir-silir menjamah&lt;br /&gt;pucuk puncak kelapa&lt;br /&gt;lalu berderai daun-daun&lt;br /&gt;bagaikan gerak memetik senar kecapi,-&lt;br /&gt;Dari jauh terdengar merdunyi suling&lt;br /&gt;masih berdaya getar : gendang dan gending&lt;br /&gt;tiba-tiba saja cacat di mata tua ini&lt;br /&gt;terdengar ribut-ribut antara bule&lt;br /&gt;karena berebut cewek&lt;br /&gt;tak cocok harga lalu menyalahkan pribumi.&lt;br /&gt;Semuanya yang dulu-dulu&lt;br /&gt;memang masih adaBALI - duapuluh satu&lt;br /&gt;Orang-orang, pejabat-pejabat&lt;br /&gt;koran-koran menulis setiap hari&lt;br /&gt;tentang Bank Bali, lagi-lagi Bank BaliBALI - sebelas&lt;br /&gt;Tekukur - perkutut bernyanyi manggut-manggut&lt;br /&gt;beterbangan antara pucuk bougenvil&lt;br /&gt;membuka hari menulisi pagi&lt;br /&gt;orang-orang siap ke kantor&lt;br /&gt;pejabat - pegawai - eksekutif siap&lt;br /&gt;dengan bagan-bagan, rencana-rencana korupsi.&lt;br /&gt;Pedagang-besar, pedagang-kecil, kakilima, asongan&lt;br /&gt;siap dengan rencana paksaan dan bujukan&lt;br /&gt;penjaja seks dengan rencana memulas senyuman&lt;br /&gt;agar harta kecil sedikit membesar&lt;br /&gt;siapa tahu mampu membuka kredit rumah&lt;br /&gt;siapa tahu diboyong cowok Eropa.&lt;br /&gt;Mentari mulai meninggi&lt;br /&gt;berapa dapat hari ini?&lt;br /&gt;Resto dan hotel penuh pelanggan&lt;br /&gt;sayang sang boss bukan bangsa sendiri&lt;br /&gt;orang Bali selalu makan gaji&lt;br /&gt;pada bangsa pendatang&lt;br /&gt;orang Timor Timur selalu makan gaji dan kena aniaya&lt;br /&gt;preman baju-hijau&lt;br /&gt;pendatang dari Jawa&lt;br /&gt;yang satu wangsa Eropa&lt;br /&gt;yang satu orang dewek.&lt;br /&gt;Sanur 4 Agustus 1999,-&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;sedang orang-orang Bali di Bali sendiri&lt;br /&gt;tak tahu dan tak mengerti&lt;br /&gt;mengapa mereka bicara tentang Bank Bali&lt;br /&gt;yang orang Bali sendiri tidak ambil perduli.&lt;br /&gt;Perkara korupsi?&lt;br /&gt;Mungkin obat mujarab&lt;br /&gt;hanyalah revolusi&lt;br /&gt;juga pesemaian subur demokrasi&lt;br /&gt;takkan bersemi tanpa revolusi!&lt;br /&gt;Ngurah Rai 13 Agustus 199&lt;br /&gt;tapi hanya semata tinggal&lt;br /&gt;remah-remah sisa belaka!&lt;br /&gt;Kuta 31 Juli 1999,-&lt;br /&gt;kebutuhan perdagangan&lt;br /&gt;tak perlu apa dan bagaimana&lt;br /&gt;terpenting dan pokok : fulus tetap raja utama.-&lt;br /&gt;Nusa Dua 30 Juli 99,-&lt;br /&gt;masih juga tetap ingin,masih ingin,masih mau&lt;br /&gt;mau terus menunggangi kami&lt;br /&gt;bagaikan bandot kebelet-kesemsem,terus masih mau&lt;br /&gt;menghisap,menipu,menghina,dan melecehkan kami&lt;br /&gt;padahal katanya kau sudah jatuh&lt;br /&gt;ternyata cakar-cakarmu tetap saja masih kukuh,-&lt;br /&gt;11 Juni 1998&lt;br /&gt;yang lain setiap hari bersiasat buat menipu kita,-&lt;br /&gt;Paris 13 September 1999,-&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Erobar, Oktober 1992&lt;br /&gt;Paris, Juni 1991&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! Answers&lt;br /&gt;Sastrawan dan Sastra yang Terpinggir&lt;br /&gt;Sudah menjadi kenyataan selama kekuasaan Suharto - Orba, lebih 30 tahun, ada suatu bagian dalam kehidupan bangsa ini yang terasa hilang. Yang hilang atau dengan istilah lebih moderatnya, terpinggir, yalah tidak munculnya atau dilarang munculnya sastrawan dan sastra yang dianggap berasal dari Lekra. Semua buku atau tulisan yang berbentuk buku dan siaran, dilarang oleh penguasa Suharto - Orba. Siapa saja dan apa saja hasil sastra yang dilahirkan pada zaman yang dianggap Orla dan yang dianggap Lekra, dilarang beredar, dilarang terbit. Kalaupun terbit dengan "gelap-gelapan", maka sudah dipersiapkan seperangkat undang-undang dan peraturannya buat melarangnya. Kejaksaan Agung akan memanggil sumbernya. Hal ini berkali-kali pernah dialami penerbitan Hasta Mitra karena berani-beraninya menerbitkan karya Pramoedyua Ananta Toer. Tapi sebagaimana Pram, sebagai pengarang dan salah seorang pengurus penerbitan itu tidak pernah menggubris larangan. "Tutup buku" dengan semua aparat penguasa demikian Pram.&lt;br /&gt;Sebenarnya Pram juga banyak menemui pemboikotan, dari sana sini, dari berbagai pihak. Dia pernah tidak diakui sebagai pengarang Indonesia, paling-paling hanya sebagai pengarang Lekra saja. Tetapi Pram terlalu besar, terlalu hebat, terlalu luarbiasa untuk tidak diakui dan untuk dipinggirkan. Tidak diakui dan dilarang terbit di negaranya sendiri,tetapi di negara lain, luarnegeri sudah siap menampung, menerbitkan dan menterjemahkannya. Oleh kalangan kritikus yang berbobot paus dan yang sedang-sedang saja, pernah Pram mendapati pengalaman seakan-akan tidak diperdulikan, tidak dibicarakan, tidak masuk catatan, tidak masuk daftar sebagai pengarang Indonesia,- dia hanyalah pengarang Lekra yang terlarang itu.&lt;br /&gt;Oleh terlalu besarnya, dan terlalu hebatnya Pram, yang karyanya melebihi sastrawan manapun, yang sudah diterjemahkan dalam 28 bahasa asing, dan juga sudah berkali-kali termasuk calon, nominasi penerima Hadiah Nobel Sastra Dunia, maka "mau tak mau, dan terpaksa" kalangan dalam negeripun juga lalu turut membicarakan Pram sebagai sastrawan Indonesia! Dan Pram dengan segala perjuangan yang pahit, tapi ulet, selalu menang! Lalu sampai A. TEEUW-pun turut mau juga membicarakannya. Dulu sebelum adanya kemelut peristiwa-gelap bangsa ini, Pram termasuk sastrawan Indonesia. Tetapi begitu terjadi peristiwa 1965, lalu keberadaan Pram mau dihapuskan sejarah, sejarah mereka! Nyatanya tidak bisa. Pram dengan kehebatan, keluarbiasaan karyanya, adalah orang nomor satu sastrawan Indonesia yang sudah terdaftar di kalangan pemberi Hadiah Nobel Sastra Dunia. Pram terlalu besar buat diremehkan, buat tidak dibicarakan, buat dipinggirkan!&lt;br /&gt;Tetapi sebenarnya masih ada "pram-pram kecil yang berkeliaran dan kelayaban" di tanah rantau atau di dalam negerinya sendiri. Hanya akibat kerusakan dan perusakan dan daya rusak serta daya keterbelakangan rezim Suhartro - Orba, sangat sulit buat mereka bisa memasuki gelanggang dan arena. Masih banyak karya yang terpendam di laci, di lemari dan masih banyak naskah tulisan, yang orang tidak mau, tidak berani menerbitkannya. Banyak "matapencaharian" penulis, sasterawan di dalam negeri yang mengerjakan terjemahan atau tulisan aslinya. Kalaupun ada yang mau dan berani menerbitkannya, ada syarat yang harus dipenuhi penulis atau penterjemahnya, nama harus diubah, harus nama samaran! Kenapa? Penerbit dan toko-buku tidak mau menanggung risiko kerugian material apalagi kerugian moral. Karena takut ketahuan dan lalu dilarang bahkan bisa ditangkap penguasa. Kalau sudah begini artinya tertutuplah semua lubang dan celah-celah kehidupan.&lt;br /&gt;Ada lagi istilah ngenyek buat hasil sastra yang berbau progresif dan maju, yang disebut juga kiri. Termasuk seorang penyair kenamaan-pun pernah terkena ejekan ini, yaitu WS. Rendra. Ada yang mengatakan, kalau hanya begitu saja sih, maka hasil sastra begituan bisa disebut "sastra poster" "sastra pamphlet", "sastra pesanan" dan bermacam sebutan tidak enak demi menolak sastra yang menyatakan, kebenaran tetapi dengan cara-cara baru.&lt;br /&gt;Kalangan tertentu tetap menyebutkan pengarang Lekra atau sastrawan Lekra buat sebutan kepada Agam Wispi, HR Bandaharo, Joebar Ajoeb, dan yang lainnya. Tidak disebutkan bahwa mereka juga adalah pengarang dan sastrawan Indonesia! Kenapa tidak menyebutkan Sitor Situmorang sebagai pengarang dan sastrawan LKN? Kenapa tidak menyebutkan Taufik Ismail sebagai pengarang Manikebu, atau Asrul Sani sebagai pengarang Lesbumi? Mereka disebutkan sebagai pengarang dan sastrawan Indonesia, bukan dari "kandang mereka yang dikotakkan". Sedangkan orang-orang Lekra dikandangkan, disempitkan, dipinggirkan.&lt;br /&gt;Semua mereka yang dituliskan di atas adalah sastrawan Indonesia, bukan sastrawan Lekra, LKN maupun Manikebu ataupun Lesbumi. Mereka mengangkat harkat bangsa dan negara, tidak terdapat pandangan yang begitu sempit dalam karangan mereka. Apa yang selalu diangkat dalam karya Pram? Tidak secuilpun yang "menjelekkan dan menyudutkan kekuasaan yang sekarang ini". Yang ditulisnya adalah sejarah perjalanan bangsa ini, bahkan sejarah budaya dan adat istiadat jauh di belakang kita. Bahwa akhirnya penguasa merasakan itu adalah sindiran, permisalan, adalah soal lain. Kata peribahasa kampung kami " siapa yang terkena dialah yang merasa pedas dan sakit". Dan tulisan Pram adalah secara umum, bukannya dicari-cari, dan memang ada sejarahnya. Lihat misalnya tetralogi tulisan selama di Pulau Buru itu yang memang ada bahan sejarahnya, apalagi Arus Balik dan Arok Dedes.&lt;br /&gt;Akibat semua kekangan, semua dan selama kekuasaan Suharto - Orba, daya rusak dan keterbelakangan perjalanan bangsa ini benar-benar mengalami setback yang luarbiasa. Yang paling dirasakan oleh sastrawan yang dipinggirkan ini, yang masih kelayaban di tanah pengasingan, maupun yang ada dalam negeri, betapa susahnya, betapa sulitnya memasuki "dunia-resmi" dan yang bisa dan biasa tercatat dihadapan masyarakat umum, di depan audience. Karya dan tulisan mereka sangat sulit diorbitkan, sangat sakit buat orang mengumumkannya. Karena berbagai halangan dan pikiran yang masih membelenggu akibat perjalanan sejarah-gelap baru-baru ini. Dan "nasib" sastrawan dan sastra yang terpinggirkan itu, buat memunculkan diri saja bukan main harus menerobos begitu banyak penghalang. Semoga saja dengan keuletan yang juga harus luarbiasa, akan datang kembali "anak yang pernah hilang" selama lebih 30 tahun dulu itu.&lt;br /&gt;Paris 18 Mei 2000untuk:&lt;br /&gt;keluargaku,&lt;br /&gt;sahabat,&lt;br /&gt;teman dan kenalan&lt;br /&gt;serta kampung halaman.&lt;br /&gt;Jumpa Lawan I&lt;br /&gt;Abubakar orangnya gemuk. Banyak omong, suka berkelakar. Ramah dan karenanya banyak kawan. Orang kampung kami menggelarinya, Akai. Penduduk kampung kami lazim memberi ragam gelar kepada orang; nama Ismail misalnya pasti dipanggil: Meng. Yang namanya Harpan atau Arpan, akan selalu digelari Lepuk, ikan buntal yang sisiknya tajam, beracun. Begitulah pula kaum wanita, yang nama ujungnya ah akan berubah meniadi ot, misalnya saja Halimah jadi Halimot; Nerisah menjadi Nerisot, dan Isah jadi Isot.&lt;br /&gt;Nah, kembali pada si Akai alias Abubakar tadi. Dia ini sering singgah ke rumah kami di Gondangdia, bersama istrinya. Teman hidupnya itu cantik rupawan, keturunan Cina; kata orang banyak, si Elly itu asal Singapura. Kabarnya dulu Akai pernah merantau ke Singapura, lalu didapatnya Elly, Cina cantik itu. Kalau sudah berkisah tentang masa-masa tersebut, bukan keoalang bersemangatnya Akai.&lt;br /&gt;Dengan lancar Akai bertutur tentang kejadian antara tahun 1946 hingga awal 1948, masa ia menjadi anggota gerilya dan turut mencari senjata ke Singapura dan Hongkong. Tak lupa diselipkannya juga, bahwa yang memimpin penyelundupan ke Singapura dan Hongkong tersebut adalah Dr. A.K. Gani. Siapa pula yang tak kenal Adnan Kapau Gani, orang Palembang-Bengkulu itu, pernah menteri lagi, bahkan pernah main dalam filem. Jadi Akai adalah anggota penyelundupan tadi, kabarnya ia membawa gula, rempah-rempah dan lainnya, untuk kemudian ditukar dengan senjata. Bila Akai tengah bercerita begini, lantas ada di antara kami yang bertanya ini-itu; bukan main senangnya hati Akai. Pasti pertanyaan itu berjawab.&lt;br /&gt;"Katanya ada penyelundup lain lagi yang bahkan punya kapal sendiri, juga untuk mencari senjata buat republik...", tukas seorang dari kami.&lt;br /&gt;"O ya, itu kan untuk bagian timur. Alaahh... si Anu, siapa tu, aaa... si John Lie, dari Sulawesi. Mayor pangkatnya. Eeh, tahu juga kau rupanya", ujar Akai sambil memuji sedikit pada yang bertanya itu.&lt;br /&gt;"John Lie juga hebat rupanya, ia temanku. Terkadang kami sama-sama juga, tapi group kami tetap bersama pak Gani. Tahu kan Pak Gani, yang digelari "the greatest smuggler in Southeast Asia", penyelundup terbesar di Asia Tenggara", tambah Akai, sekaligus memperagakan bahasa Inggrisnya.&lt;br /&gt;Kami remaja tanggung usia limabelasan tersebut, senang juga mendengar cerita Akai, walau pun sedikit-sedikit kami paham juga bahwa Akai gemar membual, acap membohong. Bahkan ada yang menamakan nya "si mulut besar", suka omong gedé. Apalagi kalau bercerita tentang revolusi, tentang pertempuran, wah.... bukan main semangat, menggebu. Seolah-olah dialah yang paling berani.&lt;br /&gt;Anehnya, tak sekalipun kami tampak ia berseragam militer, atau bekerja di suatu kantor. Tak jelas apa pekerjaan sebenarnya. Yang pasti, Akai sering menginap di hotel, khususnya di Hotel Centraal di Jalan Citadel. Pernah juga di Hotel Des Indes, lalu Hotel Transaera, pokoknya masuk hotel, keluar hotel. Ada lagi kabar mengatakan,ia acap diusir kalau sudah terlalu lama tidak membayar ongkos menginap di hotelnya. Malah pernah diadukan ke pengadilan. Namun karena orangnya pandai bicara dan menggertak, cekatan jual obat, kata orang; misalnya menyebut menteri anu, komisaris polan adalah paman atau sahabatnya, maka Akai selalu los dari penangkapan. Janganlah coba mengusik, mencari tahu, apalagi menyelidiki kebenaran cerita dari Akai, sebab kalau sudah tahu latar belakang ceritanya tersebut, tak ada lagi yang menarik dari omongannya itu. Justru karena ketidaktahuan kamilah, maka kami senang mendengar cerita-cerita Akai.&lt;br /&gt;Suatu kali Akai berkisah, ia naik kapai milik maskapai Belanda KPM, Jansens, namanya. Entah bagaimana awalnya, mendadak lampu kamar mandi Akai padam. Ia lantas mengamuk, lampu-lamu dan peralatan lain di kapal di pecahkannya. Kapten kapal tentu saja marah, dan menahan Akai dalam perjalanan dari Jakarta ke Tanjungpandan. Tapi di ruangan kapal khusus untuk anak-buah kapal tersebut, Akai malah menggugat sang Kapten. Akai mendakwa, katanya:&lt;br /&gt;"Tuan tahu, dalam tahun ini juga semua kapal KPM akan saya beli, akan kami ambil-alih. Ini saya rundingkan Pada Jenderal Karmono di Istana saat kami menghadap Bung Karno. Kalau Tuan mengakui kesalahan Tuan, dan berjanji memperbaiki pekerjaan Tuan demi kelancaran kerja kami di republik ini, niscaya Tuan akan saya pakai. Tuan boleh kerja seterusnya di kapal saya ini, nantinya. Ingat itu. Catat nama saya, dan Tuan boleh pikir baik-baik. Pulang ke Holland atau kerja dengan kami."&lt;br /&gt;Mendengar ucapan Akai, sang kapten gementar dan segera melepaskan Akai sembari mohon maaf.&lt;br /&gt;Akai sungguh punya bakat menggertak, ada tampang pula, gemuk gagah, dan fasih berdebat. Pandai menggunakan saat semisal pengambil-alihan kapal KPM menjadi milik maskapai republik, PELNI. Sehingga tanpa ragu orang lekas percaya, konon dikaitkan pula dengan nama jenderal, dan kunjungannya ke Istana segala.&lt;br /&gt;Apabila Akai ke rumah dan kebetulan naik becak saja, ia sering memojokkan ayahku dengan berkata: "Bang, tolong bayarkan becakku, tak ada uang kecil." Dan ayah segera menyuruhku membayarkan becak itu.&lt;br /&gt;Akai segera mengobrol dengan ayah, sambil mmbunuh waktu menunggu makan siang. Terkadang istrinya Elly ikut serta mengobrol ke rumah kami. Obrolannya kebanyakan itu ke itu juga, perihal revolusi, pertempuran di Jawa-Tengah Jawa-Barat,lalu penyelundupan bersama A.K. Gani tadi. Ayah mendengarkan saja, sesekali bertanya ini-itu.&lt;br /&gt;Padahal kami tak tahu apa kerja Akai, tinggalnya di hotel namun sering tak punya uang. Ada yang menyebutkan, pendapatannya kini adalah tabungan hasil menyelundup ke Singapura. Bahkan terbetik berita, istrinya ditawar-tawarkannya, karena dulu pun memang kerja begituan, dan sesungguhnya Elly asli Cina Hongkong. Macam-macam saja.&lt;br /&gt;Tapi satu hal yang jelas, Elly cantik dan di samping itu baik budi, jauh berbeda dengan watak suaminya. Sang istri pun acap tak percaya akan obrolan suaminya, Akai. Ayah juga tidak percaya pada cerita Akai, namun tak pernah mengatakan bahwa Akai bohong atau omong-besar. Ayah tak pernah pula mencela apalagi memaki Akai. Beliau tetap menerima baik kedatangan Akai dan istrinya. Ibuku pun ramah pada mereka. Hanya aku dan para kawanku meragukan cerita Akai.&lt;br /&gt;Cobalah pikir. Bila Akai berdatang ke rumah kami, selalu saja waktunya serba tanggung, misalnya pukul 11.00 dekat jam makan siang, atau pukul 18.00 menjelang makan malam. Akibatnya kami makan bersama kedua suami-istri itu. Walau ayah belum pulang dari sidang - sidang parlemen DPRS, Akai akan menunggunya dengan sabar Dan aku akan mendengarkan kembali obrolan Akai, yang kuladeni juga sembari asyik melirik Elly yang rasanya makin hari semakin cantik dalam pandanganku. Maklum usiaku baru berangkat tujuh-belas, mudah bergetar bila berdekatan dengan wanita cantik harum.&lt;br /&gt;Demikianlah, suatu kali Akai berkisah yang agak seram. Jaman revolusi. Pertempuran di sekitar Krawang. Seorang prajurit gerilya, kena tembakan Belanda. Namanya Sadri, kawan Akai sendiri. Lehernya luka parah, menganga karena peluru telah menembus bagian depan. Darah mengalir terus, dan Sadri jadi persoalan. Akan dibawa, digotong, atau ditinggal saja? Pasukan republik yang menurut Akai dipimpinnya, harus segera lari. Aku harus cepat dan tegas mengambil keputusan, tambah Akai. Bagaimana cara "menyelamatkan" Sadri? Dengan mata penuh belas-kasihan dan mohon maaf, Akai sebagai komandan, mendekati Sadri yang bersimbah darah.&lt;br /&gt;Akai melanjutkan, saat itulah Sadri dengan suara terputus-putus dan perlahan berkata:&lt;br /&gt;"Pak Abubakar, lakukanlah apa yang baik. Segeralah akhiri penderitaan saya ini..." Dengan penuh sesal Akai meletakkan ujung revolver-nya di tentang jantung Sadri. Bunyi "dor" menyelesaikan penderitaan Sadri. Akai beserta pasukannya segera lari dari kejaran pasukan Belanda.&lt;br /&gt;Mendengarkan kisah tersebut, ibuku terlihat ngeri, tetapi Elly, istri Akai, nampak biasa mja. Ayah juga terlihat santai, sedikit senyum menganggukkan kepalanya. Aku yang sejak sekolah rakyat gemar membaca novel, segera ingat kisah begini Pernah kubaca. Seakan memecah keheningan, Elly berkata pada ayahku:&lt;br /&gt;"Alaah ... bang, tak usahlah percaya sama Bang Akai ini."&lt;br /&gt;"Ah, kau mana tahu. Ketika aku berjuang,bertempur dulu, kau kan masih kecil..," bela Akai pada kata-kata istrinya.&lt;br /&gt;"Dia bohong, bang," ujar Elly pada ayah.&lt;br /&gt;"Bang Akai suka berdusta, jangan percaya dia."&lt;br /&gt;Mendadak ayah menjawab :&lt;br /&gt;"Bukan hanya Akai yang suka bohong, sayapun mungkin lebih suka bohong dibanding Akai."&lt;br /&gt;"Mengapa begitu,bang? Rasaku tidak mungkin", saut Elly.&lt;br /&gt;"Ya...", kata ayah. "Selama ini saya sering membohongi Akai, sehingga Akai yakin betul bahwa saya percaya semua cerita Akai, padahal itu tidak benar. Kan saya lebih suka bohong daripada Akai," tambah ayah mengakhiri keheranan si cantik Elly.&lt;br /&gt;SOBRON AIDIT&lt;br /&gt;sastrawan engagé&lt;br /&gt;Siapakah Sobron Aidit?&lt;br /&gt;Namanya berkaitan erat dengan nama lainnya yang terkenal sebagai politisi. Seorang politisi yang menjadi buruan kekuatan reaksioner di waktu terjadi Razzia Agustus (1951) dan pada akhir hidupnya menjadi korban pembunuhan yang teramat keji setelah terjadinya Peristiwa 30 September '65. Politisi itu tak lain kecuali abangnya sendiri : D.N. Aidit, Ketua CC PKI. Salah seorang korban dari beratus-ratus ribu korban pembunuhan demi tegaknya rezim Orde Baru.&lt;br /&gt;Jika abangnya terkenal sebagai seorang politisi pembela wong cilik, maka Sobron yang dilahirkan 2 Juni 1934 di Belitung (Sumatera Selatan) itu sebagai seorang sastrawan. Pendidikannya dimulai dari H.I.S. sampai Universitas Indonesia Jakarta.&lt;br /&gt;Aktivitas secara umum?&lt;br /&gt;Sebagai guru di SMA Utama Salemba dan THHK (1954-1963), Guru Besar Sastra dan Bahasa Indonesia di Institut Bahasa Asing Beijing (1964). Sebagai wartawan Harian Rakyat (1955) dan Bintang Timur (1962). Sebagai pengurus Lembaga Persahabatan Indonesia-Tiongkok bersama prof. Dr. Prijono, lalu dengan Djawoto dan Henk Ngantung (1955 - 1958); pengurus Lembaga Persahabatan Indonesia-Vietnam bersama K.Werdoyo dan Nyak Diwan (1960 - 1962); pengurus BAPERKI bersama Siauw Giok-tjan dan Buyung Saleh (1960-1961). Sebagai pendiri "Seniman Senen" bersama SM Ardan, Wim-Umboh dll; pendiri Akademi Sastra " Multatuli" bersama Prof. Bakri Siregar (1961-1963) dan akhirnya, salah seorang pendiri..."Restoran Indonesia" di Paris (1982).&lt;br /&gt;Kreativitas seni?&lt;br /&gt;Sobron mulai mengarang sejak umur 13 tahun. Karangannya yang mula-mula disiarkan yaitu cerpen berjudul "Kedaung" dalam majalah WAKTU Medan 1948. Di Jakarta secara kebetulan tinggal bersama-sama Chairil Anwar, yang berkat bimbingannya minat terhadap kesusastraan kian meluap. Sajak-sajak dan cerpen Sobron dimuat dalam MIMBAR INDONESIA, ZENITH, KISAH, SASTRA (semua di bawah asuhan H.B. Jassin). Di majalah dan Harian SUNDAY COURIER, REPUBLIK, BINTANG TIMUR (BINTANG MINGGU),HARIAN RAKYAT,ZAMAN BARU, KENCANA, SIASAT, MUTIARA, dll. Dan dalam tahun-tahun belakangan ini, Sobron sebagai salah seorang pendukung dan penulis yang aktip bagi usaha terbitan pers alternatip, terutama sekali bagi majalah sastra dan seni KREASI, majalah MIMBAR, majalah opini dan budaya pluralis ARENA.&lt;br /&gt;Penyair sekaligus prosais, Sobron lebih dikenal sebagai cerpenis. Dua kali sebagai pemenang hadiah sastra: yang pertama dari majalah KISSAH/SASTRA 1955-1956 untuk cerpennya yang berjudul "Buaya dan dukunnya", dan yang kedua dari HR Kebudayaan 1961 untuk cerpennya "Basimah". Buku-bukunya -- kumpulan tulisan bersama maupun individual -- semuanya dilarang beredar oleh Orde Baru: "Ketemu Di Jalan " (kumpulan puisi bersama Ajip Rosidi dan SM Ardan) Balai Pustaka 1955-1956, "Pulang Bertempur" Pembaruan 1959, "Derap Revolusi" (kumpulan cerpen dan novelet) Pembaruan/Lekra 1961.&lt;br /&gt;Sejumlah karya Sobron telah diterjemahkan dalam bahasa-bahasa Russia, Tionghoa, Inggris, Bulgaria, Belanda, Jerman, Prancis.&lt;br /&gt;RAZZIA AGUSTUS DAN CERITA-CERITA LAINNYA.&lt;br /&gt;Sepatutnyalah seorang sastrawan yang lahir dalam tahun 30-an itu telah mengalami kehidupan yang lika-liku, warna-warni, pahit-getir maupun manis-ranum. Pengalaman, langsung maupun tak langsung, adalah amat berharga bagi kreativitas seninya. Pramoedya telah menggarisbawahi hal ini. Begitulah pula Sobron Aidit yang dibuktikan oleh kreativitas seninya sejak muda remaja hingga kini. Seperti tersimak pula dalam bukunya yang terbaru "Razzia Agustus dan cerita-cerita lainnya".&lt;br /&gt;Selain sebagai penyair, penulis essei dan komentar, Sobron memang "tukang cerita". Cerita-ceritanya erat sekali dengan kenyataan kehidupan sehari-hari, dengan orang-orang dekatnya dengan wong cilik. Dengan yang memihak, membela dan memperjuangkan kehidupan lebih baik bagi wong cilik. Seringkali diungkapkannya dengan humoristis, juga dengan rasa simpati, kemesraan terhadap yang akrab dan kutukan terhadap pendurhaka atau kebiadaban. Jelujur itu memang wajar dari seorang sastrawan yang sejak semula tergolong "seniman engagé".&lt;br /&gt;Menelaah aktivitas-kreativitasnya, jelaslah bahwa Sobron telah turut aktip memberi sumbangan bagi khazanah sastra dan bagi perkembangan bahasa Indonesia.&lt;br /&gt;Kucerpen "Razzia Agustus" ini adalah sebagai sumbangannya yang terbaru, dan saya yakin bukan yang terakhir.&lt;br /&gt;Sambil menanti kreasi Sobron selanjutnya kepada pembaca saya persilakan.&lt;br /&gt;D.Tanaera&lt;br /&gt;Bab 112 :&lt;br /&gt;Daya Tarik Negeri Kapitalis&lt;br /&gt;Hampir tiga minggu saya di Holland selama bulan Juni ini. Banyak kejadian dan berita yang mendunia. Pertandingan perebutan kejuaraan-dunia sepakbola se Eropa, dibicarakan dan ditonton orang ratusan juta melalui televisi. Masing-masing orang punya keberpihakannya, punya favoritnya sendiri. Punya idolanya sendiri. Tentang sepakbola ini saja, banyak resto, pertokoan, bar, cafe yang pada sepi, kurang pelanggan datang karena orang-orang pada asyik nonton bola. Terkadang jalanan yang biasanya ramai, ketika adanya atau dimulainya atau sedang ramai-ramainya pertandingan, orang-orang mengumpul di ruangan tertentu yang ada televisinya, dan bersama-sama, ramai-ramai nonton pertandingan. Ini makan-waktu mingguan lamanya. Apa ini? Ini juga salahsatu jalan buat cari uang, mengumpulkan uang, mengeduk keuntungan tertentu. Pihak televisi, hotel, pengangkutan, iklan, rumah atau kamar-sewaan, panen uang. Pemasukan keuangan bagi badan-badan yang memang "tukang cari uang", adalah masa panen yang berlipat ganda. Belum lagi bandar-judi, taruhan, perjudian gelap.&lt;br /&gt;Lalu berita besar lainnya yang juga mendunia, sebuah truk-trailer besar ketika akan melewati antara Belanda dan Belgia, Perancis, buat nyeberang ke Dover, daerah Inggeris, dirazzia, digeledah karena dicurigai. Katanya, ketika akan membayar bea-masuk, petugasnya membayar dengan uang likid, uang kontan. Padahal biasanya orang-orang akan selalu membayar dengan kartu-kredit atau cheque atau sejenis kartu-lainnya. Petugas pelabuhan mulai mencurigai trailer itu. Maka segeralah petugas pelabuhan berhubungan dengan polisi setempat, buat memeriksa trailer itu, apa isinya, mengapa begitu aneh cara masuk dan cara bayar ongkosnya.&lt;br /&gt;Maka trailer, truk-gandengan itu dibongkar dari belakang, dengan kekerasan dan paksa. Tampak jelaslah, seonggokan manusia bertimbun mati lemas. Setelah dilihat dan dihitung, penumpang truk-gandengan itu ada 60 orang. 58 orang sudah mati kaku, sedangkan dua orang lagi masih bisa diselamatkan. Dan pada akhirnya dua orang ini diselamatkan dan dengan ketat "dipelihara" buat jadi bukti dan jadi kunci buat membuka rahasia yang menggemparkan itu. 60 orang itu kesemuanya orang Tiongkok, telah begitu jauh membawakan diri dalam perjalanan yang berliku-liku. Melewati Rusia, Cheko, dan Belanda, buat nyeberang ke Inggeris. Mereka rata-rata telah membayar sampai puluhan ribu dolar AS seorang buat menyeberang dan mencari kerja serta hidup di Inggeris. Mungkin saja sudah banyak yang masuk Belanda, atau Belgia atau Perancis.&lt;br /&gt;Ini sebuah sindikat besar, mafia yang sangat kuat. Berhubungan dengan penjualan dan jual-beli paspor palsu, sogok-menyogok. Kalau memperhitungan uang sogokannya saja, maka dapat diperkirakan, pendatang atau "para pencari kerja" ini bukanlah orang biasa. Atau yang "memperjual-belikan orang/manusia" ini bukanlah sebagai sindikat atau mafia kelas teri, tapi kelas kakap, bahkan bisa kelas cucut.&lt;br /&gt;Mau ke mana mereka? Mau cari kerja dan cari hidup di negeri kapitalis. Mengapa? Banyak bukti, sesusah-susahnya dan seberat-beratnya hidup dan bekerja banting-tulang di negeri kapitalis, tetap saja masih bisa hidup, tetap saja masih bisa kirim uang ke negeri leluhurnya, negeri asalnya. Sama saja dengan TKI atau TKW yang bekerja di negeri-negeri Arab, Singapura, Hongkong dll. Ditipu, dihisap, ditindas, diperkosa, tetap saja berjubel buat jadi tenaga kerja-kasar di negeri itu. Tokh tetap masih bisa kirim uang ke desa dan kampungnya, dan bahkan ada yang bisa dan mampu membangun rumah, rumah gedongan lagi.&lt;br /&gt;Apakah mereka tidak tahu, bahwa di negeri kapitalis itu juga bukan main hebatnya penindasan, dan penghisapan, kerja mati-matian, banting-tulang, terkadang tanpa perlindungan-kerja? Mereka tahu, mereka mendengar bahkan cukup banyak pengalaman dari teman-temannya. Tetapi mereka tidak perduli. Untung-untungan, namanya juga orang cari makan, orang cari hidup. Ini artinya di tanahairnya sendiri sudah sangat sulit buat mencari kehidupan, sangat sulit buat hidup minimum dengan rasa aman dan terlindungi. Sebab kalau wajar-wajar saja, takkan mau mereka menukarkan jiwanya, taruhan nyawanya, dengan sekedar bisa belanja menanggung kehidupan secara minimal saja. Daya tarik kehidupan di negeri kapitalis tampaknya sangat luarbiasa, biarpun penghisapan dan penindasannya juga luarbiasa. Tetapi tentulah mereka membandingkan, memperhitungkan akan untung-ruginya hidup di antara kedua tanah itu. Tanah-air mereka sendiri dan tanah-air asing, negeri kapitalis itu sendiri.&lt;br /&gt;Ketika puluhan tahun atau belasan tahun yang lalu, di mana blok negeri sosialis masih cukup berjaya, maka perbandingan mana yang beratsebelah, yang banyak didatangi orang. Apakah atau banyak mana yang melarikan diri atau masuk menyelundupkan diri, apakah orang-orang dari negeri kapitalis masuk atau melarikan diri ke negeri sosialis, ataukah orang-orang negeri sosialis yang melarikan diri dan masuk ke negeri kapitalis? Tampaknya jauh lebih banyak orang-orang dari negeri sosialis yang melarikan diri dan masuk ke negeri kapitalis. Bahkan berani menantang dengan mempertaruhkan nyawa dan jiwaraga, menyeberangi lautan yang paling ganas sekalipun, berani menaiki dan memanjat tembok-Berlin, berani menjadi boat-people segala, berani dan siap mati ditembak. Mengapa semua ini?&lt;br /&gt;Hanya buat mencari kerja dan kehidupan yang sudah diperhitungkannya akan cukup lebih menguntungkan daripada di negerinya sendiri. Persoalan ini sebenarnya, seharusnya menjadi persoalan negara tertentu yang warganegaranya begitu berani dan nekad hijrah ke negeri orang lain. Karena negerinya sendiri sudah tak bisa, tak mampu memberi kehidupan bagi warganegaranya sendiri. Terkadang bukan hanya dari soal keuangan dan perekonomian saja, tetapi cukup banyak karena masalah politik. Tidak ada jaminan keamanan, tidak ada hukum, tidak ada keadilan. Tempat yang paling tidak adil yalah pengadilan dan mahkamah-agung, tempat yang paling banyak korupsi malah di kementerian keuangan, dan bank, pusat-pusat terbasah seperti pabean, imigrasi, bea-cukai, di mana banyak uang ke luar-masuk, lalulintas keuangan.&lt;br /&gt;Yang paling banyak menderita, kemiskinan, ketidakberdayaan, kemelaratan, adalah orang-orang, penduduk dan rakyat yang samasekali tak punya jalur-hukum, tak punya andalan apapun, baik kenalan maupun keluarganya. Maka terkadang bisalah dimengerti, daripada mereka hidup tak menentu tanpa tahu kapan akan mati dan kapan akan jadi korban penangkapan, korban penculikan, korban penipuan, apakah mereka akan diam saja, tidak mencari jalan lain?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Paris 29 Juni 2000,-PUISI TENTANG KAYA&lt;br /&gt;Orang miskin kaya akan harapan&lt;br /&gt;Orang kaya sungguh menggunung&lt;br /&gt;harta benda rumah dan tanah&lt;br /&gt;Timor Timur kaya akan pembunuhan.&lt;br /&gt;Suharto - Habibi kaya akan korupsi&lt;br /&gt;tapi sangat miskin akan demokrasi&lt;br /&gt;RI - Orba - TNI kaya akan pembunuhan&lt;br /&gt;tapi sangat miskin akan keadilan.&lt;br /&gt;Rakyat Indonesia kaya akan penderitaan&lt;br /&gt;kaum atasan, elite, kaya akan penipuan&lt;br /&gt;pemimpin kaya akan tipu-daya&lt;br /&gt;Aceh - Timor Timur kaya akan korban pembunuhan.&lt;br /&gt;Yau, saudaraku, kita sungguh kaya&lt;br /&gt;yang satu dengan harapan-harapan&lt;br /&gt;doa-doa dan minta-minta&lt;br /&gt;yang lain dengan tipu-daya dengan korupsi&lt;br /&gt;pembunuhan, penyiksaan, setiap hari, setiap hari.&lt;br /&gt;Inilah kekayaan kita&lt;br /&gt;yang satu dengan harapan-harapan, angan-angan, cita-citaBerhati-hatilah&lt;br /&gt;Jangan dilihat ketika dia jatuh&lt;br /&gt;tapi rasakan dan saksikan cakar-cakar&lt;br /&gt;merayapi urat-urat kehidupan&lt;br /&gt;yang tetap saja masih bersikukuh.&lt;br /&gt;Memang dia pandai dan lihay&lt;br /&gt;jatuhnya karena ferormasi&lt;br /&gt;tapi diam-diam dia turut - ikut&lt;br /&gt;menyelinap di barisan reformasi&lt;br /&gt;namun demikian yang namanya burung gagak&lt;br /&gt;di mana-mana tetap hitam&lt;br /&gt;di mana-mana tetap makan bangkai.&lt;br /&gt;Kini jadi begitu banyak yang namanya reformasi&lt;br /&gt;ada yang mengandung tebu&lt;br /&gt;ada yang mengandung tuba&lt;br /&gt;ada yang bermadu&lt;br /&gt;ada yang bersida&lt;br /&gt;lalu apa itu namanya reformasi&lt;br /&gt;kalau tetap saja anti-Cina&lt;br /&gt;kalau tetap saja anti-Kristen&lt;br /&gt;kalau tetap saja anti-marxis&lt;br /&gt;yang padahal semua itu kesatuan tubuh bangsa&lt;br /&gt;yang padahal cabang dan ranting serta daun-daun ilmu.&lt;br /&gt;Lepaskan tahanan demi kebaikan reformasi&lt;br /&gt;tapi yang PRD dan yang "gula 30 sekilo" tunggu dulu&lt;br /&gt;tunggu burung gagak selesai merengguti daging&lt;br /&gt;dari tulang-tulang mayat&lt;br /&gt;ya, reformasi, kini kau jadi begitu banyak&lt;br /&gt;aliran dan tapsiran&lt;br /&gt;begitu banyak gagak-gagak berlindung jadi burung gereja&lt;br /&gt;beterbangan manis,lucu dan menyenangkan&lt;br /&gt;padahal kau tidak lucu,sangat menyebalkan,membencikanBALI - satu&lt;br /&gt;Tetap saja yang terlihat&lt;br /&gt;yang selalu dulu-dulu&lt;br /&gt;bagaikan plat gramofone&lt;br /&gt;berputar-putar jalan di tempat.&lt;br /&gt;Krismon dan krisnom&lt;br /&gt;resto penuh, pasar padat, hotel perang harga&lt;br /&gt;orang-orang menjilati es rim&lt;br /&gt;pesta babi-guling dan bule-bule&lt;br /&gt;bergelamparan berjemur badan&lt;br /&gt;dengan susu menggunung menantang.&lt;br /&gt;Bule-bule simpang-siur saling senyum&lt;br /&gt;jual-beli barang haram&lt;br /&gt;ke luar masuk warung tattuage&lt;br /&gt;jeprat-jepret ketika ritual agama&lt;br /&gt;tiada perduli adat setempat&lt;br /&gt;mahapenting : kepuasan mata, hati, dan perut&lt;br /&gt;melayu pribumi tak lagi saling hormat&lt;br /&gt;berburu duit memang tak perlu ada-beradat.&lt;br /&gt;Tertegun diri : inikah Bali&lt;br /&gt;yang katanya surgawi di bumi?&lt;br /&gt;Seakan Bali bukan lagi milik pribumi&lt;br /&gt;bule-bule betapa sudah&lt;br /&gt;mengangkangi dan melecehkan budaya luhur&lt;br /&gt;di sarang-sarang foya elite&lt;br /&gt;rupiah benar-benar anjlok dan luntur&lt;br /&gt;sedangkan dollar menjadi raja alat-ukur&lt;br /&gt;tampaknya adat dan budaya serta seni&lt;br /&gt;seakan terpatung tegak demi dollar.&lt;br /&gt;Tampaknya Bali benar-benar campur berbaur&lt;br /&gt;entah kepunyaan siapa&lt;br /&gt;antara bule dan pribumiBALI - dua&lt;br /&gt;Ombak mengalun&lt;br /&gt;dan angin silir-silir menjamah&lt;br /&gt;pucuk puncak kelapa&lt;br /&gt;lalu berderai daun-daun&lt;br /&gt;bagaikan gerak memetik senar kecapi,-&lt;br /&gt;Dari jauh terdengar merdunyi suling&lt;br /&gt;masih berdaya getar : gendang dan gending&lt;br /&gt;tiba-tiba saja cacat di mata tua ini&lt;br /&gt;terdengar ribut-ribut antara bule&lt;br /&gt;karena berebut cewek&lt;br /&gt;tak cocok harga lalu menyalahkan pribumi.&lt;br /&gt;Semuanya yang dulu-dulu&lt;br /&gt;memang masih adaBALI - duapuluh satu&lt;br /&gt;Orang-orang, pejabat-pejabat&lt;br /&gt;koran-koran menulis setiap hari&lt;br /&gt;tentang Bank Bali, lagi-lagi Bank BaliBALI - sebelas&lt;br /&gt;Tekukur - perkutut bernyanyi manggut-manggut&lt;br /&gt;beterbangan antara pucuk bougenvil&lt;br /&gt;membuka hari menulisi pagi&lt;br /&gt;orang-orang siap ke kantor&lt;br /&gt;pejabat - pegawai - eksekutif siap&lt;br /&gt;dengan bagan-bagan, rencana-rencana korupsi.&lt;br /&gt;Pedagang-besar, pedagang-kecil, kakilima, asongan&lt;br /&gt;siap dengan rencana paksaan dan bujukan&lt;br /&gt;penjaja seks dengan rencana memulas senyuman&lt;br /&gt;agar harta kecil sedikit membesar&lt;br /&gt;siapa tahu mampu membuka kredit rumah&lt;br /&gt;siapa tahu diboyong cowok Eropa.&lt;br /&gt;Mentari mulai meninggi&lt;br /&gt;berapa dapat hari ini?&lt;br /&gt;Resto dan hotel penuh pelanggan&lt;br /&gt;sayang sang boss bukan bangsa sendiri&lt;br /&gt;orang Bali selalu makan gaji&lt;br /&gt;pada bangsa pendatang&lt;br /&gt;orang Timor Timur selalu makan gaji dan kena aniaya&lt;br /&gt;preman baju-hijau&lt;br /&gt;pendatang dari Jawa&lt;br /&gt;yang satu wangsa Eropa&lt;br /&gt;yang satu orang dewek.&lt;br /&gt;Sanur 4 Agustus 1999,-&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;sedang orang-orang Bali di Bali sendiri&lt;br /&gt;tak tahu dan tak mengerti&lt;br /&gt;mengapa mereka bicara tentang Bank Bali&lt;br /&gt;yang orang Bali sendiri tidak ambil perduli.&lt;br /&gt;Perkara korupsi?&lt;br /&gt;Mungkin obat mujarab&lt;br /&gt;hanyalah revolusi&lt;br /&gt;juga pesemaian subur demokrasi&lt;br /&gt;takkan bersemi tanpa revolusi!&lt;br /&gt;Ngurah Rai 13 Agustus 199&lt;br /&gt;tapi hanya semata tinggal&lt;br /&gt;remah-remah sisa belaka!&lt;br /&gt;Kuta 31 Juli 1999,-&lt;br /&gt;kebutuhan perdagangan&lt;br /&gt;tak perlu apa dan bagaimana&lt;br /&gt;terpenting dan pokok : fulus tetap raja utama.-&lt;br /&gt;Nusa Dua 30 Juli 99,-&lt;br /&gt;masih juga tetap ingin,masih ingin,masih mau&lt;br /&gt;mau terus menunggangi kami&lt;br /&gt;bagaikan bandot kebelet-kesemsem,terus masih mau&lt;br /&gt;menghisap,menipu,menghina,dan melecehkan kami&lt;br /&gt;padahal katanya kau sudah jatuh&lt;br /&gt;ternyata cakar-cakarmu tetap saja masih kukuh,-&lt;br /&gt;11 Juni 1998&lt;br /&gt;yang lain setiap hari bersiasat buat menipu kita,-&lt;br /&gt;Paris 13 September 1999,-&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Erobar, Oktober 1992&lt;br /&gt;Paris, Juni 1991&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! Answers&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----Lampiran Inline Disertakan-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;{\rtf1\adeflang1025\ansi\ansicpg1252\uc1\adeff0\deff0\stshfdbch0\stshfloch0\stshfhich0\stshfbi0\deflang1033\deflangfe1033{\fonttbl{\f0\froman\fcharset0\fprq2{\*\panose 02020603050405020304}Times New Roman;}{\f1\fswiss\fcharset0\fprq2{\*\panose 020b0604020202020204}Arial;}&lt;br /&gt;{\f36\fscript\fcharset0\fprq2{\*\panose 030f0702030302020204}Comic Sans MS;}{\f47\froman\fcharset238\fprq2 Times New Roman CE;}{\f48\froman\fcharset204\fprq2 Times New Roman Cyr;}{\f50\froman\fcharset161\fprq2 Times New Roman Greek;}&lt;br /&gt;{\f51\froman\fcharset162\fprq2 Times New Roman Tur;}{\f52\fbidi \froman\fcharset177\fprq2 Times New Roman (Hebrew);}{\f53\fbidi \froman\fcharset178\fprq2 Times New Roman (Arabic);}{\f54\froman\fcharset186\fprq2 Times New Roman Baltic;}&lt;br /&gt;{\f55\froman\fcharset163\fprq2 Times New Roman (Vietnamese);}{\f57\fswiss\fcharset238\fprq2 Arial CE;}{\f58\fswiss\fcharset204\fprq2 Arial Cyr;}{\f60\fswiss\fcharset161\fprq2 Arial Greek;}{\f61\fswiss\fcharset162\fprq2 Arial Tur;}&lt;br /&gt;{\f62\fbidi \fswiss\fcharset177\fprq2 Arial (Hebrew);}{\f63\fbidi \fswiss\fcharset178\fprq2 Arial (Arabic);}{\f64\fswiss\fcharset186\fprq2 Arial Baltic;}{\f65\fswiss\fcharset163\fprq2 Arial (Vietnamese);}{\f407\fscript\fcharset238\fprq2 Comic Sans MS CE;}&lt;br /&gt;{\f408\fscript\fcharset204\fprq2 Comic Sans MS Cyr;}{\f410\fscript\fcharset161\fprq2 Comic Sans MS Greek;}{\f411\fscript\fcharset162\fprq2 Comic Sans MS Tur;}{\f414\fscript\fcharset186\fprq2 Comic Sans MS Baltic;}}{\colortbl;\red0\green0\blue0;&lt;br /&gt;\red0\green0\blue255;\red0\green255\blue255;\red0\green255\blue0;\red255\green0\blue255;\red255\green0\blue0;\red255\green255\blue0;\red255\green255\blue255;\red0\green0\blue128;\red0\green128\blue128;\red0\green128\blue0;\red128\green0\blue128;&lt;br /&gt;\red128\green0\blue0;\red128\green128\blue0;\red128\green128\blue128;\red192\green192\blue192;}{\stylesheet{\ql \li0\ri0\widctlpar\aspalpha\aspnum\faauto\adjustright\rin0\lin0\itap0 \rtlch \af0\afs24\alang1025 \ltrch &lt;br /&gt;\fs24\lang1033\langfe1033\cgrid\langnp1033\langfenp1033 \snext0 Normal;}{\*\cs10 \additive \ssemihidden Default Paragraph Font;}{\*&lt;br /&gt;\ts11\tsrowd\trftsWidthB3\trpaddl108\trpaddr108\trpaddfl3\trpaddft3\trpaddfb3\trpaddfr3\trcbpat1\trcfpat1\tscellwidthfts0\tsvertalt\tsbrdrt\tsbrdrl\tsbrdrb\tsbrdrr\tsbrdrdgl\tsbrdrdgr\tsbrdrh\tsbrdrv &lt;br /&gt;\ql \li0\ri0\widctlpar\aspalpha\aspnum\faauto\adjustright\rin0\lin0\itap0 \rtlch \af0\afs20 \ltrch \fs20\lang1024\langfe1024\cgrid\langnp1024\langfenp1024 \snext11 \ssemihidden Normal Table;}}{\*\latentstyles\lsdstimax156\lsdlockeddef0}&lt;br /&gt;{\*\rsidtbl \rsid2712162\rsid11679629}{\*\generator Microsoft Word 11.0.5604;}{\info{\author MTs Ma'arif Dondong}{\operator MTs Maarif Wates}{\creatim\yr2008\mo1\dy17\hr13\min50}{\revtim\yr2008\mo1\dy17\hr14\min24}{\printim\yr2008\mo1\dy17\hr14\min24}&lt;br /&gt;{\version3}{\edmins24}{\nofpages22}{\nofwords4652}{\nofchars26517}{\*\company Dondong Bendungan Wates Kp}{\nofcharsws31107}{\vern24689}}\ltrsect \widowctrl\ftnbj\aenddoc\noxlattoyen\expshrtn\noultrlspc\dntblnsbdb\nospaceforul\hyphcaps0\horzdoc\dghspace120&lt;br /&gt;\dgvspace120\dghorigin1701\dgvorigin1984\dghshow0\dgvshow3\jcompress\viewkind4\viewscale75\nolnhtadjtbl\rsidroot2712162 \fet0\ltrpar \sectd \ltrsect\linex0\sectdefaultcl\sftnbj {\*\pnseclvl1\pnucrm\pnqc\pnstart1\pnindent720\pnhang {\pntxta .}}&lt;br /&gt;{\*\pnseclvl2\pnucltr\pnqc\pnstart1\pnindent720\pnhang {\pntxta .}}{\*\pnseclvl3\pndec\pnqc\pnstart1\pnindent720\pnhang {\pntxta .}}{\*\pnseclvl4\pnlcltr\pnqc\pnstart1\pnindent720\pnhang {\pntxta )}}{\*\pnseclvl5\pndec\pnqc\pnstart1\pnindent720\pnhang &lt;br /&gt;{\pntxtb (}{\pntxta )}}{\*\pnseclvl6\pnlcltr\pnqc\pnstart1\pnindent720\pnhang {\pntxtb (}{\pntxta )}}{\*\pnseclvl7\pnlcrm\pnqc\pnstart1\pnindent720\pnhang {\pntxtb (}{\pntxta )}}{\*\pnseclvl8\pnlcltr\pnqc\pnstart1\pnindent720\pnhang {\pntxtb (}&lt;br /&gt;{\pntxta )}}{\*\pnseclvl9\pnlcrm\pnqc\pnstart1\pnindent720\pnhang {\pntxtb (}{\pntxta )}}\pard\plain \ltrpar\ql \li0\ri0\nowidctlpar\faauto\rin0\lin0\itap0 \rtlch \af0\afs24\alang1025 \ltrch \fs24\lang1033\langfe1033\cgrid\langnp1033\langfenp1033 {\rtlch &lt;br /&gt;\af1\afs28 \ltrch \f36\fs28\insrsid2712162\charrsid2712162 Sastrawan dan Sastra yang Terpinggir&lt;br /&gt;\par &lt;br /&gt;\par Sudah menjadi kenyataan selama kekuasaan Suharto - Orba, lebih 30 tahun, ada suatu bagian dalam kehidupan bangsa ini yang terasa hilang. Yang hilang atau dengan istilah lebih moderatnya, terpinggir, yalah tidak munculnya atau dilarang munculnya sastrawan &lt;br /&gt;dan sastra yang dianggap berasal dari Lekra. }{\rtlch \af1\afs28 \ltrch \f36\fs28\insrsid2712162\charrsid11679629 Semua buku atau tulisan yang berbentuk buku dan siaran, dilarang oleh penguasa Suharto - Orba. }{\rtlch \af1\afs28 \ltrch &lt;br /&gt;\f36\fs28\lang1053\langfe1033\langnp1053\insrsid2712162\charrsid2712162 Siapa saja dan apa saja hasil sastra yang dilahirkan pada zaman yang dianggap Orla dan yang dianggap Lekra, dilarang &lt;br /&gt;beredar, dilarang terbit. Kalaupun terbit dengan "gelap-gelapan", maka sudah dipersiapkan seperangkat undang-undang dan peraturannya buat melarangnya. Kejaksaan Agung akan memanggil sumbernya. Hal ini berkali-kali pernah dialami penerbitan Hasta Mitra kar&lt;br /&gt;ena berani-beraninya menerbitkan karya Pramoedyua Ananta Toer. Tapi sebagaimana Pram, sebagai pengarang dan salah seorang pengurus penerbitan itu tidak pernah menggubris larangan. "Tutup buku" dengan semua aparat penguasa demikian Pram.&lt;br /&gt;\par &lt;br /&gt;\par Sebenarnya Pram jug&lt;br /&gt;a banyak menemui pemboikotan, dari sana sini, dari berbagai pihak. Dia pernah tidak diakui sebagai pengarang Indonesia, paling-paling hanya sebagai pengarang Lekra saja. Tetapi Pram terlalu besar, terlalu hebat, terlalu luarbiasa untuk tidak diakui dan un&lt;br /&gt;t&lt;br /&gt;uk dipinggirkan. Tidak diakui dan dilarang terbit di negaranya sendiri,tetapi di negara lain, luarnegeri sudah siap menampung, menerbitkan dan menterjemahkannya. Oleh kalangan kritikus yang berbobot paus dan yang sedang-sedang saja, pernah Pram mendapati &lt;br /&gt;pengalaman seakan-akan tidak diperdulikan, tidak dibicarakan, tidak masuk catatan, tidak masuk daftar sebagai pengarang Indonesia,- dia hanyalah pengarang Lekra yang terlarang itu.&lt;br /&gt;\par &lt;br /&gt;\par Oleh terlalu besarnya, dan terlalu hebatnya Pram, yang karyanya melebihi sa&lt;br /&gt;strawan manapun, yang sudah diterjemahkan dalam 28 bahasa asing, dan juga sudah berkali-kali termasuk calon, nominasi penerima Hadiah Nobel Sastra Dunia, maka "mau tak mau, dan terpaksa" kalangan dalam negeripun juga lalu turut membicarakan Pram sebagai s&lt;br /&gt;a&lt;br /&gt;strawan Indonesia! Dan Pram dengan segala perjuangan yang pahit, tapi ulet, selalu menang! Lalu sampai A. TEEUW-pun turut mau juga membicarakannya. Dulu sebelum adanya kemelut peristiwa-gelap bangsa ini, Pram termasuk sastrawan Indonesia. Tetapi begitu te&lt;br /&gt;r&lt;br /&gt;jadi peristiwa 1965, lalu keberadaan Pram mau dihapuskan sejarah, sejarah mereka! Nyatanya tidak bisa. Pram dengan kehebatan, keluarbiasaan karyanya, adalah orang nomor satu sastrawan Indonesia yang sudah terdaftar di kalangan pemberi Hadiah Nobel Sastra &lt;br /&gt;Dunia. Pram terlalu besar buat diremehkan, buat tidak dibicarakan, buat dipinggirkan!&lt;br /&gt;\par &lt;br /&gt;\par Tetapi sebenarnya masih ada "pram-pram kecil yang berkeliaran dan kelayaban" di tanah rantau atau di dalam negerinya sendiri. Hanya akibat kerusakan dan perusakan dan day&lt;br /&gt;a rusak serta daya keterbelakangan rezim Suhartro - Orba, sangat sulit buat mereka bisa memasuki gelanggang dan arena. Masih banyak karya yang terpendam di laci, di lemari dan masih banyak naskah tulisan, yang orang tidak mau, tidak berani menerbitkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak "matapencaharian" penulis, sasterawan di dalam negeri yang mengerjakan terjemahan atau tulisan aslinya. Kalaupun ada yang mau dan berani menerbitkannya, ada syarat yang harus dipenuhi penulis atau penterjemahnya, nama harus diubah, harus nama samar&lt;br /&gt;an! Kenapa? Penerbit dan toko-buku tidak mau menanggung risiko kerugian material apalagi kerugian moral. Karena takut ketahuan dan lalu dilarang bahkan bisa ditangkap penguasa. Kalau sudah begini artinya tertutuplah semua lubang dan celah-celah kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;\par &lt;br /&gt;\par Ada lagi istilah ngenyek buat hasil sastra yang berbau progresif dan maju, yang disebut juga kiri. Termasuk seorang penyair kenamaan-pun pernah terkena ejekan ini, yaitu WS. Rendra. Ada yang mengatakan, kalau hanya begitu saja sih, maka hasil sastra begit&lt;br /&gt;uan bisa disebut "sastra poster" "sastra pamphlet", "sastra pesanan" dan bermacam sebutan tidak enak demi menolak sastra yang menyatakan, kebenaran tetapi dengan cara-cara baru.&lt;br /&gt;\par &lt;br /&gt;\par Kalangan tertentu tetap menyebutkan pengarang Lekra atau sastrawan Lekra buat &lt;br /&gt;sebutan kepada Agam Wispi, HR Bandaharo, Joebar Ajoeb, dan yang lainnya. Tidak disebutkan bahwa mereka juga adalah pengarang dan sastrawan Indonesia! Kenapa tidak menyebutkan Sitor Situmorang sebagai pengarang dan sastrawan LKN? Kenapa tidak menyebutkan T&lt;br /&gt;a&lt;br /&gt;ufik Ismail sebagai pengarang Manikebu, atau Asrul Sani sebagai pengarang Lesbumi? Mereka disebutkan sebagai pengarang dan sastrawan Indonesia, bukan dari "kandang mereka yang dikotakkan". Sedangkan orang-orang Lekra dikandangkan, disempitkan, dipinggirka&lt;br /&gt;n.&lt;br /&gt;\par &lt;br /&gt;\par Semua mereka yang dituliskan di atas adalah sastrawan Indonesia, bukan sastrawan Lekra, LKN maupun Manikebu ataupun Lesbumi. Mereka mengangkat harkat bangsa dan negara, tidak terdapat pandangan yang begitu sempit dalam karangan mereka. Apa yang selalu d&lt;br /&gt;iangkat dalam karya Pram? Tidak secuilpun yang "menjelekkan dan menyudutkan kekuasaan yang sekarang ini". Yang ditulisnya adalah sejarah perjalanan bangsa ini, bahkan sejarah budaya dan adat istiadat jauh di belakang kita. Bahwa akhirnya penguasa merasaka&lt;br /&gt;n&lt;br /&gt;itu adalah sindiran, permisalan, adalah soal lain. Kata peribahasa kampung kami " siapa yang terkena dialah yang merasa pedas dan sakit". Dan tulisan Pram adalah secara umum, bukannya dicari-cari, dan memang ada sejarahnya. Lihat misalnya tetralogi tulis&lt;br /&gt;an selama di Pulau Buru itu yang memang ada bahan sejarahnya, apalagi Arus Balik dan Arok Dedes.&lt;br /&gt;\par &lt;br /&gt;\par Akibat semua kekangan, semua dan selama kekuasaan Suharto - Orba, daya rusak dan keterbelakangan perjalanan bangsa ini benar-benar mengalami setback yang luarb&lt;br /&gt;iasa. Yang paling dirasakan oleh sastrawan yang dipinggirkan ini, yang masih kelayaban di tanah pengasingan, maupun yang ada dalam negeri, betapa susahnya, betapa sulitnya memasuki "dunia-resmi" dan yang bisa dan biasa tercatat dihadapan masyarakat umum, &lt;br /&gt;d&lt;br /&gt;i depan audience. Karya dan tulisan mereka sangat sulit diorbitkan, sangat sakit buat orang mengumumkannya. Karena berbagai halangan dan pikiran yang masih membelenggu akibat perjalanan sejarah-gelap baru-baru ini. Dan "nasib" sastrawan dan sastra yang te&lt;br /&gt;rpinggirkan itu, buat memunculkan diri saja bukan main harus menerobos begitu banyak penghalang. Semoga saja dengan keuletan yang juga harus luarbiasa, akan datang kembali "anak yang pernah hilang" selama lebih 30 tahun dulu itu.&lt;br /&gt;\par &lt;br /&gt;\par }{\rtlch \af1\afs28 \ltrch \f36\fs28\lang1035\langfe1033\langnp1035\insrsid2712162\charrsid11679629 Paris 18 Mei 2000untuk:&lt;br /&gt;\par keluargaku,&lt;br /&gt;\par sahabat,&lt;br /&gt;\par teman dan kenalan&lt;br /&gt;\par serta kampung halaman.&lt;br /&gt;\par }{\rtlch \af1\afs28 \ltrch \f36\fs28\lang1053\langfe1033\langnp1053\insrsid2712162\charrsid2712162 Jumpa Lawan I&lt;br /&gt;\par &lt;br /&gt;\par Abubakar orangnya gemuk. Banyak omong, suka berkelakar. Ramah dan karenanya banyak kawan. Orang kampung kami menggelarinya, Akai. Penduduk kampung kami lazim memberi ragam gelar kep&lt;br /&gt;ada orang; nama Ismail misalnya pasti dipanggil: Meng. Yang namanya Harpan atau Arpan, akan selalu digelari Lepuk, ikan buntal yang sisiknya tajam, beracun. Begitulah pula kaum wanita, yang nama ujungnya ah akan berubah meniadi ot, misalnya saja Halimah j&lt;br /&gt;adi Halimot; Nerisah menjadi Nerisot, dan Isah jadi Isot.&lt;br /&gt;\par &lt;br /&gt;\par }{\rtlch \af1\afs28 \ltrch \f36\fs28\lang1035\langfe1033\langnp1035\insrsid2712162\charrsid11679629 Nah, kembali pada si Akai alias Abubakar tadi. }{\rtlch \af1\afs28 \ltrch \f36\fs28\lang1053\langfe1033\langnp1053\insrsid2712162\charrsid2712162 &lt;br /&gt;Dia ini sering singgah ke rumah kami di Gondangdia, bersama istrinya. Teman hidupnya itu cantik rupawan, keturunan Cina; kata orang banyak, si Elly itu&lt;br /&gt;asal Singapura. Kabarnya dulu Akai pernah merantau ke Singapura, lalu didapatnya Elly, Cina cantik itu. Kalau sudah berkisah tentang masa-masa tersebut, bukan keoalang bersemangatnya Akai.&lt;br /&gt;\par &lt;br /&gt;\par Dengan lancar Akai bertutur tentang kejadian antara tahun 1946 hingga awal 1948, masa ia menjadi anggota gerilya dan turut mencari senjata ke Singapura dan Hongkong. Tak lupa diselipkannya juga, bahwa yang memimpin penyelundupan ke Singapura dan Hongkong &lt;br /&gt;t&lt;br /&gt;ersebut adalah Dr. A.K. Gani. Siapa pula yang tak kenal Adnan Kapau Gani, orang Palembang-Bengkulu itu, pernah menteri lagi, bahkan pernah main dalam filem. Jadi Akai adalah anggota penyelundupan tadi, kabarnya ia membawa gula, rempah-rempah dan lainnya, &lt;br /&gt;untuk kemudian ditukar dengan senjata. Bila Akai tengah bercerita begini, lantas ada di antara kami yang bertanya ini-itu; bukan main senangnya hati Akai. Pasti pertanyaan itu berjawab.&lt;br /&gt;\par &lt;br /&gt;\par "Katanya ada penyelundup lain lagi yang bahkan punya kapal sendiri, juga untuk mencari senjata buat republik...", tukas seorang dari kami.&lt;br /&gt;\par }{\rtlch \af1\afs28 \ltrch \f36\fs28\lang1035\langfe1033\langnp1035\insrsid2712162\charrsid11679629 "O ya, itu kan untuk bagian timur. Alaahh... si Anu, siapa tu, aaa... si John Lie, dari Sulawesi. &lt;br /&gt;Mayor pangkatnya. Eeh, tahu juga kau rupanya", ujar Akai sambil memuji sedikit pada yang bertanya itu.&lt;br /&gt;\par "John Lie juga hebat rupanya, ia temanku. Terkadang kami sama-sama juga, tapi group kami tetap bersama pak Gani. Tahu kan Pak Gani, yang digelari "the greatest smuggler in Southeast Asia", penyelundup terbesar di Asia Tenggara", tambah Akai, &lt;br /&gt;sekaligus memperagakan bahasa Inggrisnya.&lt;br /&gt;\par &lt;br /&gt;\par Kami remaja tanggung usia limabelasan tersebut, senang juga mendengar cerita Akai, walau pun sedikit-sedikit kami paham juga bahwa Akai gemar membual, acap membohong. }{\rtlch \af1\afs28 \ltrch &lt;br /&gt;\f36\fs28\lang1053\langfe1033\langnp1053\insrsid2712162\charrsid2712162 Bahkan ada yang menamakan nya "si mulut besar", suka omong ged\'e9&lt;br /&gt;. Apalagi kalau bercerita tentang revolusi, tentang pertempuran, wah.... bukan main semangat, menggebu. Seolah-olah dialah yang paling berani.&lt;br /&gt;\par &lt;br /&gt;\par Anehnya, tak sekalipun kami tampak ia berseragam militer, atau bekerja di suatu kantor. Tak jel&lt;br /&gt;as apa pekerjaan sebenarnya. Yang pasti, Akai sering menginap di hotel, khususnya di Hotel Centraal di Jalan Citadel. Pernah juga di Hotel Des Indes, lalu Hotel Transaera, pokoknya masuk hotel, keluar hotel. Ada lagi kabar mengatakan,ia acap diusir kalau &lt;br /&gt;s&lt;br /&gt;udah terlalu lama tidak membayar ongkos menginap di hotelnya. Malah pernah diadukan ke pengadilan. Namun karena orangnya pandai bicara dan menggertak, cekatan jual obat, kata orang; misalnya menyebut menteri anu, komisaris polan adalah paman atau sahabatn&lt;br /&gt;y&lt;br /&gt;a, maka Akai selalu los dari penangkapan. Janganlah coba mengusik, mencari tahu, apalagi menyelidiki kebenaran cerita dari Akai, sebab kalau sudah tahu latar belakang ceritanya tersebut, tak ada lagi yang menarik dari omongannya itu. Justru karena ketidak&lt;br /&gt;tahuan kamilah, maka kami senang mendengar cerita-cerita Akai.&lt;br /&gt;\par &lt;br /&gt;\par Suatu kali Akai berkisah, ia naik kapai milik maskapai Belanda KPM, Jansens, namanya. Entah bagaimana awalnya, mendadak lampu kamar mandi Akai padam. Ia lantas mengamuk, lampu-lamu dan peralata&lt;br /&gt;n lain di kapal di pecahkannya. Kapten kapal tentu saja marah, dan menahan Akai dalam perjalanan dari Jakarta ke Tanjungpandan. Tapi di ruangan kapal khusus untuk anak-buah kapal tersebut, Akai malah menggugat sang Kapten. Akai mendakwa, katanya:&lt;br /&gt;\par "Tuan tah&lt;br /&gt;u, dalam tahun ini juga semua kapal KPM akan saya beli, akan kami ambil-alih. Ini saya rundingkan Pada Jenderal Karmono di Istana saat kami menghadap Bung Karno. Kalau Tuan mengakui kesalahan Tuan, dan berjanji memperbaiki pekerjaan Tuan demi kelancaran k&lt;br /&gt;erja kami di republik ini, niscaya Tuan akan saya pakai. Tuan boleh kerja seterusnya di kapal saya ini, nantinya. Ingat itu. Catat nama saya, dan Tuan boleh pikir baik-baik. Pulang ke Holland atau kerja dengan kami."&lt;br /&gt;\par Mendengar ucapan Akai, sang kapten gementar dan segera melepaskan Akai sembari mohon maaf.&lt;br /&gt;\par &lt;br /&gt;\par Akai sungguh punya bakat menggertak, ada tampang pula, gemuk gagah, dan fasih berdebat. Pandai menggunakan saat semisal pengambil-alihan kapal KPM menjadi milik maskapai republik, PELNI. Sehingga tanpa ra&lt;br /&gt;gu orang lekas percaya, konon dikaitkan pula dengan nama jenderal, dan kunjungannya ke Istana segala.&lt;br /&gt;\par &lt;br /&gt;\par Apabila Akai ke rumah dan kebetulan naik becak saja, ia sering memojokkan ayahku dengan berkata: "Bang, tolong bayarkan becakku, tak ada uang kecil." Dan ayah segera menyuruhku membayarkan becak itu.&lt;br /&gt;\par &lt;br /&gt;\par Akai segera mengobrol dengan ayah, sambil mmbunuh waktu menunggu makan siang. Terkadang istrinya Elly ikut serta mengobrol ke rumah kami. Obrolannya kebanyakan itu ke itu juga, perihal revolusi, pertempuran d&lt;br /&gt;i Jawa-Tengah Jawa-Barat,lalu penyelundupan bersama A.K. Gani tadi. Ayah mendengarkan saja, sesekali bertanya ini-itu.&lt;br /&gt;\par &lt;br /&gt;\par Padahal kami tak tahu apa kerja Akai, tinggalnya di hotel namun sering tak punya uang. Ada yang menyebutkan, pendapatannya kini adalah t&lt;br /&gt;abungan hasil menyelundup ke Singapura. Bahkan terbetik berita, istrinya ditawar-tawarkannya, karena dulu pun memang kerja begituan, dan sesungguhnya Elly asli Cina Hongkong. Macam-macam saja.&lt;br /&gt;\par &lt;br /&gt;\par Tapi satu hal yang jelas, Elly cantik dan di samping itu baik budi, jauh berbeda dengan watak suaminya. }{\rtlch \af1\afs28 \ltrch \f36\fs28\lang1035\langfe1033\langnp1035\insrsid2712162\charrsid11679629 &lt;br /&gt;Sang istri pun acap tak percaya akan obrolan suaminya, Akai. Ayah juga tidak percaya pada cerita Akai, namun tak pernah mengatakan bahwa Akai bohong atau omong-besar. Ayah tak pernah pula mencela apalagi memaki Aka&lt;br /&gt;i. Beliau tetap menerima baik kedatangan Akai dan istrinya. Ibuku pun ramah pada mereka. Hanya aku dan para kawanku meragukan cerita Akai.&lt;br /&gt;\par &lt;br /&gt;\par Cobalah pikir. Bila Akai berdatang ke rumah kami, selalu saja waktunya serba tanggung, misalnya pukul 11.00 dekat jam makan siang, atau pukul 18.00 menjelang makan malam. &lt;br /&gt;Akibatnya kami makan bersama kedua suami-istri itu. Walau ayah belum pulang dari sidang - sidang parlemen DPRS, Akai akan menunggunya dengan sabar Dan aku akan mendengarkan kembali obrolan Akai, yang k&lt;br /&gt;uladeni juga sembari asyik melirik Elly yang rasanya makin hari semakin cantik dalam pandanganku. }{\rtlch \af1\afs28 \ltrch \f36\fs28\lang1053\langfe1033\langnp1053\insrsid2712162\charrsid2712162 &lt;br /&gt;Maklum usiaku baru berangkat tujuh-belas, mudah bergetar bila berdekatan dengan wanita cantik harum.&lt;br /&gt;\par &lt;br /&gt;\par Demikianlah, suatu kali Akai berkisah yang agak seram. J&lt;br /&gt;aman revolusi. Pertempuran di sekitar Krawang. Seorang prajurit gerilya, kena tembakan Belanda. Namanya Sadri, kawan Akai sendiri. Lehernya luka parah, menganga karena peluru telah menembus bagian depan. Darah mengalir terus, dan Sadri jadi persoalan. Aka&lt;br /&gt;n&lt;br /&gt;dibawa, digotong, atau ditinggal saja? Pasukan republik yang menurut Akai dipimpinnya, harus segera lari. Aku harus cepat dan tegas mengambil keputusan, tambah Akai. Bagaimana cara "menyelamatkan" Sadri? Dengan mata penuh belas-kasihan dan mohon maaf, Ak&lt;br /&gt;ai sebagai komandan, mendekati Sadri yang bersimbah darah.&lt;br /&gt;\par &lt;br /&gt;\par Akai melanjutkan, saat itulah Sadri dengan suara terputus-putus dan perlahan berkata:&lt;br /&gt;\par "Pak Abubakar, lakukanlah apa yang baik. Segeralah akhiri penderitaan saya ini..." Dengan penuh sesal Akai meletakkan ujung revolver-nya di tentang jantung Sadri. Bunyi "dor" menyelesaikan penderitaan Sadri. Akai beserta pasukannya segera lari dari kejara&lt;br /&gt;n pasukan Belanda.&lt;br /&gt;\par &lt;br /&gt;\par Mendengarkan kisah tersebut, ibuku terlihat ngeri, tetapi Elly, istri Akai, nampak biasa mja. Ayah juga terlihat santai, sedikit senyum menganggukkan kepalanya. Aku yang sejak sekolah rakyat gemar membaca novel, segera ingat kisah begini&lt;br /&gt;Pernah kubaca. Seakan memecah keheningan, Elly berkata pada ayahku:&lt;br /&gt;\par "Alaah ... bang, tak usahlah percaya sama Bang Akai ini."&lt;br /&gt;\par "Ah, kau mana tahu. Ketika aku berjuang,bertempur dulu, kau kan masih kecil..," bela Akai pada kata-kata istrinya.&lt;br /&gt;\par "Dia bohong, bang," ujar Elly pada ayah.&lt;br /&gt;\par "Bang Akai suka berdusta, jangan percaya dia."&lt;br /&gt;\par Mendadak ayah menjawab :&lt;br /&gt;\par "Bukan hanya Akai yang suka bohong, sayapun mungkin lebih suka bohong dibanding Akai."&lt;br /&gt;\par "Mengapa begitu,bang? Rasaku tidak mungkin", saut Elly.&lt;br /&gt;\par "Ya...", kata ayah. "Selama ini saya sering membohongi Akai, sehingga Akai yakin betul bahwa saya percaya semua cerita Akai, padahal itu tidak benar. Kan saya lebih suka bohong daripada Akai," tambah ayah mengakhiri keheranan si cantik Elly.&lt;br /&gt;\par SOBRON AIDIT&lt;br /&gt;\par sastrawan engag\'e9&lt;br /&gt;\par &lt;br /&gt;\par Siapakah Sobron Aidit?&lt;br /&gt;\par Namanya berkaitan erat dengan nama lainnya yang terkenal sebagai politisi. Seorang politisi yang menjadi buruan kekuatan reaksioner di waktu terjadi Razzia Agustus (1951) dan pada akhir hidupnya menjadi korban pembunuhan yang tera&lt;br /&gt;mat keji setelah terjadinya Peristiwa 30 September '65. }{\rtlch \af1\afs28 \ltrch \f36\fs28\lang1035\langfe1033\langnp1035\insrsid2712162\charrsid11679629 Politisi itu tak lain kecuali abangnya sendiri : D.N. Aidit, Ketua CC PKI. }{\rtlch \af1\afs28 &lt;br /&gt;\ltrch \f36\fs28\lang1053\langfe1033\langnp1053\insrsid2712162\charrsid2712162 Salah seorang korban dari beratus-ratus ribu korban pembunuhan demi tegaknya rezim Orde Baru.&lt;br /&gt;\par &lt;br /&gt;\par Jika abangnya terkenal sebagai seorang politisi pembela wong cilik, maka Sobron yang dilahirkan 2 Juni 1934 di Belitung (Sumatera Selatan) itu sebagai seorang sastrawan. Pendidikannya dimulai dari H.I.S. sampai Universitas Indonesia Jakarta.&lt;br /&gt;\par &lt;br /&gt;\par Aktivitas secara umum?&lt;br /&gt;\par Sebagai guru di SMA &lt;br /&gt;Utama Salemba dan THHK (1954-1963), Guru Besar Sastra dan Bahasa Indonesia di Institut Bahasa Asing Beijing (1964). Sebagai wartawan Harian Rakyat (1955) dan Bintang Timur (1962). Sebagai pengurus Lembaga Persahabatan Indonesia-Tiongkok bersama prof. Dr. &lt;br /&gt;P&lt;br /&gt;rijono, lalu dengan Djawoto dan Henk Ngantung (1955 - 1958); pengurus Lembaga Persahabatan Indonesia-Vietnam bersama K.Werdoyo dan Nyak Diwan (1960 - 1962); pengurus BAPERKI bersama Siauw Giok-tjan dan Buyung Saleh (1960-1961). Sebagai pendiri "Seniman Se&lt;br /&gt;nen" bersama SM Ardan, Wim-Umboh dll; pendiri Akademi Sastra " Multatuli" bersama Prof. Bakri Siregar (1961-1963) dan akhirnya, salah seorang pendiri..."Restoran Indonesia" di Paris (1982).&lt;br /&gt;\par &lt;br /&gt;\par Kreativitas seni?&lt;br /&gt;\par Sobron mulai mengarang sejak umur 13 tahun. Kara&lt;br /&gt;ngannya yang mula-mula disiarkan yaitu cerpen berjudul "Kedaung" dalam majalah WAKTU Medan 1948. Di Jakarta secara kebetulan tinggal bersama-sama Chairil Anwar, yang berkat bimbingannya minat terhadap kesusastraan kian meluap. Sajak-sajak dan cerpen Sobro&lt;br /&gt;n&lt;br /&gt;dimuat dalam MIMBAR INDONESIA, ZENITH, KISAH, SASTRA (semua di bawah asuhan H.B. Jassin). Di majalah dan Harian SUNDAY COURIER, REPUBLIK, BINTANG TIMUR (BINTANG MINGGU),HARIAN RAKYAT,ZAMAN BARU, KENCANA, SIASAT, MUTIARA, dll. Dan dalam tahun-tahun belaka&lt;br /&gt;ngan ini, Sobron sebagai salah seorang pendukung dan penulis yang aktip bagi usaha terbitan pers alternatip, terutama sekali bagi majalah sastra dan seni KREASI, majalah MIMBAR, majalah opini dan budaya pluralis ARENA.&lt;br /&gt;\par &lt;br /&gt;\par Penyair sekaligus prosais, Sobron leb&lt;br /&gt;ih dikenal sebagai cerpenis. Dua kali sebagai pemenang hadiah sastra: yang pertama dari majalah KISSAH/SASTRA 1955-1956 untuk cerpennya yang berjudul "Buaya dan dukunnya", dan yang kedua dari HR Kebudayaan 1961 untuk cerpennya "Basimah". Buku-bukunya -- k&lt;br /&gt;u&lt;br /&gt;mpulan tulisan bersama maupun individual -- semuanya dilarang beredar oleh Orde Baru: "Ketemu Di Jalan " (kumpulan puisi bersama Ajip Rosidi dan SM Ardan) Balai Pustaka 1955-1956, "Pulang Bertempur" Pembaruan 1959, "Derap Revolusi" (kumpulan cerpen dan no&lt;br /&gt;velet) Pembaruan/Lekra 1961.&lt;br /&gt;\par &lt;br /&gt;\par Sejumlah karya Sobron telah diterjemahkan dalam bahasa-bahasa Russia, Tionghoa, Inggris, Bulgaria, Belanda, Jerman, Prancis.&lt;br /&gt;\par &lt;br /&gt;\par RAZZIA AGUSTUS DAN CERITA-CERITA LAINNYA.&lt;br /&gt;\par Sepatutnyalah seorang sastrawan yang lahir dalam tahun 30-an itu telah mengalami kehidupan yang lika-liku, warna-warni, pahit-getir maupun manis-ranum. Pengalaman, langsung maupun tak langsung, adalah amat berharga bagi kreativitas seninya. Pramoedya tela&lt;br /&gt;h menggarisbawahi hal ini. Begitulah pula Sobron Aidit yang dibuktikan oleh kreativitas seninya sejak muda remaja hingga kini. Seperti tersimak pula dalam bukunya yang terbaru "Razzia Agustus dan cerita-cerita lainnya".&lt;br /&gt;\par &lt;br /&gt;\par Selain sebagai penyair, penulis esse&lt;br /&gt;i dan komentar, Sobron memang "tukang cerita". Cerita-ceritanya erat sekali dengan kenyataan kehidupan sehari-hari, dengan orang-orang dekatnya dengan wong cilik. Dengan yang memihak, membela dan memperjuangkan kehidupan lebih baik bagi wong cilik. Sering&lt;br /&gt;kali diungkapkannya dengan humoristis, juga dengan rasa simpati, kemesraan terhadap yang akrab dan kutukan terhadap pendurhaka atau kebiadaban. Jelujur itu memang wajar dari seorang sastrawan yang sejak semula tergolong "seniman engag\'e9".&lt;br /&gt;\par &lt;br /&gt;\par Menelaah aktivitas-kreativitasnya, jelaslah bahwa Sobron telah turut aktip memberi sumbangan bagi khazanah sastra dan bagi perkembangan bahasa Indonesia.&lt;br /&gt;\par &lt;br /&gt;\par Kucerpen "Razzia Agustus" ini adalah sebagai sumbangannya yang terbaru, dan saya yakin bukan yang terakhir.&lt;br /&gt;\par &lt;br /&gt;\par Sambil menanti kreasi Sobron selanjutnya kepada pembaca saya persilakan.&lt;br /&gt;\par &lt;br /&gt;\par D.Tanaera&lt;br /&gt;\par Bab 112 :&lt;br /&gt;\par Daya Tarik Negeri Kapitalis&lt;br /&gt;\par &lt;br /&gt;\par Hampir tiga minggu saya di Holland selama bulan Juni ini. Banyak kejadian dan berita yang mendunia. }{\rtlch \af1\afs28 \ltrch \f36\fs28\lang1035\langfe1033\langnp1035\insrsid2712162\charrsid11679629 Pertandingan perebutan kejuaraan-dunia sepa&lt;br /&gt;kbola se Eropa, dibicarakan dan ditonton orang ratusan juta melalui televisi. Masing-masing orang punya keberpihakannya, punya favoritnya sendiri. Punya idolanya sendiri. }{\rtlch \af1\afs28 \ltrch &lt;br /&gt;\f36\fs28\lang1053\langfe1033\langnp1053\insrsid2712162\charrsid2712162 Tentang sepakbola ini saja, banyak resto, pertokoan, bar, cafe yang pada sepi, kurang&lt;br /&gt;pelanggan datang karena orang-orang pada asyik nonton bola. Terkadang jalanan yang biasanya ramai, ketika adanya atau dimulainya atau sedang ramai-ramainya pertandingan, orang-orang mengumpul di ruangan tertentu yang ada televisinya, dan bersama-sama, ra&lt;br /&gt;m&lt;br /&gt;ai-ramai nonton pertandingan. Ini makan-waktu mingguan lamanya. Apa ini? Ini juga salahsatu jalan buat cari uang, mengumpulkan uang, mengeduk keuntungan tertentu. Pihak televisi, hotel, pengangkutan, iklan, rumah atau kamar-sewaan, panen uang. Pemasukan k&lt;br /&gt;euangan bagi badan-badan yang memang "tukang cari uang", adalah masa panen yang berlipat ganda. Belum lagi bandar-judi, taruhan, perjudian gelap.&lt;br /&gt;\par &lt;br /&gt;\par Lalu berita besar lainnya yang juga mendunia, sebuah truk-trailer besar ketika akan melewati antara Belanda da&lt;br /&gt;n Belgia, Perancis, buat nyeberang ke Dover, daerah Inggeris, dirazzia, digeledah karena dicurigai. Katanya, ketika akan membayar bea-masuk, petugasnya membayar dengan uang likid, uang kontan. Padahal biasanya orang-orang akan selalu membayar dengan kartu&lt;br /&gt;-&lt;br /&gt;kredit atau cheque atau sejenis kartu-lainnya. Petugas pelabuhan mulai mencurigai trailer itu. Maka segeralah petugas pelabuhan berhubungan dengan polisi setempat, buat memeriksa trailer itu, apa isinya, mengapa begitu aneh cara masuk dan cara bayar ongko&lt;br /&gt;snya.&lt;br /&gt;\par &lt;br /&gt;\par Maka trailer, truk-gandengan itu dibongkar dari belakang, dengan kekerasan dan paksa. Tampak jelaslah, seonggokan manusia bertimbun mati lemas. Setelah dilihat dan dihitung, penumpang truk-gandengan itu ada 60 orang. 58 orang sudah mati kaku, sedangk&lt;br /&gt;an dua orang lagi masih bisa diselamatkan. Dan pada akhirnya dua orang ini diselamatkan dan dengan ketat "dipelihara" buat jadi bukti dan jadi kunci buat membuka rahasia yang menggemparkan itu. 60 orang itu kesemuanya orang Tiongkok, telah begitu jauh mem&lt;br /&gt;b&lt;br /&gt;awakan diri dalam perjalanan yang berliku-liku. Melewati Rusia, Cheko, dan Belanda, buat nyeberang ke Inggeris. Mereka rata-rata telah membayar sampai puluhan ribu dolar AS seorang buat menyeberang dan mencari kerja serta hidup di Inggeris. Mungkin saja s&lt;br /&gt;udah banyak yang masuk Belanda, atau Belgia atau Perancis.&lt;br /&gt;\par &lt;br /&gt;\par Ini sebuah sindikat besar, mafia yang sangat kuat. Berhubungan dengan penjualan dan jual-beli paspor palsu, sogok-menyogok. Kalau memperhitungan uang sogokannya saja, maka dapat diperkirakan, penda&lt;br /&gt;tang atau "para pencari kerja" ini bukanlah orang biasa. Atau yang "memperjual-belikan orang/manusia" ini bukanlah sebagai sindikat atau mafia kelas teri, tapi kelas kakap, bahkan bisa kelas cucut.&lt;br /&gt;\par &lt;br /&gt;\par Mau ke mana mereka? Mau cari kerja dan cari hidup di nege&lt;br /&gt;ri kapitalis. Mengapa? Banyak bukti, sesusah-susahnya dan seberat-beratnya hidup dan bekerja banting-tulang di negeri kapitalis, tetap saja masih bisa hidup, tetap saja masih bisa kirim uang ke negeri leluhurnya, negeri asalnya. Sama saja dengan TKI atau &lt;br /&gt;T&lt;br /&gt;KW yang bekerja di negeri-negeri Arab, Singapura, Hongkong dll. Ditipu, dihisap, ditindas, diperkosa, tetap saja berjubel buat jadi tenaga kerja-kasar di negeri itu. Tokh tetap masih bisa kirim uang ke desa dan kampungnya, dan bahkan ada yang bisa dan mam&lt;br /&gt;pu membangun rumah, rumah gedongan lagi.&lt;br /&gt;\par &lt;br /&gt;\par Apakah mereka tidak tahu, bahwa di negeri kapitalis itu juga bukan main hebatnya penindasan, dan penghisapan, kerja mati-matian, banting-tulang, terkadang tanpa perlindungan-kerja? Mereka tahu, mereka mendengar bahk&lt;br /&gt;an cukup banyak pengalaman dari teman-temannya. Tetapi mereka tidak perduli. Untung-untungan, namanya juga orang cari makan, orang cari hidup. Ini artinya di tanahairnya sendiri sudah sangat sulit buat mencari kehidupan, sangat sulit buat hidup minimum de&lt;br /&gt;n&lt;br /&gt;gan rasa aman dan terlindungi. Sebab kalau wajar-wajar saja, takkan mau mereka menukarkan jiwanya, taruhan nyawanya, dengan sekedar bisa belanja menanggung kehidupan secara minimal saja. Daya tarik kehidupan di negeri kapitalis tampaknya sangat luarbiasa,&lt;br /&gt;biarpun penghisapan dan penindasannya juga luarbiasa. Tetapi tentulah mereka membandingkan, memperhitungkan akan untung-ruginya hidup di antara kedua tanah itu. Tanah-air mereka sendiri dan tanah-air asing, negeri kapitalis itu sendiri.&lt;br /&gt;\par &lt;br /&gt;\par Ketika puluhan tahun atau belasan tahun yang lalu, di mana blok negeri sosialis masih cukup berjaya, maka perbandingan mana yang beratsebelah, yang banyak didatangi orang. Apakah atau banyak mana yang melarikan diri atau masuk menyelundupkan diri, apakah &lt;br /&gt;o&lt;br /&gt;rang-orang dari negeri kapitalis masuk atau melarikan diri ke negeri sosialis, ataukah orang-orang negeri sosialis yang melarikan diri dan masuk ke negeri kapitalis? Tampaknya jauh lebih banyak orang-orang dari negeri sosialis yang melarikan diri dan masu&lt;br /&gt;k&lt;br /&gt;ke negeri kapitalis. Bahkan berani menantang dengan mempertaruhkan nyawa dan jiwaraga, menyeberangi lautan yang paling ganas sekalipun, berani menaiki dan memanjat tembok-Berlin, berani menjadi boat-people segala, berani dan siap mati ditembak. Mengapa s&lt;br /&gt;emua ini?&lt;br /&gt;\par &lt;br /&gt;\par Hanya buat mencari kerja dan kehidupan yang sudah diperhitungkannya akan cukup lebih menguntungkan daripada di negerinya sendiri. Persoalan ini sebenarnya, seharusnya menjadi persoalan negara tertentu yang warganegaranya begitu berani dan nekad h&lt;br /&gt;ijrah ke negeri orang lain. Karena negerinya sendiri sudah tak bisa, tak mampu memberi kehidupan bagi warganegaranya sendiri. Terkadang bukan hanya dari soal keuangan dan perekonomian saja, tetapi cukup banyak karena masalah politik. Tidak ada jaminan kea&lt;br /&gt;m&lt;br /&gt;anan, tidak ada hukum, tidak ada keadilan. Tempat yang paling tidak adil yalah pengadilan dan mahkamah-agung, tempat yang paling banyak korupsi malah di kementerian keuangan, dan bank, pusat-pusat terbasah seperti pabean, imigrasi, bea-cukai, di mana bany&lt;br /&gt;ak uang ke luar-masuk, lalulintas keuangan.&lt;br /&gt;\par &lt;br /&gt;\par Yang paling banyak menderita, kemiskinan, ketidakberdayaan, kemelaratan, adalah orang-orang, penduduk dan rakyat yang samasekali tak punya jalur-hukum, tak punya andalan apapun, baik kenalan maupun keluarganya. M&lt;br /&gt;aka terkadang bisalah dimengerti, daripada mereka hidup tak menentu tanpa tahu kapan akan mati dan kapan akan jadi korban penangkapan, korban penculikan, korban penipuan, apakah mereka akan diam saja, tidak mencari jalan lain?}{\rtlch \af1\afs28 \ltrch &lt;br /&gt;\f36\fs28\lang1053\langfe1033\langnp1053\insrsid2712162 &lt;br /&gt;\par }{\rtlch \af1\afs28 \ltrch \f36\fs28\lang1053\langfe1033\langnp1053\insrsid11679629 &lt;br /&gt;\par &lt;br /&gt;\par &lt;br /&gt;\par &lt;br /&gt;\par &lt;br /&gt;\par &lt;br /&gt;\par &lt;br /&gt;\par &lt;br /&gt;\par &lt;br /&gt;\par &lt;br /&gt;\par &lt;br /&gt;\par &lt;br /&gt;\par &lt;br /&gt;\par &lt;br /&gt;\par &lt;br /&gt;\par &lt;br /&gt;\par &lt;br /&gt;\par &lt;br /&gt;\par &lt;br /&gt;\par &lt;br /&gt;\par &lt;br /&gt;\par &lt;br /&gt;\par }{\rtlch \af1\afs28 \ltrch \f36\fs28\lang1053\langfe1033\langnp1053\insrsid11679629\charrsid2712162 &lt;br /&gt;\par }{\rtlch \af1\afs28 \ltrch \f36\fs28\lang1053\langfe1033\langnp1053\insrsid2712162\charrsid2712162 &lt;br /&gt;\par Paris 29 Juni 2000,-PUISI TENTANG KAYA&lt;br /&gt;\par &lt;br /&gt;\par Orang miskin kaya akan harapan&lt;br /&gt;\par Orang kaya sungguh menggunung&lt;br /&gt;\par harta benda rumah dan tanah&lt;br /&gt;\par Timor Timur kaya akan pembunuhan.&lt;br /&gt;\par &lt;br /&gt;\par }{\rtlch \af1\afs28 \ltrch \f36\fs28\lang1035\langfe1033\langnp1035\insrsid2712162\charrsid11679629 Suharto - Habibi kaya akan korupsi&lt;br /&gt;\par tapi sangat miskin akan demokrasi&lt;br /&gt;\par RI - Orba - TNI kaya akan pembunuhan&lt;br /&gt;\par tapi sangat miskin akan keadilan.&lt;br /&gt;\par &lt;br /&gt;\par Rakyat Indonesia kaya akan penderitaan&lt;br /&gt;\par kaum atasan, elite, kaya akan penipuan&lt;br /&gt;\par pemimpin kaya akan tipu-daya&lt;br /&gt;\par Aceh - Timor Timur kaya akan korban pembunuhan.&lt;br /&gt;\par &lt;br /&gt;\par Yau, saudaraku, kita sungguh kaya&lt;br /&gt;\par yang satu dengan harapan-harapan&lt;br /&gt;\par doa-doa dan minta-minta&lt;br /&gt;\par yang lain dengan tipu-daya dengan korupsi&lt;br /&gt;\par pembunuhan, penyiksaan, setiap hari, setiap hari.&lt;br /&gt;\par &lt;br /&gt;\par Inilah kekayaan kita&lt;br /&gt;\par yang satu dengan harapan-harapan, angan-angan, cita-citaBerhati-hatilah&lt;br /&gt;\par &lt;br /&gt;\par Jangan dilihat ketika dia jatuh&lt;br /&gt;\par tapi rasakan dan saksikan cakar-cakar&lt;br /&gt;\par merayapi urat-urat kehidupan&lt;br /&gt;\par yang tetap saja masih bersikukuh.&lt;br /&gt;\par &lt;br /&gt;\par Memang dia pandai dan lihay&lt;br /&gt;\par jatuhnya karena ferormasi&lt;br /&gt;\par tapi diam-diam dia turut - ikut&lt;br /&gt;\par menyelinap di barisan reformasi&lt;br /&gt;\par namun demikian yang namanya burung gagak&lt;br /&gt;\par di mana-mana tetap hitam&lt;br /&gt;\par di mana-mana tetap makan bangkai.&lt;br /&gt;\par &lt;br /&gt;\par Kini jadi begitu banyak yang namanya reformasi&lt;br /&gt;\par }{\rtlch \af1\afs28 \ltrch \f36\fs28\lang1053\langfe1033\langnp1053\insrsid2712162\charrsid2712162 ada yang mengandung tebu&lt;br /&gt;\par ada yang mengandung tuba&lt;br /&gt;\par ada yang bermadu&lt;br /&gt;\par ada yang bersida&lt;br /&gt;\par }{\rtlch \af1\afs28 \ltrch \f36\fs28\lang1035\langfe1033\langnp1035\insrsid2712162\charrsid11679629 lalu apa itu namanya reformasi&lt;br /&gt;\par kalau tetap saja anti-Cina&lt;br /&gt;\par kalau tetap saja anti-Kristen&lt;br /&gt;\par kalau tetap saja anti-marxis&lt;br /&gt;\par yang padahal semua itu kesatuan tubuh bangsa&lt;br /&gt;\par yang padahal cabang dan ranting serta daun-daun ilmu.&lt;br /&gt;\par &lt;br /&gt;\par Lepaskan tahanan demi kebaikan reformasi&lt;br /&gt;\par tapi yang PRD dan yang "gula 30 sekilo" tunggu dulu&lt;br /&gt;\par }{\rtlch \af1\afs28 \ltrch \f36\fs28\lang1053\langfe1033\langnp1053\insrsid2712162\charrsid2712162 tunggu burung gagak selesai merengguti daging&lt;br /&gt;\par dari tulang-tulang mayat&lt;br /&gt;\par ya, reformasi, kini kau jadi begitu banyak&lt;br /&gt;\par aliran dan tapsiran&lt;br /&gt;\par begitu banyak gagak-gagak berlindung jadi burung gereja&lt;br /&gt;\par beterbangan manis,lucu dan menyenangkan&lt;br /&gt;\par padahal kau tidak lucu,sangat menyebalkan,membencikanBALI - satu&lt;br /&gt;\par &lt;br /&gt;\par Tetap saja yang terlihat&lt;br /&gt;\par yang selalu dulu-dulu&lt;br /&gt;\par bagaikan plat gramofone&lt;br /&gt;\par berputar-putar jalan di tempat.&lt;br /&gt;\par &lt;br /&gt;\par Krismon dan krisnom&lt;br /&gt;\par resto penuh, pasar padat, hotel perang harga&lt;br /&gt;\par orang-orang menjilati es rim&lt;br /&gt;\par pesta babi-guling dan bule-bule&lt;br /&gt;\par bergelamparan berjemur badan&lt;br /&gt;\par dengan susu menggunung menantang.&lt;br /&gt;\par &lt;br /&gt;\par Bule-bule simpang-siur saling senyum&lt;br /&gt;\par jual-beli barang haram&lt;br /&gt;\par ke luar masuk warung tattuage&lt;br /&gt;\par jeprat-jepret ketika ritual agama&lt;br /&gt;\par tiada perduli adat setempat&lt;br /&gt;\par mahapenting : kepuasan mata, hati, dan perut&lt;br /&gt;\par melayu pribumi tak lagi saling hormat&lt;br /&gt;\par berburu duit memang tak perlu ada-beradat.&lt;br /&gt;\par &lt;br /&gt;\par Tertegun diri : inikah Bali&lt;br /&gt;\par yang katanya surgawi di bumi?&lt;br /&gt;\par &lt;br /&gt;\par Seakan Bali bukan lagi milik pribumi&lt;br /&gt;\par bule-bule betapa sudah&lt;br /&gt;\par mengangkangi dan melecehkan budaya luhur&lt;br /&gt;\par di sarang-sarang foya elite&lt;br /&gt;\par rupiah benar-benar anjlok dan luntur&lt;br /&gt;\par sedangkan dollar menjadi raja alat-ukur&lt;br /&gt;\par tampaknya adat dan budaya serta seni&lt;br /&gt;\par seakan terpatung tegak demi dollar.&lt;br /&gt;\par &lt;br /&gt;\par Tampaknya Bali benar-benar campur berbaur&lt;br /&gt;\par entah kepunyaan siapa&lt;br /&gt;\par antara bule dan pribumiBALI - dua&lt;br /&gt;\par &lt;br /&gt;\par Ombak mengalun&lt;br /&gt;\par dan angin silir-silir menjamah&lt;br /&gt;\par pucuk puncak kelapa&lt;br /&gt;\par lalu berderai daun-daun&lt;br /&gt;\par bagaikan gerak memetik senar kecapi,-&lt;br /&gt;\par &lt;br /&gt;\par Dari jauh terdengar merdunyi suling&lt;br /&gt;\par masih berdaya getar : gendang dan gending&lt;br /&gt;\par }{\rtlch \af1\afs28 \ltrch \f36\fs28\lang1035\langfe1033\langnp1035\insrsid2712162\charrsid11679629 tiba-tiba saja cacat di mata tua ini&lt;br /&gt;\par terdengar ribut-ribut antara bule&lt;br /&gt;\par karena berebut cewek&lt;br /&gt;\par tak cocok harga lalu menyalahkan pribumi.&lt;br /&gt;\par &lt;br /&gt;\par Semuanya yan
